Beranda > BERITA > Curhatan Ima, Staff Ahok Selama 6 Tahun Yang Sangat Menyayat Hati

Curhatan Ima, Staff Ahok Selama 6 Tahun Yang Sangat Menyayat Hati


Whishienadaily – 1 hal yang melupakan ribuan hal yang sudah dibangun untuk perubahan Jakarta. Go Ahead @basuki_btp! Ini bukan soal agama lagi tp sudah ditunggangi orang-orang politik yang takut jika Ahok terus lanjut.

Proses hukum sedang berjalan, tujuan demo awal adalah untuk Ahok diperiksa. Padahal Ahok sudah di periksa dan memohon maaf jika salah dalam berucap. Kita tunggu saja hasil pemeriksaan. Allah saja Maha Pemaaf, dan hanya Dia yang bisa menghakimi.

Saya muslim, tapi saya sayangkan banyak sekali yang sumbu pendek melihat hal2 seperti ini. Justru saya malu sendiri ketika ada yang Ngebom membunuh ratusan orang di Bali atau daerah lainnya dengan mengatasnamakan agama, apa agama lain ada yang ribut? Justru yang ada yaitu saling bantu membantu dan memaafkan agar bangsa kita cepat pulih.

Bukan soal saya staf Ahok atau apa, sudah hampir 6 tahun mengikuti perjalanan Beliau bagaimana cemohan “Kafir, Ganyang, Bunuh Ahok dan masih banyak kalimat2 yang tidak pantas seringkali menghampirinya tetapi beliau tetap kerja untuk rakyat Jakarta dan itu semua dilakukan secara Transparan. Itu yang membuat saya bertahan bantu beliau.

Selama 6 tahun itu pula, integritas beliau selalu terjaga. Beliau selalu mengingatkan “gw gak bisa kasih gaji besar seperti staf2 pejabat lainnya, tp yang mau gw kasih adalah ilmu pengetahuan dan kehidupan” . Ini yang membuat saya berasa digaji “sangat besar”.

Kerjaan Ahok tiap hari datang pagi mendengar masyarakat mengadu sebelum kerja dan pulang malam bahkan bawa PR sampai kerumah masih saja terus di demo. Ketemu keluarga pun sedikit, semua yang ada dipikirannya adalah membuat keadilan sosial untuk seluruh rakyat, tanpa membeda-bedakan warna kulit, agama dan ras. Kadang saya pikir “kok masih mau ya si bapak kerja utk rakyat dengan cemoham tiap hari”

Demo kemarin bukan hanya soal agama, namun soal karena ada AHOK pejabat yang beda, membuat rakyat Indonesia menstandarkan semua pejabat harus seperti Jokowi or Ahok, ini yang membuat “panas” pejabat2 lama. Dan soal Al Maidah pun menjadi waktu yang pas untuk mereka semua. Karena soal AGAMA lah peluru yang paling pas bagi lawan untuk Ahok.

Dan 3 bulan kedepan adalah masa pilkada yang diikuti Ahok. Tekanan semakin kuat dari seluruh penjuru. Melihat foto Bapak kemarin (4 nov) yang tersebar dan dipermasalahkan banyak orang, saya tahu matanya penuh dengan banyak pikiran. Semalam massa mulai tidak kondusif menuju Pantai Mutiara dan banyak issue jika tekanan Ahok untuk mundur semakin kuat. Sepertinya saya harus whatsapp Bapak untuk menguatkan walau mgkn sudah banyak orang lain yang memberi support.

Saya whatsapp Bapak blg “jangan pernah mundur Pak”.
Beliau balas : ” Jika negara ini jadi susah, silahkan tangkap dan penjarakan saya. Tapi jangan paksa saya mundur.”
Apapun yang terjadi ke depannya, saya percaya itu semua sudah kehendak Yang Maha Kuasa.
Semangat terus Pak, i stand with you!

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: