Beranda > MUSIK dan LAGU > Memaksimalkan Jemaat dalam Bernyanyi

Memaksimalkan Jemaat dalam Bernyanyi


Bagaimana Memaksimalkan Jemaat dalam Pertemuan Jemaat: Dalam Bernyanyi

Gembala Dr. Andrew Liauw, Kebaktian Umum Graphe pkl 10.00 WIB, 28 Agustus 2016

Survei: Banyak orang Kristen rutin datang ke greja di GBIA Graphe dan sudah jadi jemaat lebih dari 1 tahun.

2 Tim 3:5 ada orang datang kebaktian Gereja namun memungkiri kuasa kekuatannya.

Apa saja Tips memaksimalkan berjemaat?
Hal-hal ini tampaknya kecil namun punya efek yang besar.

Salah satunya dengan Cara Bernyanyi

Efesus 5:18-21 (MILT3)  Dan, janganlah dimabukkan oleh anggur yang di dalamnya ada ketidaksenonohan, sebaliknya penuhlah dengan Roh,
seraya berbicara kepada dirimu sendiri dalam mazmur dan kidung puji-pujian dan nyanyian rohani, sambil bernyanyi dan bermazmur dengan hatimu kepada Tuhan,
dengan mengucap syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam Nama Tuhan kita YESUS Kristus kepada Allah dan Bapa,
seraya saling menundukkan diri seorang terhadap yang lain dalam takut akan Allah.

Rasul Paulus mengingatkan dalam jemaat Efesus: dalam Ayat ini memerintahkan agar kita penuh dg roh sambil/seraya bernyanyi, sambil bersyukur, sambil menundukkan diri satu sama lain.

Jemaat ini bernyanyi
“Lewati air atau api tapi semua lewat Kalvari” dalam kondisi apapun bernyanyilah dg sepenuh hati karena kita semua sudah lewat Kalvari ditebus dan diselamatkan melalui Penyaliban Yesus Kristus yg mati bg seisi dunia.

a. Nyanyian2 seperti ini (Himne) jangan dinyanyikan seperti kebanyakan gereja yang bernyanyi lagu kristen kontemporer seperti: Kujatuh Cinta padanya, dll.

b. Nyanyian itu sangat penting dalam
Zaman PL banyak nyanyian dari kitab Mazmur, Kidung Agung dan Ratapan

Untuk nyanyian dalam bait suci, bernyanyi dalam penahbisan bait suci, Yesus makan paskah bersama para murid dan bernyanyi.
Nikmat pendahuluannya diberikan dalam upacara dan kebaktian di zaman Bait Suci, dimana puji-pujian bangkit semata-mata dari kegirangan oleh kehadiran Allah yang menyelamatkan (Ul 27:7; Bil 10:10; Im 23:40).

Pujian kepada Allah diberikan di dunia ini karena karya-Nya, baik dalam penciptaan maupun penyelamatan (Mzm 24; 136), dan merupakan gema pujian sorgawi di dunia ini (Why 4:11; 5:9-10). Karena itu pujian mencirikan umat Allah (1 Ptr 2:9; Ef 1:3-14;Flp 1:11).

Ciri orang kafir ialah penolakan mereka memberikan pujian kepada Allah (Rm 1:21; Why 16: 9).

Kehidupan kita bukan terserah pada nafsu kita pada waktu itu, namun terkendali oleh roh.

d. Setiap lagu itu seperti khotbah mini atau pengajaran yang kita nyanyikan.

John Calvin berkata Kitab Mazmur mengandung semua spektrum kehidupan manusia, misal mazmur 23

“Lewat Cobaan Allah beri lagu dimalam hari dan setiap waktu”

Bersyukur lagu-lagu Humnoi kita memuat begitu banyak topik dalam hidup.

Perbuatan memuji mencakup persekutuan paling erat dengan Sang terpuji. ‘Pujian bukan hanya mengungkapkan tapi juga melengkapkan kegirangan; pujian adalah kesempurnaan kegirangan yg memang menjadi tujuannya …. Pada saat memerintahkan manusia untuk memuliakan Dia, Allah mengundang manusia untuk menikmati-Nya’ (C. S Lewis, Reflections on the Psalms, 1958, hlm 95).

Namun memuji Allah sering diperintahkan kepada manusia sebagai kewajiban, dan jelas tidak bergantung pada suasana perasaan atau keadaan (bnd Ayb 1:21).

‘Bersukacita di hadapan Tuhan’ adalah bagian dari acara yang diatur bagi kehidupan umum umat-Nya (Ul 12:7; 16:11-12), dimana orang saling membantu dan menghibur untuk menaikkan pujian.

e. Bernyanyi secara bersama-sama membangun satu dengan yang lain
Ilustrasi: Mutiara dalam kerang

Sekalipun ada mazmur-mazmur yang mengungkapkan pujian perseorangan, namun senantiasa dirasakan bahwa pujian lebih baik dinaikkan di tengah-tengah jemaat (Mzm 22:25; 34:3; 35:18).

Dengan demikian pujian itu bukan hanya memuji dan menyenangkan Allah saja (Mzm 50:23), tapi juga menjadi kesaksian kepada umat Allah (Mzm 51:12-15).

f. Nyanyian Rohani tidak hanya mengandung aspek horizontal (untuk orang lain dan saya) namun juga aspek vertikal
Nyanyian itu terutama untuk memuji Tuhan
Bukan sperti zaman sekarang terutama untuk hiburan/entertain.

Himne itu lagu pujaan, Himne Guru berarti lagu pujaan kpd Guru.

John Piper seorang gembala gereja Baptis pernah berkata: Memuji Tuhan/Nyanyi adalah cara uniknya orang Kristen untuk menyatakan Tuhan kita itu luarbiasa besar, akbar, dahsyat, sehingga tidak cukup hanya dipikirkan, tidak cukup hanya diekspresikan dengan kata-kata, namun juga menyanyikannya.

Ada nyanyian himne yang didedikasikan untuk Guru, untuk Ayah, Ibu, untuk Pahlawan, untuk Kekasih, terlebih lagi Himne untuk Tuhan.

Humnoi nomor 380 Syukur bagi Penebusku, lagu kesukaan Oma Gembala Andrew

Efek dari Lagu mempengaruhi jiwa kita, lagu2 patriotik/nasionalisme: Indonesia Raya

Contoh lagu:
Maju Tak Gentar
Majulah  GBIA
Pahlawan Iman
g. Lagu-lagu itu memberikan semangat

h. Lagu itu menyatukan kita contoh lagu-lagu yang dinyanyikan dalam Upacara Bendera

i. Nyanyian itu bisa menyiapkan hati kita suatu fokus rohani untuk mendengarkan firman Tuhan

Jika anda ingin tahu tentang kebenaran, doktrin/pengajaran, maka kita menyanyikan lagu2 himne

*Nyanyi dengan suara yang keras dg suara yang tidak ditahan-tahan seolah kita bernyanyi untuk seluruh orang di ruangan*

Punya buku Nyanyi membuat
menyanyi lebih semangat
Kita sedang dalam proses mencetak Buku Lagu HUMNOI yang akan memuat sekitar 500 lagu himne dan nyanyian rohani bermutu.

Duduk ditengah atau di depan,
Posisi juga menentukan

Nyanyi dimana saja
Nyanyi dg nikmat
Manfaatnya sungguh besar

Maukah kita lakukan bersama?

Mari dengarkan Radio rohani yang menyiarkan pembahasan Alkitab, dari Kej + Ul dan Injil Matius sampai Wahyu oleh Dr. Liauw, dan lagu-lagu Himne yang bermutu tinggi.

Download Radio AM Geo 828, Radio Berita Klasik

http://play.google.com/store/apps/details?id=com.radioamgeo
Pastikan radio ini didengarkan oleh keluarga anda. Radio Berita Klasik, Radio Keluarga Anda.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: