Beranda > AKHIR ZAMAN > Preterisme: Kelompok Yang Menyesatkan

Preterisme: Kelompok Yang Menyesatkan


Mimpi Nubukadnezar tentang patung, jari kakinya besi campur tanah liat, itu menunjuk kepada Kerajaan anti Kristus, belum tergenapi. Dan sekarang inilah akan terjadi penggenapannya yaitu besi (Eropa) sedang dicampur dengan tanah liat (Islam). Batu yang terguling melanda patung itu adalah kerajaan Kristus yang juga belum tergenapi karena akan terjadi sesudah kerajaan anti Kristus.
Kerajaan anak Daud (kerajaan Kristus) yang penuh damai dimana domba dan serigala sama2 makan rumput (Yes.65. 65:25), belum tergenapi. Bhkn ketika murid2 Kristus bertanya ttg saat memulihkan kerajaan Daud (Kis. 1:6), Tuhan tdk berkata bhw itu batal atau figurative, melainkan Tuhan menegaskan bhw ada “masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.”   Menafsirkan bhw kedtgn Tuhan kedua kali sdh terjadi Th 70 AD, adalah sangat SALAH. Krn jika Tuhan sdh dtg, kapankah ada pemerintahan manusia durhaka yg 1x7masa itu?  Lalu Kapankah ada kerajaan penuh damai yg dipimpin olh anak Daud?  Lalu kapankah penggenapan janji bhw “mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya”   Dan menyangkali sejarah bhw Yohanes dibuang ke pulau Patmos di atas tahun 90 AD adalah hal sangat membabi-buta.  Jadi, secara Alkitabiah maupun sejarah sama sekali tdk ada petunjuk bhw Kristus sdh dtg pada tahun 70 AD. Itu sangat salah, sekali lagi sangat SALAH.

Dalam Mat.24:3,  3 Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: “Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?” (Mat 24:3 ITB),

Perhatikan, di sini ada tiga hal yang ditanyakan oleh para murid  (1) Bilamanakah itu akan terjadi.  Ini merujuk kepada pernyataan Tuhan Yesus bahwa Bait Allah akan roboh.  (2) Apakah tanda kedatanganMu? dan (3) Tanda kesudahan dunia.

Kemudian ada kelompok yang menyesatakan (KYM) di Amerika yang tanpa berpikir secara menyeluruh langsung menyimpulkan bahwa Yesus sudah datang pada tahun 70AD karena pada tahun itu Bait Allah dirobohkan.  Tentu orang yang tahu sejarah tidak akan membantah bahwa Bait Allah dirobohkan pada tahun 70AD.  Mereka mengutip sejarahwan Josephus seorang yang tidak percaya kepada Yesus Kristus. Dan tentu catatan Josephus tentang robohnya Bait Allah tidak kita ragukan. 

Namun tidak ada kebenarannya untuk mengaitkan robohnya Bait Allah, dan terseraknya bangsa Yahudi dengan kedatangan Yesus Kristus kembali.  Peristiwa robohnya bait Allah dan kedatangan Tuhan adalah dua hal yang berbeda, ini sama sekali bukan peristiwa satu paket.

Kedatangan Tuhan dalam pengertian kedatangan Roh Kudus, itu bisa diterima. Karena Tuhan sendiri berkata, ” 18 Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. 19 Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup.
(Joh 14:18-19 ITB).

Roh Kudus juga disebut Roh Yesus dalam beberapa ayat (Kis.16:7, Fil.1:19).  Dengan kedatangan Roh Kudus atau Roh Yesus, bisa dikatakan bahwa Yesus Kristus tidak meninggalkan murid2 melainkan menyertai murid2 dalam bentuk Roh. Dan itu bukan datang pada tahun 70AD melainkan pada hari Pentakosta.

Kedatangan Yesus Kristus seperti yang diumumkan oleh malaikat “Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.” (Act 1:11 ITB), Dan kedatangan Yesus seperti yang dikatakan dalam I Tes.4:13-18, juga belum terjadi.

Hal yang sangat parah dari kelompok yang menyatakan bahwa Yesus sudah datang pada tahun 70 AD ialah penyangkalan sejarah bahwa kitab Wahyu ditulis sesudah tahun 70AD.  Hal yang tidak bisa disangkal ialah bahwa Wahyu ditulis oleh Yohanes di pulau Patmos,  “Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus, berada di pulau yang bernama Patmos oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus.” (Rev 1:9 ITB).

Catatan sejarah bahwa Yohanes diasingkan di pulau Patmos, oleh kaisar Domitian. Dan kaisar ini berkuasa dari tahun 81 sampai 96 AD, bagaimana caranya bisa menyatakan bahwa Wahyu ditulis sebelum tahun 70 AD?  Tetapi penyangkalan sejarah ini harus mereka lakukan demi mendukung theori mereka bahwa Yesus sudah datang tahun 70AD. Sebab kitab Wahyu akan menjadi batu sandungan bagi theori mereka karena dalam kitab Wahyu masih dikatakan Yesus akan datang.

Aneh sekali bahwa mereka hanya memakai keterangan tentang bait suci yang di Wahyu 12, untuk menyatakan bahwa kitab Wahyu ditulis sebelum tahun 70AD.  Padahal itu sebuah penglihatan tentang Bait suci yang akan didirikan menjelang pemerintahan antiKristus, bukan bait suci yang sudah roboh.  Kesalahan menafsirkan ayat ini menyebabkan mereka menyangkali sejarah.  Terus terang, saya belum pernah membaca buku, encyclopedia atau apapun yang menyatakan bahwa kitab Wahyu ditulis sebelum tahun 70AD.

Kalau Yesus Kristus datang pada tahun 70AD maka tentu akan diikuti dengan masa Tribulation yang satu kali tujuh masa itu (Dan 9:27), dan akan diikuti oleh pemerintahan Kristus selama 1000 th di bumi untuk menggenapi janji Allah kepada Daud (2 Sam.7:16).  Tuhan Yesus tidak membatalkan janji ini, malahan meneguhkannya bahwa masanya sudah ditetapkan oleh Bapa (Kis.1:6-7).

Tentu masih ada banyak poin lain lagi yang menunjukkan bahwa Yesus sudah datang tahun 70AD itu salah total. Mudah2an, dan kita berdoa agar KYM (Kelompok Yang Menyesatkan) yang di Amerika itu bisa sadar dan tidak meneruskan pengajaran ini karena bisa dipakai iblis untuk melemahkan semangat penantian akan kedatangan Tuhan.

Penyebab semua hampir kesesatan dlm kekristenan selain krn ada penambahan wahyu luar Alkitab (extra Biblical authority) ialah sistem penafsiran mrk. Biasanya kelompok sesat tersesat krn sistem penafsiran yg figuratif, sbb sistem figuratif memberikan keleluasaan kpd pemimpin mrk utk menafsirkan sekehendak hatinya.  Misalnya, jelas2 dlm 1 Tes 4:13-18 berkata bhw sangkakala berbunyi dan Tuhan akan turun dan yg mati dibangkitkan dan yg hidup diubah. Tetapi pemimpin mrk tinggal pelintir perikop tsb menjadi figuratif sesuka hatinya. Tentu kalau figuratif menjadi tdk bisa didiskusikan krn tdk ada standar.  Ayam bisa difiguratifkan menjadi hal lain demikian jg dgn jumlah dan angka. Kerajaan 1000 th difiguratifkan menjadi sesuka hati pemimpin mrk. Diskusi bisa jalan jika dua belah pihak sepakat bhw tiap2 kata harus sesuai dgn arti generiknya, kalau tidak, maka tdk mungkin bisa bicara. Sebab misalnya selagi sdg diskusi, yg satunya berkata,  mari kita makan maksudnya literal tetapi kelompok yg figuratif bisa menafsirkan “makan” secara figuratif dan menafsirkan bhw lawannya tidak senang sambil membenarkan penafsirannya secara figuratif dgn contoh pemakaian kata “makan hati” sebagai ekspresi tdk senang. Kelompok2 Yang Menyesatkan (KYM) di Amerika hampir semua mereka menjadi sesat karena penafsiran figuratif. Saksi Jehovah misalnya menafsirkan neraka secara figuratif dan berkata tdk ada neraka spt ada kelompok yg berkata tdk ada Kerajaan 1000 Th krn penafsiran figuratif mereka. Padahal hermeneutika yg benar seharusnya SEMUA KATA YANG MASUK AKAL DAN GAMBLANG UTK DIARTIKAN SECARA LITERAL,  TIDAK BOLEH DIARTIKAN FIGURATIF. Jika Anda ingin tahu lebih banyak kebenaran alkitabiah, silakan berkunjung ke Dr. Suhento Liauw.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: