Beranda > CALVINISME > PREDESTINASI (KALVINISME) VERSUS KEHENDAK BEBAS MANUSIA (ARMINIANISME)

PREDESTINASI (KALVINISME) VERSUS KEHENDAK BEBAS MANUSIA (ARMINIANISME)


election-free-will-predestinationBacalah dulu Surat Efesus 1, Roma 8-10

Titus 2:11 adalah keseimbangan terhadap bagian-bagian PB yang lain untuk pemilihan. Secara teologis mungkin akan membantu untuk memberikan catatan komentar Dr. Bob Utley dari Roma 8:29 dan 9, serta Efesus 1.

I. Roma 8:29
Paulus menggunakan kata “dipilih dari semula” (proginōskō,”mengenal sebelumnya”) ini dua kali, di sini dan 11:2. Dalam 11:2 ini menunjuk pada perjanjian kasih Allah untuk Israel sebelum waktu ada. Ingat bahwa kata “mengenal” dalam bahasa Ibrani berhubungan dengan hubungan pribadi dan keintiman, bukan pada kenyataan dari seseorang (lih. Kej 4:1; Yer 1:5). Di sini kata ini diikutsertakan dalam suatu rantai peristiwa (lih. ay 29-30). Kata ini dihubungkan dengan predestinasi. Namun demikian, harus dinyatakan bahwa pengenalan oleh Allah bukanlah dasar dari pemilihan karena jika demikian, maka berarti pemilihan akan didasarkan pada tanggapan di masa depan dari manusia yang jatuh, yang berarti prestasi manusia. Kata ini juga didapati di Kis 26:5; I Pet 1:2,20 and II Pet 3:17.

A. “dikenal sejak semula” (proginōskō, “mengenal sebelumnya”)

Kata “dikenal sejak semula” dan “predestinasi” keduanya adalah kata majemuk dengan KATA DEPAN “sebelum” dan oleh karenanya, harus diterjemahkan sebagai “mengenal sebelumnya,” “menetapkan batasan sebelumnya,” atau “menandai sebelumnya.” Bagian-bagian yang menetukan mengenai predestinasi dalam PB adalah Rom 8:28-30;Ef 1:3-14 dan Rom 9. Naskah-naskah ini secara nyata menekankan bahwa Allah adalah berdaulat. Ia mengendalikan segala sesuatu sepenuhnya, termasuk sejarah manusia. Ada rencana penebusan yang telah ditetapkan sebelumnya yang dilaksanakan pada waktunya. Namun demikian, rencana ini bukan bersifat tergantung situasi atau hukum atau pilih-pilih. Ini bukan saja berdasarkan pada kedaulatan dan pengenalan sebelumnya dari Allah, namun pada karakter-Nya yang tak berubah yaitu kasih, kemurahan, dan anugerah yang tanpa syarat.

calvins-calvinism-vol-1-a-treatise-on-the-eternal-predestination-of-godKita harus berhati-hati tentang individualisme barat (gaya Amerika) atau semangat evangelikal kita yang mewarnai kebenaran yang mengagumkan ini. Kita harus juga menjaga aagar tidak terpolarisasi ke dalam pertentangan historis dan teologis antara Agustinus melawan Pelagius atau Kalvinis melawan Arminianisme.

B. “predestinasi” (pro-oritzō, menetapkan batasan sebelumnya)
Predestinasi bukanlah doktrin untuk membatasi kasih, kemurahan dan anugerah Allah, dan bukan pula menyisihkan beberapa hal tersebut dari injil. Ini dimaksudkan untuk menguatkan orang percaya dengan cara membentuk pandangan mereka terhadap dunia. Allah adalah bagi semua manusia (lih. Yoh 3:16; I Tim 2:4; II Pet 3:9). Allah menguasai segala perkara. Siapa atau apa yang dapat memisahkan kita dari Dia (lih. Rom 8:31-39)? Predestinasi membentuk satu dari dua cara memandang kehidupan. Allah memandang semua sejarah sebagai saat ini. Manusia terikat dengan waktu. Sudut pandang dan kemampuan mental kita terbatas.

Tidak ada kontradiksi antara kedaulatan Allah dengan kehendak bebas manusia. Ini adalah suatu struktur perjanjian. Ini adalah satu lagi contoh dari kebenaran alkitabiah yang diberikan dalam suatu ketegangan dialektis. Doktrin alkitabiah biasanya disajikan dari sudut-sudut pandang yang berbeda. Bahkan kadang-kadang nampak saling bertentangan. Kebenaran ialah suatu keseimbangan antara pasangan-pasangan yang sepertinya saling berlawanan. Kita tidak boleh menghilangkan ketegangan dengan memilih salah satu dari kebenaran-kebenaran tersebut. Kita tidak boleh menyisihkan salah satu kebenaran alkitabiah ke dalam suatu kotak secara tersendiri.

Penting untuk ditambahkan, bahwa sasaran dari pemilihan atau penunjukan bukan hanya surga ketika kita mati, namun KESERUPAAN DENGAN KRISTUS sekarang (lih. Ef 1:4; 2:10)! Kita telah dipilih untuk menjadi “kudus dan tak bercela”. Allah memilih untuk mengubah kita sehingga orang lain bisa melihat perubahan tersebut dan menanggapi-Nya dalam Kristus oleh iman. Predestinasi bukanlah suatu hak istimewa secara pribadi namun tanggung jawab perjanjian! Ini adalah kebenaran utama dari bagian ini. Ini adalah sasaran dari keKristenan (lih. Gal 4:19; Ef 4:13). Kekudusan adalah kehendak Allah bagi setiap orang percaya. Pemilihan oleh Allah adalah untuk keserupaan dengan Kristus (lih. Ef 1:4), bukan suatu status khusus. Gambar Allah yang telah diberikan kepada manusia pada saat penciptaan (lih. Kej 1:26; 5:1,3; 9:6) akan dipulihkan.

C. “menjadi serupa dengan gambaran AnakNya”—Sasaran akhir Allah adalah pemulihan gambar yang hilang dalam Kejatuhan orang percaya telah ditahbiskan sebelumnya untuk Serupa dengan Kristus (lih. Ef 1:4).

predestined-sola-gratiaII. Roma 9
A. Pasal 9 adalah salah satu bagian PB yang paling kuat mengenai kedaulatan Allah (yang lainnya adalah, Ef 1:3-14) sementara pasal 10 menyatakan kehendak bebas manusia secara jelas dan berulang (lih. “setiap orang” ay 4; “barang siapa” ay 11,13; “semua” ay 12 {dua kali}). Paulus tidak pernah mencoba untuk menyatukan ketegangan teologis ini. Keduanya adalah benar! Banyak doktrin Alkitab disajikan dalam bentuk pasangan yang bersifat dialektis atau paradoks. Kebanyakan sistem teologia bersifat logis, namun hanya mengambil salah satu aspek kebenaran alkitabiah. Baik Augustinianisme dan Kalvinisme maupun semi-Pelagianisme dan Arminianisme memiliki elemen kebenaran dan kesalahan. Ketegangan Alkitabiah antar doktrin lebih baik daripada suatu sistem teologia yang bersifat rasional dan dogmatik, yang hanya mencomot sebagian kebenaran, yang memaksakan Alkitab kepada suatu kerangka penafsiran yang penuh prasangka!

B. Kebenaran yang sama ini (didapati dalam Rom 9:23) dinyatakan dalam Rom 8:29-30 dan Ef 1:4,11.
Pasal ini adalah pernyataan terkuat mengenai kedaulatan Allah dalam PB.Tidak mungkin disangkal bahwa Allah berkuasa penuh terhadap penciptaan dan penebusan! Kebenaran yang agung ini tidak boleh dihaluskan atau di lunakkan. Namun demikian ini harus diseimbangkan dengan pilihan Allah akan perjanjian sebagai cara menghubungkan diri dengan manusia ciptaanNya, yang diciptakan sesuai dengan gambarNya. Pastilah benar bahwa beberapa perjanjian dalam PL, seperti Kej 9:8-17 dan 15:12-21, adalah tidak bersyarat dan tidak berhubungan dengan semua tanggapan manusia, namun perjanjian-perjanjian lain mensyaratkan tanggapan manusia (yakni, Eden, Nuh, Musa, Daud). Allah punya rencana penebusan bagi ciptaanNya, tak seorang pun dapat mempengaruhi rencana ini. Allah telah memilih untuk mengijinkan pribadi-pribadi untuk berpartisipasi dalam rencanaNya. Kesempatan berpartisipasi ini adalah ketegangan teologis antara kedaulatan Allah (Roma 9) dan kehendak bebas manusia (Roma 10). Tidaklah tepat untuk memilih satu tekanan alkitabiah dan mengabaikan yang lain. Ada ketegangan antar doktrin karena orang timur menyajikan kebenaran dalam suatu pasangan dialektis atau pasangan yang dipenuhi ketegangan. Doktrin harus dipegang dalam hubungannya dengan doktrin lain.
Kebenaran adalah sebuah mosaik dari kebenaran-kebenaran.

III. Efesus 1
A. Pemilihan adalah doktrin yang indah. Namun demikian, itu bukan seruan untuk favoritisme, tetapi panggilan untuk menjadi saluran, alat atau sarana penebusan orang lain! Dalam Perjanjian Lama istilah ini digunakan terutama untuk pelayanan; dalam Perjanjian Baru, digunakan terutama untuk keselamatan yang menerbitkan pelayanan. Alkitab tidak pernah mendamaikan apa yang tampak sebagai kontradiksi antara kedaulatan Allah dan kehendak bebas manusia, tetapi menegaskan keduanya!

predestination-1024x683Sebuah contoh yang baik dari ketegangan Alkitabiah ini adalah Roma 9 pada pilihan kedaulatan Allah dan Roma 10 pada respon yang diperlukan dari umat manusia (lih. 10:9,11-13). Kunci untuk ketegangan teologis ini dapat ditemukan dalam Ef 1:4. Yesus adalah manusia pilihan Allah dan semua manusia berpotensi untuk dipilih di dalam Dia (Karl Barth). Yesus adalah jawaban “ya” Allah untuk kebutuhan manusia yang jatuh (Karl Barth). Efesus 1:4 juga membantu memperjelas masalah ini dengan menegaskan bahwa tujuan predestinasi bukanlah surga, namun kekudusan (keserupaan dengan Kristus). Kita sering tertarik dengan manfaat Injil dan mengabaikan tanggung jawabnya! Panggilan Allah (pemilihan) adalah untuk suatu waktu tertentu dan juga kekekalan!

predestinationDoktrin-doktrin datang dalam kaitan dengan kebenaran lainnya, bukan sebagai kebenaran tunggal, yang berdiri sendiri. Sebuah analogi yang baik adalah konstelasi (rasi bintang) versus bintang tunggal. Tuhan menyajikan kebenaran dalam jenis sastra timur, bukan barat. Kita tidak boleh menghapus ketegangan yang disebabkan oleh pasangan dialektis (paradoks) dari pasangan-pasangan kebenaran doktrin yang bersifat dialektis (saling berlawanan):
1. Predestinasi Allah vs. Kehendak Bebas Manusia
2. Keamanan orang percaya vs. Kebutuhan akan ketekunan
3. Dosa asal vs. Dosa secara sengaja/Dosa Perbuatan
4. Ketidakberdosaan (perfeksionisme) vs. Semakin kurang berbuat dosa
5. Pembenaran dan pengudusan awal yang seketika vs. Pengudusan progresif
6. Iman vs Perbuatan/Usaha
7. Kemerdekaan/kebebasan orang Kristen vs. tanggung jawab orang Kristen sebagai mitra Perjanjian
8. Transendensi Allah (Allah yang tak terbatasi akal) vs. Imanensi (ketetap-adaan) Allah
9. Allah yang secara mutlak tak terpahami vs. Allah yang bisa dipahami melalui Kitab Suci
10. Kerajaan Allah saat ini vs. Penyempurnaan di masa depan
11. Pertobatan sebagai anugerah Allah vs. Pertobatan sebagai tanggapan perjanjian yang diperlukan dari manusia
12. Yesus yang ilahi vs. Yesus sebagai manusia
13. Yesus setara dengan Bapa vs. Yesus sangat merendahkan diri/tunduk/menghormati Bapa

Konsep teologis dari “perjanjian” mempersatukan kedaulatan Allah (yang selalu mengambil inisiatif dan menetapkan agenda) dengan tanggapan wajib pertobatan awal dan terus-menerus, iman dari seorang individu manusia yang bersifat keharusan. Hati-hatilah dengan pencomotan jangan sampai asal mengambil satu sisi dari paradoks dan mengecilkan sisi lainnya! Hati-hatilah jangan sampai anda menyakini hanya doktrin atau sistem teologi favorit yang anda sukai saja!

B. “Allah telah memilih kita”
Q0609Dalam Ef 1:4 merupakan AORIST MIDDLE INDICATIVE yang menekankan pilihan menentukan dari subyeknya. Hal ini berfokus pada pilihan Bapa sebelum waktunya. Pilihan Allah tidak harus dipahami dalam pemahaman determinisme Islam atau dalam pemahaman Calvinis “Allah memilih beberapa vs Allah tidak memilih yang lain,” tetapi dalam pengertian perjanjian.

Tuhan berjanji untuk menebus manusia yang jatuh (lih. Kej 3:15). Allah memanggil dan memilih Abraham untuk memilih semua manusia (lih. Kej 12:3; Kel 19:5-6). Allah sendiri memilih semua orang yang akan menjalankan iman dalam Kristus. Allah selalu mengambil inisiatif dalam keselamatan (lih. Yoh 6:44, 65). Naskah ini dan Roma 8:28-30; 9:1-33 adalah naskah-naskah PB utama bagi doktrin predestinasi yang ditekankan oleh Agustinus dan Calvin.

Allah memilih orang percaya tidak hanya untuk keselamatan (pembenaran) tetapi juga untuk pengudusan (lih. Kol 1:12)! Hal ini dapat berhubungan dengan (1) posisi kita dalam Kristus (lih. II Kor 5:21) atau (2) Allah berkeinginan untuk mereproduksi karakter-Nya pada anak-anak-Nya (lih. 2:10; Rom 8:28-29; Gal 4:19; I Tes 4:3). Kehendak Allah bagi anak-anak-Nya adalah baik surga satu hari dan keserupaan dengan Kristus sekarang!

di dalam Dia” adalah konsep kunci dari Ef 1:4. Berkat, rahmat dan keselamatan Bapa mengalir hanya melalui Kristus (lih. Yoh 10:7-18; 14:6). Perhatikan pengulangan dari bentuk ketatabahasaan ini (LOCATIVE OF SPHERE) dalam ay 3, “dalam Kristus”; ayat 4, “di dalam Dia”; ayat 7, “di dalam Dia”; ayat 9, “di dalam Dia”; v 10, “di dalam Kristus,” “di dalam Dia.”; ay 12, “dalam Kristus”; dan ayat 13, “di dalam Dia” (dua kali). Ini adalah sejajar dengan “dalam dia yang dikasihi” dari ay 6. Yesus adalah jawaban “ya” Allah untuk manusia yang jatuh (Karl Barth). Yesus adalah manusia terpilih dan semua berpotensi terpilih di dalam Dia (lih. Yoh 3:16). Semua dari berkat Allah Bapa mengalir melalui Kristus.

Frasa “sebelum dunia dijadikan” ini juga digunakan dalam Mat 25:34, Yoh 17:24, I Pet 1:19-20 dan Wah 13:8. Ini menunjukkan aktivitas penebusan Allah Tritunggal bahkan sebelum Kej 1:1. Manusia dibatasi oleh perasaan waktu; segalanya untuk kita adalah masa lalu, sekarang, atau masa depan, tetapi tidak demikian bagi Allah.

Sasaran dari predestinasi adalah kekudusan, bukannya hak istimewa. Panggilan Allah bukanlah untuk beberapa anak-anak Adam yang dipilih, tetapi bagi semua! Ini adalah panggilan agar manusia bisa menjadi sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan, yaitu seperti Dia (lih. I Tes 4:7; 5:23; II Tes 2:13; Titus 2:14); dalam gambar-Nya (lih. Kej 1:26-27). Membelokkan predestinasi menjadi prinsip teologis, dan bukan hidup kudus adalah sebuah tragedi. Seringkali apriori teologia sistematis kita berbicara lebih keras daripada naskah-naskah alkitabiah!

Istilah “tidak bercela” (amōmos) atau “bebas dari noda” adalah digunakan untuk (1) Yesus, (lih. Ibr 9:14; I Pet 1:19); (2) Zakaria dan Elizabeth, (lih. Luk 1:6); (3) Paulus (Flp 3:6); (4) semua orang Kristen sejati (lih. Flp 2:15; I Tes 3:13; 5:23). Kehendak Allah yang tak bisa diubah bagi setiap orang percaya tidak hanya surga nanti, namun keserupaan dengan Kristus sekarang (lih. Rom 8:29-30; II Kor 3:18; Gal 4:19; I Tes 3:13; 4:3; I Pet 1:15). Orang-orang percaya harus mencerminkan karakteristik Allah ke dunia yang hilang untuk tujuan penginjilan.
Secara ketatabahasaan, frasa “di dalam kasih” ini bisa bersama dengan baik ayat 4 atau ayat 5. Namun demikian, ketika frasa ini digunakan di tempat-tempat lain di Efesus selalu mengacu pada kasih manusia bagi Allah (lih. 3:17; 4:2,15,16).

C. Dalam Ef 1:5 frasa “Dia menentukan kita dari semula” merupakan sebuah AORIST ACTIVE PARTICIPLE.
Istilah Yunani ini merupakan gabungan dari “sebelum” (pro) dan “menandai” (horizō). Hal ini menunjuk pada rencana penebusan Allah yang telah ditentukan (lih. Luk 22:22, Kis 2:23, 4:28, 13:29, 17:31; Rom 8:29-30). Perhatikan rencana Allah adalah dalam kebersamaan (lih. Kis 13:48).

Individualisme Amerika telah merubah penekanan pencakupan dan kebersamaan ini menjadi eksklusif, pribadi, fokus pada individu. Allah memilih orang-orang yang akan memilih Dia. Predestinasi adalah salah satu dari beberapa kebenaran yang berkaitan dengan keselamatan manusia. Ini adalah bagian dari pola teologis atau serangkaian kebenaran yang terkait. Konsep ini tidak pernah dimaksudkan untuk menekankan isolasi! Kebenaran Alkitab telah diberikan dalam serangkaian pasangan berparadoks yang penuh ketegangan. Denominasionalisme cenderung untuk menghapus ketegangan alkitabiah dengan menekankan hanya pada salah satu kebenaran dialektis nya (Contoh: predestinasi vs kehendak bebas manusia, keamanan orang percaya vs ketekunan; dosa asal vs dosa kehendak; ketidakberdosaan vs mengurangi berbuat dosa; pengudusan yang dinyatakan seketika vs pengudusan progresif; iman vs perbuatan/usaha; kebebasan Kristen vs tanggung jawab Kristen; transendensi vs imanensi Tuhan).

Pilihan Allah tidak didasarkan atas prapengetahuan akan kinerja manusia, tetapi pada sifat kemurahan-Nya (lih. ay 9 & 11). Dia berharap bahwa semua (bukan hanya beberapa orang khusus seperti kaum Gnostik atau ultra-Calvinis modern) akan diselamatkan (lih. Yeh 18:21-23,32; Yoh 3:16-17; I Tim 2:4; 4:10; Titus 2:11; II Pet 3:9). Kasih karunia Allah (karakter Allah) adalah kunci teologis untuk bagian ini (lih. ay. 6a, 7c, 9b), sebagai kasih Allah juga adalah kunci untuk bagian lain tentang predestinasi, Roma 9-11.

Satu-satunya pengharapan manusia yang jatuh adalah anugerah dan rahmat Allah (lih. Yes 53:6 dan beberapa teks PL lain yang dikutip dalam Rom 3:9-18). Pentinglah dalam menafsirkan pasal-pasal teologis pertama ini untuk menyadari bahwa Paulus menekankan hal-hal yang sama sekali tidak terkait dengan kinerja manusia: predestinasi (pasal 1), kasih karunia (pasal 2), dan rencana Allah akan penebusan kekal (rahasia, 2:11-3:13). Ini adalah untuk mengimbangi penekanan dari guru-guru palsu pada prestasi dan kebanggaan manusia.

Yesus adalah rencana Allah Bapa untuk memulihkan segala sesuatu (lih. 1:10; I Kor 15:25-28; Kol 1:15-23). Hanya ada satu jalan dan jalan itu adalah seseorang (lih. Yoh 14:6, Kis 4:12, I Tim 2:5). Tema Efesus adalah kesatuan dari segala sesuatu di dalam Kristus.

Topik Khusus:
BENTUK KATA KERJA YUNANI YANG DIGUNAKAN UNTUK KESELAMATAN
Keselamatan bukanlah suatu produk, tetapi suatu hubungan. Ini tidak berakhir ketika seseorang mempercayai Kristus; ini justru baru mulai! Ini bukan suatu polis asuransi kebakaran, ataupun suatu tiket ke surga namun suatu kehidupan serupa Kristus yang bertumbuh. KESELAMATAN SEBAGAI SUATU TINDAKAN YANG TELAH SELESAI (AORIST)
– Kisah 15:11
– Roma 8:24
– II Timotius 1:9
– Titus 3:5
– Roma 13:11 (menggabungkan AORIST dengan suatu orientasi FUTURE)

KESELAMATAN SEBAGAI SUATU STATUS KEBERADAAN (PERFECT)
– Efesus 2:5,8

KESELAMATAN SEBAGAI SUATU PROSES YANG BERKELANJUTAN (PRESENT)
– I Korintus 1:18; 15:2
– II Korintus 2:15

KESELAMATAN SEBAGAI SUATU PENYEMPURNAAN DI MASA DEPAN (FUTURE dalam BENTUK
KATA KERJA atau konteks)
– (Diisyaratkan dalam Mat 10:22, 24:13; Mar 13:13)
– Roma 5:9,10; 10:9,13
– I Korintus 3:15; 5:5
– Filipi 1:28;
– I Tesalonika 5:8-9
– Ibrani 1:14; 9:28
– I Timotius 4:16
– I Petrus 1:5,9

Karenanya, keselamatan dimulai dengan suatu keputusan iman awal (lih. Yoh 1:12; 3:16; Rom 10:9-13), namun ini harus menghasilkan satu proses iman gaya hidup (lih. Rom 8:29; Gal 3:19; Ef 1:4; 2:10), yang satu hari akan disempurnakan di depan kita (lih. I Yoh 3:2). Tahapan terakhir ini disebut pemuliaan.
Ini dapat dilukiskan sebagai :
1. keselamatan awal-pembenaran (diselamatkan dari hukuman dosa)
2. keselamatan progresif-pengudusan (diselamatkan dari kuasa dosa)
3. keselamatan final-pemuliaan (diselamatkan dari hadirat/kehadiran dosa)

Makna PenebusanIni harfiahnya adalah “dibebaskan dari” (lih. Rom 3:24; Kol 1:14). Ini adalah sinonim dari istilah PL (gaal) yang maknanya “membeli kembali” kadang-kadang dilakukan oleh kerabat dekat (go’el). Istilah ini digunakan dalam PL untuk merujuk pada pembelian kembali budak dan tahanan militer. Paulus menggunakan padanan bahasa Yunani ini empat kali dalam Efesus dan Kolose (lih. 1:7, 14 dan 4:30; Kol 1:14). Ini mencerminkan pribadi pelaku yang dipakai Allah untuk membawa keselamatan. Ini tidak berfokus pada siapa atau jumlah pembayarannya. Markus 10:45 menyatakan dengan jelas bahwa Yesus datang untuk membayar uang tebusan bagi umat manusia yang jatuh (lih. I Pet 1:18-19). Manusia dulunya adalah hamba dosa (lih. Yes 53:6; Beberapa kutipan PL dalam Rom 3:9-18; I Pet 2:24-25).

TOPIK KHUSUS: TEBUSAN/MENEBUS
I. PERJANJIAN LAMA
A. Ada dua istilah hukum Ibrani utama yang membawa konsep ini
1. Gaal, yang pada dasarnya berarti “memerdekakan” melalui pembayaran harga. Suatu bentuk dari istilah ini go’el menambahkan pada konsep ini, adanya seorang perantara pribadi, biasanya anggota keluarga (yaitu kaum yang wajib menebus). Aspek budaya untuk membeli kembali obyek-obyek, binatang, tanah (lih Im 25,27), atau saudara (lih. Rut 4:15; yes 29:22) ini ditransfer secara teologis kepada pembebasan Israel dari Mesir oleh YHWH (lih. Kel 6:6; 15:13; Maz 74:2; 77;15; Yer 31:11).
Ia menjadi “penebus” (lih. Ayb 19:25; Maz 19:14; 78:35; Ams 23:1; Yes 41:14; 43:14; 44:6,24; 47:4; 48:17; 49:7,26; 54:5,8; 59:20; 60:16; 63:16; Yer 50:34).
2. Padah, yang pada dasarnya berarti “melepaskan” atau “menyelamatkan”
a. Penebusan anak sulung, Kel 13:13,14 dan Bil 18:15-17
b. Penebusan badani dikontraskan dengan penebusan rohani, Maz 49:7,8,15
c. YHWH akan menebus Israel dari dosa dan pemberontakan mereka, Maz 130:7-8

B. Konsep Teologis ini mencakup tiga hal yang berkaitan.
1. Adanya kebutuhan, beban berat, denda, pemenjaraan.
a. Badani
b. Sosial
c. rohani (lih. Maz 130:8)
2. Suatu harga harus dibayar untuk kebebasan, kelepasan, dan pemulihan.
a. dari suatu bangsa, Israel (lih. Ul 7:8)
b. dari suatu pribadi (lih. Ayb 19:25-27; 33:28)
3. Seseorang harus bertindak sebagai penengah dan penyumbang. Dalam gaalyang ini biasanya adalah
seorang anggota keluarga atau keluarga terdekat.(yaitu, go’el).
4. YHWH sering menyatakan DIRINYA dalam istilah-istilah kekeluargaan.
a. Bapa
b. Suami
c. Keluarga Terdekat
Penebusan dijamin melalui agen pribadi YHWH; harganya telah dibayar, dan penebusan telah dicapai!

II. PERJANJIAN BARU
A. Ada beberapa istilah yang digunakan untuk membawa konsep teologis ini.
1. Agorazō (lih. I Kor 6:20; 7:23; II Pet 2:1; Wah 5:9; 14:34). Ini adalah istilah perdagangan yang mencerminkan suatu harga yang dibayar untuk sesuatu barang. Kita adalah umat yang dibeli dengan darah, yang tidak mengendalikan kehidupan kita sendiri. Kita adalah milik Kristus.
2. Exagorazō (lih. Gal 3:13; 4:5; Ef 5:16; Ko 4:5). Ini juga sebuah istilah perdagangan. Ini mencerminkan kematian Yesus sebagai penebus bagi kita. Yesus menanggung “kutukan” dari sutu hukum yang berdasarkan perbuatan. (yaitu., Taurat Musa), yang tidak mungkin dupenuhi oleh manusia berdosa. Ia menanggung kutukan ini (lih. Ul 21:23) untuk kita semua! Dalam Yesus, keadilan dan kasih Allah menyatu ke dalam pengampunan, penerimaan, dan hak masuk yang penuh!
3. Luō, “membebaskan”
a. Lutron, “harga yang telah dibayar” (lih. Mat 20:28; Mar 10:45). Ini aalah kata-kata yang berkuasa dari mulut Yesus sendiri mengenai makssud kedatanganNya, menjadi juru selamat dunia dengan membayar hutang-dosa yang tidak di”pinjam”Nya (lih. Yoh 1:29).

b. Lutroō, “melepaskan”
(1) menebus Israel, Lukas 24:21
(2) memberikan diriNya untuk menebus dan memurnikan seseorang, Titus 2:14
(3) menjadi pengganti/penebus yang tak berdosa, I Petrus 1:18-19

c. Lutrōsis, “penebusan, pelepasan, atau pembebasan”
(1) Nubuatan Zakaria tentang Yesus, Lukas 1:68
(2) Pujian Hana pada Allah bagi Yesus, Luke 2:38
(3) Pengorbanan Yesus yang leih baik, dan hanya sekali ditawarkan, Ibr 9:12

d. Apolytrōsis
(1) Penebusan pada Kedatangan Yesus yang Kedua (lih. Kis 3:19-21)
(a) Lukas 21:28
(b) Roma 8:23
(c) Efesus 1:14; 4:30
(d) Ibrani 9:15
(2) Penebusan dalam kematian Kristus
(a) Roma 3:24
(b) I Korintus 1:30
(c) Efesus 1:7
(d) Kolose 1:14

e. Antilytron (lih. I Tim 2:6). Ini adalah naskah yang sangat penting. (sebagaimana Titus 2:14), yang berkaitan dengan kematian Yesus di salib sebagai penebus. Ia adalah satu-satunya korban yang dapat diterima; yang mati bagi “semua”. (lih. Yoh 1:29; 3:16-17; 4:42; I Tim 2:4; 4:10; Titus 2:11; II Pet 3:9; I Yoh 2:2; 4:14).

B. Konsep Teologis dalam PB menyatakan
1. Manusia diperbudak oleh dosa (lih. Yoh 8:34; Rom 3:10-18; 6:23).
2. Keterikatan manusia dengan dosa telah diungkapkan oleh Taurat Musa di PL (lih. Gal 3) dan khotbah Yesus di bukit (lih. Mat 5-7). Perbuatan manusia telah menjadi suatu hukuman mati (lih. Kol 2:14).
3. Yesus, Anak Domba Allah yang tak berdosa, telah datang dan mati sebagai ganti kita (lih. Yoh 1:29; II Kor 5:21). Kita telah dibeli dari dosa hingga kita bisa melayani Allah. (lih. Rom 6).
4. Dengan pernyataan ini, baik YHWH dan Yesus adalah sebagai “kaum penebus” yang bertindak untuk kepentingan kita. Hal ini melanjutkan penggambaran kekeluargaan (yaitu, Bapa, suami, anak, saudara, kaum penebus).
5. Penebusan bukan harga yang dibayar kepada Setan (Teologia Abad Pertengahan), namun merupakan suatu rekonsiliasi dari Firman dan keadilah Allah dengan Kasih Allah dan pemberian sepenuh dalam Kristus. Di salib perdamaian dipulihkan, pemberontakan manusia diampuni, gambar Allah dalam manusia sekarang berfungsi kembali dalam suatu persekutuan yang intim!
6. Masih ada suatu aspek masa depan dari penebusan (lih. Rom 8:23; Ef 1:14; 4:30), yang melibatkan kebangkitan dan keintiman badani kita dengan Allah Tritunggal.

TOPIK KHUSUS:
RENCANA ALLAH UNTUK PENEBUSAN, “MISTERI”
Tuhan memiliki tujuan terpadu untuk penebusan umat manusia yang bahkan mendahului kejatuhan (Kej 3). Saya percaya Tuhan mempunyai rencana abadi bagi penebusan seluruh umat manusia (mis. Kej 3:15; 12:3; Kel 19:5-6; Yer 31:31-34; Yeh 18; 36:22-39; Kis 2:23; 3:18; 4:28; 13:29; Rom 3:9-18,19-20,21-32), yang kesemuanya diciptakan menurut gambar dan rupaNya (kej 1-26-27). Perjanjian-perjanjian itu bersatu dalam Kristus (Gal 3:28-29; Kol 3:11). Yesus adalah misteri dari Allah, yang semula tersembunyi, namun sekarang telah dinyatakan. (Ef 2:11-3:13)!

Petunjuk rencana ini terungkap dalam PL (Kej 3:15; 12:3; Kel 19:5-6, dan ayat-ayat universal dalam kitab para nabi). Namun demikian, agenda inklusif ini tidak jelas (I Kor 2:6-8). Dengan kedatangan Yesus dan Roh hal ini mulai menjadi lebih jelas. Paulus menggunakan istilah “rahasia” untuk menggambarkan rencana penebusan total ini, yang dulunya tersembunyi, tetapi sekarang telah sepenuhnya diungkapkan (I Kor 4:1; Ef 6:19; Kol 4:3; II Tim1:9) Namun demikian, ia menggunakannya dalam beberapa pengertian yang berbeda.
1. Suatu pengerasan sebagian Israel untuk memungkinkan bangsa-bangsa lain dimasukkan. Masuknya bangsa-bangsa lain ini akan bekerja sebagai mekanisme (kecemburuan) bagi orang Yahudi untuk menerima Yesus sebagai Mesias yang dinubuatkan (Rom11:25-32).
2. Injil diberitakan kepada bangsa-bangsa, yang semuanya berpotensi untuk dimasukkan dalam Kristus dan melalui Kristus (Rom16:25-27; Kol 2:2).
3. Orang percaya akan memiliki tubuh baru pada Kedatangan Kedua (I Kor 15:5-57; I Tes 4:13-18).
4. Penjumlahan segala sesuatu dalam Kristus (Ef 1:8-11).
5. Orang bukan Yahudi dan Yahudi adalah sesama ahli waris (Ef 2:11-3:13).
6. Keintiman hubungan antara Kristus dan Gereja dijelaskan dalam istilah perkawinan (Ef 5:22-33).
7. Orang kafir tercakup dalam umat perjanjian dan didiami oleh Roh Kristus sehingga menghasilkan kedewasaan yang serupa Kristus, yaitu, gambar Allah yang dipulihkan dalam manusia yang jatuh (Kej 1:26-27; 5:1; Kol 1:26-28).
8. Antikristus akhir zaman (II Tes 2:1-11.).
9. Ringkasan gereja awal tentang rahasia ini ditemukan dalam sebuah himne dalam I Tim 3:16.

Sumber:
Dr. Bob Utley, KUMPULAN KOMENTARI PANDUAN BELAJAR PERJANJIAN BARU, VOL. 8, Kitab Efesus

  1. 24 Agustus 2015 pukul 7:50 PM

    Reblogged this on ANDOPITU-BIBI JUDEU.

  1. 13 Agustus 2015 pukul 12:28 AM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: