Beranda > cinta, TOP TEN > 14 HAL WANITA INGINKAN UNTUK DIKETAHUI PRIA TENTANG PERSAHABATAN

14 HAL WANITA INGINKAN UNTUK DIKETAHUI PRIA TENTANG PERSAHABATAN


14 HAL YANG PARA WANITA INGINKAN UNTUK DIKETAHUI PARA PRIA TENTANG PERSAHABATAN

01. Jangan mengirim sinyal yang membingungkan kepada kami. Karena kita “hanya berteman,” tolong perhatikan jumlah energi emosional yang kalian taruh dalam hubungan kita. Para wanita menganalisa segala sesuatu. Dan jika terkadang kalian memberi kepada kami sinyal emosional bahwa kita “lebih daripada teman,” kami mungkin akan berpikir kalian tertarik kepada kami.

02. Kasihi kami seperti seorang kakak laki-laki dan berikan kami keamanan emosional yang sama seperti yang akan kalian berikan kepada adik perempuan kalian sendiri.
Kami, para wanita, dapat menghargai di dalam hati kami ketika seorang pria menjaga kami, melindungi kami, dan melakukan hal-hal yang maskulin bagi kami. Sayangnya, banyak dari kami tidak memiliki hubungan yang dekat dengan ayah atau kakak laki-laki kami. Jadi tanpa terdengar aneh, adalah benar-benar sehat bagi kami untuk memiliki teman-teman pria dalam hidup kami yang memiliki motivasi murni dan menjagai kami.

03. Jangan perlakukan kami seperti “salah satu dari para pria” karena kami bukan pria! Jika kalian cerdas, kalian juga akan menghindari perkataan yang menyulut emosi kepada wanita yang sedang datang bulan (bahkan jika mereka kelihatan lucu bagi kalian) seperti, “Ada apa? Lagi datang bulan, ya?”

04. Bantu kami menghindari membuat kesalahan-kesalahan bodoh dengan pria lain. Karena kalian sendiri adalah seorang pria, kalian mengerti tentang pria lebih baik daripada kami.

Jadi jika kami mulai jatuh cinta dengan seorang pria yang ternyata brengsek, katakan sesuatu! Peringatkan kami (bukan karena kalian sendiri tertarik kepada kami, tapi karena perlindungan tulus dari seorang kakak).

05. Ingatlah bahwa salah satu cara terbaik kalian dapat menunjukkan persahabatan yang tulus kepada kami adalah dengan mendengarkan ketika kami berbicara. Di sisi lain, jangan “berbicara” terlalu dalam, karena sinyal-sinyal yang salah akan dengan mudah dikirimkan.

06. Jangan biarkan ketidakamanan pribadi atau luka-luka kalian membuat kalian marah, defensif, mengasingkan diri, atau sombong. Bersikaplah cukup jantan untuk mengatasi perasaan-perasaan itu. Ketika mereka akhirnya meledak ke permukaan, miliki keberanian untuk mengakui kepada kami apa yang sedang terjadi. (contohnya “Maaf aku sudah marah dan bersikap berlebihan kemarin malam. Aku cuma merasa ketakutan tentang masa depanku, jadi aku sedang dalam keadaan terdesak.”)
Mengertilah, ketika kalian cukup kuat untuk bersikap jujur dengan kami tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi di dalam diri kalian, kami akan berusaha keras menolong kalian.
Kami hanya perlu kalian mengizinkan kami mengetahui apa yang sedang kalian pikirkan daripada selalu menutup diri dari kami. (Semua film dan majalah yang membuat sepertinya para wanita selalu menginginkan pria menjadi kuat adalah salah besar. Kejujuran jauh lebih mengesankan kami daripada sikap macho yang palsu).

07. Pastikan persahabatan kita memiliki dua sisi. Jangan hanya memprioritaskan hubungan kita ketika kalian memerlukan kami untuk melakukan penelitian untuk tugas paper kalian, atau sebagai pengisi kesepian di Sabtu malam. Itu bukan persahabatan namanya, tapi memanfaatkan.

08. Kepercayaan adalah hal yang penting bagi kami. Jadi jika kami memberikannya kepada kalian, jangan melanggarnya.
Itu artinya menjaga emosi kalian, tetap konsisten, dan menjaga rahasia-rahasia kami. Tidak adil memperlakukan kami seperti seorang adik perempuan enam hari dalam seminggu dan kemudian seperti seorang pacar di hari ketujuh. Itu menjadi hal yang menakutkan dan tidak stabil bagi kami. Jadilah salah satu dari para pria yang benar-benar peduli dengan teman-teman wanitanya untuk apa yang ada di dalam diri mereka, bukan untuk “pembungkus luarnya.”

09. Berikan semangat! Berikan semangat! Berikan semangat!
Dan cobalah juga untuk tidak bersikap sarkastik. Para wanita menjadi hidup ketika seseorang memperhatikan sesuatu yang mereka lakukan dengan benar dan menyebutkannya. Jadi tolong kami dengan hal ini. Tanpa bersikap sentimentil, katakan kepada kami sekali-sekali apa yang kalian hargai tentang kami.
Kami tahu bahwa sarkasme hampir menjadi bahasa kedua pria dalam budaya kita. Dan kami tidak menyangkali bahwa terkadang kalian benar-benar lucu ketika kalian bersikap sarkastik. Tapi cobalah untuk tidak bersikap seperti itu dalam persahabatan kita. Meskipun kami akan tertawa di luar, itu menciptakan dinamika persahabatan yang semakin tidak aman di dalam. Dan ini sangat penting, jika kalian memiliki perkataan yang buruk, jangan katakan itu di sekitar kami juga. Kalian membuat kami merasa murah dan kotor.

10. Jangan menyalahartikan persahabatan kita untuk sesuatu yang lebih dari itu. Sama halnya kami tidak ingin kalian mengirim sinyal-sinyal yang membingungkan, kami juga akan berusaha melakukan yang sama. Tapi tolong berikan kami kesenangan dalam hal memiliki teman-teman pria tanpa secara diam-diam membaca hal-hal lain dalam hubungan itu.

Jika kalian mulai memiliki perasaan cinta, katakan kepada kami dan mundurlah.

11. Hampir mustahil bagi seorang pria dan wanita untuk menjadi “sahabat” tanpa salah satu dari mereka memiliki perasaan di dalam hati terhadap orang tersebut. Jadi jagalah jangan sampai persahabatan itu menjadi “terlalu dekat.” (Meskipun kami para wanita tidak suka mengakuinya, biasanya si wanitalah yang seringkali memiliki perasaan terhadap si pria.) Tidak peduli berapa banyak persahabatan atau kebutuhan emosional yang dapat diberikan hubungan itu kepada kalian, jagalah jangan sampai ada kemungkinan “maksud-maksud yang tidak jelas.” Tidak adil jika kalian menggunakan nada suara dan kata-kata yang lembut ketika kalian sedang kesepian dan kemudian belakangan berkata, “Aku sama sekali tidak tahu bagaimana ia bisa berpikir seperti itu.”

12. Perhatikan kami untuk hal-hal yang benar. Kadang-kadang, bahkan dalam komunitas gereja, menjadi seorang “wanita baik-baik” tampaknya hanya menghasilkan tidak lebih dari sekadar status ”wanita yang duduk tanpa ikut berdansa” (pemalu). Akan sangat menyenangkan kami jika kami merasa sepertinya para pria dengan jujur menghargai fakta bahwa kami memprioritaskan karakter dan integritas di atas sensualitas dan manipulasi.

13. Sebagai teman kami, berikan kami harapan bahwa pria yang cinta tuhan benar-benar masih ada dalam budaya hari ini. Kami tidak sedang mencari kesempurnaan, tapi kami ingin percaya bahwa Allah benar-benar memiliki seorang “ksatria berbaju zirah” di planet ini untuk kami. Jadi tunjukkan karakter Kristus di hadapan kami. Kalian akan memberi kami harapan untuk masa depan dan menjaga hati kami terhadap pilihan-pilihan bodoh dan gampangan di masa kini.

14. Jadilah lebih daripada seorang teman yang adalah orang Kristen. Jadilah seorang teman Kristen. Ada sebuah perbedaan besar. Sekali-sekali, buat kami terkejut dengan menawarkan diri untuk berdoa bersama kami tentang sesuatu. Kami tahu terkadang itu bisa terasa aneh dan canggung, tapi itu akan membuat kalian sejajar dengan “Braveheart” jika kalian melakukannya.

Sumber: Membongkar Rahasia Berpacaran, Jeanne Mayo

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: