Beranda > CALVINISME > Dalil Alkitab Menentang Penebusan Terbatas (Limited Atonoment) dari TULIP

Dalil Alkitab Menentang Penebusan Terbatas (Limited Atonoment) dari TULIP


einstein - limited atonement crop

Menurut doktrin Penebusan Terbatas (Limited Atonement), kematian Kristus itu hanya untuk orang-orang yang Allah berdaulat pilih. John Calvin mengecam tawaran universal Injil. “Ketika tampak bahwa ketika doktrin keselamatan ditawarkan kepada semua untuk keuntungan efektif mereka, itu adalah prostitusi korup yang yang dinyatakan disediakan terutama untuk anak-anak dari gereja” (Institutes of Christian Religion, Buku III, chap. 22) .

Berikut ini adalah ayat bukti utama yang diajukan untuk mendukung doktrin Penebusan Terbatas:

1. Yesaya 53: 8 – “Dia telah direnggut dari penahanan dan dari penghakiman, dan tentang generasinya, siapakah yang akan memikirkannya? Sebab ia telah dilenyapkan dari negeri orang yang hidup. Oleh karena pemberontakan bangsa-Ku, tulah itu menimpa atasnya.” Ayat ini digunakan oleh Calvinis untuk mendukung doktrin bahwa Kristus mati hanya untuk orang pilihan, tetapi “orang” untuk siapa ia tertimpa, menurut ayat ini, adalah orang-orang Israel dan kita tahu bahwa tidak semua orang Israel akan diselamatkan.

Selanjutnya, bahkan jika “umat/bangsa-Ku” dari Yesaya 53:8 merujuk pada “Orang-Orang Pilihan” itu tidak akan cocok dengan “Kristus mati HANYA untuk terpilih.” Itu akan menjadi membaca sesuatu ke dalam ayat yang tidak ada. Itu juga akan bertentangan dengan ajaran jelas banyak ayat Kitab Suci, seperti Yesaya 53:6, yang mengatakan kejahatan dari semua manusia diletakkan pada Yesus, dan Roma 11:32, yang mengatakan Tuhan ingin mengasihani semua orang, dan 2 Kor. 5:19, yang mengatakan Tuhan ingin mendamaikan semua orang dengan diri-Nya, dan 1 Tim. 2: 6, yang mengatakan Yesus adalah sebuah tebusan bagi semua orang, dan Ibrani 2: 9, yang mengatakan Yesus merasakan kematian bagi semua orang, dan 2 Pet. 2: 1, yang mengatakan Yesus membeli bahkan guru-guru palsu yang tidak selamat, dan 1 Yohanes 2: 2, yang mengatakan bahwa disediakan pendamaian bagi semua orang. (ayat-ayat detailnya dituliskan di bagian paling bawah artikel ini)

2. Matius 1:21 – “Dan dia akan melahirkan seorang Putra dan engkau akan menyebut Nama-Nya: YESUS, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”

Ayat ini tidak mengacu pada pertanyaan apakah Yesus mati untuk memungkinkan semua orang untuk diselamatkan. Orang-orang yang dimaksud dalam ayat ini adalah orang-orang Yahudi. Yesus memang akan menyelamatkan orang-orang Yahudi dari dosa-dosa mereka, tapi kita juga tahu bahwa tidak semua orang Yahudi akan diselamatkan. Tetapi bahkan jika “orang-orangnya” dalam ayat ini merujuk pada “orang-orang pilihan,” itu tidak berarti bahwa Kristus mati HANYA untuk orang-orang pilihan. Apakah di antara ayat-ayat di atas ada kata “hanya!” Tentu tidak ada! Di setiap ayat tadi tidak ada kata “hanya” Dengan demikian tidak tertutup kemungkinan Yesus juga menebus semua orang. Dalam Matius 1:21, ini mengacu kepada Israel bukan kepada orang pilihan. Domba itu identik dengan Israel dan tidak semua Israel diselamatkan.

3. Matius 20:28 – “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang

Bahwa Yesus menyerahkan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang, tidak berarti bahwa Dia memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan HANYA untuk orang pilihan. Ini akan bertentangan 1 Tim. 2: 6 dan 1 Yohanes 2: 2 dan banyak Kitab Suci lainnya.

4. Yohanes 10:11 – “Akulah gembala yang baik Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.”

Sekali lagi, bahwa Yesus menyerahkan nyawa-Nya bagi domba-domba ini bukan untuk mengatakan bahwa Ia tidak juga memberikan hidup-Nya untuk memungkinkan semua orang untuk diselamatkan.

5. Yohanes 10:14-16, 26 kata “Domba-domba Allah”

14 Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku 15 sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. 16 Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala. 26 tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.

Dalam kacamata Kalvinis, kata “domba” merujuk kepada orang-orang pilihan. Ada kesalahan besar yang dilakukan oleh Kalvinis dalam hal ini karena: – Tidak ada penetapan siapa yang jadi domba dan siapa yang tidak jadi domba. Setiap orang yang mendengar suaraNya dan mengikutiNya adalah dombaNya. – Selain itu, ada pengertian domba yang tidak mendukung konsep Kalvinis seperti yang tercatat dalam Matius 10:6, di mana “ada domba yang hilang.” Jika domba sama dengan umat pilihan, mengapa ada domba yang hilang? Apakah umat pilihan juga ada yang terhilang? – Domba tidak mengacu pada umat pilihan, tetapi lebih merujuk kepada bangsa Israel. Selain karena ada domba yang hilang, ada juga domba yang dihancurkan seperti yang tercatat dalam Yehezkiel 34:16 “domba yang kuat dan gemuk akan Aku hancurkan” (ada kesalahan dalam penerjemahan LAI, LAI menggunakan kata Aku lindungi tetapi yang benar adalah Aku hancurkan.)

6. Kisah Para Rasul 20:28 – “Jadi, jagalah dirimu sendiri dan seluruh kawanan yang atasnya Roh Kudus telah menempatkan kamu sebagai penilik, untuk menggembalakan jemaat Allah yang telah Dia dapatkan melalui darah-Nya sendiri.”

Sekali lagi, bahwa Allah membeli gereja dengan darahnya sendiri bukan untuk mengatakan bahwa penebusan terbatas pada orang-orang yang akan diselamatkan. Doktrin Penebusan terbatas Calvinis harus dibaca dalam ayat-ayat ini.

7. Yohanes 11: 49-52 – ” 49 Dan seseorang dari antara mereka, yakni Kayafas, yang menjadi imam besar tahun itu, ia berkata kepada mereka, “Kamu tidak mengetahui apa pun, 50 bahkan tidak memikirkan dalam-dalam, bahwa adalah berguna bagi kita jika satu manusia harus mati ganti rakyat, dan bukan seluruh bangsa harus binasa.” 51 Namun dia mengatakan itu bukan dari dirinya sendiri, tetapi karena menjadi imam besar tahun itu, ia bernubuat bahwa YESUS akan segera mati ganti bangsa itu. 52 Dan bukan hanya ganti bangsa itu, tetapi juga agar Dia dapat mengumpulkan menjadi satu, anak-anak Allah yang telah tercerai-berai.”

Arthur Pink mengatakan bahwa ia akan bersedia untuk beristirahat, jika ajarannya tentang Penebusan Terbatas pada bagian ini “lebih dari yang lain” (The Sovereignty of God, p. 66).

Namun Yohanes 11: 49-52 tidak mengatakan apa-apa tentang sejauh mana penebusan Kristus. Untuk mengatakan bahwa Yesus mati bagi mereka yang akan diselamatkan tidak mengatakan bahwa Ia mati HANYA bagi mereka yang akan diselamatkan.

8. Roma 5:15 – “Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karuniaNya, yang dilimpahkanNya, atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.”

Kata “semua orang” sebenarnya “banyak orang”(πολλοι) yang bisa juga berarti semua. Roma 5:19 “jadi sama seperti ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.” Kata “semua orang menjadi benar” memiliki pengertian yang sama dengan “banyak orang menjadi benar” dengan kata πολλοι. Jadi, manusia dibenarkan pada saat percaya kepada Yesus Kristus, maka kata ”banyak” sama dengan semua orang yang telah percaya.

9. Galatia 2:19 “Sebab aku telah mati oleh hukum taurat untuk hukum taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus”

Apakah penebusan hanya untuk Paulus saja? Tidak! Jadi logika pemaksaan dalam argumentasi alkitab versi Kalvinis ini salah dan tidak alkitabiah. Jika kita mau membuka hati kita untuk mempelajari firman Tuhan dengan saksama, justru semua ayat di atas menguatkan argumentasi Kristus mati untuk semua manusia. Mengapa? Dari beberapa ayat yang dikutip tadi dikatakan bahwa Kristus mati untuk umatNya, darahNya ditumpahkan untuk banyak orang, nyawaNya bagi domba-dombaNya, bagi jemaat Allah, dan juga untuk Paulus, yang berarti Kristus mati untuk semua orang. Bukankah hal ini justru menekankan bahwa Kristus mati untuk semua orang? Memang kata “banyak” belum berarti “semua” tetapi kata “banyak” dengan “semua” tidak harus bertentangan. “Semua” itu pasti banyak, tetapi kata “banyak” belum tentu semua. Analogi: Seorang guru berkata kepada murid-muridnya, “Besok semua remedial.” Lalu guru itu berkata kepada orang ketiga: “Besok banyak siswa yang remedial.”

10. I Yohanes 2:2 – “Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.” Ini adalah ayat yang menakutkan bagi Kalvinis secara khusus yang percaya Limited Atonement. Bukan dosa kita saja tetapi dosa seluruh dunia. Ada kontras antara kata “kita” dan “dunia.” Dengan demikian kematian Yesus Kristus adalah untuk orang pilihan dan orang lain. Bagi Kalvinis ”kata “kita” di situ adalah hanya para rasul dan seluruh dunia adalah orang-orang percaya di dunia. Tetapi apakah benar kata “kita” hanya untuk para rasul? Secara konteks kata “kita” tidak mendukung konsep Kalvinis, karena dalam 1 Yoh 1:9 kata kita adalah untuk orang-orang percaya. 1 Yoh 1:10 juga menunjukkan “kita” adalah orang percaya.

Bahkan di dalam Surat 1 Yohanes kurang lebih ada sekitar 21 kali kata kosmos/dunia muncul, tetapi tidak ada satupun yang mengacu kepada orang pilihan. Justru kata “dunia” di sini lebih menekankan kontras rohani dengan sistem duniawi. Jadi apa alasan kita untuk percaya bahwa kata “dunia” dalam 1 Yohanes 2:2 adalah untuk orang-orang pilihan? Apakah ini tidak lebih dari suatu pemaksaan konsep oleh Kalvinis? Jika telusuri lagi dalam Surat 1 Yohanes, terutama ketika kita membaca 1 Yohanes 5:19 kata “dunia” jelas-jelas mengacu kepada orang-orang yang tidak percaya “dunia ini berada di bawah kuasa si jahat”

Tentang ayat 1 Yohanes 2:2, Dr. Steven E. Liauw membahasnya:

Dalam 1 Yohanes 2:2, sang Rasul menyebut dua pihak yang menjadi tujuan pendamaian Yesus Kristus, yaitu “kita,” dan “seluruh dunia.” Siapakah yang dimaksud dengan “kita”? Konteks memberitahu bahwa “kita” adalah orang-orang percaya. Ini jelas di ayat pertama: “kita mempunya seorang pengantara pada Bapa.” Siapakah yang mempunyai pengantara pada Bapa? Semua orang percaya, bukan sebagian orang percaya. Juga di ayat tiga dalam pasal yang sama, dikatakan bahwa “kita mengenal Allah,” sekali lagi mempertegas bahwa Yohanes memakai “kita” untuk mengacu kepada semua orang percaya.

Nah, karena kata “kita” mengacu kepada “semua orang percaya,” maka kata “seluruh dunia” haruslah lebih luas daripada itu. Kata “seluruh dunia” tidak bisa ditafsirkan sebagai “seluruh dunia orang pilihan,” karena itu berarti sama saja dengan “kita” yang mengacu kepada semua orang percaya (pilihan). Oleh karena itu, ayat ini memberikan masalah yang sangat besar bagi doktrin Limited Atonement.

Ada Kalvinis yang berusaha untuk mempertahankan diri dengan cara menafsirkan kata “kita” untuk mengacu kepada orang-orang yang dikenal oleh Rasul Yohanes saja, atau orang Yahudi saja. Jadi, dalam pembelaan ini, Yesus adalah pendamaian bagi “kita,” yaitu orang-orang yang dikenal Rasul Yohanes, dan juga bagi “seluruh dunia,” yang sekali lagi ditafsirkan sebatas dunia orang pilihan. Tetapi ini adalah penafsiran yang sangat dipaksakan. Konteks sangat bertentangan dengan penafsiran ini. Saya rasa Kalvinis manapun mau mengklaim 1 Yohanes 1:9 bagi dirinya: “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” Kata “kita” di 1 Yoh. 1:9 secara universal diakui mengacu kepada semua orang percaya. Demikian juga kata “kita” di ayat sepuluh, dan juga di pasal 2 ayat 1. Jadi, mengapakah tiba-tiba kata “kita” berubah makna di 1 Yoh. 2:2? Ini hal yang tidak mungkin, dan hanyalah alat untuk membenarkan doktrin tertentu saja.

Selain itu, penafsiran Kalvinis juga menjumpai benturan lainnya, yaitu penafsiran mereka bahwa “seluruh dunia” mengacu kepada “dunia orang pilihan.” Hal ini sekali lagi sama sekali tidak didukung konteks, bahkan sebaliknya bertentangan dengan konteks surat 1 Yohanes. Kata “dunia” adalah kosmos dan muncul 23 kali dalam surat ini.5 Tidak satu kalipun “dunia” mengacu kepada dunia orang pilihan. Bahkan, pemakaian kosmos dalam 1 Yohanes terutama mengacu kepada dunia yang melawan Tuhan, yang berdosa, dan yang dikuasai oleh Iblis. Setelah pasal dua ayat dua, katakosmos muncul lagi di ayat 15, “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.” Ini adalah tipikal pemakaian kosmos dalam 1 Yohanes: dunia yang membenci Allah.

Lebih jauh lagi, frase spesifik “seluruh dunia,” muncul dua kali dalam 1 Yohanes. Pertama di 1 Yohanes 2:2, dan yang satu lagi adalah: “Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat” (1 Yoh. 5:19). Seluruh dunia dalam 1 Yoh. 5:19 tidak mungkin mengacu kepada “dunia orang pilihan,” karena berada di bawah kuasa Iblis. Kalau diperhatikan dengan seksama, struktur 1 Yoh. 5:19 sangat mirip dengan 1 Yoh. 2:2, yaitu adanya perbandingan antara “kita” dengan “seluruh dunia.” Di 1 Yohanes 5:19, semua penafsir setuju bahwa “kita” mengacu kepada semua orang percaya, sedangkan “dunia” mengacu kepada kelompok di luar dari orang percaya. Inilah konteks penggunaan kosmos, bahkan holos kosmos (seluruh dunia) dalam surat 1 Yohanes. Dengan melakukan eksegesis, bukan eisegesis, penafsir yang jujur mau tidak mau sampai kepada kesimpulan bahwa Yesus mengadakan pendamaian bagi seluruh dunia, termasuk orang-orang non-pilihan.

limited-atonementBeberapa ayat yang menyatakan bahwa penebusan Kristus untuk semua manusia.
• Yesaya 53:6 “Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.” Jadi, kejahatan dari semua manusia diletakkan/ditimpakan/ditanggungkan pada Yesus.
• 2 Korintus 5:14 “Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati.” Jadi, Yesus mati untuk semua orang berdosa.
• 1 Timotius 2:6 “yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.”
• 1 Timotius 4:10 “Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.”

Ayat ini secara gamblang menggambarkan penebusan dan aplikasi dari penebusan tersebut. Hal ini sangat jelas karena ada kontras yang begitu nyata antara semua manusia dan orang percaya. Kristus mati untuk semua manusia, tetapi aplikasi dari penebusan itu adalah ketika kita percaya.

Dr. Steven menyebutkan bahwa ayat yang ditulis oleh Rasul Paulus ini bertentangan dengan doktrin Penebusan Terbatas, bahwa Yesus hanya mati untuk menyelamatkan orang-orang percaya (pilihan). Paulus menyebut Yesus (atau Allah) sebagai Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya. Jelas dari kalimat ini bahwa kategori “semua manusia” lebih luas daripada orang-orang pilihan saja. Jadi, pelarian diri standar yang dilakukan Kalvinis, bahwa “semua manusia” berarti “semua manusia pilihan,” atau “semua jenis manusia (yang percaya),” tidak bisa diterapkan di sini (sebenarnya juga tidak bisa diterapkan di ayat-ayat lain). Penafsir yang jujur mau tidak mau harus mengakui bahwa Yesus mati untuk menyelamatkan SEMUA MANUSIA, tanpa pembelokan arti. Kalau Yesus tidak mati bagi semua manusia, bagaimanakah bisa dikatakan Ia Juruselamat semua manusia? Lebih jauh lagi, bagaimanakah Allah dapat disebut sebagai Juruselamat semua manusia jika Ia sudah menentukan sebagian besar manusia untuk binasa sejak kekekalan secara tanpa syarat? Tentu tidak bisa.

Ayat ini berkata bahwa Yesus (Allah) adalah Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya. Sesuai dengan ayat-ayat Alkitab lainnya, Yesus mati untuk menebus semua manusia, tetapi penebusan itu hanyalah diaplikasikan kepada orang yang percaya. Artinya, aplikasi dari penebusan Yesus bersifat bersyarat, yaitu syarat iman. Oleh sebab itu dikatakan: Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya. Keselamatan disediakan bagi semua manusia, tanpa perkecualian, tetapi hanya akan berguna bagi yang percaya. Kematian Yesus adalah bagi semua manusia, tetapi efektif bagi yang percaya.

Bagaimanakah Kalvinis berupaya untuk membelokkan pengertian ayat ini? Sekali lagi, Gill sebagai perwakilan Kalvinis memberikan komentar berikut: “Juruselamat semua manusia; dengan cara penyertaanNya, memberikan mereka keberadaan dan nafas, menopang keberadaan mereka, memelihara hidup mereka, dan memberikan kepada mereka berkat-berkat dan belas kasihan dalam kehidupan; karena bahwa Dia adalah Juruselamat semua manusia berkenaan dengan keselamatan rohani dan kekal, tidaklah benar” (Komentari Gill atas 1 Timotius 4:10).6 Jadi kita lihat, Gill tidak mengubah makna “semua manusia” (karena dia tidak bisa di ayat ini), tetapi mengubah makna “Juruselamat.” Dia mendefinisikan “Juruselamat semua manusia” sebagai tindakan Allah memberikan nafas kepada semua manusia! Sungguh tidak dapat dibenarkan! Itu adalah fungsi Allah sebagai Pencipta dan Penopang, tetapi bukan tindakan Allah menyelamatkan! Kata “Juruselamat” berasal dari kata soter, muncul 24 kali dalam Perjanjian Baru, dan selalu mengacu kepada tindakan penyelamatan Allah terhadap manusia dari dosa. Lebih lanjut lagi, kata “Juruselamat” muncul 3 kali dalam 1 Timotius. “Dari Paulus, rasul Kristus Yesus menurut perintah Allah, Juruselamat kita, dan Kristus Yesus, dasar pengharapan kita” (1 Tim. 1:1) dan “Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran” (1 Tim. 2:3-4). Di dalam pasal 2 ayat 3 dan 4 terlihat jelas, bahwa Paulus memakai istilah “Juruselamat” berkaitan dengan aspek rohani, yaitu “memperoleh pengetahuan akan kebenaran.” Tidak ada pembenaran untuk mengubah makna “Juruselamat” di 1 Timotius 4:10 menjadi keselamatan jasmani. Bahkan untuk keselamatan jasmani-pun ternyata tidak benar, karena banyak sekali orang yang Tuhan izinkan mati fisik, bayi-bayi yang mati muda, dan lain sebagainya.

Jelas bahwa 1 Timotius 4:10 dengan tegas mengajarkan bahwa keselamatan yang Yesus karyakan di atas kayu salib adalah bagi semua manusia. Namun demikian keselamatan itu hanya akan berguna bagi yang mau mengikuti syarat yang Tuhan berikan, yaitu bertobat dan percaya.

• Ibrani 2:9 “Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.

Ayat-ayat yang Menyatakan Bahwa Kristus Mati untuk Orang-orang yang Akan Binasa
• Ibrani 10:29 “Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina kasih karunia?
• 2 Petrus 2:1 ”Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.”

Menurut Dr. Steven Liauw, Th.D ayat ini sangatlah fatal bagi doktrin Limited Atonement milik Kalvinis. Ayat ini berbicara mengenai nabi-nabi palsu dan juga guru-guru palsu, yang jelas adalah orang-orang yang tidak percaya, dan bukan orang pilihan. Tetapi, dikatakan bahwa mereka menyangkal “Penguasa yang telah menebus mereka.” Penguasa di sini pastinya mengacu kepada Tuhan. Tuhan dikatakan telah menebus mereka, orang-orang yang tidak percaya. Ini adalah bukti kuat bahwa penebusan Yesus ditujukan kepada semua manusia, tanpa terkecuali, walaupun hanya efektif bagi mereka yang percaya.

Kata “menebus” berasal dari kata agorazo, yang memiliki arti dasar “membeli.” Hal ini cocok dengan arti dasar dari penebusan, yaitu adanya harga yang harus dibayar. Kata yang sama dipakai untuk orang-orang percaya oleh Rasul Paulus: “Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (1 Korintus 6:20). Jadi, jelas bahwa Yesus Kristus membayar harga baik untuk orang yang percaya, maupun untuk orang yang tidak percaya.

Kesimpulan: Jika ada Kalvinis yang tidak percaya Limited Atonement untuk apa Allah pilih dan tentukan siapa yang masuk dan tidak ke dalam Surga? Dan bila ada Kalvinis tidak percaya poin Limited Atonement, maka ia menjadi tidak konsisten dengan poin-poin Kalvinis yang lain, TULIP. Bila Anda mempercayai bahwa Allah menebus semua manusia, maka poin Total Depravity dan Unconditional Election menjadi tidak sah atau tidak benar (tidak berlaku atau gugur) karena konsekuensi dari Total Depravity dan Unconditional Election adalah Limited Atonement. Ini adalah adalah sistem yang logis menurut Kalvinis tetapi bukan menurut Alkitab.

Ayat-ayat Alkitab yang dengan tegas menentang PENEBUSAN TERBATAS (Limited Atonement) hanya bagi Orang-Orang Pilihan dan menyatakan dengan tegas Penebusan Kristus Tidak Terbatas (Unlimited Atonement).

1 Yohanes 2:2 Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk DOSA SELURUH DUNIA.

1 Timotius 2:6 yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai TEBUSAN bagi SEMUA MANUSIA: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.

Mengenai 1 Timotius 2:6, Gill berkomentar lagi, bahwa “tebusan ini diberikan untuk ‘semua;’ bukan setiap individu umat manusia…Tetapi artinya adalah bahwa entah Ia memberikan diriNya sebagai tebusan untuk banyak orang…atau maksudnya adalah bahwa Kristus memberikan diriNya tebusan bagi semua jenis manusia, orang-orang dari setiap tingkat dan kualitas, dari setiap keadaan dan kondisi, dari setiap umur dan jenis kelamin, untuk semua jenis orang berdosa, dan untuksebagian dari setiap suku, bahasa, umat, dan bangsa, dan baik untuk Yahudi maupun non-Yahudi” (Komentari John Gill atas 1 Timotius 2:16).3

Perhatikan bagaimana Gill, seorang Kalvinis, untuk mempertahankan doktrinnya, mengubah “semua manusia” (1 Tim. 2:6) menjadi “banyak orang,” atau “semua jenis manusia” atau “sebagiandari setiap suku.” Ini adalah suatu contoh eisegesis murni.4 Jikalau Roh Kudus memaksudkan “semua JENIS manusia,” Ia sangat mampu untuk menulis demikian. Demikian juga, kalau Roh Kudus memaksudkan “banyak manusia,” Ia tidak akan menulis “semua manusia.”

2 Petrus 2:1 Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah MENEBUS MEREKA dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.

Ibrani 10:29 Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang MENGUDUSKANnya, dan yang menghina Roh kasih karunia?

Yohanes 1:29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus DOSA DUNIA.

Kalvinis berusaha mengelak dari ayat-ayat ini dengan mengatakan bahwa kata “dunia” tidak harus berarti setiap orang dalam dunia. Demikian juga mereka berkilah bahwa kata “semua manusia,” tidak harus mengacu kepada literal semua manusia. Dalam kasus ayat-ayat ini, Kalvinis mengartikan bahwa Yesus mati bagi seluruh “dunia orang pilihan,” atau “semua manusia yang dipilih.”

Sebagai contoh, Gill, seorang Kalvinis tulen, mengatakan tentang Yohanes 1:29: “yang dimaksud dengan ‘dosa dunia,’ bukanlah dosa atau dosa-dosa setiap individu orang di dunia ini….hanya berkenaan dengan orang pilihan; jadi merekalah orang-orang yang dimaksud dengan dunia” (Komentari John Gill atas Yohanes 1:29).2

Memang benar, bahwa kata “dunia” tidak harus berarti semua individu di seluruh dunia. Dan kata “semua” juga harus didefinisikan sesuai konteks. Tetapi Kalvinis tidak bisa memperlihatkan bahwa konteks ayat-ayat tersebut membenarkan penafsiran “semua” menjadi “banyak.” Yang menjadi alasan mereka adalah doktrin awal unconditional election mereka dan juga suatu konsep bahwa kalau Yesus mati bagi semua orang, maka semua orang akan masuk Surga (konsep ini akan dibahas di bawah ini). Berbekal dengan konsep ini, bukan pada konteks perikop, mereka mengubah teks Alkitab agar serasi dengan posisi mereka.

1 Tim 4:10 Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat SEMUA MANUSIA, terutama mereka yang percaya.

1 Yohanes 4:14 Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat DUNIA.

2 Kor 5:14 Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah MATI UNTUK SEMUA ORANG, maka mereka semua sudah mati.

2 Kor 5:19 Sebab Allah MENDAMAIKAN DUNIA DENGAN DIRI-NYA oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.

Ibrani 2:9 Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia MENGALAMI MAUT bagi SEMUA MANUSIA.

Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan DUNIA ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Yohanes 4:42 dan mereka berkata kepada perempuan itu: “Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat DUNIA.”

Tuhan menginginkan semua orang diselamatkan 1 Tim 2:4 yang menginginkan semua orang diselamatkan dan masuk ke dalam pengetahuan penuh akan kebenaran. 2 Pet 3:9 Tuhan tidak menunda akan janji-Nya sebagaimana beberapa orang menganggap sebagai kelambanan, sebaliknya, Dia bersabar terhadap kita karena tidak menghendaki seorang pun binasa, melainkan supaya semua orang memperoleh pertobatan.

Penebusan Tak Terbatas (Unlimited Atonement atau Atonement for All) Doktrin Penebusan Tak Terbatas berarti bahwa Kristus mati bagi setiap orang namun kematian-Nya efektif hanya bagi mereka yang percaya pada Injil.

Argumen bagi Penebusan Tak Terbatas adalah sebagai berikut:

(1) Apabila pernyataan dari Perjanjian Baru diterima pada nilai yang dicantumkan pada uang, maka jelaslah bahwa pernyataan itu mengajarkan Kristus mati bagi semua orang,

(2) Penebusan Terbatas tidak berpijak pada eksegesis dari teks Kitab Suci tetapi lebih pada premis logis bahwa kalau Kristus mati untuk setiap orang dan setiap orang tidak diselamatkan, maka rencana Allah gagal.

(3) Dunia, sebagaimana yang dijabarkan oleh Yohanes, “yang membenci Allah, menolak Kristus dan dikuasai oleh Setan. Namun untuk dunia itulah Kristus telah mati” (bdk Yoh 1:29; 3:16, 17; 4:42; 1 Yoh 4:14). Bagian-bagian itu menekankan suatu penebusan yang universal.

(4) Kata barangsiapa pun yang digunakan sebanyak 110 kali di Perjanjian Baru selalu dengan arti yang tidak terbatas (bdk Yoh 3:16; Kis 2:21; 10:43; Rm 10:13; Why 22:17).

(5) Kata semua dan istilah yang ekuivalen digunakan untuk menunjukkan setiap orang. Kristus mati untuk orang yang tidak benar dan setiap orang adalah tidak benar (Rm 5:6); Kristus mati untuk semua, menyatakan setiap orang (2 Kor 5:14-15; 1 Tim 2:6; 4:10; Tit 2:11; Ibr 2:9; 2 Ptr 3:9).

(6) 2 Petrus 2:1 menyatakan Kristus mati bagi pengajar-pengajar sesat yang “menyangkali Tuan yang telah membeli mereka.” Konteksnya mengindikasikan mereka yang bidat dan yang akan dihancurkan, namun dikatakan kepada mereka “Tuan membeli mereka.” Hal ini melawan pandangan Penebusan Terbatas.

(7) “Alkitab mengajarkan bahwa Kristus mati untuk “orang berdosa” (1 Tim 1:15; Rm 5:6-8). Kata “orang berdosa” tidak berarti hanya “gereja” atau “orang pilihan,” tetapi semua orang berdosa yang telah terhilang.”

Dr. Paul Reiter dengan jelas dan sederhana menyimpulkan Pengajaran Kitab Suci tentang tema ini. UNTUK SIAPA KRISTUS MATI? KRISTUS MATI…
1. Untuk Semua (1 Tim 2:6; Yesaya 53:6)
2. Untuk Setiap Manusia (Ibrani 2:9)
3. Untuk Dunia ini (Yoh 3:16)
4. Untuk Dosa-Dosa Seluruh Dunia ini (1 Yoh 2:2)
5. Untuk Orang-orang Fasik (Roma 5:6)
6. Untuk Guru-Guru/Pengajar-Pengajar Palsu (2 Petrus 2:1)
7. Untuk Banyak Orang (Matius 20:28)
8. Untuk Israel (Yoh 11:50-51)
9. Untuk Gereja (Ef 5:25)
10. Untuk “Saya” (Gal 2:20)

Keberatan Kalvinis (oleh Dr. Steven Liauw, Th.D)

Bagaimanakah Kalvinis mencoba untuk membenarkan doktrin Penebusan Terbatas mereka? Karena kita telah mengutip John Gill sebagai contoh seorang Kalvinis, kita akan memberikan pembelaan dia mengapa dia mengubah arti “semua” di 1 Timotius 2:6 menjadi “banyak.” Gill berkata bahwa Yesus tidak mati bagi “setiap individu manusia, karena jika demikian maka semuanya akan terlepaskan, terbebaskan, dan terselamatkan, sementara tidak semuanya demikian; atau harga penebusan yang dibayar menjadi sia-sia, atau Allah tidak adil karena menerima harga penebusan yang cukup dari Kristus, tetapi tidak membebaskan tahanan, melainkan menghukum orang padahal Ia telah menerima uang pemuasan; dan hal-hal ini tidak bisa dikatakan [tentang Allah]” (Komentari John Gill atas 1 Timotius 2:16).7

Jadi terlihat bahwa argumen utama yang sering dipakai Kalvinis untuk menentang ayat-ayat yang dengan jelas mengajarkan Unlimited Atonement adalah konsep mereka bahwa jika Yesus mati bagi semua manusia, maka semua manusia akan diselamatkan. Atau dengan kata lain, jika Yesus menebus semua manusia, membayar harga pembebasan mereka, maka semuanya akan masuk Surga, atau dikenal dengan istilah universalisme. Karena Kalvinis tahu bahwa kebanyakan orang Kristen tidak percaya universalisme, maka mereka memakai argumen ini untuk membenarkan Limited Atonement.

Sebenarnya, Kalvinis telah melakukan suatu kesalahan hermeneutik yang luar biasa. Mereka telah membiarkan suatu konsep filosofis – bahwa penebusan Yesus atas semua manusia harus berarti keselamatan semua manusia – untuk mewarnai semua penafsiran mereka atas ayat-ayat Alkitab yang relevan, sehingga kata-kata jelas dalam Alkitab diubah menjadi sesuatu yang bertentangan. Semua menjadi sebagian, seluruh menjadi tidak seluruh, dan dunia menjadi “dunia orang pilihan.”Untuk mempertahankan suatu konsep, kata-kata jelas dan terang dalam Alkitab diubah. Ini bukanlah caranya seseorang bisa sampai kepada kebenaran. Jika Alkitab mengajarkan tentang Unlimited Atonement, maka seharusnya fakta itu membuat kita mengubah konsep kita tentang bagaimana cara kerja penebusan Yesus.

Sebenarnya penjelasannya sederhana saja. Alkitab dengan tegas mengatakan bahwa Yesus mati bagi semua manusia, dan penebusanNya adalah bagi seluruh dunia. Kita terima itu apa adanya. Lalu, mengapakah tidak semua orang diselamatkan? Rupanya, karya penebusan Yesus itu tidak secara otomatis berlaku bagi seseorang. Sebenarnya Kalvinis juga secara tidak langsung mengakui hal ini. Yesus mati di kayu salib sekitar 2000 tahun yang lalu. Tentu karya penebusan itu tidak langsung diaplikasikan kepada semua orang pilihan pada saat itu juga, karena kalau memang langsung diaplikasikan, maka semua orang pilihan yang lahir setelah Yesus akan lahir sebagai orang benar. Tetapi kita tahu bahwa semua orang lahir sebagai orang berdosa, bukan orang benar(Kalvinis pun percaya ini). Barulah di suatu titik dalam hidupnya ia mendapatkan penebusan Yesus itu. Jadi, penebusan itu sendiri sudah dibayar Yesus 2000 tahun silam, tetapi baru diterapkanatau diaplikasikan kepada seseorang pada suatu titik dalam hidup orang tersebut. Jadi, penebusan yang Yesus lakukan tidaklah langsung dapat diterapkan kepada seseorang pada saat pembayaran selesai (di atas salib). Kapankah baru penebusan itu diaplikasikan kepada seseorang? Yaitu pada saat ia bertobat dan percaya.

Jadi, tidak benar bahwa kalau Yesus mati bagi semua orang, maka semua orang akan masuk Surga. Penebusan yang dibayar oleh Yesus 2000 tahun silam tidak otomatis berlaku bagi manusia. Alkitab mengajarkan bahwa penebusan Yesus dan keselamatan diperoleh seseorang pada saat ia menjadi percaya. Artinya, ada syarat agar seseorang merasakan manfaat penebusan Yesus bagi dirinya, yaitu iman percaya. Kalau ia tidak percaya, maka apa yang Yesus lakukan bagi dirinya akan menjadi sia-sia. Tetapi benarkah kasih karunia Tuhan bisa menjadi sia-sia? Memang benar demikian, karena Paulus menghimbau, “Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima” (1 Kor. 6:1).

Lalu, bagaimana dengan tuduhan bahwa kalau Yesus sudah mati bagi semua manusia, maka Allah menuntut bayar dua kali ketika ada orang yang binasa? Argumen ini disebut juga argumen double payment. Tetapi argumen ini bukanlah argumen dari Kitab Suci, melainkan sekali lagi dari filosofi manusia mengenai bagaimana mekanisme Allah menghitung karya penebusan Yesus. Tidak ada penulis Alkitab yang memakai argumen double payment ini, atau menulis sesuatu dengan indikasi untuk mendukungnya. Sebaliknya, penelitian Alkitab sekali lagi menunjukkan bahwa argumendouble payment ini tidak berlaku dalam realita. Sebagai contoh, Paulus menulis kepada orang-orang percaya di Efesus, bahwa sebelum dia (dan orang-orang Efesus, dan juga semua orang percaya sepanjang zaman) mengenal Yesus, mereka “adalah orang-orang yang harus dimurkai” (Ef. 2:3). Pernyataan ini tidak mungkin jika double payment itu benar. Bukankah dosa seorang percaya sudah ditanggung di atas kayu salib? Jadi, tidak mungkin orang percaya itu adalah orang yang harus dimurkai. Fakta bahwa sebelum percaya Yesus, seorang pilihan sekalipun disebut “orang yang harus dimurkai” dan “mati dalam dosa” berarti bahwa karya Yesus belum diaplikasikan kepadanya. Dan memang penebusan Yesus tidak akan diaplikasikan kepadanya jika ia tidak percaya.

Jadi, Alkitab sama sekali tidak mendukung argumen double payment. Alkitab menggambarkan bahwa Penebusan Yesus membayar harga yang cukup sehingga semua orang dapat diselamatkan. Lalu, Tuhan memberikan syarat bagi orang yang ingin diselamatkan, yaitu bertobat dan percaya.Sebagai kesimpulan, Yesus mati untuk mendapatkan keselamatan bagi semua manusia. Tetapi Yesus menuntut suatu syarat agar penebusanNya bermanfaat bagi individu tertentu. Syarat itu adalah iman percaya. Posisi ini membuat theologi kita selaras dengan semua ayat Alkitab.

Catatan Kaki

1 Ada juga Kalvinis yang mengusung Unconditional Election, tetapi Conditional Reprobation. Tetapi ini adalah hal yang tidak mungkin. Jika orang-orang yang terpilih menjadi terpilih tanpa syarat, maka orang-orang yang tidak terpilih pastilah tidak terpilih tanpa syarat juga.

2 Dalam bahasa Inggrisnya: by the “sin of the world”, is not meant the sin, or sins of every individual person in the world…only with respect the elect; wherefore they are the persons intended by the world.

3 Dalam bahasa Inggrisnya: and this ransom was given for “all”; not for every individual of mankind…But the meaning is, either that he gave himself a ransom for many… or rather it intends that Christ gave himself a ransom for all sorts of men, for men of every rank and quality, of every state and condition, of every age and sex, and for all sorts of sinners, and for some out of every kindred, tongue, people, and nation, for both Jews and Gentiles.

4 Eisegesis adalah tindakan memasukkan konsep atau pemikiran pribadi ke dalam ayat-ayat Alkitab. Eisegesis adalah lawan dari eksegesis, yaitu menarik keluar kesimpulan dari ayat-ayat Alkitab untuk membentuk pemikiran pribadi.

5 1 Yoh. 2:2, 15-17; 3:1, 13, 17; 4:1, 3-5, 9, 14, 17; 5:4-5, 19.

6 Dalam bahasa Inggrisnya: “Who is the Saviour of all men; in a providential way, giving them being and breath, upholding them in their beings, preserving their lives, and indulging them with the blessings and mercies of life; for that he is the Saviour of all men, with a spiritual and everlasting salvation, is not true in fact.”

7 Dalam bahasa Inggrisnya: not for every individual of mankind, for then all would be delivered, freed, and saved, whereas they are not; or else the ransom price is paid in vain, or God is unjust to receive a sufficient ransom price from Christ, and yet not free the captive, but punish the person for whom he has received satisfaction; neither of which can be said.

Sumber Pustaka:
Bahan Kuliah Kalvinisme di STT Graphe
Penebusan Yesus Tidak Terbatas, Dr. Steven E. Liauw, Th.D
The Calvinism Debate, Dr. David Cloud http://www.wayoflife.org

The Dangers of Reformed Theology, George Zeller, www.middletownbiblechurch.org
The Moody Handbook of Theology: Revised and Expanded, Paul Enns. Buku 1, SAAT Malang.

Download artikel ini dalam PDF Dalil Alkitab Menentang Penebusan Terbatas

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: