Beranda > PESONA ALKITAB, Uncategorized > Belajar dari Kesalahan Saul

Belajar dari Kesalahan Saul


1 Sam 13:1-14

Dr. Steven Liauw, diterjemahkan oleh William, English Service

Belajar dari Kesalahan Saul

Saul punya banyak sisi +, penampilannya sangat menarik. Samuel pun memuji dia pd awalnya. Semua orang Israel melihat dia luar biasa. Selain karisma, Saul punya keberanian dlm berperang menghadapi musuh2 bangsa Israel.

Sayang, Saul gagal dalam Ujian Tuhan. Mengapa dan bagaimana Saul gagal dalam Ujian Tuhan? Kita semua akan menghadapi ujian dlm hidup kita, bagaimana Saul gagal, supaya kita tdk gagal.

1. Saul lebih mementingkan ritualitas agama dibandingkan Ketaatan pd Tuhan.

Saul berpikir sepanjang dirinya mempersembahkan korban bagi Tuhan, semuanya akan berjalan lancar.

Banyak orang berpikir seperti Saul. Banyak orang berpikir, selama saya masih pergi ke gereja, Tuhan pasti menyertai saya dan menolong saya.

Kita harusnya tdk bergantung pd ritualitas agama, namun mempunyai hubungan pribadi dg Tuhan.

Pasal 15 kesalahan Saul kedua.

Tuhan lebih mementingkan Ketaatan dibandingkan Persembahan.

Kita perlu berpikir: Apa yg Tuhan ingin kita lakukan dlm hidup kita?

Ilustrasi: Singa yg berdoa dulu sebelum makan orang. Singa yg dengar khotbah tdk mengubah karakter Singa untuk tdk memangsa mangsanya.

2. Saul tidak percaya pd waktunya Tuhan.

Saul berpikir situasinya begitu genting dan menekan dia, jd dia tdk mau menunggu lebih lama.

Ada orang berkata Tuhan sering terlambat, namun sesungguhnya Tuhan tdk pernah terlambat.

Abraham dan Sara menunggu kehadiran anak lebih dari 20 thn. Ketika 99 thn, Tuhan mengunjungi Abraham.

Crita lain lagi tentang Kematian Lazarus. Maria dan Marta merasa Yesus terlambat datang.

Lazarus telah mati 4 hari, harusnya Tuhan Yesus datang lebih cepat waktu Lazarus masih sakit. Tuhan engkau terlambat.

Tuhan buat mujizat dam Tuhan selalu Tepat waktu.

Jika Saul punya hati yg benar, Tuhan tidak perlu memilih Daud.

Firman Tuhan berkata sesungguhnya: Orang2 yg menanti2kan Tuhan seumpama……yg naik terbang dg kekuatan sayapnya, mereka berlari dan tdk menjadi…., mereka berjalan dan tdk menjadi….

Di kitab, pasal dan ayat berapa?

Ada yg berpikir saya perawan tua atau saya sudah perjaka tua.

Menanti waktu Tuhan bukan berarti kita pasif, tidak berbuat apa-apa. Namun

Orang yg menanti2kan Tuhan tetap BERLARI dan BERJALAN.

3. Saul lebih takut pada situasi daripada Takut pd Tuhan.

Saul melihat situasinya begitu buruk. Saul takut kalah dan takit dibunuh orang Filistin. Namun Tdk takut Tuhan di atas segalanya.

Lihat Iman Sadrakh, Mesakh dan Abednego, seandainya Tuhan tidak menolong mereka pun, mereka tetap Beriman dan Percaya Tuhan.

Kita bisa berkata Masalahku Besar, namun Tuhanku Sangat Besar.

Kisah kesalahan Saul ditulis supaya menjadi peringatan bagi kita dan kita tidak mengulangi kesalahan yang sama. Maukah Anda?

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: