Beranda > Uncategorized > ISRAEL, TAHUN SABAT dan TAHUN YOBEL

ISRAEL, TAHUN SABAT dan TAHUN YOBEL


ISRAEL, TAHUN SABAT dan TAHUN YOBEL

Baca: Imamat 25

TAHUN SABAT

Tahun Sabat adalah setiap tahun ke-7. Jadi setelah tahun ke-6 maka akan memasuki 1 tahun yg dinamakan Tahun Sabat.

Tanggal 25 September 2014-13 September 2015 bangsa Israel akan memulai TAHUN SABAT dalam Kalendernya dan ini menjadi satu contoh lagi mengenai bagaimana Israel modern tetap dalam ketidakpercayaan dan mengabaikan hukum Allah. Musa menuntut bahwa tanah diistirahatkan setiap 7 tahun (Im. 25:1-7).

Renungan:

1. Tahun Sabat itu adalah “bagi Tuhan” (Im. 25:4). Ini adalah suatu cara bagi umat Tuhan untuk menghormati Tuhan dalam hal yang kelihatannya sulit.

2. Tahun Sabat itu adalah Ujian Iman. Tindakan ini adalah untuk membiarkan tanah beristirahat (Im. 25:5). Ini adalah suatu ujian iman (Im. 25:18-22). Jika umat taat, YHWH berjanji akan memberkati hasil tanah di tahun keenam sehingga akan mencukupi kebutuhan mereka untuk tahun itu, tahun ke-7 peristirahatan, dan tahun ke-8, sampai tanaman yang ditanam pada tahun ke-8 dapat dikumpulkan. Iman mempercayai dan menaati Firman Tuhan (Roma 10:17). Israel di zaman dulu tidak mempercayai Tuhan mengenai tahun sabat, dan itu adalah salah satu alasan mengapa terjadi 70 tahun pembuangan (2 Taw. 36:21).

Hari ini Israel mengejar berbagai kebijakan pintar, bukannya menaati dan mempercayai Tuhan. Ada yang berharap kepada pemerintah untuk menolong mereka dari kas $29 juta dolar. Ada yang memainkan permainan Farisi dengan cara “menjual” tanah mereka kepada seorang non-Yahudi hanya untuk satu tahun. “Karena perintah Alkitab mengacu kepada ‘tanahmu,’ transfer kepemilikan tanah membuat hukum itu tidak berlaku bagi tanah dan tanaman yang ditanam di atasnya, mengizinkan pekerjaan agrikultural untuk terus berlanjut tanpa banyak perubahan”

Orang-orang lain lagi menaruh tanah mereka ke bawah otoritas suatu badan publik yang menyewakannya kepada orang-orang luar untuk dikerjakan, dan lalu hasilnya didistribusikan kepada komunitas. Semua ini adalah cara-cara untuk tidak menaati Firman Tuhan. Israel bukan sedang menantikan Kristus; Israel sedang menantikan Antikristus, yang akan mengizinkan mereka untuk membangun Bait Ketiga sehingga ia bisa menyatakan dirinya sendiri sebagai Tuhan di sana.

Sabat 6 hari bekerja, 1 hari beristirahat. Tahun Sabat, 6 tahun bekerja, 1 tahun beristirahat/refresh our life.

Penerapan praktis:

Di USA yg mungkin karena sebagian warganya keturunan Yahudi, ada aturan dikalangan Gereja dan dunia Teologi STT bagi para Hamba Tuhan Full Timer/Gembala/Dosen Teologi setelah melakukan pelayanan selama 6 tahun, para Gembala Jemaat/Dosen Teologi tersebut diberikan kebebasan untuk Cuti setahun Penuh, ini disebut Tahun Sabat atau Masa Sabatikal bagi mereka. Biasanya para Dosen Teologi/Gembala yg mengambil cuti Sabatikal ini memanfaatkan waktunya untuk meneliti dan membuat Buku, melakukan perjalanan liburan atau misi ke negara2 lain, dll. Misal: Ravi Zakharias liburan ke Indonesia pada masa cuti Sabatikalnya.

Apa yg bisa anda dan saya petik dari kisah mengenai Tahun Sabat dan bagaimana kita mempraktekkannya dalam kehidupan ekonomi, sosial masyarakat, dll?

Menggelitik pikiran:

Jika anda sbg Bos dan punya karyawan atau pembantu yg bekerja puluhan tahun/bertahun2 mungkin anda perlu memberikan Tahun Sabat untuk mereka dan bahkan diri anda sendiri??? Anda sangat giat bekerja dalam dunia ini, berikan pada diri anda dan Tuhan tahun sabat itu???

Jika anda memberikan hutang dan pinjaman kepada orang lain selama bertahun2 tdk bisa membayar???

Tanah perkebunan/pertanian bahkan Ternak2 anda perlu mendapatkan Tahun Sabat???

Penting bagi kita mengoreksi diri, kerohanian dan relasi dg Tuhan dan sesama, kesaksian hidup dalam Masa Sabatikal ini. Kita seharusnya Meningkatkan Pertumbuhan Iman dan kedewasaan Rohani dalam Masa Sabat ini dg berpegang pada Janji Tuhan.

TAHUN YOBEL

YOBEL dari kata Ibrani ybl (yovel) bisa berarti “domba jantan,” atau “tanduk domba jantan.” Dalam beberapa teks Perjanjian Lama, seperti di dalam Keluaran

19:13 dan Yosua pasal 6, kata ini diyakini merujuk kepada shofar. Shofar adalah terompet yang terbuat dari tanduk domba jantan dan biasa dibunyikan pada permulaan perayaan Hari Raya Pendamaian/Yom Kippur.

Tahun Yobel (Ibrani: יובל) atau Jubilee (inggris) adalah salah satu perayaan keagamaan dalam tradisi Yahudi. Tahun ini dikenal sebagai tahun ke-50. Dalam tradisi Yahudi, tahun Yobel dirayakan bersamaan dengan Hari Raya Pendamaian. Perayaan ini dibuka dengan meniupkan sangkakala (shofar) yang tidak hanya menjadi tanda dimulainya perayaan, tetapi juga menjadi seruan pembebasan bagi para budak, termasuk pembebasan lahan pertanian. Secara rinci, informasi mengenai perayaan tahun Yobel dapat dibaca di dalam Imamat 25.

Tahun Yobel dirayakan satu kali dalam setiap 50 tahun. Jadi bagi sebagian besar orang Yahudi, mereka hanya mengalami satu kali Tahun Yobel selama hidupnya. Tahun 2016 (5775) ini akan menjadi Tahun Yobel yang ke-70 bagi Bangsa Yahudi. Umat Israel menjadikan perayaan ini sebagai puncak dari siklus tujuh kali Tahun Sabat (karena 1 Tahun Sabat =7 tahun, maka 7 Tahun Sabat berjumlah 49 tahun). Menurut keterangan dari penulis kitab Imamat, perayaan ini diawali dengan meniupkan shofar. Pelaksanaan perayaan tahun Yobel yang bertepatan dengan Hari Raya Pendamaian (Yom Kippur) tampaknya bukan tanpa alasan karena keduanya menyuarakan pesan moral yang kait-mengait, yaitu penebusan dan pembebasan.

3 Ketetapan tt Tahun Yobel:

a. Pada tahun Yobel, semua budak Israel harus dibebaskan.

“”Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya.” (Imamat 25:10)

b. Semua harta warisan yang telah dibeli harus dikembalikan kepada pemilik semula dengan cuma-cuma.

**Allah Pemilik Segala Kekayaan, Kita Hanya Manager/Pengelola/PenatalayanNya.

Ini memuat pesan teologi yang sangat penting, yaitu Allah sebagai pemilik tanah warisan. Tugas manusia hanyalah menggarap tanah. Jadi, ketika seseorang membeli tanah, orang tersebut tidak membeli tanah, melainkan membeli hak penggarapan tanah tersebut.

“Tanah jangan dijual mutlak, karena Akulah pemilik tanah itu, sedang kamu adalah orang asing dan pendatang bagi-Ku.” (Imamat 25:23) baca juga Imamat 25:25-27

c. Pada tahun Yobel, tanah tidak boleh digarap.

“Tahun yang kelima puluh itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, jangan kamu menabur, dan apa yang tumbuh sendiri dalam tahun itu jangan kamu tuai, dan pokok anggur yang tidak dirantingi jangan kamu petik buahnya.” (Imamat 25:11)

** Tahun Yobel bisa dikatakan sbg Tahun Pembebasan/Kelepasan bagi orang Yahudi sbg Budak dan Pembebasan Harta Benda terutama Tanah Pusaka masing-masing suku.

Selain ketetapan yang telah disebutkan di atas, 3 aspek yang menjadi pengecualian dalam tahun Yobel, yaitu:

1. Orang yang terpaksa menjual miliknya di kota, hanya berhak menebusnya selama satu tahun, dan tidak mendapatkannya kembali pada tahun Yobel, sebab rumah tersebut tidak menjadi dsar hidup keluarga selayaknya rumah dan ladang di luar kota. (Imamat 25: 29-31)

2. Jika yang dijual adalah rumah orang Lewi, rumah itu dapat ditebus kapan saja karena orang Lewi memiliki hak khusus, yaitu hak kepemilikan untuk selamanya. (Imamat 25:32-34)

3. Penebusan dan peraturan-peraturan tahun Yobel yang lain rupanya tidak berlaku bagi orang asing/ budak. Ini dilakukan untuk menjaga keutuhan marga dan keluarga Israel.

Tanah milik pusaka masing2 suku haruslah menjadi milik pusaka suku tersebut, tidak boleh beralih menjadi milik pusaka suku lain, sehingga ada Tahun Yobel.

Bilangan 36:7  Sebab milik pusaka orang Israel tidak boleh beralih dari suku ke suku, tetapi orang Israel haruslah masing-masing memegang milik pusaka suku nenek moyangnya.

Lagu:

TAHUN YOBEL

Saudara, Dengarlah Sangkakala,

Membawa Pembebasan bagi semua orang

Tidakkah kau tahu, inilah TAHUN YOBEL

Angkat tanganmu Bebaskan Tawanan

Ini Tahun Pembebasan 2x

Semua tawanan dilepaskan

Yang Lumpuh dan Yang Buta

Lompat dan bersoraklah

Sbab ini Tahun Pembebasan

Tuhan Yesus ketika membaca Nats Kitab Yesaya dalam Lukas 4:16-19 menyatakan Kedatangannya adalah membawa Tahun Perkenan/Rahmat Tuhan, Yesus pembebas bagi dosa dan kelemahan umatNya. Ini dimetaforakan abg Tahun Yobel, dari Bukit Sion Keselamatan dan Pembebasan/Penebusan Datang.

Tuhan Yesus membawa Tahun Yobel dalam dan melalui pelayananNya di dunia.

Menurut Lukas, Yesus melakukan pelayanan YOBEL:

1. Yesus membawa Kabar Baik tt Kerajaan Allah dan Keselamatan bagi manusia dan menawarkannya kepada semua orang yang mau menerimanya, terlepas apakah mereka kaya atau miskin secara ekonomi.

2. Yesus menjadi Sahabat bagi orang2 miskin dan yg butuh pertolongan dalam masyarakatnya.

Bahkan dalam kelompok para murid mereka mengalami status baru dalam masyarakat.

3. Yesus merawat secara jasmani orang2 yg sakit dengan karya kuasa penyembuhanNya.

4. Yesus memberi makan orang2 yg Lapar

5. Yesus dg tegas memerintahkan orang Kaya untuk memberi sedekah/derma

6. Yesus mengritik Orang Kaya dan yang Kejam. Yesus menyuarakan Penghakiman Tuhan di Akhir Zaman kpd mereka.

Untuk mereka, seperti Zakheus yg mendengarkan Sabda Yesus dan Mengalami Pertobatan dan mengubah cara hidup mereka.

18  “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku

19  untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.

Apakah saudara dan saya sudah mengalami masa Yobel pembebasan itu dalam hidup kita? Sudahkah kita alami Pembebasan dari Perbudakan Dosa seperti Zakheus yang mengalami Sukacita Besar (Jubilee — Jubilation) dalam hidupnya setelah Perjumpaan dengan Yesus terjadi dalam hidupnya?

Adakah kita menyediakan dan menggunakan Masa Sabatikal/Perhentian dan Masa Yobel/Pembebasan bagi Kemuliaan Tuhan dan introspeksi kerohanian kita di hadapan Tuhan dan pertumbuhan iman serta kesaksian karakter hidup kudus kita yang dilihat orang dunia ini?

Adakah kita memberitakan Kabar Baik dan mengajak orang lain di sekitar kita untuk Sungguh mengalami Yobel (Pembebasan melalui Pertobatan Sejati) dalam hidup mereka?

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: