Beranda > DOKTRIN GEREJA, Fundamental, Uncategorized > KRISTEN TAK PERLU IMB RUMAH IBADAH

KRISTEN TAK PERLU IMB RUMAH IBADAH


Orang Kristen yang mengerti tentang kekristenan secara benar, tahu persis bahwa orang Kristen bukan hanya tidak membutuhkan IMB khusus rumah ibadah, bahkan orang Kristen tidak membutuhkan waktu ibadah serta tempat ibadah. Umat agama lain mengharuskan orang Kristen mempunyai rumah ibadah dan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) khusus untuk ibadah karena tidak mengerti tentang kekristenan. Pemimpin Kristen yang tidak mengerti tentang kebenaran Alkitab tidak sanggup menjelaskan, akhirnya mengikuti seluruh keinginan pemimpin agama lain. Inilah yang sedang terjadi di Indonesia, dan di banyak negara lain.

Sistem Ibadah Kekristenan Berbeda Dari Agama Lain

Manusia Jatuh Ke Dalam Dosa

Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, maka manusia tidak menjadi seperti Allah sebagaimana kata iblis, bahkan tidak bisa menghampiri Allah yang maha kudus, melainkan akan mati. Dan sesudah mati jiwa dan roh manusia akan pergi ke tempat yang disiapkan untuk iblis, yaitu Neraka. Allah tidak menyiapkan Neraka untuk manusia, melainkan untuk iblis (Mat.25:41).

Satu-satunya cara untuk menyelesaikan dosa manusia ialah penghukuman, karena Allah adalah pribadi yang maha adil. Kemahaadilan Allah menuntut penyelesaian dosa melalui penghukuman. Cara ini juga dipakai oleh seluruh pemerintah di muka bumi.

Manusia yang membunuh akan dihadapkan ke pengadilan dan dihukumkan. Karena manusia telah berbuat dosa, maka manusia akan dihukumkan. Tetapi Allah mengasihi manusia dan menjanjikan keselamatan bagi manusia yang telah jatuh ke dalam dosa. Tentu manusia harus mengaku telah berdosa dan menyesali perbuatan (dosa) nya. Tindakan ini disebut bertobat. Allah berjanji akan mengirim seseorang yang akan dihukumkan untuk menggantikan manusia berdosa. Dan tentu dosa mereka akan dihitung tertanggung kepada penyelamat yang akan dikirimkan untuk menanggung dosa mereka, jika mereka mau bertobat dan percaya kepadaNya. Adam, Nuh, Abraham dan Musa harus percaya kepada Juruselamat yang akan menanggung dosa mereka. Tentu mereka juga bertobat yang artinya mengaku salah dan menyesal.

Ibadah Simbolik Didirikan
Juruselamat yang dijanjikan belum segera dikirim, untuk itu Adam dan seluruh keturunannya harus bersabar dan harus percaya bahwa Allah akan mengirim Juruselamat untuk dihukumkan menggantikan mereka. Mereka harus beriman ke depan yaitu sebuah pengharapan akan Juruselamat untuk menggantikan mereka dihukumkan atas semua dosa mereka.

Karena kedatangan Juruselamat masih jauh, maka Allah suruh mereka melakukan upacara ibadah simbolik sederhana, yaitu membangun sebuah mezbah, dan menyembelih seekor domba di atasnya sambil memegang kepala domba itu dan mengaku dosa. Tindakan ini adalah sebuah simbol bahwa mereka percaya kepada janji Allah yang akan mengirimkan Juruselamat untuk menggantikan mereka dihukumkan, dan domba yang sedang mereka sembelih itu adalah simbol Sang Juruselamat. Ini adalah ibadah simbolistik sederhana yang pertama Allah tetapkan. Adam harus mengajarkannya kepada anak-anaknya agar mereka sungguh beriman sehingga kalau tubuh mereka mati, maka roh dan jiwa mereka akan pergi ke Sorga. Zaman itu ayah ditetapkan sebagai imam, sehingga seorang ayah bisa memberkati atau mengutuk anak-anaknya. Dan ayah juga adalah pokok kebenaran karena melalui seorang ayahlah kebenaran rohani diteruskan.

Alkitab memberitahukan kita bahwa salah satu anak Adam, Habel, percaya dan melakukan ibadah simbolik ini dengan penuh iman. Tetapi saudaranya, Kain, tidak percaya, dan ia memakai caranya sendiri, yaitu menggantikan domba dengan hasil tanaman. Tentu Tuhan tidak bisa terima sayuran untuk menyimbolkan Sang Juruselamat, sebagaimana dalam surat Ibrani Paulus sampaikan bahwa tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan (Ibr .9:22).

Sampai zaman Nuh, Alkitab mengatakan bahwa semua orang telah menjadi jahat, tentu karena mereka melupakan janji Allah, bahkan melupakan Allah. Nuh diselamatkan melalui
bahtera, dan setelah keluar dari bahteranya, hal pertama yang Nuh lakukan ialah membangun sebuah mezbah dan mempersembahkan seekor binatang korban di atasnya.
Tetapi manusia sangat cepat menjadi jahat. Nimrod, cucu Ham, membangun menara Babel untuk mencapai Allah. Tentu Tuhan dengan gampang menghukum manusia yang sangat sombong dan jahat itu. Tuhan mengacaukan bahasa mereka sehingga menara Babel tidak selesai, dan mereka terserak sesuai dengan kelompok bahasa mereka.

Sebuah Bangsa Direncanakan
Setelah manusia terserak ke berbagai arah bumi, dan banyak ayah yang tidak mengajarkan kebenaran kepada anak-anak mereka, maka manusia melupakan Tuhan. Makna tentang ibadah simbolik, menyembelih binatang korban di atas mezbah, tidak mereka fahami lagi dan ditinggalkan.

Jika keturunan berikut tidak bertobat dan beriman kepada Juruselamat yang akan datang, maka mereka akan masuk ke Neraka. Itulah sebabnya Allah membangun sebuah bangsa yang diberi tugas untuk menjaga ibadah simbolik dan memberitakan serta mengajarkannya kepada semua bangsa di muka bumi.

Melalui Abraham Allah menyiapkan sebuah bangsa, dan mereka dilatih di Mesir. Ketika saatnya tiba, Allah membawa mereka keluar, namun raja Mesir tidak mengijinkannya. Allah menulahi Mesir dengan sembilan tulah, namun Firaun tidak menyerah. Akhirnya Allah suruh bangsa Yahudi bersiap untuk tulah terakhir, yaitu pembunuhan semua anak sulung di Mesir. Keluarga yang tidak mau kehilangan anak sulungnya harus menyembelih seekor domba umur satu tahun dan darahnya dipoleskan di ambang pintu, kiri, kanan dan atas, seperti membentuk tanda salib.

Singkat cerita, akhirnya bangsa Yahudi dibawa keluar dan sampai di gunung Sinai. Mereka diresmikan sebagai sebuah bangsa, dan Hukum Taurat diberikan sebagai undang-undang dasar. Keimamatan ayah digantikan dengan keimamatan Harun dan keturunannya. Posisi ayah yang adalah tiang kebenaran digantikan oleh bangsa Yahudi. Ibadah simbolik sederhana disempurnakan dengan ibadah yang berpusat di kemah suci.

Pada saat mereka berjalan menuju Kanaan, ke lokasi yang Allah berikan kepada Abraham, mereka melakukan banyak perbantahan. Suatu ketika Tuhan mengirim ular berbisa mematuk mereka yang suka melawan dan banyak yang mati. Musa berseru kepada Tuhan, dan Tuhan suruh Musa bikin ular tembaga dan naikkan ke atas tiang (salib), dan barang siapa yang memandang ular itu maka dia tidak akan mati.

Singkat cerita, akhirnya mereka tiba di Kanaan dan menetap sebagai sebuah bangsa. Tuhan mau melalui ibadah simbolik yang mereka lakukan, bangsa-banga lain akan melihat dan menangkap makna ibadah simbolik yang menunjuk kepada Juruselamat yang akan datang untuk menanggung dosa umat manusia.

Juruselamat Tiba Akhirnya Yesus datang, dan ditunjuk oleh Yohanes dengan sambil berseru, “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yoh 1:29 ITB). Kemudian Yesus disalibkan seperti seekor anak domba yang mengorbankan dirinya untuk menanggung dosa seisi dunia. Setiap orang yang hidup sebelum penyalibanNya akan selesai dosanya jika ia bertobat dan percaya kepada Juruselamat YANG AKAN DATANG. Dan setiap orang yang hidup sesudah penyalibanNya akan selesai dosanya jika ia bertobat dan percaya kepada Juruselamat Y ANG SUDAH DATANG.

Masa Ibadah Simbolik Selesai
Ketika Juruselamat yang dijanjikan tiba, maka selesailah tugas ibadah simbolik yang tujuannya untuk mengajarkan dan mengingatkan manusia akan kedatangan Sang Juruselamat. Itulah sebabnya Tuhan Yesus sendiri berkata, “Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes” (Luk 16:16 ITB). Ibadah simbolistik yang menekankan simbol, dengan upacara ritualistik, dan dilakukan secara jasmaniah, itu dinyatakan selesai tugasnya. Dan Tuhan mengumumkan, “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian” (Yoh 4:23 ITB).
Tujuan dari ibadah simbolistik, ritualistik, jasmaniah Perjanjian Lama adalah untuk mengingatkan manusia pada janji Allah bahwa Allah akan mengirim Juruselamat. Setelah Juruselamat yang dijanjikan tiba, maka tujuan dari ibadah simbolik selesai.

Memasukan Ibadah Hakekat Rohaniah

Kini ibadah yang dikehendaki Allah ialah ibadah hakekat rohaniah dalam kebenaran. Di masa lalu manusia diperintahkan untuk menyembah secara lahiriah, sekarang Allah menghendaki manusia menyembahNya secara rohaniah atau dengan hati. Kata Tuhan kepada orang Yahudi, “Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga” (Mat 5:20 ITB). Hidup keagamaan ahli Taurat ialah simbolistik, ritualistik dan jasmaniah. Sekarang
Tuhan mengajarkan sistem ibadah hakekat rohaniah dalam kebenaran.

Dan Tuhan berkata juga kepada orang Yahudi, “Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya. Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya” (Mat. 9:16-17 ITB). Sekarang adalah masa ibadah hakekat, bukan masa ibadah simbolik. Kain yang baru tidak dipakai untuk menambal baju yang sudah tua, dan anggur yang baru tidak dimasukkan ke kirbat yang tua.

Masalah Rumah Ibadah
Agama Islam dan agama Yahudi adalah agama zaman Perjanjian Lama, yaitu agama yang masih menekankan ibadah simbolistik ritualistik jasmaniah.
Tentu semua agama penyembah berhala seperti Hindu, Budha dan berbagai agama animisme jauh lebih parah lagi. Mereka memerlukan kuil, Mesjid atau sinagog untuk menyembah.
Bahkan mereka perlu menghadap ke arah tertentu ketika mereka menyembah, dan mereka menyembah dengan badan mereka.
Di zaman PL Tuhan mengijinkan Salomo menetapkan kiblat ke Yerusalem sesungguhnya adalah dalam rangka menantikan kedatangan Sang Juruselamat, agar mata semua manusia terarah ke Yerusalem, pusat penantian Sang Juruselamat. Kini Sang Juruselamat telah datang dan telah
mengorbankan diriNya di kayu salib.
Tuhan tidak mau manusia yang hidup sesudah penyalibanNya melakukan ibadah simbolistik ritualistik jasmaniah tanpa makna. Mereka tidak mengerti tentang makna domba/kambing korban, dan tidak tahu alasan berdoa menghadap ke arah tertentu. Dan Tuhan tidak mau kita menyembah dengan badan kita melainkan dengan hati dan dalam kebenaran yang artinya dengan akal-budi. Tuhan tidak mau kita menambal baju usang kita dengan kain yang baru.

Pembaca yang penuh hikmat, zaman ibadah hakekat rohaniah dalam kebenaran adalah zaman menyembah dengan hati, bukan dengan badan. Dan juga bukan menyembah secara membabi buta melainkan dengan pengertian. Penekanan ibadah rohaniah ialah kesucian hati, bukan kesucian badan. Itulah sebabnya sekarang kita boleh memakan apa saja yang berguna dan yang tidak mengikat (Mrk.7:18-19, I Kor.6:12). Ada sejumlah orang Kristen yang masih ngotot berkata bahwa hukum Taurat itu tidak boleh dibatalkan, bahkan satu yod pun, maka itu jangan makan daging babi.

Betul sekali bahwa hukum Taurat tidak boleh ada yang batal, melainkan hanya boleh digenapkan. Sebuah janji itu dibatalkan adalah jika sebelum yang dijanjikan tiba kemudian yang membuat janji berkata bahwa janjinya tidak akan digenapi melainkan dibatalkan saja. Sedangkan janji yang digenapi itu artinya seseorang berjanji dan kemudian hal yang dijanjikan tiba, maka janjinya digenapi bukan dibatalkan. Sesudah janjinya digenapi, ya sudah, janji itu tidak perlu diungkit-ungkit lagi, karena sudah dipenuhi.

Menyembah secara hakekat dan dengan hati dalam kebenaran, tidak dibatasi oleh sikap postur tubuh kita, dan juga tidak dibatasi oleh waktu, serta tidak dibatasi oleh tempat. Sikap hati kita yang selalu meninggikan Tuhan, memuliakanNya, mengagungkanNya, adalah sebuah bentuk sembah sujud kita. Orang Kristen alkitabiah yang mengerti kekristenan dengan baik, tahu bahwa kita tidak beribadah dengan badan kita melainkan beribadah dengan hati kita.

Menyebut acara hari Minggu sebagai acara ibadah adalah kesalahan, dan tindakan itu adalah efek dari pengaruh konsep Islam atau Yudaisme. Orang Kristen pada Minggu pagi atau Rabu malam itu bukan melakukan ibadah, itu adalah acara berjemaat, atau acara berkumpul. Ibadah orang Kristen yang sesungguhnya bersifat rohaniah dengan hati, dan itu terjadi setiap saat.

Karena banyak pemimpin Kristen beli ijazah, beli titel, maka kekristenan menjadi kacau balau. Banyak pemimpin agama lain menjadi Kristen, tanpa belajar dengan benar, atau mereka belajar dengan pemimpin Kristen yang beli titel, akhirnya kekristenan menjadi keislam-islaman, kebudha-budhaan, dan kemistik-mistikan.

Karena Ibadah Dengan Hati Maka Tidak Membutuhkan Tempat Khusus
Tak Perlu IMB Rumah Ibadah, Bahkan Tak Perlu Rumah Ibadah
Ibadah yang didasarkan pada hati, bukan badan, yaitu ibadah yang bersifat rohaniah, tidak lagi terikat pada tempat. Karena sifat ibadah yang rohaniah, maka ibadah orang Kristen bahkan tidak terikat pada waktu maupun postur tubuh. Karena tidak terikat pada waktu maka ibadah demikian terjadi sepanjang waktu. Penyembahan yang dilakukan oleh hati, bukan badan, terjadi setiap saat hati kita memuliakan atau menyembah Tuhan.

Ibadah demikian tidak dipahami oleh umat agama yang masih terikat pada ibadah simbolistik, ritualistik dan jasmaniah. Bahkan pemimpin Kristen pun banyak yang tidak mengerti tentang hakekat ibadah agamanya sendiri. Gereja Katolik terjebak kembali ke dalam ibadah simbolistik ritualistik.
Hal ini menyebabkan di gereja Katolik penuh dengan simbol dan ornamen, dan penuh dengan upacara ritualisitik yang jasmaniah. Para pemimpin gereja yang keluar dari gereja Katolik (protestan) banyak yang masih dalam kebingungan. Karena bingung dan linglung, maka tidak memiiliki keyakinan yang mantap. Ketika seseorang dalam situasi demikian, maka mudah sekali dipengaruhi pihak lain.
Pejabat pemerintah yang mayoritas adalah umat agama yang sifatnya masih simbolistik, ritualistik dan jasmaniah, selalu menuntut adanya ijinkhusus rumah ibadah kepada orang Kristen. Tindakan demikian tentu karena mereka tidak mengerti tentang kekristenan. Namun sangat disayangkan tidak ada pemimpin Kristen yang memberikan pengertian kepada mereka bahwa kekristenan sebenarnya tidak membutuhkan itu. Bahkan sesungguhnya orang Kristen tidak membutuhkan rumah ibadah. Orang Kristen hanya membutuhkan tempat untuk berkumpul, bukan tempat ibadah karena orang Kristen tidak beribadah di suatu lokasi, orang Kristen beribadah di dalam hati dan terjadi di semua lokasi. Ibadah orang Kristen itu rohaniah, yaitu sikap hatinya kepada Tuhan sepanjang waktu. Itulah sebabnya orang Kristen tidak perlu ada waktu sembahyang yang misalnya satu hari sekian kali, dan harus menghadap ke suatu arah tertentu serta mensujudkan badan.
Jadi, sangat tidak relevan untuk mengharuskan orang Kristen mengajukan ijin mendirikan bangunan (IMB) khusus kebutuhan ibadah. Aktivitas berkumpul untuk bernyanyi orang Kristen itu sama dengan aktivitas bernyanyinya orang di karaoke, atau dalam acara pernikahan atau arisan. Orang Kristen bertemu bukan untuk beribadah melainkan untuk belajar Alkitab.

Itulah sebabnya seharusnya orang Kristen yang mengerti kebenaran tidak lagi menyebut acara kekristenan sebagai ibadah. Setelah Anda membaca artikel ini, ketahuilah bahwa orang Kristen yang menyebut acara kekristenan sebagai acara ibadah adalah orang Kri sten yang tidak berpengertian yang benar tentang kekristenan.

Lembaga Alkitab Indonesia telah salah menerjemahkan kata eusebeia yang seharusnya dengan kata kesalehan (godliness) dengan kata ‘ibadah.’ Bahkan dalam kasus Ibr .10:25, ditambahkan kata ibadah yang dalam bahasa aslinya sama sekali tidak ada kata untuk itu. Jelas sekali terlihat penerjemah LAI terpengaruh konsep Islam di dalam pemakaian kata ibadah. Dan tindakan pemakaian istilah yang salah oleh banyak orang Kristen telah menyebabkan kesalahpahaman umat agama lain terhadap kekristenan. Mari kita hentikan jika kita mau orang lain memahami kekristenan dengan tepat.***

Jurnal Teologi Pedang Roh Edisi 86 Januari-Maret 2016, Dr. Suhento Liauw, Th.D

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: