Beranda > BERITA, Uncategorized > Swedia Menerapkan 6 Jam Kerja Sehari

Swedia Menerapkan 6 Jam Kerja Sehari


swediaQerja.Com  Oleh Famega Syavira – Swedia tengah melakukan eksperimen penerapan jam kerja selama 6 jam sehari. Eksperimen ini dimulai tahun lalu di pusat perawatan lansia Svartadalen di Gothenburg. Selama setahun, para pekerja yang semula harus bertugas 8 jam sehari diizinkan bekerja selama 6 jam sehari dengan gaji dan fasilitas yang sama.

Auturo Perez, perawat yang bertugas mengurusi orang tua yang pikun atau terkena Alzheimer adalah salah satu pekerja yang menikmati kebijakan ini. Hanya seminggu setelah pemotongan jam kerja, para penghuni bersaksi bahwa Perez lebih berenergi, dan standar perawatannya makin tinggi.

“Yang paling penting adalah bahwa kami bahagia, karena pekerja yang bahagia adalah pekerja yang lebih baik,” kata Perez pada BBC. Dia mengaku jadi punya waktu lebih banyak untuk mengurusi tiga anaknya sendiri.

Para pendukung 6 jam kerja sehari berpendapat bahwa mengurangi jam kerja hingga 6 jam sehari dapat meningkatkan produktivitas, dan bahwa para rata-rata pekerja memang tidak produktif selama dua jam setiap harinya. Maka, buat apa kerja 8 jam? 6 jam saja cukup.

Hasil percobaan di Svartedalen sukses besar dalam mendukung dugaan tersebut. Riset membuktikan bahwa para perawat yang menjadi kelinci percobaan menjadi 20 persen lebih bahagia, mereka jarang sakit dan jarang minta cuti. Yang paling penting, mereka menjadi lebih produktif.

Beberapa perusahaan swasta dan start up juga mulai mencoba menerapkan kerja 6 jam sehari. “Sulit untuk terus fokus kerja selama 8 jam, tapi dengan 6 jam kami bisa lebih fokus dan menyelesaikan tugas dengan cepat,” kata Jimmy Nilsson, pendiri start up Background AB. Para pekerjanya masuk pukul 08.30, bekerja hingga 11.30, lalu istirahat makan siang satu jam dan selesai kerja 15.30.

Swedia memang sudah lama dikenal sebagai negara yang terus berusaha meningkatkan kesejahteraan pekerja, dan menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan sehari-hari. Setiap pekerja mendapat cuti 25 hari setahun, dan orang tua mendapatkan cuti melahirkan 480 hari.

Sebelum eksperimen ini, rata-rata warga negara Swedia sudah bekerja dengan jam kerja yang lebih sedikit, yaitu 1.644 jam per tahun. Jumlah ini lebih rendah dibanding rata-rata jam kerja negara OECD, yaitu 1.776 jam per tahun. Rendahnya jam kerja tak membuat Swedia kalah bersaing dengan negara lain, karena Swedia ada di ranking 6 di Global Competitiveness Index.

Eksperimen yang gagal

Tapi hasil eksperimen ini tak seluruhnya baik. Percobaan yang sama di rumah perawaran lansia Sjöjungfrun di Umeå memberi hasil yang berbeda. Pengurangan jam kerja diharapkan meningkatkan kesehatan jiwa dan fisik pekerja. Harapannya perusahaan akan mendapat kompensasi dari berkurangnya biaya perawatan kesehatan, dan cuti pun berkurang.

Rupanya yang terjadi justru sebaliknya. Jumlah cuti justru meningkat dari 8 persen menjadi 9,3 persen. Artinya, percobaan ini tak mencapai hasil yang diharapkan, demikian Business Insider menulis.

Hasil dari Umeå ini menimbulkan pertanyaan bagi hasil percobaan yang sukses di Svartedalen. Benarkah 6 jam kerja lebih efektif dan bisa diterapkan untuk semua pekerja? Penelitian belum berakhir.

Mulai 1 September 2016, pekerja sosial di Sundsvall, Swedia juga akan mulai bekerja 6 jam sehari. Kali ini, tujuan percobaan ini tak hanya untuk meningkatkan kesehatan pekerja dan mendorong produktivitas, tapi juga sebagai iming-iming bagi para pekerja demi mengatasi kekurangan pekerja sosial.

Apakah eksperimen ini akan berhasil? Kita tunggu saja hasilnya. Sementara itu, menurut Anda, apakah kebijakan ini cocok diterapkan di Indonesia?

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: