Beranda > Fundamental, ISU POPULER, Uncategorized > EBIONIT MODERN MELANDA INDONESIA

EBIONIT MODERN MELANDA INDONESIA


Ebionites (Greek: Ἐβιωναῖοι Ebionaioi, diambil dari Hebrew ם י נ ו י ב א ebyonim, ebionim, yang berarti “the poor” or “poor ones” miskin), adalah terminologi patristik yang menunjuk kepada Gerakan Kristen Yahudi yang hadir pada abad awal Era Kekristenan.
Mereka menerima Yesus dari Nazareth sebagai Messiah namun menolak ketuhananNya dan menekankan keperluan mengikuti hukum dan ritual Yudaisme.
Mereka hanya memakai satu Injil Yahudi, surat Yakobus dan menolak Rasul Paulus. Nama mereka menunjukkan mereka menerapkan nilai kerelaan mereka untuk hidup miskin. Ebionim adalah nama yang dipakai juga oleh sekte di Qumran yang memisahkan diri dari kelompok di Bait Allah yang mereka tuduh sudah korup.

Menerima Yesus Hanya Mesias
Terlihat dengan sangat jelas bahwa Ebionit adalah ajaran yang sangat awal di antara orang Kristen Yahudi yang hanya menerima Yesus Kristus sebagai Mesias namun tidak mau menerimaNya sebagai Tuhan. Karena jika mereka menerima Yesus adalah Tuhan, maka mereka harus menerima Dia adalah Jehovah, ini terlalu sulit bagi mereka.

Mayoritas orang Yahudi tidak menolak menerima Yesus sekedar nabi. Banyak di antara orang Farisi bahkan imam yang terpukau oleh pengajaran Yesus Kristus. Jika Yesus Kristus hanya menuntut diri diakui sekedar nabi, pasti ia tidak akan dituntut untuk disalibkan.
Sebagian mereka tahu persis masa kecil Yesus Kristus dan tahu kedua orang tuaNya, bahkan ada yang tahu bahwa Maria hamil sebelum resmi menikah melainkan hanya bertunangan saja. Sangat sulit bagi mereka untuk menerima seorang tukang kayu yang mukanya tidak ada yang menginginkannya, sebagai Allah Jehovah.

Diperlukan iman yang sangat besar bagi orang Yahudi yang telah ratusan bahkan ribuan tahun diajar untuk tidak menerima klaim siapapun sebagai Sang Jehovah. Oleh sebab itu sekalipun segala tanda sudah sangat jelas bahwa Yesus adalah Sang Jehovah, bagi sebagian besar mereka masih sangat sulit menerimaNya. Akhirnya, sebagai kompromi hati nurani maka mereka memilih jalan tengah saja, yaitu mengakuinya sebagai Mesias tetapi tidak sebagai Tuhan Allah Jehovah.

Mempertahankan Hukum Taurat
Orang Yahudi juga telah menerima Taurat dan membacanya turun temurun. Ada perintah yang dikatakan untuk dilakukan “selama-lamanya.” Sebenarnya maksud Tuhan ialah tidak ada batasan waktunya, dan tentu masih sangat lama, yaitu sampai yang hakikatnya tiba. Misalnya perintah tentang hari Sabat tidak boleh bekerja, dan perintah ini harus dilaksanakan selama-lamanya.
“pada hari-hari Sabat dan bulan-bulan baru, dan pada perayaan-perayaan yang ditetapkan TUHAN, Allah kami, sebab semuanya itu adalah kewajiban orang Israel untuk selama-lamanya. ” ( 2 Tawarikh 2:4 ITB)

Orang Yahudi tidak berhasil menangkap tujuan dari perintah hari Sabat, dan tidak mengerti bahwa yang memberi perintah adalah yang berwenang membatalkan perintah itu. Kalau saya memberi perintah kepada karyawan saya untuk membuka toko sampai jam
22.00 malam, tetapi kemudian saya datang ke toko jam 20.00 dan saya lihat suasana sudah sepi, tentu saya boleh berkata kepada karyawan saya, sekarang tutup toko.
Sangat aneh sekali kalau karyawan saya membangkang dan berkata bahwa saya tadinya sudah berkata toko dibuka sampai jam 22.00, dan mereka membangkang serta tidak mau tutup.
Mengapakah Tuhan datang dan Dia tidak boleh merubah peraturan hari Sabat?
Rasul Paulus menjelaskan bahwa, “Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri.” (Heb 10:1 ITB). Dan Tuhan Yesus sendiri berkata bahwa Hukum Taurat dan kitab para Nabi sesungguhnya bercerita tentang Dia (Luk 24:44).
Rasul Paulus sudah mencoba untuk memahami makna kitab-kitab Perjanjian Lama tanpa menghubungkannya kepada Yesus Kristus, dan dia gagal. Oleh sebab itu kemudian setelah dia sadar dia berkata tentang orang-orang Y ahudi, “Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika
mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya.” (II Kor. 3:14 ITB)
Orang-orang Yahudi tidak mengerti Injil bahwa semua upacara simbolik ritualistik mereka adalah bayangan dari Injil. Dan mereka tidak rela mengakui Yesus Kristus adalah Jehovah serta meninggalkan Hukum Taurat yang hanya bayangan saja. Itulah sebabnya kini Injil dipercayakan kepada kolompok orang yang percaya dan menerima Injil, yaitu jemaat Lokal Perjanjian Baru.
Jemaat PB ini Tuhan harapkan memberitakan Injil yang benar kepada semua manusia, tentu termasuk juga kepada orang Yahudi perorangan.
Tetapi harus sangat waspada, jangan sampai pengajaran Yudaisme yang hanya bayangan itu, disusup masuk ke dalam kekristenan.

Ebionit Menghantam Galatia & Kolose
Dari keterangan surat Rasul terlihat jemaat Galatia dan Kolose adalah yang paling gencar mendapat serangan kelompok Ebionit. Bahwa sebagian mereka menekankan pentingnya kembali melakukan sunat sesuai dengan Taurat. Teguran dari Rasul Paulus sungguh amat keras.
Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu. Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat. Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia. (Gal 5:2-4 ITB)
Bukan hanya jemaat Galatia yang tersusupi, kelihatannya Kolose juga sudah terkena karena Galatia dan Kolose memang berdekatan.
Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus. (Kol 2:16-17 ITB)
Dari surat Paulus kepada jemaat Galatia dan Kolose, terlihat kekesalannya sampai ada kata, “aku Paulus berkata kepadamu.” Maksud Paulus saya adalah orang Y ahudi asli dan saya pernah membela Yudaisme sampai membunuh orang, Di ayat 11 dari Galatia 5 dia berkata, Dan lagi aku ini, saudara-saudara, jikalau aku masih memberitakan sunat, mengapakah aku masih dianiaya juga? Sebab kalau demikian, salib bukan batu sandungan lagi. (Gal 5:11 ITB)
Ada pernyataan yang sangat keras, yaitu; “jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu. . . . Kamu lepas dari Kristus.” Betul sekali, bahwa siapapun yang mengharapkan kebenaran dari melakukan hukum Taurat atau melakukan separuh hukum Taurat, maka ia tidak lagi beriman murni kepada Yesus Kristus.
Rasul Paulus juga berkata bahwa orang yang melakukan sebagian hukum T aurat itu sebenarnya wajib melakukan seluruh hukum Taurat. Rasul Paulus berkata, “Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat.”

Ebionit Masuk Indonesia
Kini gerakan Ebionit modern semakin hari semakin marak. Apalagi dengan Media Sosial yang sangat berkembang pesat. Tiap hari di Group Medsos kita membaca sapaan Shalom, padahal semua anggota Medsosnya tidak ada yang Yahudi, semuanya orang Indonesia. Belum lagi ada yang salamnya demikian, “Shalom Aleichim Beshem Hamasiach”.
Saya mendengar kabar bahwa sudah ada kumpulan yang menekankan hari Sabat, dan ada juga yang mulai memakai topi kecil (Kippah), dan seorang teman mengirimkan kepada saya foto seorang hamba Tuhan di Jakarta yang sudah mengenakan kain penutup kepala (Ghurtah).
Orang-orang yang tidak mengerti tentang imannya sendiri atau yang beriman tanpa pengertian, biasanya seperti air di atas daun talas, mereka tidak stabil. Mereka akan di ombang-ambingkan oleh angin pengajaran.
Mereka biasanya melihat orang lain, dan kemudian mencontoh. Mereka tentu akan menjadi korban para pengajar Yahudi, yang Tuhan Yesus katakan, “ Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobat kan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri.” (Mat 23:15 ITB).
Ketika saya menyaksikan tayangan pemberitaan tentang pengeboman di kota Brussells (22 Maret 2016), ternyata ada misionari Mormon yang ikut terkena bom. Hal yang menarik perhatian saya ialah bahwa ternyata Mormon yang dimunculkan oleh nabi sesat Joseph Smith, begitu giat hingga mengirim misionari ke Belgia.
Saya teringat perkataan Tuhan Yesus dalam perumpamaan tentang Bendahara yang tidak jujur, kataNya, “Sebab anakanak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.” (Luk 16:8 ITB)

Pengaruh Konsep Islam
Apakah sebabnya dulu Ebionit tidak terdengar, namun belakangan ini semakin marak? Sebenarnya pemicu awalnya ialah konsep Islam yang dibawa oleh Muslim yang menjadi Kristen. Sejak sejumlah Muslim menjadi Kristen, belum tentu lahir baru, mereka tidak menerima pengajaran yang benar, karena mereka tidak bertemu dengan kelompok orang Kristen yang alkitabiah. Tanpa belajar biasanya mereka diajak bersaksi ke sana ke mari, dan kemudian meningkat menjadi berkhotbah. Bayangkan, orang yang belum mengerti tentang hakekat kekristenan naik ke atas mimbar dan mengajar.

Konsep Islam ialah semakin Arab maka ia terlihat semakin rohani. Konsep ini tidak ada di dalam kekristenan karena Kekristenan tidak ada tanah suci seperti Islam. Yerusalem sesungguhnya sama sekali bukan tanah yang suci. Tanah di depan rumah saya sama sucinya dengan tanah di Yerusalem. Karena Islam memiliki tanah suci, maka mereka menerapkan konsep Islam itu ke Kristen dan memperlakukan Yerusalem sebagai tanah suci pengganti Mekkah.

Tidak cukup hanya Yerusalem sebagai kota suci, mereka membawa konsep bahwa semakin Yahudi maka akan terkesan semakin rohani, sebagaimana di Islam semakin Arab maka semakin rohani. Karena orang Arab memakai Sorban, maka mereka berpikir mengikuti orang Yahudi memakai Kippah akan membuat mereka terlihat sangat rohani. Terlebih lagi kalau memakai Ghurtah maka sempurnalah mereka sebagai rohaniwan yang hebat.

Banyak orang tidak berhasil melihat bahwa konsep Islam yang memicu gerakan ke Ebionit, karena mereka berpikir kalau terpengaruh Islam bukankah semestinya menuju ke Mekkah dan menjadi Islam? Mereka gagal melihat bahwa yang membawa konsep Islam ini ialah Muslim yang sudah menjadi Kristen, tetapi konsep Islamnya masih melekat. Mereka tidak akan menyeret orang Kristen ke Arab dan Mekkah, namun mereka dengan konsep Islamnya telah memicu orang Kristen yang tidak paham akan kebenaran, mengejar sesuatu yang salah, Yudaisme yang hanya mengandung kebenaran simbolistik ritualistik jasmaniah (Mat.5:20).

Tour dan Travel Menyiram Minyak
Tadi di atas kita membahas mantan Muslim yang memicu gerakan Ebionit di Indonesia. Sesungguhnya masih ada satu faktor lagi yang ikut memberi dorongan gerakan Ebionit. Faktor itu ialah perusahaan Tour dan Travel yang bekerja keras untuk membawa orang ke “tanah suci”. Mereka perlu mempopulerkan konsep “tanah suci” agar berbondong-bondong orang Kristen menuju “tanah suci” dan tentu mereka akan mendapatkan keuntungan yang besar.

Penghancuran kota Yerusalem serta Bait Allah tahun 70 AD, adalah hal yang sangat perlu demi kemurnian kekristenan. Kalau Bait Allah tidak dihancurkan maka itu akan menjadi pusat penyesatan serta pusat perusakan doktrin kekristenan. Bukan hanya Tuhan mengijinkan penghancuran Bait Allah, bahkan meletakkan sebuah gedung lain di lokasi untuk menjaga agar tidak dibangun kembali sebelum waktunya.

Tentu perusahaan Tour and Travel tidak tahu bahwa mereka menjadi salah satu faktor yang ikut merangsang berkembangnya gerakan Ebionit di Indonesia. Mereka bekerja hanya demi mendapatkan keuntungan materi. Ketika saya pergi ke Yerusalem, saya membawa sekitar dua ratusan lembar traktat dalam bahasa Inggris, untuk dibagikan kepada orang Yahudi dan siapa saja. Tentu saya berdoa agar melalui traktat itu orang Yahudi bisa menyadari bahwa Mesias mereka telah datang dan telah menanggung dosa isi dunia, termasuk dosa orang-orang Yahudi, dan mereka bisa membuka website Graphe.

Sesungguhnya pergi melihat-lihat jejak sejarah masa lalu itu sama sekali tidak salah. Tetapi yang terjadi ialah para pemimpin tour telah bertindak lebih dari itu, mereka telah membuat orang Kristen mencampurkan kekristenan dengan Yudaisme. Mereka telah membuat orang Amerika berteriak Shalom daripada Good Morning, orang Indonesia berteriak shalom daripada Selamat pagi. Awalnya kelihatannya hal ini sepele, tetapi kemudian semakin hari kecenderungan semakin meningkat, bahkan ada yang tidak mau menyebut Yesus melainkan Yahushua.

Mereka Merobohkan Fondasi
Ketika mereka mulai memakai bahasa Ibrani dalam sapa menyapa, bahkan tidak mau menyebut Yesus melainkan Yahushua, sudah tentu mereka akan menghadapi kritikan.
Mengapakah harus memakai bahasa Ibrani atau Aramik? Semua penulis kitab PB memakai bahasa Yunani dan menyebut Yesus (Ἰησοῦς). Dan tanpa didukung oleh data apapun mereka menyatakan bahwa kitab PB yang asli ditul is dalam bahasa Ibrani atau Aramik, sedangkan yang bahasa Yunani justru adalah terjemahan.
Ketika ditanya apakah ada manuskrip tua kitab PB dalam bahasa Ibrani?
Mereka bengong, dan biasanya sembarangan menjawab, karena memang tidak ada.
Oh..oh..mereka tidak tahu bahwa mereka telah terjebak dalam tipu muslihat iblis. Kitab bahasa asli PB dalam bahasa Yunani adalah fondasi kekristenan. Iblis telah menyusup masuk ke dalam kekristenan, dan memakai tangan-tangan orang Kristen untuk merusak fondasi “gedung” kekristenan. Bayangkan, ketika tokoh Muslim mendengar bahwa Alkitab PB bahasa asli telah hilang dan yang ada di tangan mereka, dan yang bahasa Yunani, itu adalah terjemahan, maka mereka akan melompat dari tempat duduk mereka bersorak-sorai.
Mungkinkah Yesus Kristus yang maha kuasa tidak sanggup melindungi firmanNya dalam bahasa aslinya?
Kalau ada permasalahan antara Alkitab yang bahasa Indonesia dengan yang bahasa Inggris, kemanakah kita merujuk untuk mendapat kebenaran final? Apakah kebenaran kekristenan sebuah kebenaran yang absolut?
Kalau absolut, mengapakah kitab dalam bahasa aslinya bisa hilang?
Ada sangat banyak pertanyaan yang bisa diajukan jika Alkitab PB bahasa asli telah hilang dan yang bahasa Yunani sekarang adalah terjemahan. Tetapi jika yang aslinya adalah justru yang bahasa Yunani yang ada sekarang yaitu Textus Receptus, maka tidak ada keperluan untuk memakai bahasa Ibrani atau Aramik dalam sapa-menyapa dan menyebut nama Yesus, karena para Rasul saja menulis firman Tuhan tidak memakai bahasa Ibrani atau Aramik, melainkan Yunani.

Kesimpulan Kita
Kekristenan berbeda total dengan Yudaisme, bahkan Tuhan berkata, “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahliahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” (Mat 5:20 ITB). Jelas kekristenan lebih benar dari Yudaisme karena kekristenan menyembah di dalam roh (rohaniah) dan kebenaran dengan hati, sedangkan Yudaisme menyembah di dalam simbolistik, ritualistik dan jasmaniah.

Tuhan telah mengesampingkan orang Yahudi dengan Yudaismenya karena tidak percaya dan menerimaNya, dan memerintahkan murid-muridNya yang terdiri dari segala bangsa memberitakan Injil. Berhati-hatilah, jangan sampai melakukan kesalahan seperti yang dilakukan sebagian jemaat Galatia dan Kolose. Jangan ikut-ikutan memakai sapaan bahasa Ibrani karena tidak akan menjadikan Anda tambah rohani.

Bertambah giatlah menyelidiki Alkitab, terutama kitab-kitab Perjanjian Baru karena jemaat Perjanjian Baru adalah tiang penopang dan dasar kebenaran yang menggantikan posisi bangsa Yahudi (I Tim.3:15). Dulu, dari Musa sampai Yohanes bangsa Yahudi adalah bangsa yang terpilih. T etapi sekarang kumpulan orang-orang yang percaya Yesus Kristus adalah “bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri,” (I Pet.2:9).***

Jurnal Teologi PEDANG ROH Edisi 87 April-Juni 2016, Dr. Suhento Liauw

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: