Beranda > CALVINISME, Fundamental > Pemilihan dan Predestinasi Alkitabiah

Pemilihan dan Predestinasi Alkitabiah


Predestination (1)Bacalah dulu Surat Efesus 1

Efesus 1:4-5, – “Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula melalui Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya” (LAI TB PB revisi 1997)

4 sebagaimana di dalam-Nya, Dia telah memilih kita sebelum permulaan dunia, untuk menjadikan kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya, dalam kasih; 5 dengan menentukan kita sebelumnya sebagai anak adopsi bagi-Nya melalui YESUS Kristus, sesuai dengan perkenan kehendak-Nya (KSILT Edisi 3, 2013)

PEMILIHAN
Pilihan Allah atas mereka yang percaya kepada Kristus merupakan doktrin yang penting bagi Rasul Paulus (baca Rm 8:29-33; 9:6-26; 11:5,7,28; Kol 3:12; 1 Tes 1:4; 2 Tes 2:13; Tit 1:1).
Pemilihan (Yun: eklego) menujuk kepada terpilihnya suatu umat di dalam Kristus oleh Allah supaya mereka itu kudus dan tidak bercacat di hadapan-Nya (bandingkan 2 Tes 2:13).
Paulus memandang pemilihan ini sebagai ungkapan kasih Allah ketika Allah menerima semua orang yang menerima Putra-Nya, Yesus (Yoh 1:12), sebagai umat-Nya.

Doktrin pemilihan meliputi kebenaran-kebenaran berikut:

1. Pemilihan berpusat pada Kristus, yaitu pemilihan manusia hanya terjadi di dalam persatuan dengan Yesus Kristus. “Di dalam Dia Allah telah memilih kita” (Ef 1:4).

Yesus sendiri menjadi yang sulung dari semua orang pilihan Allah. Allah menyatakan tentang Yesus, “Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih” (Mat 12:18; bd Yes 42:1,6;1 Pet 2:4). Kristus, selaku yang terpilih, adalah landasan pemilihan kita. Hanya di dalam persatuan dengan Kristus kita menjadi anggota umat terpilih (Ef 1:4, 6-7,9-10,12-13). Tidak seorang pun terpilih terlepas dari persatuan dengan Kristus oleh Iman.

2. Pemilihan adalah “di dalam Dia dan oleh darah-Nya” (1:7). Allah telah menetapkan sebelum penciptaan (1:4) untuk membentuk suatu umat melalui kematian Kristus yang bersifat menebus di atas salib. Jadi, pemilihan ditetapkan dalam korban kematian Kristus untuk membebaskan kita dari dosa (Kis 20:28; Rm 3:24-26).

3. Pemilihan dalam Kristus terutama bersifat kelompok, yaitu pemilihan suatu umat (Ef 1:4-5,7,9). Umat terpilih disebut “tubuh Kristus” (4:12), “jemaat-Ku” (Mat 16:18), “umat kepunyaan Allah sendiri” (1 Pet 2:9) dan “mempelai” Kristus (Why 19:7). Oleh karena itu, pemilihan bersifat kelompok dan meliputi perseorangan hanya apabila mereka menyatu dan bersekutu dengan tubuh Kristus, gereja yang sejati (Ef 1:22-23). Hal ini sudah berlaku bagi orang Israel dalam PL (Ul 29:18-21, 2 Raj 21:14)

4. Pemilihan tubuh Kristus untuk selamat dan kudus itu selalu pasti. Namun kepastian pemilihan perseorangan senantiasa bergantung pada iman pribadi yang hidup kepada Yesus Kristus dan ketekunan dalam persekutuan dengan-Nya. Paulus menunjukkan hal ini sebagai berikut:
a. Maksud abadi Allah bagi gereja adalah bahwa gereja itu “kudus dan tak bercacat dihadapan-Nya” (1:4), yang dimaksudkan ialah pengampunan dosa (1:7) dan penyucian serta kekudusan gereja. Umat pilihan Allah dipimpin oleh Roh Kudus menuju penyucian dan kekudusan (Rm 8:14; Gal 6:16-25). Sang rasul berkali-kali menekankan maksud tertinggi Allah ini (Ef 2:10; 3:14-19;4:1-3,13-24; 5:1-18).

b. Penggenapan maksud ini bagi gereja adalah pasti: Kristus akan “menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela” (5:27).

c. Penggenapan maksud ini bagi anggota perseorangan dalam gereja, bersyarat. Kristus akan mempersembahkan kita “kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya” (1:4) hanya apabila kita bertekun dalam iman. Paulus menyatakan hal ini dengan jelas: Kristus akan “menempatkan kamu kudus dan tak bercacat dihadapan-Nya. Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil” (Kol 1:22-23).

5. Pemilihan untuk Selamat di dalam Kristus ditawarkan kepada semua orang (Yoh 3:16-17; 1 Tim 2:4-6; Tit 2:11; Ibr 2:9) dan menjadi nyata bagi orang-orang tertentu, tergantung pada pertobatan dan iman mereka sewaktu mereka menerima karunia keselamatan Allah dalam Kristus (Ef 2:8;3:17; bd Kis 20:21; Rm 1:16; 4:16). Pada titik IMAN, orang percaya dijadikan anggota tubuh Kristus yang terpilih (gereja) oleh Roh Kudus (1 Kor 12:13), sehingga menjadi anggota kaum terpilih. Dengan demikian, baik Allah maupun manusia ikut menentukan dalam pemilihan itu (Rm 8:29; 2 Pet 1:1-11).

PREDESTINASI
Predestinasi (Yun. pro-oritzo) berarti “menentukan sebelumnya” dan berlaku untuk maksud-maksud Allah yang diliputi dalam pemilihan. Pemilihan adalah pilihan Allah terhadap suatu umat “di dalam Kristus” (gereja yang sejati) bagi diri-Nya. Predestinasi meliputi apa yang akan terjadi pada umat Allah ini (semua orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Kristus).

1. Allah mempredestinasi umat pilihan-Nya untuk:
a. Dipanggil (Rm 8:30)
b. Dibenarkan (Rm 3:24; 8:30)
c. Dimuliakan (Rm 8:30)
d. Dijadikan serupa dengan Putra-Nya (Rm 8:29)
e. Dijadikan kudus dan tak bercacat (Ef 1:4)
f. Diangkat sebagai anak-anak Allah (Ef 1:5)
g. Ditebus (Ef 1:7)
h. Menerima suatu bagian (Ef 1:14)
i. Menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya (Ef 1:12, 1 Pet 2:9)
j. Menerima Roh Kudus (Ef 1:13; Gal 3:14) dan
k. Diciptakan untuk melakukan perbuatan baik (Ef 2:10)

2. Predestinasi, seperti halnya pemilihan, menunjuk kepada kelompok tubuh kristus (yaitu, gereja rohani yang sejati), dan terdiri atas orang-orang yang berhubungan dengan gereja oleh iman yang hidup kepada Yesus Kristus (Ef 1:5,7,13; bd Kis 2:38-41; 16:31).

RINGKASAN
Mengenai pemilihan dan predestinasi, kita dapat memakai analogi sebuah kapal yang berlayar menuju ke Sorga. Kapal itu (gereja) dipilih oleh Allah untuk menjadi kapal milik-Nya sendiri. Kristus adalah Kapten dan Nakhoda kapal tersebut. Semua orang yang ingin menjadi bagian dari kapal pilihan dan Kaptennya ini dapat melakukannya dengan iman yang hidup kepada Yesus Kristus. Oleh iman itu mereka dapat naik kapal itu. Selama mereka berada di atas kapal, bersama dengan Kaptennya, mereka termasuk orang terpilih. Jikalau mereka memutuskan untuk meninggalkan kapal dan Kapten, mereka tidak lagi menjadi orang terpilih. Pemilihan selalu terjadi dalam hubungan dengan Kapten dan kapal-Nya saja. Predestinasi memberitahu kita mengenai tujuan kapal itu dan apa yang dipersiapkan Allah bagi mereka yang tetap menjadi penumpang. Allah mengundang semua orang untuk naik ke kapal melalui iman kepada Yesus Kristus.

Sumber: Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan (APHB)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: