Beranda > CALVINISME, PESONA ALKITAB > EKSEGESIS ROMA PASAL 9

EKSEGESIS ROMA PASAL 9


EKSEGESIS ROMA PASAL 9 

The Potter's Promise Roman 9PENDAHULUAN
Pada paper ini penulis mengkhususkan hanya akan fokus membahas pasal 9 saja karena pasal ini merupakan pasal yang sering dipakai Para Kalvinis untuk mendukung Teologi mereka mengenai Pemilihan Allah atas kaum pilihan dan Reprobasi Allah pada kaum Reprobat, juga menarik bahwa baru-baru ini pada tanggal 7 Mei 2015 telah berlangsung Debat Teologi dengan tema “Ajaran Soteriology apakah yang Diajarkan dalam Roma Pasal 9?” antara Prof Leigton Flowers dari Dallas Baptist University dan Dr. James R. White, seorang Apologet Kalvinisme yang gigih.


Latar Belakang Kitab Roma Pasal 9

Roma pasal 9 ini adalah bagian penting dari apologetika Paulus, dimana Paulus memberikan jawaban kepada dua pembacanya, atas pemilihan Allah yang telah berubah kepada orang-orang diluar Yahudi. Hal ini bisa kita lihat dari ungkapan Paulus tentang keadilan Allah. Atas pertanyaan mereka, Paulus berkata dalam ayat 9:14, “Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil!”

Ungkapan inilah sebagai bentuk kasus tunggal dari pasal ke-9 dimana kita bisa melihat latar belakang masalahnya. Dari pertanyaan-pertanyaan orang-orang Yahudi ini, Paulus memberikan argumentasi pemilihan Allah melalui sudut keturunan Abraham sampai kepada Esau dan Yakub. Agar orang Yahudi menyadari apa yang telah Allah lakukan bukan berdasarkan dari kebaikan manusia. Sedangkan dari sudut pandang orang Yunani, Paulus memberikan penegasan kepada mereka bahwa Allah memilih mereka, menjadi umat pilihannya.

Pembagian Perikop Roma Pasal 9

Secara singkat J.B. Hixson, Th.M. (www.hixson.org) membuat Kerangka singkat
Pasal 9: Pemilihan Israel

  • (9:1-5) Masalah: Israel telah menolak Injil
    • (9:6-13) Penjelasan: Tidak semua orang Israel adalah orang Pilihan
    • (9:14) Keberatan: Apakah Allah Tidak Adil?
  • (9:15-29) Jawaban: Tidak! Tuhan berdaulat.
  • (9:30-33) Kesimpulan: Injil harus diterima dengan Iman.

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya.
Berikut ini Penulis lampirkan Roma pasal 9 secara lengkap:

1 Aku mengatakan kebenaran di dalam Kristus, aku tidak berdusta, karena hati nuraniku bersaksi bersamaku dalam Roh Kudus, 2 bahwa dukacitaku sangat dalam dan kepedihan hatiku tiada henti-hentinya. 3 Sebab aku berharap agar aku sendiri menjadi yang terkutuk dari Kristus ganti saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara daging, 4 yang adalah orang-orang Israel, yang padanya ada hak diadopsi dan kemuliaan dan perjanjian-perjanjian dan pemberian torah dan ibadah dan janji-janji; 5 yang padanya ada para leluhur, dan yang dari mereka turun Kristus secara daging, yang adalah Allah atas segala sesuatu, yang terberkati sampai selamanya. Amin.
6 Namun demikian, bukan berarti bahwa firman Allah telah gagal. Sebab tidak semua yang berasal dari Israel, itu Israel, 7 karena, tidak semua anak adalah keturunan Abraham, tetapi “Melalui Ishak, akan disebut keturunan bagimu.” 8 Itu artinya, anak-anak jasmani, mereka bukanlah anak-anak Allah, tetapi anak-anak janji, mereka diperhitungkan sebagai keturunan. 9 Sebab, inilah firman janji itu, “Pada waktu seperti ini, Aku akan datang, dan dari Sara akan lahir seorang anak laki-laki.” 10 Dan bukan hanya dia, tetapi Ribka juga, setelah mendapatkan persetubuhan dari satu orang, yaitu Ishak leluhur kita. 11 Sebab, ketika kedua anaknya belum dilahirkan atau belum melakukan sesuatu yang baik maupun jahat –supaya tujuan Allah yang berdasarkan pilihan ilahi dapat berlangsung bukan atas dasar perbuatan, tetapi atas dasar panggilan– 12 maka dikatakan kepadanya, “Anak yang lebih besar akan mengabdi kepada yang lebih kecil,” 13 sebagaimana telah tertulis, “Aku mengasihi Yakub, tetapi Aku membenci Esau.”
14 Jadi, kita akan mengatakan apa? Mungkinkah ada ketidakadilan di hadapan Allah? Tidaklah mungkin! 15 Sebab Dia berfirman kepada Musa, “Aku mau merahmati siapa yang mau Aku rahmati, dan Aku mau beri belas kasihan siapa yang mau Aku belas kasihani.” 16 Jadi kemudian, bukan karena seseorang yang berkehendak ataupun yang berusaha, tetapi karena Allah yang merahmati. 17 Sebab kitab suci berkata kepada Firaun, “Untuk hal seperti inilah Aku membangkitkan kamu, supaya Aku dapat menunjukkan kuasa-Ku kepadamu, dan supaya Nama-Ku dimasyhurkan ke seluruh bumi.”

18 Oleh karena itu selanjutnya, Dia merahmati siapa yang Dia kehendaki, dan Dia mengeraskan hati siapa yang Dia kehendaki. 19 Lalu, kamu akan berkata kepadaku, “Mengapa Dia masih menyalahkan? Sebab, siapakah yang telah menentang rancangan-Nya?”
20 Sebaliknya, siapakah kamu hai manusia yang membantah kepada Allah ? Akankah yang dibentuk berkata kepada yang telah membentuknya, “Mengapa Engkau membuat aku seperti ini?” 21 Atau apakah penjunan tidak mempunyai wewenang atas tanah liat untuk membentuk dari gumpalan yang sama, di satu sisi menjadi sebuah bejana yang berharga, di sisi lain menjadi yang tidak berharga? 22 Dan jika Allah, karena hendak menunjukkan murka dan menyatakan kuasa-Nya, maka Dia menanggung dalam kesabaran yang besar bejana-bejana kemurkaan yang telah dipersiapkan untuk kebinasaan, 23 dan supaya Dia dapat memberitahukan kekayaan kemuliaan-Nya atas bejana-bejana kemurahan, yang telah Dia persiapkan sebelumnya bagi kemuliaan; 24 yang juga telah memanggil kita bukan hanya dari antara orang-orang Yahudi tetapi juga dari antara bangsa-bangsa lain,

25 sebagaimana Dia juga telah mengatakannya dalam kitab Hosea, “Aku akan menyebut yang bukan umat-Ku: Umat-Ku! Dan yang tidak dikasihi: Dikasihi!” 26 Dan akan terjadi, di tempat yang dikatakan kepada mereka, “Kamu bukanlah umat-Ku,” di sana mereka akan disebut, “anak-anak Allah yang hidup.” 27 Dan Yesaya berseru mengenai orang Israel, “Walaupun bilangan bani Israel itu seperti pasir di tepi laut, sisanya akan diselamatkan, 28 karena seraya menggenapi firman itu dan mempercepatnya dalam kebenaran, maka Tuhan akan melakukan firman yang telah dipercepat di atas bumi!” 29 Dan sama seperti yang telah Yesaya katakan sebelumnya, “Jika Tuhan Semesta Alam (Tsebaot) tidak menyisakan keturunan bagi kita, maka kita dijadikan seperti Sodom dan disamakan seperti Gomora.”

30 Lalu, kita akan mengatakan apa? Sebab bangsa-bangsa lain yang tidak mengejar kebenaran telah memperoleh kebenaran, tetapi kebenaran atas dasar iman. 31 Namun Israel, sekalipun mengejar hukum kebenaran dia tidak sampai kepada hukum kebenaran itu.

32 Mengapa? Sebab bukan atas dasar iman, melainkan sesuai dengan perbuatan torah. Sebab mereka telah tersandung pada batu sandungan, 33 seperti yang telah tertulis, “Lihatlah, Aku meletakkan di Zion sebuah batu sandungan dan karang penghalang dan setiap orang yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan.”



PEMBAHASAN DAN EKSEGESIS ROMA PASAL 9

Pada bagian ini penulis akan membahas dan mengeksegesis Roma Pasal 9. Perlu untuk diketahui arti kata eksegesis terlebih dulu. Profesor Leigton Flowers menyatakan tentang arti kata Eksegesis,

exegesis is defined as, “exposition or explanation. Biblical exegesis involves the examination of a particular text of scripture in order to properly interpret it. Exegesis is a part of the process of hermeneutics, the science of interpretation.”
(terjemahan bebas: Eksegesis diartikan sebagai eksposisi atau penjelasan. Eksegesis Alkitabiah memasukkan penyelidikan dari suatu ayat khusus Kitab Suci dalam upaya menginterpretasikannya dengan tepat. Eksegesis adalah suatu bagian dari proses hermeneutika, ilmu interpretasi).

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Roma pasal 9 ini sungguh merupakan perikop bukti favorit Calvinis untuk pemilihan berdaulat. Namun yang menjadi pertanyaan adalah apakah Roma pasal 9 mengajarkan bahwa Allah berdaulat sewenang-wenang atau memilih beberapa orang berdosa untuk diselamatkan dan sisanya akan dibiarkan terhilang? Mari kita pertimbangkan 8 fakta penting yang disampaikan Dr. David W. Cloud tentang perikop Roma pasal 9 ini:

Roma 9:10-16
Bagi Kalvinis, ayat-ayat ini tentang Pemilihan dan Reprobasi Berdaulat. Argumen Kalvinis: Lihat dalam perikop ini Allah mengasihi Yakub dan membenci Esau sebelum mereka lahir. Allah sudah menetapkan Yakub untuk selamat dan Esau untuk kebinasaan sejak dalam kekekalan. Karena Allah menetapkan Yakub selamat, maka secara otomatis Esau ditolak atau tidak dipilih oleh Allah.

Argumen Alkitabiah: Penafsiran Kalvinis ini adalah penafsiran yang sangat buruk. Kita perlu dan harus melihat konteks Roma 9:1-10 agar jelas makna ayat 10-16. Dalam awal pasal 9, terlihat jelas bahwa Paulus memiliki beban besar untuk bangsa Israel agar mereka diselamatkan (Roma 9:1-3). 9:1-2 Ayat 1 dan 2 membentuk satu kalimat dalam bahasa Yunani. Paulus sedang memberikan beberapa alasan bagaimana mereka (gereja/jemaat Roma) dapat mengetahui bahwa ia mengatakan kebenaran: (1) penyatuannya dengan Kristus, ay 1 (2) hati nuraninya yang dipimpin Roh, ay 1; dan (3) perasaannya yang mendalam bagi Israel, ay 2.

Ini membuktikan, bahwa Paulus tidak percaya akan penetapan Allah seperti yang dipercayai Kalvinis dalam hal Pemilihan dan Reprobasi Berdaulat, yang mana ada yang ditetapkan masuk Surga dan ditetapkan masuk Neraka (Kaum Reprobat). Timbul pertanyaan, untuk apa Paulus terbeban jika memang pada ujungnya orang itu tidak diselamatkan karena sudah ditentukan. Tetapi Paulus sangat terbeban agar bangsa Israel diselamatkan. Untuk apa Paulus berdoa mati-matian untuk Israel, sementara Allah telah menetapkan mereka sejak kekekalan untuk binasa. Pasal 9-11 justru membantah konsep Kalvinisme.

Ayat 3 “Terkutuk dari Kristus” Paulus mengekspresikan kedalaman hasrat hatinya dalam bentuk yang paling kuat. Paulus tahu tidak mungkin bagi seorang yang sudah dibenarkan menjadi terkutuk dari Kristus. Namun Paulus dapat berpikir tidak ada ekspresi yang lebih kuat untuk mengungkapkan tragedi penolakan Israel terhadap Mesias yang dijanjikan dalam Nubuatan Perjanjian Lama yang tergenapi dan Paulus mengingatkan kebutaan bangsa Israel. Jika keterpisahannya dari Kristus dapat menyelamatkan bangsanya Israel, Paulus bersedia. Intensitas dan beban dari doanya sangat mirip dengan hasrat dari doa syafaat Musa bagi orang Israel yang berdosa dalam Kel 32:30-35. Ini harus dimengerti sebagai pernyataan keinginan, bukan fakta. Tenses Yunani imperfect middle indicative yang mana digunakan untuk mengekspresikan sebuah kondisi yang tidak mungkin namun hanya hipotesis. Ini senada dengan penggunaan dari bentuk kalimat IMPERFECT dalam Gal 4:20.

Ayat 4-5 Paulus melist hak-hak istimewa besar Bangsa Israel yang telah diketahui. Ayat-ayat ini untuk mengkonfirm kesatuan perjanjian Anugerah melewati sepanjang zaman. Tidak ada pembedaan yang terlihat pada ayat ini mengenai Prinsip Keselamatan dalam PL dan PB. Paulus melihat bagaimana bangsa Israel adalah kaum yang sangat istimewa, dimana dari bangsa inilah Allah mengajarkan tentang kekudusan bahkan bangsa inilah yang menganggap umat yang kudus, dari umat bangsa yang lain karena Allah telah memilih mereka. Bapa-bapa mereka melahirkan keturunan sang Mesias. Bahkan bagaimana Allah telah memilih mereka menjadi anak kesayangan dari bangsa-bangsa lain, dimana mujizat dan hikmat yang besar karena ia telah dipilih yang seharusnya dari semua itu Allah-lah yang harus dipermuliakan. Pada bagian ini Paulus ingin memberikan jawaban, dengan cara pemaparan tentang perasaan dirinya, akan kedudukan Israel sebagai umat pilihan. Dimana orang-orang Yahudi yang menuntut tentang keselamatan yang diperoleh diluar Yahudi.

Ayat 5 “yang adalah atas segala sesuatu, Allah yang terberkati sampai selamanya.” Ini adalah sebuah pembuktian kuat dan secara konteks mendukung peneguhan Paulus atas Keilahian Kekal/KeTUHANan Yesus. Ayat lain Ibrani 1:8, Yesaya 9:6, Titus 2:13, 2 Petrus 1:1 secara sama mendukung pengajaran yang jelas dari keseluruhan Alkitab bahwa Yesus Kristus adalah Allah. Paulus tidak sering menggunakan kata THEOS untuk Yesus, namun ia memakainya dalam (bacalah Kis 20:28; Titus 2:13, Filipi 2:6.)

Kis 20:28 Jadi, jagalah dirimu sendiri dan seluruh kawanan yang atasnya Roh Kudus telah menempatkan kamu sebagai penilik, untuk menggembalakan jemaat Allah {Theos} yang telah Dia dapatkan melalui darah-Nya sendiri.
Tit 2:13 sambil menantikan pengharapan yang bahagia dan penampakan kemuliaan dari Allah {Theos} Yang Mahabesar dan YESUS Kristus Juruselamat kita,

Filipi 2:6 Dia, yang meskipun ada dalam rupa Allah {Theos}, tidak menganggap bahwa menjadi setara dengan Allah {Theos} adalah sesuatu yang harus dirampas.

Ayat 6, Pernyataan Paulus, kepada orang-orang Yahudi tentang firman Allah, LAI pada (ayat 6) ‘gagal’ dalam bahasa aslinya, ekpipto, lebih tepat dimengerti dengan mengatakan bahwa ‘bukan janji Allah sudah tidak berlaku lagi.’ Hal ini bisa kita lihat dengan tujuan Paulus kepada orang Yahudi di Roma. Bahwa Paulus ingin menegaskan bahwa Janji-Janji Firman Allah, bukannya tidak berlaku lagi. Dengan menjelaskan bukti bahwa tidak semua orang dari Israel adalah orang Israel.

Hanya beberapa dari anak-anak Abraham adalah anak-anak perjanjian (lihat ay 7). Bahkan orang Yahudi tidak pernah benar dengan Allah hanya berdasarkan garis keturunan mereka semata (lihat ay 7), namun harus berdasarkan iman mereka (lihat 2:28-29; 4:1; Yoh 8:31-59; Gal 3:7-9; 4:23). Hanyalah sisa-sisa Israel yang menerima perjanjian Allah dan berjalan didalamnya oleh iman (lihat 9:27; 11:5). Ayat 6 memulai suatu rentetan prakiraan tantangan (lih 9:14,19,30; 11:1).

Ayat 7 Bagian kedua dari ayat ini adalah sebuah kutipan dari Kejadian 21:12d. Tidak semua anak-anak Abraham adalah anak-anak ikatan perjanjian Allah.

Ayat 8 Di sini Paulus sedang menggunakan istilah “daging” untuk menunjuk kepada nenek moyang bangsa (lihat 1:3; 4:1; 9:3,5). Ia sedang mengkontraskan keturunan jasmani Abraham (Orang Yahudi di 9:3) dengan anak-anak rohani (anak-anak perjanjian) dari Abraham (mereka yang akan mempercayakan diri pada Mesias yang dijanjikan Allah oleh iman). Ini bukan kontras yang sama dengan 8:4-11, manusia yang jatuh sebagai lawan dari manusia tebusan.

Ayat 9 Ini adalah kutipan dari Kejadian 18:10,14. Anak perjanjian (“benih”) akan berasal dari Sarah atas inisiatif Allah. Hal ini pada waktunya berpuncak pada kelahiran Mesias. Ishak adalah penggenapan khusus dari janji Allah kepada Abraham dalam Kej 12:1-3 tiga belas tahun sebelumnya.

Ayat 10 Istri-istri dari Abraham, Ishak, dan Yakub adalah mandul; mereka tidak bisa mengandung. Ketidak-mampuan mereka untuk mendapat anak ialah satu dari cara Allah untuk menunjukkan bahwa Ia berkuasa atas perjanjian-perjanjianNya, yaitu garis keturunan Mesias. Cara yang lain adalah bahwa garis keturunan Mesias yang benar tidak pernah dihasilkan melalui anak sulung dari Kepala-Kepala Keluarga (yang secara budaya harusnya demikian). Kuncinya ialah Pilihan Allah (lihat Ay 11-12).

Ayat 11-12 adalah satu kalimat dalam bahasa Yunani. Keterangan ini diambil dari Kej 25:19-34. Contoh ini digunakan untuk membuktikan Pilihan Allah (lihat ay 16), bukan (1) keturunan manusia atau (2) kemampuan atau prestasi manusia (lihat ay 16). Ini adalah inti dari Injil, perjanjian baru (Baca Yer 31:31-34; Yeh 36:22-36). Namun demikian, haruslah diingat bahwa pilihan Allah tdak dimaksudkan untuk menyingkirkan, namun untuk mencakup! Mesias akan datang dari benih yang terpilih, namun Ia akan datang bagi semua (yang beriman, lihat 2:28-29; 4:3,22-25; pasal 10).

Ayat 13 “Tujuan” ini adalah kata majemuk pro ditambah tithēmi, bentuk KATA BENDAnya (prothesis), yang digunakan dalam ayat ini berarti menetapkan sebelumnya.

  • Contoh Esau dan Yakub tidak mengacu pemilihan yang berkaitan dengan keselamatan pribadi tetapi untuk pemilihan yang berkaitan dengan bangsa-bangsa dalam program Allah secara keseluruhan. Ayat 12 membuat hal ini jelas. “Dikatakan kepada dirinya, anak yang tua harus melayani yang lebih muda.” Janji Allah pada Ribka adalah tentang anak sulung melayani lebih muda, bukan tentang keselamatan pribadi mereka. Esau bisa saja diselamatkan. Dia bisa percaya pada Tuhan dan berada di Aula Iman dalam Ibrani pasal 11. Bagian ini tidak mengajarkan bahwa Esau itu berdaulat ditakdirkan untuk menjadi terkutuk. Ini mengajarkan bahwa Allah berdaulat memilih garis keturunan Mesias/Kristus.

Roma 9:10-16 adalah pemilihan jalur Mesias (Roma 9:5). Roma 9:6-9 sekalipun mereka (Israel) menurunkan Mesias, tetapi tidak semua mereka akan menjadi nenek moyang Mesias secara daging. Kata “bukan hanya itu saja” menyambung ayat 10-18. jadi ayat 11-18 tidak lepas dari ayat 1-10. ini adalah bukti bahwa pasal ini tidak menceriterakan mengenai keselamatan yang sudah Allah tentukan dari semula, tetapi ini adalah jalur Mesias.

Ayat Roma 9:12 adalah suatu kutipan dari nubuatan dalam Kej 25:23 berkenaan dengan Esau dan Yakub.

Firman YHWH kepadanya: “Dua bangsa ada dalam kandunganmu, dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu; suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang lain, dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda.” (Kej 25:23)
Ini menunjukkan bahwa Ribka dan Yakub melaksanakan nubuatan, bukan untuk kepentingan pribadi, ketika peristiwa mengelabui Ishak dalam kaitannya dengan berkat!

Masih dalam Roma 9:12 bila dibandingkan dengan PL Yakub dan Esau bukanlah pemilihan secara individu, tetapi suatu bangsa. Jadi ayat ini tidak berbicara mengenai Keselamatan individu, tetapi representatif/perwakilan suatu bangsa. Yakub mewakili bangsa Israel dan Esau mewakili bangsa Edom. Dalam Kejadian 25:23 “Dua bangsa ada dalam rahimmu dan suku bangsa yang akan muncul.” Semakin jelas bahwa ini bicara suatu bangsa yang akan muncul. Bila secara pribadi (individu) Yakub malah menjadi hamba Esau, dan selama hidup Esau tidak pernah menjadi hamba Yakub. Ini membuktikan ayat-ayat ini menjelaskan atau mengacu kepada suatu bangsa. Yakub akan menjadi lebih kuat (tuan) dan Esau (Edom) lebih lemah (hamba). Jadi perikop ini sama sekali tidak berbicara keselamatan Yakub dan kebinasaan Esau.

Ayat Roma 9:13 “tapi (Aku) membenci Esau,” Ini adalah kutipan dari Mal 1:2-3 ( 2 YHWH berfirman, “Aku mengasihi kamu. Tetapi kamu mengatakan: Dengan apakah Engkau mengasihi kami? Bukankah Esau saudara Yakub? Namun Aku mengasihi Yakub, 3 dan membenci Esau, serta membuat pegunungannya menjadi tandus dan tanah pusakanya untuk serigala padang gurun,)

“Benci” adalah sebuah istilah Ibrani untuk perbandingan. Dalam bahasa Inggris kedengaran sangat kasar, namun bandingkan dengan Kej 29:31-33; Ul 21:15; Mat 10:37-38; Luk 14:26; dan John 12:25. Istilah-istilah kemanusiaan seperti “cinta” dan “benci” tidak berhubungan dengan perasaan Allah kepada orang-orang tersebut, namun komitmen-Nya pada garis Mesias dan perjanjian-Nya. Yakub adalah anak perjanjian berdasarkan nubuatan dari Kej 5:23. Esau, di dalam Mal 1:2-3, dikaitkan pada bangsa Edom (yaitu keturunan Esau).

Roma 9:13 bukan mendahului 9:11. Perkataan ini dikutip dari kitab Maleakhi 1:2-3. Dan perlu diperhatikan, perkataan ini keluar bukan sejak dalam kandungan tetapi setelah mereka menjadi bangsa. Dalam kacamata Kalvinis, mereka akan mengatakan bahwa ini membuktikan pemilihan Tuhan secara semena-mena atau tutup mata (secara acak/arbiter). Padahal ada pemilihan yang tidak acak dan itu bukan berdasarkan perbuatan, yaitu IMAN. Menurut Kalvinisme ketika seseorang merespon firman Allah dan mengimaninya, maka itu dianggap perbuatan. Itu sesuai dengan konsep mereka, bahwa iman itu bukan timbul dari pendengaran akan firman Allah, tetapi iman itu Allah taruh di hati orang-orang pilihan. Konsekuensi dari Allah yang menaruh iman kepada seseorang baru ia percaya adalah manusia masuk neraka karena Allah tidak memberi iman kepadanya. Ingat Roma 4:2-5, ketika kita menerima hadiah, itu bukanlah hasil pekerjaan kita, tetapi itu adalah murni pemberian. Dan manusia dituntut untuk percaya (beriman) kepada Tuhan.

Ayat 14, “Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan” Paulus sering menggunakan bentuk diatribe ini (lihat Roma 3:5; 4:1;6:1; 7:7; 8:31; 9:14,19,30).
“Apakah Allah tidak adil?” Bagaimana Allah menyuruh manusia bertanggung jawab bila faktor dasar keputusannya adalah kedaulatan Allah (lihat Ay 19)? Inilah misteri dari pemilihan.

Tekanan kunci dari konteks ini adalah bahwa Allah bisa berbuat apa saja kepada manusia (manusia pemberontak), namun demikian, kedaulatan Allah dinyatakan dalam kemurahan (lihat catatan pada ay 15), bukan kekuasaan semata-mata. Harus juga dinyatakan bahwa pilihan kedaulatan Allah tidak didasarkan atas prapengetahuan akan pilihan-pilihan dan tindakan yang akan diambil oleh manusia di masa yang akan datang. Jika seandainya pemilihan itu didasarkan atas prapengetahuan/pengetahuan dini tersebut, maka ini berarti bahwa akhirnya pilihan dan tindakan manusialah yang menjadi dasar pemilihan Allah (lihat ay 16; I Pet 1:2). Dibalik ini semua terletak pandangan Yahudi tradisional mengenai kemakmuran orang benar (lihat Ul 27-28; Ayub dan Maz 73). Namun, Allah memilih untuk memberkati orang yang tidak layak melalui imannya (bukan atas dasar prestasinya, (lihat 5:8)). Allah mengetahui segala perkara namun Ia memilih untuk membatasi pilihanNya (1) dalam kemurahan dan (2) dalam janji. Tanggapan manusia harus ada, namun ini mengikuti dan akhirnya meneguhkan pilihan Allah yang mengubahkan kehidupan.

Ayat 15 ini adalah sebuah kutipan dari Kel 33:19. Allah bebas bertindak menurut rencana-rencana penebusan-Nya sendiri. Bahkan Musa tidak layak untuk berkat Allah (lihat Kel 33:20). Ia adalah seorang pembunuh (lihat Kel 2:11-15). Kuncinya ialah bahwa pilihanNya adalah di dalam kemurahan (lihat ay 16,18-23; 11:30,31,32).

Ayat 9:15-16 “kemurahan hati” Kata Yunani ini (eleos, lihat ay 15,16,18,23; 11:30,31,32) digunakan dalam Septuaginta (LXX) untuk menterjemahkan istilah Ibrani yang khusus hesed, yang artinya “setia, loyal pada perjanjian.” Kasih kemurahan dan pilihan Allah adalah jamak, berkelompok, (Yahudi [Ishak], bukan Arab [Ismael]; Israel [Yakub], bukan Edom [Esau], namun orang Yahudi yang percaya dan orang bukan Yahudi yang percaya) sebagaimana juga semua orang. Kebenaran ini adalah salah satu kunci untuk membuka misteri dari doktrin predestinasi (Tuhan memilih satu orang, satu keluarga, satu bangsa untuk menurunkan Mesias yang akan menebus mereka semua – penebusan universal). Kunci lain dalam konteks pasal 9-11 adalah sifat Allah yang tak pernah berubah—kemurahan (lihat Roma 9:15,16,18,23; 11:30,31,32), dan bukan prestasi manusia. Kemurahan melalui seleksi pada waktunya akan mencapai semua yang percaya kepada Kristus. Satu orang membuka pintu iman kepada semua (lihat 5:18-19).

Tidak cukup sampai di situ saja, Kalvinis akan mengutip Roma 9:15 dan mengatakan bahwa Allah bebas menaruh belas kasihan kepada siapa saja.

Memang benar Allah bebas menaruh belas kasihan kepada siapa Ia menaruh belas kasihan. Ayat ini tidak salah, tetapi Allah cukup jelas kepada siapa Ia bermurah hati. Allah membuat syarat “Aku bermurah hati kepada siapa yang percaya dan beriman kepada Kristus” Allah menentukan syarat untuk memperoleh anugerah dari-Nya.

Tidak tergantung kepada kehendak orang. Ya! Kita tidak bisa berkehendak “sesuka hati menentukan bagaimana supaya kita selamat” Bila Allah menghendaki cara A untuk menyelamatkan manusia, maka manusia tidak berhak menentukan atau memilih di luar cara Allah dan bila itu dilakukan manusia, maka ia menyalahi aturan Tuhan. Allah dalam kehendakNya menyatakan bahwa keselamatan hanya diperoleh ketika kita percaya dan menerima Tuhan sebagai juruselamat kita.

(2) Adapun Firaun, penting untuk memahami bahwa ia pertama kali mengeraskan hatinya sendiri. “Dan Firaun melihat bahwa telah datang kelegaan, namun dia membuat hatinya berat, dan dia tidak mendengarkan mereka, seperti YHWH telah berfirman.” (Kel. 8:15). Ini bukan kasus “reprobasi berdaulat.” Alkitab mengajarkan bahwa selalu merupakan kehendak Allah bagi orang-orang untuk melayani-Nya, tetapi ketika mereka menolak Dia, Dia menolak mereka dan menghakimi mereka dan membuat contoh dari mereka. Bandingkan 2 Tes 2:10-12 – “dan dengan segala tipu daya ketidakbenaran di antara mereka yang akan binasa, sebagai ganti kasih kebenaran yang tidak mereka terima agar mereka diselamatkan. 11 Dan karena itulah Allah akan mengirimkan daya kerja kesesatan kepada mereka supaya mereka percaya pada kepalsuan, 12 sehingga mereka dapat dihakimi, yaitu semua orang yang tidak percaya kepada kebenaran, tetapi yang senang berada dalam ketidakbenaran.

Orang-orang berdosa ini akan dikutuk tapi bukan karena mereka tidak berdaulat terpilih dan bukan karena mereka terkutuk berdaulat tetapi karena keputusan pribadi mereka dalam hal kebenaran. Kata-kata tidak bisa lebih jelas lagi. Tuhan memang membuat contoh Firaun, tetapi untuk melampaui apa yang Alkitab katakan dan untuk menyatakan bahwa Allah memilih untuk menciptakan Firaun untuk tujuan membinasakan dia adalah kesalahan besar dan itu memfitnah nama Allah yang penuh kasih.

Roma 9:17-18, ayat ini sering Kalvinis pakai bahwa Firaun salah satu contoh yang Allah tentukan untuk binasa. Tetapi jika perhatikan, sama sekali tidak ada perkataan yang mengindikasikan reprobasi.

Beralih ke masalah mengeraskan hati, harusnya timbul pertanyaan, “Mengapa Allah mengeraskan hati Firaun?” Jika kita membaca dalam Keluaran 3:19 “Allah tahu Firaun tidak akan membiarkan Israel pergi begitu saja” Kel 5:2 “tetapi Firaun berkata; Siapakah Tuhan itu sehingga harus kudengarkan firman-Nya untuk membiarkan Israel pergi? Tidak kenal aku Tuhan itu dan tidak juga akan aku membiarkan bangsa Israel pergi” dan dalam Keluaran 4:21b “tetapi Aku akan mengeraskan hatinya, sehingga ia tidak akan membiarkan bangsa itu pergi.” Sangat jelas di dalam hati Firaun memang sudah ada keinginan untuk melawan kehendak Tuhan.

Benar bahwa Allah mengeraskan hati Firaun karena Allah tahu lebih dahulu, bahwa Firaun menolak Allah. Intinya Firaun mengeraskan hatinya hal ini terbukti dalam Kel 7:13; 8:15,19,32 sampai tulah yang ketujuh ia masih mengeraskan hatinya.

Kesimpulan mengenai hal ini:

  1. Firaun mengeraskan hatinya! Kita tidak bisa mengatakan bahwa Allah mengeraskan hatinya lebih dahulu, kalau Firaun tidak mengeraskan hatinya dari awal, maka ia pasti melepaskan bangsa Israel.
    Allah bisa mengeraskan hati Firaun karena Firaun memang akan mengeraskan hatinya. Setiap tulah selesai ia merasa lega dan ia terus mengeraskan hatinya. Bisa saja ia berfikir, bahwa tulah itu sudah berhenti dan tidak datang lagi.
    3. Bila Firaun sudah ditetapkan untuk binasa, maka untuk apa Allah mengeraskan hatinya?
    4. Analogi “keraskan.” Kita harus ingat bahwa zaman dahulu yang bisa keras itu adalah batu bata yang dibuat dari tanah lalu dibakar, maka terjadilah “pengerasan.” Artinya sesuatu yang sudah memiliki bentuknya, bukan berarti belum berbentuk sebelumnya. Allah tidak mengubah bentuk, Firaun sudah memiliki bentuk hati yang keras dan ketika ia mendengar firman Allah, ia mengeraskan hatinya.

 

Ayat 17 adalah kutipan universal yang kuat dari Kel 9:16 sedang ayat 18 adalah kesimpulan yang ditarik dari kutipan tersebut. Firaun dikatakan telah mengeraskan hatinya dalam Kel 8:15,32; 9:34. Allah dikatakan telah mengeraskan hatinya dalam Kel 4:21; 7:3; 9:12; 10:20,27; 11:10. Contoh ini digunakan untuk menunjukkan kedaulatan Allah (lihat ay 18). Firaun harus bertanggung jawab atas pilihannya. Allah menggunakan keangkuhan kekeras-kepalaan pribadi Firaun untuk mencapai kehendak-Nya bagi Israel (lihat ayat 18).

Juga perhatikan maksud tindakan Allah dengan Firaun adalah penebusan dan lingkupnya mencakup semua. Semua ini dimaksudkan:

  1. untuk menunjukkan kuasa Allah (sebagai lawan dari dewa-dewa alam dan binatang dari Mesir)
    untuk menunjukkan Allah kepada Mesir dan dengan cara sama, seluruh dunia (lihat ay 17).

Pemikiran barat (Amerika) membesarkan individu, sedang pemikiran timur berfokus pada kebutuhan akan kebersamaan yang menyeluruh. Allah menggunakan Firaun untuk menyatakan Diri-Nya kepada dunia yang dahaga. Ia akan berbuat hal yang sama kepada orang-orang Israel yang tidak percaya (lihat pasal 11). Dalam konteks ini hak dari satu orang berkurang demi kebutuhan keseluruhan. Ingat, juga contoh kelompok PL mengenai:

  1. Anak-anak Ayub yang pertama yang mati akibat diskusi Allah dengan setan (lih Ayb 1-2)
  2. Tentara Israel yang mati akibat dosa Akhan (lihat Yosua 7)
  3. Anak sulung Daud dengan Betsyeba yang mati karena dosa Daud (lihat II Sam 12:15). Kita semua dipengaruhi oleh pilihan dari orang lain. Kebersamaan ini dapat dilihat di PB dalam Roma 5:12-21.

Ayat 19 “yang menentang kehendakNya” Ini adalah sebuah PERFECT ACTIVE INDICATIVE, yang menekankan suatu fakta yang ada dengan hasil yang berkelanjutan (lihat II Taw 20:6; Ayb 9:12; Maz 135:6; Dan 4:35). Diatribe-nya berlanjut. Secara logika, mengikuti diatribe Paulus adalah cara terbaik untuk bisa menggarisbesarkan dan memahami pemikiran Paulus. Kehendak Allah perlu dilihat pada dua tingkatan. Pertama adalah rencana penebusan-Nya bagi seluruh umat manusia yang telah jatuh (lihat Kej 3:15). Rencana ini tidak dipengaruhi oleh pilihan manusia. Namun pada tingkatan kedua, Allah memilih untuk menggunakan perantaraan manusia (lihat Kel 3:7-9 dan10). Manusia dipilih untuk menggenapi rencana-Nya (baik secara positif, Musa, dan negatif, Firaun).

Ayat 20-21 gambaran ini diambil dari Yes 29:16; 45:9-13; 64:8 dan Yer 18:1-12. Penggambaran dari YHWH sebagai tukang periuk sering digunakan untuk Allah sebagai pencipta, sementara manusia berasal dari tanah liat (lihat Kej 2:7). Paulus membawa pulang pokok pikirannya mengenai kedaulatan dari sang pencipta dengan menggunakan tiga pertanyaan lagi—dua yang pertama ada di ay 20 dan yang ketiga di ay 21. Pertanyaan terakhirnya mengembalikan pada analogi mengenai pilihan positif Allah dalam Musa dan pilihan negatif dalam Firaun.

Kontras yang sama terlihat dalam
(1) Ishak – Ismael, ay 8-9;
(2) Yakub – Esau dalam ay 10-12; dan
(3) bangsa Israel dan Edom dalam ay 13.
Analogi yang sama ini dikembangkan untuk mencerminkan situasi di zaman Paulus mengenai orang Yahudi yang percaya dan tidak percaya. Pilihan positif Allah akhirnya dinyatakan dalam pencakupan akan orang non Yahudi yang percaya (ay 24-29 & 30-33)!
(3) Roma 9:22-23 tidak mengatakan bahwa Allah berdaulat memilih beberapa orang berdosa kepada kebinasaan dan beberapa untuk kemuliaan.
22 Dan jika Allah, karena hendak menunjukkan murka dan menyatakan kuasa-Nya, maka Dia menanggung dalam kesabaran yang besar bejana-bejana kemurkaan yang telah dipersiapkan untuk kebinasaan, 23 dan supaya Dia dapat memberitahukan kekayaan kemuliaan-Nya atas bejana-bejana kemurahan, yang telah Dia persiapkan sebelumnya bagi kemuliaan;

Ungkapan “bejana-bejana kemurkaan yang telah dipersiapkan untuk kebinasaan” memungkinkan untuk varian suara; menurut PC Study Bible, itu dapat menjadi pasif dan middle voice dalam bahasa Yunani; middle berarti untuk menyesuaikan diri. Di tengah suara subjek bertindak dalam hubungannya dengan dia / dirinya sendiri. Pertimbangkan catatan ini dari Vincent Word Studies: “tidak dilengkapi OLEH ALLAH UNTUK reprobasi, tapi dalam arti kata sifat, siap, matang untuk kehancuran, participle yang menunjukkan keadaan saat ini yang sebelumnya terbentuk, tapi tidak memberi petunjuk CARA ITU TELAH DIBENTUK. Bahwa objek murka akhir memiliki sendiri tangan dalam masalah ini dapat dilihat dari 1 Tes 2: 15-16.”
Dengan membiarkan Alkitab berbicara untuk dirinya sendiri melalui arti yang jelas dari kata-kata dan dengan membandingkan Alkitab dengan Alkitab kita melihat bahwa orang berdosa menset dirinya untuk dihancurkan oleh penolakannya terhadap kebenaran. Bahkan mereka yang belum pernah mendengar Injil, memiliki terang penciptaan dan hati nurani dan bertanggung jawab untuk merespon terang yang mereka miliki bahwa mereka mungkin diberikan lebih banyak terang (Kisah Para Rasul 17: 26-27).

Dalam Roma 9:22-23 sangat menarik untuk dipelajari, sebab ada perbedaan kata “disiapkan” dalam bahasa Yunaninya. Dalam ayat 23 kata “yang telah dipersiapkan sebelumnya” dalam Yunaninya adalah “proetoimazō” yang mempunyai pengertian Allah yang mempersiapkan. Sedangkan dalam ayat 22 kata “dipersiapkan” adalah “katertismena” yang artinya “yang cocok, pantas untuk kebinasaan.” Baik dalam KJV, interlinier dan lexicon mendukung pengertian ini. Artinya orang-orang itu pantas untuk binasa dan bukan Allah yang menentukan kebinasaan mereka. Pantas dan cocok binasa karena ia tidak percaya kepada Kristus (Yoh 6:29).

Lalu biasanya akan muncul pertanyaan, “Mengapa Allah tidak langsung menghancurkan orang-orang durhaka dan Iblis?” Karena tindakan-tindakan Iblis dapat meningkatkan iman orang percaya dan untuk menambah kekayaan dan kemuliaan yang Allah akan berikan.

Efesus 2:3 “ kita adalah orang-orang yang harus dimurkai” apa bedanya dengan benda-benda kemurkaan dalam Roma 9:22-23? Bahwa setiap orang yang tidak percaya kepada Kristus adalah benda-benda yang harus dimurkai.
Ayat 22 “jika” Ini adalah KALIMAT FIRST CLASS CONDITIONAL sebagian. Yang dianggap benar dari sudut pandang si penulis, namun tanpa adanya kesimpulan ketatabahasaan.

Ayat 22-24 adalah satu kalimat dalam bahasa Yunani. Ayat 22 menyatakan sifat penebusan Allah. Allah ialah Allah dari keadilan. Ia akan menuntut pertanggung jawaban manusia atas perbuatan mereka. Tetapi Ia juga adalah Allah yang berkemurahan. Semua manusia layak untuk mati (lihat 1:18-3:21). Pengadilan bukanlah kabar yang baik! Sifat Allah yang terutama adalah kemurahan dan bukan kemurkaan. (lihat Ul.5:9-10; 7:9; Hos 11:8-9). Pilihan-Nya adalah untuk penebusan (lihat Yeh 36:22-33). Ia bersabar terhadap manusia berdosa (lihat Yeh 18). Ia bahkan menggunakan kejahatan bagi rencana penebusanNya! (contoh: Setan, Firaun, Penenung dari En-Dor, Asyur, Nebukadnezar, Koresh, dan dalam pasal 11, orang Israel yang tidak percaya)! Allah mempertunjukkan murka-Nya untuk memberitakan kuasa-Nya (cf. v. 22) dan kekayaan kemuliaan-Nya (lihat ay 23). Tindakan Allah selalu memiliki maksud penebusan (kecuali Gehenna, yang adalah penyingkiran terakhir dari para pembangkang yang tidak percaya dan dosa).

“benda-benda kemurkaan” istilah ini melanjutkan penggambaran Paulus mengenai tanah liat dari ay 20 dan 21. Secara jelas hal ini menunjuk pada manusia yang tidak percaya yang digunakan Allah untuk melaksanakan rencana penebusan-Nya. Pemberontak yang tidak percaya akan mendapatkan hari penghakiman dan konsekuensi mereka. Namun demikian, Allah memilih untuk menggunakan orang-orang yang tidak percaya untuk menggenapi rencana penebusannya yang lebih luas dan mencakup semua.

  1. R. Vincent, dalam bukunya Word Studies, vol. 2, mengatakan “Bukannya ditetapkan oleh Allah untuk pembinasaan namun dalam pengertian kesifatan, siap, matang untuk pembinasaan, bentuk participle-nya di sini menjelaskan tentang suatu status yang telah dibentuk sebelumnya, namun tanpa keterangan bagaimana cara pembentukannya.” (p. 716)

(4) Roma 9: 23-24 tidak berarti bahwa Allah memanggil hanya sekelompok orang pilihan pra-dipilih tertentu untuk keselamatan.23 dan supaya Dia dapat memberitahukan kekayaan kemuliaan-Nya atas bejana-bejana kemurahan, yang telah Dia persiapkan sebelumnya bagi kemuliaan; 24 yang juga telah memanggil kita bukan hanya dari antara orang-orang Yahudi tetapi juga dari antara bangsa-bangsa lain,”

Kita harus membaca dalam bahasa ayat-ayat. Calvinis mengklaim bahwa ayat 24 mengacu pada “panggilan efektif,” yang merupakan istilah yang menggambarkan “panggilan tak bisa ditolak umat pilihan,” tapi ini menambah Firman Allah, yang merupakan kesalahan besar. Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa Allah telah memanggil semua orang yang akan datang kepada Kristus. Allah memanggil melalui Injil (2 Tes. 2:14) dan Injil harus diberitakan kepada segala makhluk (Mrk. 16:15). Allah memanggil “barangsiapa hendak” (Roma 10:13;. Wahyu 22:17). Allah memanggil setiap orang yang percaya pada Kristus. “Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu bahwa setiap orang yang melihat Putra dan percaya kepada-Nya, dia akan memperoleh hidup kekal, dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.” (Yoh 6:40.).

Roma 9:19-24 Mengenai Tukang Periuk dan Tanah Liat.

Dalam pemandangan Kalvinis ada orang-orang yang Tuhan bentuk untuk kemurkaan, yaitu “benda-benda yang Allah persiapkan untuk binasa.” Orang-orang yang Tuhan persiapkan untuk kemurkaan adalah orang reprobat (non-pilihan) dan orang-orang yang diciptakan untuk tujuan yang mulia adalah orang-orang pilihan.

Kontra-argumen untuk ayat ini: Kata Yunani untuk benda adalah “skewos”. Hal yang sama kita temukan dalam 2 Timotius 2:20 “Ada benda-benda untuk tujuan mulia dan kurang mulia.” Dan jika diperhatikan ternyata seseorang bisa berusaha untuk menjadi perabot yang mulia, bukan secara acak. Ada syarat untuk menjadi perabot yang mulia, yaitu ia harus menyucikan dirinya dari hal-hal yang duniawi. Seseorang bisa menjadi benda yang mulia dengan menjaga dirinya. Allah berhak menentukan apa saja, tetapi bukan yang bertentangan dengan sifat-sifatNya. Allah memberi syarat agar menjadi perabot yang mulia dengan menjaga kesucian hidup.

Ayat 23 “yang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan” Kebenaran yang sama ini dinyatakan dalam Rom 8:29-30 dan Ef 1:4,11. Pasal ini adalah pernyataan terkuat mengenai kedaulatan Allah dalam PB. Tidak mungkin disangkal bahwa Allah berkuasa penuh terhadap penciptaan dan penebusan! Kebenaran yang agung ini tidak boleh dihaluskan atau dilunakkan. Namun demikian ini harus diseimbangkan dengan pilihan Allah akan perjanjian sebagai cara menghubungkan diri dengan manusia ciptaan-Nya, yang diciptakan sesuai dengan gambar-Nya. Pastilah benar bahwa beberapa perjanjian dalam PL, seperti Kej 9:8-17 dan 15:12-21, adalah tidak bersyarat dan tidak berhubungan dengan semua tanggapan manusia, namun perjanjian-perjanjian lain mensyaratkan tanggapan manusia (yakni, Eden, Nuh, Musa, Daud). Allah punya rencana penebusan bagi ciptaan-Nya, tak seorang pun dapat mempengaruhi rencana ini. Allah telah memilih untuk mengijinkan pribadi-pribadi untuk berpartisipasi dalam rencana-Nya. Kesempatan berpartisipasi ini adalah ketegangan teologis antara kedaulatan (Roma 9) dan kehendak bebas manusia (Roma 10).

Tidaklah tepat untuk memilih satu tekanan alkitabiah dan mengabaikan yang lain. Ada ketegangan antar doktrin karena orang timur menyajikan kebenaran dalam suatu pasangan dialektis atau pasangan yang dipenuhi ketegangan. Doktrin harus dipegang dalam hubungannya dengan doktrin lain. Kebenaran adalah sebuah mosaik dari kebenaran-kebenaran. Memang ada misteri di sini! Paulus tidak menarik kesimpulan logis terhadap orang yang tidak percaya yang dipersiapkan (kataptizō) untuk kemurkaan (ay 22) dan orang-orang percaya yang dipersiapkan (proetoimazō) untuk kemuliaan (ay 23). Apakah pilihan Allah satu-satunya faktor atau apakah pilihan Allah didasarkan atas kemurahan bagi semua, namun beberapa orang menolak penawaran-Nya? Apakah manusia mempunyai bagian dalam penentuan masa depannya sendiri (lihat 9:30-10:21)? Ada pernyataan yang berlebihan dari kedua sisi tersebut (Augustinus – Pelagius). Bagi saya konsep perjanjian mempersatukan keduanya dengan penekanan pada Allah. Manusia hanya bisa menanggapi inisiatif Allah. (mis. Yohanes 6:44,65). Namun bagi saya, sifat Allah tidaklah plin-plan, namun berkemurahan. Ia menjangkau semua manusia ciptaan yang sadar yang diciptakan menurut gambar-Nya (lihat Kej 1:26,27). Saya bergumul dengan konteks ini. Sangat kuat, namun berwarna hitam dan putih. Berfokus pada orang Yahudi yang tidak percaya, yang menghasilkan cakupan terhadap orang bukan Yahudi (pasal 11)! Namun ini bukanlah satu-satunya naskah tentang sifat Allah!

Ayat 24 ini menunjukkan bahwa obyek janji Allah lebih luas dari hanya bangsa Israel. Allah telah menunjukkan kemurahan bagi manusia berdasarkan pilihan-Nya. Janji dari Kej 3:15 berhubungan dengan semua manusia (karena belum ada orang Yahudi sampai pasal 12). Pemanggilan Abraham berhubungan dengan semua manusia (lihat Kel 19:5-6)! Inilah misteri dari Allah yang tersembunyi, namun sekarang telah dinyatakan sepenuhnya (lihat Ef 2:11-3:13; Gal 3:28; Kol 3:11).

Penegasan Paulus dalam ay 24 akan digambarkan dengan kutipan-kutipan PL (ay 25-29).

  1. ayat 25, Hosea 2:23
  2. ayat 26, Hosea 1:10b
  3. ayat 27, Yesaya 10:22 dan/atau Hosea 1:10a
  4. ayat 28, Yesaya 10:23
  5. ayat 29, Yesaya 1:9

Ayat 25-26 Dalam konteks bagian ini dihubungkan dengan Sepuluh Suku di Utara, namun di sini Paulus menunjuk pada orang bukan Yahudi. Hal ini pemakaian PL yang lazim oleh para penulis PB. Mereka melihat gereja sebagai penggenapan janji-janji kepada Israel (lihat II Kor 6:16; Ti 2:14; I Pet 2:5-9). Dalam kasus ini bagian dalam Hosea menunjuk pada Israel yang tidak setia. Jika Allah dapat memulihkan Sepuluh Suku Utara yang menyembah berhala, Paulus melihat ini sebagai bukti kasih dan pengampunan Allah yang satu hari nanti bahkan mencakup orang-orang kafir penyembah berhala. (Orang bukan Yahudi).

Ayat 27-28 “SEPERTI PASIR DI LAUT” Ini adalah bagian dari bahasa penggambaran mengenai banyaknya hasil dari janji Allah kepada Abraham (lihat Kej 15:5; 22:17; 26:4).

“SISANYA YANG AKAN DISELAMATKAN”, Kata “sisa” sering digunakan dalam kitab nabi-nabi PL untuk menunjuk pada orang-orang Israel yang ditawan, yang akan dibawa kembali oleh Allah ke tanah perjanjian. Dalam penggunaan Paulus, istilah ini menunjuk pada orang Yahudi yang memiliki hubungan iman dengan Allah dan/atau mereka yang telah mendengar injil dan menanggapinya dengan iman pada Kristus.

Bahkan dalam Israel Perjanjian, terdapat suatu pemisahan rohani, hanya sebagian yang benar dengan Allah. Pemilihan Israel tidak menyingkirkan kebutuhan akan tanggapan iman pribadi (Yes 1:16-20)

Paulus sedang menggunakan frase PL yang semula berhubungan dengan tawanan Yahudi yang hanya sedikit dari mereka kembali ke Palestina, untuk menunjuk pada mereka yang telah mendengar injil, namun sebagian besar dari mereka tidak percaya dan menerima Kristus. Hanya sebagian persentase yang kecil dari pendengar (Yahudi dan Non Yahudi) di abad pertama menanggapi berita injil. Paulus menyebut mereka yang menanggapi sebagai “sisa-sisa”.

Ayat 29 Ini adalah kutipan dari Yesaya 1:9, yang menjelaskan keberdosaan bangsa Israel. Penghakiman Allah atas Israel selalu menyisakan (1) sisa-sisa orang yang percaya atau (2) garis keturunan Mesias. Allah menyisakan beberapa untuk menjangkau yang banyak.

“Sodom. . .Gomora” Ayat 28 berhubungan dengan penghakiman Allah. Ayat ini khususnya menyebutkan dua kota kafir yang dimusnahkan Allah dalam Kej 19:24-26, namun ini menjadi suatu istilah bagi penghakiman Allah (lihat Ul 29:34; Yes 13:19; Yer 20:16; 49:18; 50:40; Amos 4:11).
(5) Keselamatan Allah bahkan dari orang-orang Yahudi itu bukanlah masalah pemilihan “berdaulat” tetapi didasarkan pada iman individu terhadap Firman-Nya. “Namun Israel, sekalipun mengejar hukum kebenaran dia tidak sampai kepada hukum kebenaran itu. Mengapa? Sebab bukan atas dasar iman, melainkan sesuai dengan perbuatan torah. Sebab mereka telah tersandung pada batu sandungan, seperti yang telah tertulis, “Lihatlah, Aku meletakkan di Zion sebuah batu sandungan dan karang penghalang dan setiap orang yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan.” (Roma 9:31-33).
Ayat 30-31 Ini adalah suatu kesimpulan yang mengejutkan dari maksud pemilihan Allah. Ayat 30-33 adalah suatu ringkasan dari pasal 9 dan suatu pengantar untuk pasal 10. Orang bukan Yahudi yang percaya dibenarkan Allah, dan tidak semua orang Yahudi! Allah menghadapi seluruh manusia dalam suatu cara perjanjian. Allah selalu mengambil inisiatif dan menetapkan persyaratannya. Individu-individu harus menanggapi dengan pertobatan dan iman, ketaatan, dan ketekunan. Apakah manusia diselamatkan oleh (1) kedaulatan Allah; (2) oleh kemurahan Allah melalui iman dalam karya paripurna Mesias; atau (3) atau oleh suatu tindakan iman pribadi? Ya!

Kunci kepada kebenaran Allah bukanlah prestasi manusia, namun sifat dan anugerah Allah melalui Kristus. Kebenaran adalah suatu pencapaian yang tidak mungkin terjadi oleh manusia yang telah jatuh. Namun hal ini adalah suatu anugerah yang ditawarkan secara cuma-cuma melalui iman dalam Kristus (lihat 3:21-31). Namun demikian, anugerah ini harus diterima (lihat ay 33; Yoh 1:12; 3:16; Rom 4:1 ff; 20:9-13; Ef 2:8-9). Ini adalah kebenaran yang terlewatkan oleh orang-orang Yahudi yang bermoral, agamawi, tulus hati. (juga semua golongan legalistik)!
George Eldon Ladd dalam bukunya A Theology of the New Testament, membuat pokok pandangan yang baik:

“Pengajaran Paulus tentang Hukum Taurat sering didekati dari sudut pandang pengalaman kesejarahan baik dari Paulus sendiri sebagai seorang rabi Yahudi, atau dari Orang Yahudi kebanyakan abad pertama dibawah Hukum. Namun demikian, pemikiran Paulus harus dilihat bukan sebagai pengakuan dari otobiografi rohaninya, atau sebagai penjabaran atas sifat legalistis dari Farisi abad pertama, namun sebagai suatu penafsiran teologis oleh seorang pemikir Kristen mengenai dua cara kebenaran: Legalisme dan Iman.” (p. 495)

Ayat 33 Ini diambil dari Yes 28:16 digabungkan dengan 8:14.

“Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu,” 28:16a

“batu sentuhan dan batu sandungan,” 8:14b

“Siapa yang percaya (kepadaNya), tidak akan gelisah,” 28:16b

Dengan menggabungkan ayat-ayat tersebut seperti ini (teknik rabi-rabi) ia mengubah arti dari Yes 28:16 dari positif ke negatif. Paulus mengolah PL untuk tujuannya sendiri.

“siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan” Ini berasal dari Yes 28:16b. Ini juga dikutip dalam Rom 10:11 dan mirip dengan Yoel 2:32, yang dikutip dalam Rom 10:13. Kunci keselamatan mencakup (1) obyeknya (batu penjuru) dan (2) penerimaan pribadi tiap individu (iman dalam Dia).

“SEBUAH BATU” Ini aslinya adalah gelar bagi Allah (lihat Maz 18:1-2,31,46; Ul 32:18; I Sam 2:2; Maz 28:1; 31:3; 42:9; 71:3; 78:35), namun ini diambil menjadi gelar Mesias (lih Kej 49:24; Maz 118:22; Yes 8:14; 28:16; Dan 2:34-35, 44-45; Mat 21:42-44). Elemen kunci dari janji perjanjian Allah (Mesias) disalahmengertikan dan ditolak (lihat I Kor 1:23). Orang Yahudi salah mengerti bukan hanya terhadap tujuan Mesias, namun syarat dasar dari perjanjian Allah. Kristus bagi orang Yahudi menjadi suatu sandungan. (lihat Isa.8:14; Luke 2:34), namun bagi orang percaya baik Yahudi dan bukan Yahudi, Ia menjadi batu fondasi (lih Yes 28:16; 1 Petrus 2:6-10).
(6) Roma 10 tidak meninggalkan keraguan tentang hal ini; janji keselamatan membuktikan bahwa itu bukan pilihan sembarangan atau pilihan “berdaulat” Allah (Rom 10: 8-13). Perhatikan kata-kata “setiap orang” dan “semua.” Apakah Tuhan mengolok pendosa dengan menjanjikan mereka keselamatan jika mereka percaya kepada Kristus dan kemudian hanya mengaktifkan mereka yang berdaulat terpilih untuk benar-benar beriman seperti itu?

(7) Kedaulatan Allah tidak berarti bahwa kehendak-Nya selalu dilakukan pada manusia. “Namun kepada Israel Dia berfirman, “Sepanjang hari Aku mengulurkan tangan-Ku kepada bangsa yang tidak percaya dan yang membantah.” (Rom. 10:21). Lihat juga Mat 23:37: “Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh para nabi dan merajam mereka yang telah diutus kepadamu! Betapa sering Aku ingin mengumpulkan anak-anakmu, bagaikan seekor induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.”

Allah telah menciptakan manusia menurut gambar-Nya. Manusia bukan robot. Dia bisa lakukan kehendaknya mengatakan tidak kepada Allah, dan manusia telah mengatakan tidak kepada Allah dan telah menolak Allah dari Kejadian sampai Wahyu. Jika kedaulatan Allah berarti bahwa kehendak-Nya selalu dilakukan, dunia ini akan tidak masuk akal! Ini adalah kehendak Tuhan, misalnya, untuk setiap orang percaya untuk “Kuduslah kamu; sebab Aku kudus “(1 Pet. 1:16), tetapi kita mengetahui dengan baik bahwa ini tidak selalu terjadi dan tidak pernah terjadi dengan sempurna.

(8) Allah membutakan Israel, itu bukan soal pemilihan berdaulat tapi itu karena mereka pertama mengeraskan hati mereka sendiri. Pertimbangkan ayat-ayat dalam Yeh. 12: 2; Mat. 13:15 dan Kisah Para Rasul 28: 25-27:

Yehezkiel 12:2 “Hai anak manusia, yang tinggal di tengah-tengah kaum pemberontak. Mereka memiliki mata untuk melihat, tetapi mereka tidak melihat; mereka memiliki telinga untuk mendengar, tetapi mereka tidak mendengar; sebab mereka itu kaum pemberontak.”

Yehezkiel mengatakan penyebab kebutaan Israel adalah pemberontakan sendiri.

Matius 13:15 “Sebab hati bangsa ini telah menebal dan mereka sulit mendengarkan dengan telinga, dan mereka menutup matanya supaya mereka tidak bisa melihat dengan mata, dan tidak bisa mendengarkan dengan telinga, dan tidak bisa memahami dengan hati, lalu mereka berbalik dan Aku menyembuhkan mereka. “

Matius mengatakan Israel menutup matanya sendiri dan itulah alasan mereka tidak bertobat. Tidak ada reprobasi berdaulat di sini.

 

Kisah Para Rasul 28: 25-27 – “Dan mereka pun berpencar karena seorang dengan yang lain berbeda pendapat ketika Paulus mengatakan satu perkataan, “Sesungguhnya Roh Kudus berbicara melalui Nabi Yesaya kepada leluhur kita, 26 dengan mengatakan: Pergilah kepada bangsa ini dan katakanlah: Dengan pendengaran kamu akan mendengar, tetapi kamu sekali-kali tidak mengerti; dan dengan penglihatan, kamu akan melihat, tetapi kamu sekali-kali tidak memahami. 27 Sebab hati bangsa ini sudah dikeraskan, dan mereka mendengar dengan telinga yang berat, dan mereka menutup matanya, agar jangan mereka melihat dengan mata dan mendengar dengan telinga dan mengerti dengan hati dan mereka berbalik dan Aku akan menyembuhkan mereka.”

Sekali lagi, Kisah Para Rasul mengatakan Israel menutup matanya sendiri supaya dia akan dipertobatkan. Tidak ada dukungan untuk doktrin reprobasi berdaulat Calvinis di sini.

KESIMPULAN

Dari semua eksegesis Roma pasal 9 yang dipaparkan, maka penulis mengambil satu kesimpulan bahwa adalah tidak benar jika Roma pasal 9 ditulis Rasul Paulus untuk menangkal atau membungkam Kaum Arminian atau untuk memberi dukungan kuat terhadap paham Kalvinisme. Dalam Pasal 9 ini Rasul Paulus berusaha menjelaskan akan pemilihan Allah atas mereka dimana Allah memilih keturunan mereka untuk melahirkan Sang Mesias yang akan menebus semua dosa manusia atau dengan kata lain Paulus memberikan penjelasan tentang benang merah dari arti janji yang sesungguhnya dimana Paulus ingin agar kaum Yahudi yang ada di Roma menyadari tentang keberadaan mereka, bahwa mereka telah dilahirkan dari keturunan Ishak dan Abraham. Paulus juga menjelaskan dan menegaskan kepada mereka bahwa keselamatan bukan didapat atau diperoleh kerena usaha kita tetapi itu semua hanya didapat melalui bertobat dan beriman kepada kematian Yesus Kristus yang telah mati itu. Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya dan Ia telah menggenapi-Nya dengan kedatangan Mesias yang akan membawa orang-orang yang telah dipilih-Nya untuk datang kepada Allah.

Pada akhirnya, Paulus menegaskan sekali lagi bahwa karena Kasih Allah yang sangat besar kepada manusia atau umat-Nya maka Ia rela memberikan Anak-Nya yang Tunggal untuk menebus dosa kita semua umat manusia dan bagi mereka yang percaya kepada-Nya akan diselamatkan. Ketika kita percaya kepada Yesus Kristus yang telah mati diatas kayu salib maka kita diselamatkan dan bukan karena perbuatan baik kita atau kehebatan kita tetapi semuanya itu hanya karena kasih Allah semata-mata bagi kita. Jadi, janganlah kita berbangga hati atas diri kita tetapi kita harus bangga memiliki Allah yang sangat luar biasa mengasihi kita dan Ia mau menyelamatkan kita dari hukuman maut. Maukah anda menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadimu?

Pertanyaan reflektif Roma pasal 9:
1. Bagaimana pasal 9 (predestinasi) berhubungan dengan pasal 10 (kehendak bebas manusia)?

  1. Apakah tema utama dari pasal 9:1-29?
  2. Apakah Allah telah mengingkari janjiNya pada Israel?
  3. Sebutkan hak-hak istimewa apa yangdimiliki bangsa Israel (9:4-5) !
  4. Apakah semua orang Yahudi benar dengan Allah?Mengapa atau mengapa tidak (9:6)?
  5. Jika manusia dipaksa mengerjakan kehendakAllah apakah secara moral ia bertanggung jawab?
  6. Bagaimana “kemurahan” adalah kunci dari predestinasi (lihat 15,16,18,23; 11:30-32)?

DAFTAR PUSTAKA

Cloud, David. 2013, The Calvinism Debate, Canada: Way of Life Literature.

Steven E. Liauw dalam Catatan Bahan Kuliah Kalvinisme, 2015.
Utley, Bob, 2010. Surat Paulus kepada Jemaat di Roma, Texas: Bible Lessons International. p. 175-197
Alkitab Terjemahan Baru Lembaga Alkitab Indonesia dari Software The Word 4.
Kitab Suci Indonesian Literal Translation edisi 3 dengan sedikit perubahan, dari Software The Word 4.

Diakses 13 Mei 2015

https://soteriology101.wordpress.com/2015/05/08/a-debate-over-exegesis/

J.B. Hixson, Th.M. (www.hixson.org) Outline Roma 9
Penulis:
Dede Wijaya http://dedewijaya.blogspot.com

Unduh file ini eksposisi roma 9 dede wijaya

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: