Beranda > Teologi, TOKOH > Review Sejarah Teologi Kontemporer

Review Sejarah Teologi Kontemporer


Review Sejarah
Pelajaran Theologi Kontemporer

Tentu jika mulai dari sejak Yohanes Pembaptis akan terlalu panjang, oleh sebab itu saya mulai sesudah Reformasi Martin Luther 1517.  Semua orang Kristen yang berpihak pada gerakan Reformasi bersukacita, percaya bahwa Alkitab satu-satunya Firman Tuhan yang tidak ada salah, bahwa Kristus dilahirkan oleh perempuan perawan, bahwa semua mujizat yang tercatat dalam Alkitab adalah benar dan bahwa wanita tidak jadi Gembala atau mengkhotbahi pria. 

Tetapi setelah beberapa generasi, akhirnya semakin banyak anggota gereja yang tidak lahir baru, karena mrk dibaptis saat bayi, dan karena penggabungan gereja dengan negara.
Dengan semakin banyaknya anggota gereja tidak lahir baru, dan tentu juga mengakibatkan banyak pelayan gereja dan dosen theologi juga tidak lahir baru. Mereka kemudian tidak percaya bhw Alkitab tidak ada salah, tidak percaya bhw Yesus dilahirkan oleh perawan, dll. Kelompok ini semakin berkembang krn tulisan mereka dan pengaruh mereka terhadap mahasiswa theologi yang mereka ajar.  Puncaknya pada Tahun 1881 muncul Alkitab bhs Yunani Critical Text (CT), semua gereja kelompok LIBERAL beralih memakai Critical Text, termasuk LAI dalam menerjemahkan ke bahasa Indo. Dan kemudian juga menghasilkan Alkitab terjemahan bahasa Inggris yang berbeda dengan KJV (1611).

Pada akhir abad 19, terjadi pertentangan yang sangat hebat antara kelompok ini yang disebut kelompok LIBERAL dengan kelompok yang tetap percaya Alkitab tidak ada salah yang disebut kelompok Fundamental. 
Pertentangan antara Liberal dengan Fundamental berlanjut semakin memanas. 

Pada tahun 1909 R. A. Torrey dan teman2 berkumpul menjawab serangan2 Liberal dgn menerbitkan satu set buku (12 vol) yg berjudul The Fundamentals melalui support dua bersaudara pengusaha minyak, dan membagikan 300 ribu set gratis kepada Gembala, Misionari dll.  Pertentangan antara Liberal dan Fundamental semakin tajam, mereka seperti dua ujung tali yang semakin menjauh.

Tahun 1947 muncul Harold Ockenga, menyerukan gerakan injili Baru, dan memposisikan diri di tengah2 antara dua ujung Liberal dan Fundamental. Jika Liberal berkata bhw Alkitab banyak salah dan Fundamental berkata tdk ada salah, maka Injili berkata ada salah hanya pada hal2 yang ilmiah (limited inerrancy). Kalau Liberal menahbiskan wanita jd Gembala, Fundamental tdk Mengijinkan wanita jadi Gembala, mk Injili mengijinkan wanita jadi Gembala namun tdk menahbiskannya. Gereja2 Injili berusaha menempatkan diri mrk di antara dua ujung Liberal dan Fundamental. Dan sejarah membuktikan bhw banyak gereja Injili bergeser ke ujung Liberal, bhkn gereja2 Fundamental pun banyak yg bergeser ke Injili dan kemudian ke Liberal.

Ketika ada dua ujung, yg satu Liberal dan satunya Fundamental, maka Gereja2 hanya ada pilihan bergeser ke arah Fundamental atau bergeser ke arah Liberal.  Kita tahu bhw WCC (World Churches Council)  adalah organisasi Gereja2 Liberal.  Kemudian Dr. McIntire mendirikan ICCC (International Council of Christian Churches ) th 1948,  Dr. Timothy Tow (Gembala Bible Presbyterian Singapore) sebagai presiden untuk Asia, dan Boksu Yoshua Ong adalah ketua untuk Indonesia.

Pada tahun 1985 (?) pernah diadakan acara kongres di Indonesia, dan STT IMAN sebagai tuan rumah, waktu itu saya mahasiswa tahun pertama.  Sejumlah mahasiswa yang masuk sebelum tahun 1985 pasti masih ingat. 

Kelompok ICCC sangat menentang gerakan Kharismatik yang dimulai Richard Spurling (1886), diperbaharui Charles Parham (1889), dan dipopulerkan oleh William Seymour (1906).

Pada kongres yang di aula IMAN, saya masih ingat, salah satu topik bahasan yang disampaikan oleh Dr. Timothy Tow ialah bahwa Alkitab KANON Tertutup, tidak ada lagi nubuatan, bhs Lidah dll.

Sebagai orang Kristen, apalagi hamba Tuhan yang cinta kebenaran dan dengan tujuan hidup HANYA mau menyenangkan hati Tuhan, saya sangat bahagia jika melihat orang-orang Kristen, apalagi hamba Tuhan bergeser keyakinan imannya ke ujung yg semakin dekat kepada Tuhan (Fundamental).  Ada orang yang menilai saya manusia aneh, karena kebanyakan org Kristen makin hari makin Liberal bahkan tidak sedikit yang menjadi Pluralis, tetapi Suhento justru makin fundamental karena dia tersentak oleh perkataan Tuhan,  “jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”(Luk. 18:8), bayangkan betapa sedikitnya org yang akan selamat jika Tuhan sendiri pesimis.

Jika Anda ingin tahu lebih banyak kebenaran alkitabiah, silakan berkunjung ke atau dengarkan Radio Berita Klasik AM 828 atau dengar lewat HP INSTALL  





http://play.google.com/store/apps/details?id=COM.RADIOAMGEO  





  





Dr. Suhento Liauw.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: