Beranda > RENUNGAN > Catatan Perjalanan ke Tiongkok VIII: Mencermati Pendidikan Dasar di Tiongkok

Catatan Perjalanan ke Tiongkok VIII: Mencermati Pendidikan Dasar di Tiongkok


Dimuat dalam Euangelion Juni-Juli 2015, edisi 148, hlm 89-92

Catatan Perjalanan ke Tiongkok VIII:
Mencermati Pendidikan Dasar di Tiongkok

Sebagai sebuah negara dengan penduduk terbesar di dunia, ditambah dengan perkembangan ekonomi yang amat pesat dalam dua dekade terakhir ini, menjadikan Tiongkok sebagai pusat perhatian dunia. Orang-orang Tiongkok mengembara ke seantero dunia. Orang-orang dari seantero dunia pergi ke Tiongkok. Pertukaran budaya antara Tiongkok dengan negara-negara lain terus berlangsung seiring dengan kemajuan negara tersebut.

Salah satu unsur penting yang memberikan kontribusi besar bagi kemajuan negara tersebut terletak pada bidang pendidikan. Tentunya kita tidak dapat menyangkali bahwa bidang-bidang di dalam Ipoleksosbudhankam turut memberikan andil secara aktif dalam mendorong percepatan kemajuan negara Tiongkok. Dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia, Pendidikan di Tiongkok memiliki baik kesamaan maupun perbedaan, kelebihan dan juga kekurangan.

Melalui karya tulis ini, kita akan mencoba mencermati pendidikan di Tiongkok. Sama halnya dengan pendidikan di negara-negara lain pada umumnya, bidang pendidikan di Tiongkok juga mencakup berbagai jenjang yang berbeda. Karya tulis ini secara khusus akan membatasi diri untuk menelaah jenjang pendidikan dasar saja.

Letak Pendidikan Dasar
Pada umumnya pendidikan dikategorikan menjadi tiga jenjang yang berbeda. Ketiga jenjang tersebut meliputi jenjang pendidikan dasar (chudeng jiaoyu), jenjang pendidikan menengah (zhongdeng jiaoyu) dan jenjang pendidikan tinggi (gaodeng jiaoyu). Tiongkok pun menjabarkan sistem pendidikan mereka ke dalam tiga jenjang tersebut. Ketiga jenjang pendidikan yang berbeda ini tercakup di dalam apa yang dinamakan sebagai pendidikan resmi. Sehingga, pendidikan resmi di Tiongkok diawali dari jenjang pendidikan dasar.

Pembagian atas ketiga jenjang pendidikan yang berbeda di atas tidak berarti bahwa sebelum jenjang pendidikan dasar tidak terdapat pendidikan lain yang mendahuluinya. Pada kenyataannya, Tiongkok memiliki pula yang biasanya kita sebut dengan pendidikan prasekolah (preschool education, mereka menamakannya xueqian jiaoyu). Akhir-akhir ini pendidikan prasekolah mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah Tiongkok. Tidak sedikit dana telah dialokasikan untuk meneliti dan mengembang pendidikan prasekolah. Universitas-universitas membuka jenjang Strata 2 dan Strata 3 untuk apa yang dinamakan sebagai program studi pendidikan prasekolah.

    Marilah kita kembali ke fokus utama penelaahan kita kali ini, yakni pendidikan dasar! Setiap desa di Tiongkok paling sedikit telah memiliki satu Sekolah Dasar. Berdasarkan data statistik tahun 2010, di seluruh Tiongkok telah memiliki 280.184 Sekolah Dasar dengan jumlah murid yang mendaftar mencapai angka 17.388.465 orang. Dalam Undang-Undang Pendidikan di Tiongkok, Sekolah Dasar termasuk di dalam program wajib belajar (yiwu jiaoyu). Itu berarti pendidikan dasar merupakan bagian dari program wajib belajar yang dicanangkan oleh pemerintah Tiongkok. Setiap anak yang berusia antara enam hingga sebelas tahun diwajibkan untuk mengenyam pendidikan dasar. Keharusan ini tidak dapat ditawar-tawar.

Kurikulum Pendidikan Dasar
Oleh karena pendidikan dasar termasuk di dalam program wajib belajar, pemerintah Tiongkok memiliki tanggung jawab untuk menyelenggarakan pendidikan dasar bagi rakyatnya. Lebih dari sembilan puluh prosen Sekolah Dasar di Tiongkok merupakan sekolah negeri, yang notabene didirikan oleh negara. Meskipun demikian, pemerintah tetap membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mendirikan dan menyelenggarakan Sekolah Dasar swasta.

Di Tiongkok, Sekolah Dasar memberikan siswa-siswi pelajaran di dalam enam area. Keenam pelajaran tersebut berturut-turut terdiri dari Budi Pekerti, Matematika, Bahasa, Bahasa Inggris, Sains, Kesenian, Musik dan Olah Raga. Adapun pelajaran Budi Pekerti berisi pengajaran akhlak, moral, etika atau seputar itu, tidak ketinggalan rasa cinta terhadap bangsa dan negara. Pelajaran Bahasa yang dimaksud tidak lain dari bahasa Mandarin. Bahasa Inggris juga tercakup di dalam kurikulum Sekolah Dasar dan baru diajarkan mulai dari kelas tiga. Meskipun demikian, ada sebagian sekolah dasar yang memberikan pelajaran bahasa Inggris bagi muridnya sejak kelas satu.

Satu tahun ajaran terdiri dari dua semester dengan total pertemuan kelas 38 minggu. Setiap tahun terdapat liburan dua kali: liburan musim dingin dan liburan musim panas. Liburan musim dingin biasanya berlangsung antara pertengahan Januari hingga akhir Februari, di mana hal ini terkait langsung dengan libur nasional Imlek. Liburan musim panas biasanya berlangsung antara akhir Juni hingga akhir Agustus. Pengaturan libur musim dingin dan libur musim panas bisa berbeda bagi sekolah dasar yang di Utara dengan yang di Selatan. Musim dingin di Belahan Utara lebih panjang daripada musim dingin di Belahan Selatan.

Jadwal Pendidikan Dasar
Sekolah Dasar di Tiongkok ditetapkan dengan sistem pembelajaran antara lima sampai enam tahun. Sama dengan di Indonesia, Sekolah Dasar di Tiongkok dibagi atas kelas satu hingga kelas enam, di mana setiap jenjang ditempuh dalam waktu satu tahun lamanya.

Di Tiongkok murid-murid Sekolah Dasar menempuh pendidikan lima hari dalam satu minggu. Murid-murid Sekolah Dasar pergi ke sekolah dari hari Senen sampai hari Jumat. Nyaris tidak didapati lagi Sekolah Dasar dengan sistem pendidikan enam hari. Setiap hari, siswa-siswa Sekolah Dasar harus melakukan senam kesehatan atau kadang-kadang lari keliling lapangan. Senam dan lari merupakan dua bentuk latihan fisik yang dipandang penting. Selain itu, masih terdapat mata pelajaran olah raga pula.

Sepanjang hari Senen hingga hari Jumat, murid-murid Sekolah Dasar berangkat ke sekolah pada pagi hari dan baru pulang dari sekolah pada sore hari. Lonceng masuk sekolah bervariasi antara pukul tujuh sampai pukul delapan sementara lonceng pulang bervariasi antara pukul empat sampai pukul lima. Setiap jam pelajaran berlangsung selama empat puluh menit. Istirahat pendek berlangsung sepuluh menit dan istirahat panjang dua puluh hingga tidak puluh menit. Pada tengah hari ada pula istirahat makan siang sekaligus istirahat tidur siang. Durasi istirahat tengah hari bisa berlangsung antara dua jam hingga dua setengah jam. Umumnya, makan siang dan tidur siang dijadwalkan pukul 12.00 hingga 14.30. Sehabis makan siang, murid-murid Sekolah Dasar diharuskan tidur siang. Setiap Sekolah Dasar memiliki kelas khusus buat tidur siang. Dalam ruangan tidur, busa tipis atau tikar dihamparkan di atas lantai. Ada guru-guru yang menjaga murid-murid guna menjamin mereka betul-betul menggunakan waktu tidur siang untuk beristirahat.

Beberapa Tinjauan Kritis
Sistem sekolah lima hari dalam satu minggu memiliki baik segi positif maupun segi negatif. Di satu sisi siswa-siswi Sekolah Dasar hanya perlu sekolah lima hari. Pada sisi yang lain, dari hari Senen hingga hari Sabtu, murid-murid harus menempuh jam sekolah yang panjang, dari pagi hingga sore. Harus diakui bahwa sistem sekolah lima hari seminggu dengan setiap harinya sekolah dari pagi hingga sore seiring dengan industrialisasi yang berkembang di zaman modern ini. Anak-anak Sekolah Dasar tidak seharusnya dipaksa untuk mengikuti irama kerja orang dewasa; Senen hingga Jumat; pagi hingga sore. Lebih manusia apabila siswa-siswi Sekolah Dasar tetap bersekolah enam hari satu minggu, di mana setiap hari mereka cukup bersekolah setengah hari saja.

Satu hal yang menarik sekali untuk dicermati pada Sekolah Dasar-Sekolah Dasar di Tiongkok adalah perihal istirahat siang. Adanya pengaturan waktu tidur siang memberikan kesempatan yang baik bagi murid-murid untuk mendapatkan istirahat siang yang cukup. Di tengah-tengah derasnya arus sekolah lima hari satu minggu dari pagi hingga sore, sistem tidur siang bagi anak-anak di Sekolah Dasar patut mendapat acungan jempol.

Mata pelajaran Bahasa Inggris telah masuk ke dalam kurikulum Sekolah Dasar. Pelajaran bahasa asing baru diberikan pada kelas tiga. Hal ini tidak terlepas dari desakan-desakan orang tua dan tuntutan zaman bagi anak-anak agar mereka belajar diberikan pelajaran Bahasa Inggris sedini mungkin. Murid-murid Sekolah Dasar baru mulai belajar bahasa ibunya secara sistematis dan langsung sejak kelas tiga harus belajar bahasa asing tampak kurang tepat. Lebih bijaksana apabila menunggu sampai siswa-siswi telah menguasai bahasa negaranya dengan baik barulah diberikan pelajaran bahasa asing.

Setiap hari, dari Senen hingga Jumat, murid-murid Sekolah Dasar di Tiongkok melakukan kegiatan senam pagi atau lari keliling lapangan. Latihan gerak tubuh badan seperti ini perlu dipertahankan dan terus digalakkan. Anak-anak Sekolah Dasar sepatutnya berkembang secara holistik, baik intelektualitasnya maupun fisiknya. Terlebih lagi bahwa pada usia anak-anak di Sekolah Dasar, fisik mereka sedang mengalami pertumbuhan yang pesat. Sekolah-sekolah sepatutnyalah memfasilitasi siswa-siswi Sekolah Dasar dengan latihan-latihan gerak tubuh.

Kiranya melalui tulisan ini, para pembaca dapat memahami gambaran umum tentang pendidikan dasar di Tiongkok. Melalui artikel ini, kita dapat melihat letak kesamaan dan perbedaan, lebih dan kekurangan pendidikan dasar di Tiongkok. Lewat beberapa tinjauan kritis, besar harapan penulis kita semua dapat memetik pelajaran-pelajaran yang berharga dari pendidikan dasar di Tiongkok. Hal-hal yang positif dapat kita pertimbangkan untuk diterapkan ke dalam sistem pendidikan dasar di negara kita, sementara hal-hal yang negatif bisa kita cegah agar jangan sampai diterapkan ke dalam sistem pendidikan dasar di tanah air. Guna mendorong pendidikan dasar di Nusantara agar semakin hari semakin berkembang secara benar, kita patut pula mempertimbangkan berbagai faktor lokal di tanah air, sambil tetap becermin dari dunia internasional.

Tjiauw Thuan alias Hali
Dosen UPH Tangerang fakultas FLA
halistulos@gmail.com

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: