Beranda > BERITA > JAKARTA AMBLES 5 METER TAHUN 2025

JAKARTA AMBLES 5 METER TAHUN 2025


JAKARTA AMBLES 5 Meter tahun 2025

Penyebab utama amblesnya tanah Jakarta adalah sejarah kawasannya yang terbentuk dari erosi sungai, sehingga usia tanahnya relatif muda dan mengalami pemadatan. Penurunan muka tanah juga akibat beban gedung, lalu lalang kendaraan berat, hingga gempa tektonik. Pemompamaan air tanah dalam yang berlebihan turut menyumbang amblesnya Jakarta. Dalam mengerem laju penurunan tanah, pemerintah berusaha menyediakan air baku untuk rumah tangga, industri, dan lingkungan. Juga merevitalisasi danau dan pembuatan waduk supaya air bisa terserap sebelum terlimpas ke laut.

Pemulihan Lingkungan Jakarta

Warga Jakarta dilibas air dan iklim yang tak berkesudahan: kiriman air limpasan dari hulu, beban hujan di dalam kota, dan ron dari laut. Mereka berlomba dengan petaka nan sempurna setiap tahun: daratan yang ambles 7,5 cm dan muka air laut yang merambat naik 0,7 cm akibat perubahan iklim. Akibatnya, pada 2030 sebagian besar sungai di Jakarta akan berhenti mengalir ke Teluk. Pemerintah berusaha memulihkan kondisi lingkungan di hulu dan hilir, sekaligus bersiap membangun sistem tanggul dalam agenda Pengembangan Terpadu Pesisir Ibukota Negara (NCICD).

Penurunan Tanah di Sisi Barat

Sekitar 2025, lebih dari 10% kawasan barat Jakarta akan mengalami penurunan muka tanah hingga dibawah tingkat kritis: 2,5 meter di bawah muka air laut pasang tertinggi.

PENGUATAN PERTAHANAN BANJIR

Selama periode 2014-2017 pemerintah akan memperkuat dan membangun tanggul laut sepanjang 95 km di pesisir Jakarta. Sistem tanggul ini direncanakan mampu mengimbangi kenaikan muka laut hingga 2030. Desain memiliki penyesuaian menurut fungsi dan lingkungannya.

Biaya pembangunan tanggul laut itu sekitar USD 2 jt.

Rencana A: penguatan pertahanan banjir 2014-2017, aman dari luap laut hingga 2030.

Pemerintah berharap mampu mengatasi penurunan tanah dalam 15 thn ini. Jika Rencana A mampu menahan laut pasang, Rencana B dan C akan dibangun hanya untuk keperluan jalan raya (tanpa menutup teluk)

Rencana B: Pembangunan Tanggul Laut Raksasa sisi barat 2018-2022. Skenario terburuk jika rencana A gagal. Perlu kebijakan lingkungan yg arif sebelum menutup teluk dengan tanggul, salah satu yg mendesak adalah pengolahan limbah 13 sungai di Jakarta.

Rencana C: Pembangunan Tanggul Laut Raksasa sisi Timur (setelah 2030)

Meskipun NCICD telah mengagendakan, pemerintah belum menganggap penting pembangunan tahap ini karena laju penurunan tanah di kawasan timur tergolong rendah.

Tahukah anda 3 Negara Atol yang terancam Tenggelam karena kenaikan permukaan laut: Tokelau, Tuvalu dan kini Kiribati.

Sumber: National Geographic November 2015.

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: