Beranda > PESONA ALKITAB, RENUNGAN > BERKAT ROHANI dalam Bilangan 6:24-26

BERKAT ROHANI dalam Bilangan 6:24-26


Memahami Berkat Tuhan dalam Bilangan 6:24-26

Berkat yang disampaikan IMAM BESAR dalam BILANGAN 6:24-26

Berkat Imam Harun

Ayat 24
Bahasa Ibrani (dari kanan ke kiri): יברכך יהוה וישמרך׃ ס
Transliterasi Ibrani: ye·ba·rek·ka YHWH we·yisy·me·re·ka. (s)
“TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau,”
Ayat 25
Bahasa Ibrani (dari kanan ke kiri): יאר יהוה ׀ פניו אליך ויחנך׃ ס
Transliterasi Ibrani: ya·’er YHWH pa·naw e·li·ka wi·khu·ne·ka. (s)
“TUHAN menyinari engkau dengan wajahNya dan memberi engkau kasih karunia;”
Ayat 26
Bahasa Ibrani (dari kanan ke kiri): ישא יהוה ׀ פניו אליך וישם לך שלום׃ ס
Transliterasi Ibrani: yi·sya YHWH pa·naw e·li·ka we·ya·syem le·ka sya·lom. (s)
“TUHAN menghadapkan wajahNya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.”

Birkat_kohanim_22Pada tahun 1979 ditemukan dua gulungan kecil terbuat dari perak dalam Kamar 25 dari Gua 24 di Ketef Hinnom, ketika dilakukan ekskavasi oleh tim di bawah pimpinan Gabriel Barkay, yang saat itu menjabat sebagai profesor arkeologi di Tel Aviv University. Gulungan-gulungan (KH1 dan KH2) bertarikh sekitar 600 SM itu berisi teks Alkitab Ibrani dalam huruf Ibrani Kuno antara lain memuat ayat Bilangan 6: 24-26 ini.

Berkat dari Tuhan
Allah berkehendak memberkati umat-Nya melalui perantaraan imam. Terlihat di sini bahwa berkat mengalir dari kasih karunia-Nya, karena keinginan hati-Nya.

Berkat ini terdiri dari tiga bagian dan tiap bagian terdiri dari dua unsur yang saling berkaitan. Berkat yang pertama: “TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau”(24). Dalam berkat ini tergambar pemeliharaan Allah atas umat-Nya secara penuh. Umat dilindungi dari segala sesuatu yang jahat. Berkat Allah tercurah dalam tindakan yang menyatakan kebaikan-Nya. Berkat yang kedua: “TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia” (25). Ini merupakan tanda perkenan Allah atas diri seseorang. Dengannya orang boleh merasa yakin bahwa Allah akan mendengar doanya dan menyelamatkan dia dari musuh, penyakit, dan dosa. Berkat yang ketiga, “TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera”. Berkat ini menyatakan manifestasi kuasa yang memelihara manusia dan yang akan menghasilkan damai sejahtera. Ketika Allah memandang seseorang, itu berarti Ia berkenan atas orang itu dan akan menyelamatkan dia dari kesukaran (band. Mzm. 33:18; 34:16).

berkat harun

Kata berkat memiliki makna yang spesifik dalam Perjanjian Lama. Allah memberkati umat-Nya dengan menganugerahkan keturunan, kekayaan, tanah, kesehatan, dan kehadiran-Nya sendiri di tengah-tengah mereka. Mereka yang berada dalam pemeliharaan Allah akan dilindungi. Berkat Tuhan memberikan gambaran tentang suasana penuh perlindungan, kasih karunia, dan damai sejahtera. Juga gambaran kasih Allah yang makin lama makin dalam.

Banyak orang cenderung dekat dengan Allah karena mengharapkan berkat-Nya. Ini tidak sepenuhnya salah sebab Allah memang sumber berkat. Tetapi jangan hanya mengharapkan berkat lalu menomorduakan Sumber berkat. Kiranya kerinduan kita yang terutama adalah hidup dekat dengan Allah dan menikmati berkat yang lahir dari kedekatan itu.

Berkat dalam ay 23-27 datang setelah menanggulangi pencemaran (5:1-10), menguji kesucian (5:11-31), dan nazar seorang nazir (6:1-21). Berkat ini, seperti yang ada dalam 2 Kor 13:13, bukan yang kelihatan dan material. Sebaliknya berkat ini adalah berkat kekal Tuhan Tritunggal. Efesus 1 memberi kita satu catatan bagaimana Allah Tritunggal memberkati umatNya yang dipilih, ditebus, diubah dalam Trinitas IlahiNya, menghasilkan gereja sebagai Tubuh Kristus, kepenuhan Dia yang memenuhi semua dan dalam segala sesuatu.

Bil 6:23 Memberkati Orang Israel:
Ay 22-27 menunjukkan tanggapan Allah yang pengasih kepada umatNya jikalau mereka memelihara kesucian di tengah jemaat dan mengungkapkan pengabdian dengan segenap hati sebagaimana terlihat dalam nazar seorang Nazir. Memberkati (Ibrani: BARAK) mengandung ide bahwa kehadiran, tindakan, dan kasih Allah memasuki kehidupan dan lingkungan seseorang. Berkat ini diperhadapkan di depan hamba2 Allah yang setia sesuai dengan syarat2 yang ditetapkan olehNya (Ul 11:26,27)

Berkat keimaman itu terdiri atas tiga bagian:
a. Pemberian berkat Allah dan perlindunganNya dari kuasa-kuasa kejahatan dan segala sesuatu yang merugikan kesejahteraan hidup seseorang (ay 24; bandingkan Mzm 71:1-6)
b. Sinar wajah Tuhan, yaitu kebaikan hati, kehendak baik, dan kasih karunia Allah kepada umatNya (ay 25) adalah berlawananan dengan murkaNya (Mzm 27:1; 31:16; Ams 15:30; 16:14; Yes 57:17). Kasih karunia Allah ialah pengampunan, kasih dan kuasa penyelamatanNya.
c. Wajah Allah yang dihadapkan kepada mereka (ay 26) yaitu pemeliharaan dan pemberkatan mereka dengan sepenuh hati (Mzm 4:8-9; 33:18; 34:17).
Yang dianugerahkan oleh Allah ialah Damai Sejahtera (Ibrani: Shalom) berarti tidak ada kekurangan apa2 dan menerima segala sesuatu yang diperlukan untuk menjadikan hidup ini sungguh2 hidup (Mal 2:5), termasuk harapan akan masa depan (Yer 29:11). Lawan dari Damai Sejahtera bukan hanya ketiadaan keselarasan, tetapi kejahatan dalam segala bentuk (Rm 1:7; 1 Kor 1:3; 1 Tes 5:23)

Berkat Allah atas umatNya akan menghasilkan keselamatan yang memancar bagaikan obor penerang kepada semua bangsa (Mzm 67; 133:3; Yeh 34:26)

YHWH memberkati engkau dan melindungi engkau (ay 24) dapat dianggap dari Bapa;
YHWH menyinari engkau dengan wajahNya dan memberi engkau kasih karunia (anugerah) ay 25 dapat dianggap dari Putra; dan
YHWH menghadapkan wajahNya kepada mu dan memberi engkau damai sejahtera (ay 26) dapat dianggap dari Roh Kudus.
Bapa memberkati kita, Putra menyinari kita, dan Roh Kudus menghadapkan wajahNya kepada kita. sebagai hasilnya, kita terlindungi, kita menerima anugerah, dan kita memiliki damai sejahtera.

Ini adalah ucapan berkat yang indah, dalam gaya puisi Semit yang sempurna dan sarat dengan pesan yang sangat diperlukan oleh orang-orang yang menghadapi berbagai ketidakpastian serta aneka kekuatan yang bermusuhan dari kehidupan di padang gurun. Ucapan berkat tersebut berbicara tentang kebaikan Allah di dalam memelihara dan melindungi umat-Nya. Pada saat seorang atau suatu bangsa menjadi obyek kemurahan hati Allah, maka kesesakan, kelaparan, bahaya atau pedang hanya berperan untuk menunjukkan betapa Tuhan mengasihi anak-anak-Nya sendiri dan betapa mampunya Dia melepaskan mereka dari segala bahaya.

the_priestly_blessing_hebrew_card_num_6_24_26
Ayat 24. Bapa memberkati kita dalam segala cara dan dalam setiap aspek kasihNya (Ef 1:3), dan Dia menjaga kita dalam segala cara dan setiap aspek dalam kuat kuasaNya (Yoh 17:11,15; 1 Pet 1:5)
Di satu sisi Allah menyediakan segala sesuatu yang baik bagi orang-orang pilihan-Nya; di sisi yang lain, Dia memelihara, menjaga dan melindungi mereka dari musuh yang akan merampas semua yang baik itu dari mereka.

Ayat 25. Wajah YHWH menyinari kita dan memberi anugerahNya kepada kita sama dengan inkarnasi Allah sebagai cahaya hadiratNya, yang didampingi oleh anugerah (Yoh 1:14, 16-17). Tuhan memberi anugerah kepada kita berarti terus-menerus Dia memberi anugerah kepada kita. Anugerah ini adalah anugerah Kristus (2 Kor 13:13a), yang sebenarnya adalah Kristus sendiri.
Kata wajah menandakan penyertaaan/hadirat. sebagai Dia yang wajahNya bercahaya atas kita, Kristus, Sang Putra adalah kehadiran kasat mata dari Allah yang tidak tampak (Yoh 14:7-9). Allah dan hadiratNya tidak tampak, tetapi melalui inkarnasiNya Dia menjadi surya yang bersinar (Luk 1:78, Mat 4:16, Yoh 8:12). Surya yang bersinar ini adalah Allah yang tidak tampak menjadi tampak.
Tuhan menyinari engkau. Sebuah ungkapan Ibrani yang khas. Bila wajah seseorang bersinar (Ams. 16:15), orang itu penuh kebahagiaan; namun bila wajahnya bertambah mendung, jelas bahwa kejahatan dan keputusasaan telah mencengkeram jiwanya (Yl. 2:6).

Ayat 26. Wajah menunjukkan kehadiran seseorang, dan raut muka menunjukkan ekspresi seseorang. Menghadapkan wajah kepada seseorang berarti penegasan, jaminan, janji, dan memberi segala sesuatu kepada orang itu. Yesus, Putra, datang sebagai wajah Allah dan Roh Kudus datang sebagai raut muka Allah (Efe 4:30).
Akhirnya, kita terlindungi dalam Allah Tritunggal, Allah Tritunggal menjadi anugerah kita, dan kita memiliki damai sejahtera.
Memberi engkau damai sejahtera. Shalom adalah istilah yang padat arti, termasuk di dalamnya pengertian tentang kelengkapan, keamanan, kesehatan, ketenangan, kepuasan, persahabatan dan keadaan damai dengan Allah dan sesama.

bil 6 24 26

Materikah wujud berkat Allah?
Setiap Kristen rindu diberkati oleh Tuhan. Namun, banyak Kristen keliru memahami berkat Tuhan tersebut. Untuk menghindari pemahaman yang salah, apa yang dapat dipakai sebagai tolok ukur untuk mengetahui seseorang diberkati atau tidak diberkati oleh Tuhan? Seringkali yang dipakai sebagai tolok ukur berkat adalah kesehatan, kesuksesan, dan kekayaan. Namun, firman Tuhan justru tidak menyebutkan atau membenarkan salah satu dari ketiga hal tersebut.

Berkat Tuhan adalah penyertaan dan perkenanan-Nya
Apakah artinya memiliki kesehatan prima, kesuksesan berbisnis dan kekayaan melimpah bila Tuhan tidak berada di pihak kita dan beserta dengan kita? Bagi Musa yang diberkati Tuhan, penyertaan dan perkenanan Tuhan atas dirinya ketika dia ditunjuk untuk memimpin bangsa Israel menuju ke tanah perjanjian sudah cukup baginya. Kehadiran Tuhan sebagai gembalanya selalu cukup bagi Daud, baik pada saat tenang maupun pada saat ia melewati lembah kekelaman. Bagi Paulus, sukacitanya tidak dibatasi oleh materi, tembok-tembok penjara, dan kesehatan.

Berkat Tuhan dalam kehidupan Kristen masa kini
Pengalaman para tokoh Alkitab yang diberkati Tuhan secara luar biasa, tidak membuat mereka mengubah pemahaman tentang berkat Tuhan dalam hidup mereka. Akibatnya, dalam penyertaan Allah semua kebutuhan mereka terpenuhi: kesehatan, kesuksesan memimpin umat, dan kebutuhan ekonomi. Berbeda dengan keadaan banyak Kristen masa kini yang menganggap dan mengkotak-kotakkan berkat Tuhan sebatas pemenuhan kebutuhan “perut dan gengsi”. Pengaruh paham materialisme telah membungkam kepercayaan iman kita. Akibatnya kita dibelenggu oleh paham bahwa kita kini hidup di zaman yang serba bergantung pada materi. Tuhan hanya dianggap ada bila kebutuhan materi terpenuhi. Pernahkah kita bertanya: “mengapa hingga saat ini aku masih bernafas? Darimanakah nafas itu aku peroleh?”

Doa: Tuhan tolonglah aku untuk melihat segala sesuatu yang ditawarkan dunia ini adalah sampah dibandingkan dengan penyertaan dan perkenanan-Mu.

Berbicara mengenai berkat pasti mengasyikkan. Siapa yang tidak ingin hidupnya diberkati? Siapa yang tidak ingin menikmati berkat Allah? Dan dalam pembacaan hari ini kita melihat berkat Allah bagi segenap orang Israel.
Dalam ayat 22 jelas sekali dikatakan bahwa Allah memberikan perintah kepada Musa supaya berkat dicurahkan. Berkat ini diucapkan oleh Harun dan anak-anaknya.

Namun lihatlah berkat yang diucapkan, semuanya berkaitan dengan berkat rohani. Allah mau menyinari dengan wajah-Nya dan memberikan kasih karunia; Tuhan menghadapkan wajah-Nya dan memberi damai sejahtera; bukankah ini semua adalah berkat-berkat secara rohani? Dan inilah sebenarnya berkat yang dapat kita mintakan kepada Allah. Jangan terlalu berpusat pada perkara materi saja. Buat apa kalau harta melimpah tetapi rumah tangga Anda tidak ada damai sejahtera? Buat apa rumah dan mobil banyak nan mewah tetapi Anda sakit-sakitan? Yang penting adalah berkat Allah secara rohani melimpah dalam hidup Anda.

Doa-doa yang kita naikkan selama ini hanyalah berpusat pada materi. Jangan salah mengerti! Anda boleh saja meminta perkara materi, sebab Allah memang menyediakannya buat Anda. Tetapi yang penting adalah perkara rohani. Alkitab sendiri berkata, “Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah” (Kolose 3:1-3).

Apa yang Paulus maksudkan pada ayat di atas adalah prioritas utama yang harus diperhatikan. Apa perkara di atas itu? Di mana Kristus ada! Perkara di atas juga adalah perkara yang kekal. Dan Paulus juga berkata, “Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal” (2 Korintus 4:18). Manusia rohani memperhatikan perkara di atas dan manusia rohani mencari berkat rohani juga. Anda manusia rohani? Belajarlah untuk memperhatikan perkara di atas dan meminta berkat-berkat rohani juga.

Renungan:
Mengejar perkara materi tidak ada akan habisnya. Kalau Anda meminta kepada Allah hanya perkara materi saja, Anda meminta sesuatu yang bukan utama. Yang terutama adalah berkat secara rohani. Mintalah kepada Allah berkat-berkat rohani!

Manusia rohani mementingkan berkat rohani.

Sumber:
dari komentari Alkitab Penuntun dan Alkitab Versi Pemulihan, Dede Wijaya
Komentari wycliffe
https://id.wikipedia.org/wiki/Bilangan_6
http://www.bethanysydney.org.au/berkat-rohani-terpenting/

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: