Beranda > Fakta Unik, Uncategorized > Perbedaan Katak dan Kodok

Perbedaan Katak dan Kodok


perbedaan-katak-dan-kodok

Hewan amfibi katak biasanya dapat dengan mudah ditemukan di sungai, sawah atau danau. Namun seringkali katak dianggap sama dengan kodok karena sekilas bentuk tubuh yang sama. Padahal kedua hewan amfibi itu memiliki perbedaan.

Dalam Bahasa Inggris, katak disebut dengan frog sementara kodok yakni toad. Biasanya ciri khas perbedaan yang paling mencolok dari katak dan kodok terletak pada kulitnya.

Lalu apa saja perbedaan dari katak dan kodok?

1. Kulit

Katak: katak memiliki kulit yang halus dan cenderung lembap. Selain itu kulit katak juga berlendir. Warna kulit katak juga lebih bervariasi mulai dari hijau zaitun, kuning, abu-abu hingga cokelat.

Kodok: kulit kodok pada umumnya kasar, berbintil-bintil dan kering. Sebab itu kodok dapat bertahan lebih lama di tempat yang kering. Kulit kodok biasanya berwarna cokelat.

Kodok.
Kodok. Foto: Dok. National Geographic

2. Bentuk telur

Katak: saat musim kawin, telur katak bergerombol seperti anggur. Biasanya beberapa katak betina membawa telur-telur di punggung dan meninggalkan kecebong setelah lahir.

Kodok: bentuk telur kodok memanjang mirip rantai dan meletakkan telur di tanaman air. Kodok tidak meninggalkan anak-anaknya meski sudah menjadi kecebong.

3. Bentuk Tubuh

Katak: memiliki tubuh yang ramping dan cenderung terlihat ‘atletis’.

Bentuk tubuh katak.Bentuk tubuh katak. Foto: (San Diego Zoo)

Kodok: tubuh kodok lebih berisi dan pendek.

Bentuk tubuh kodok.Bentuk tubuh kodok. Foto: National Geographic

4. Jari

Katak: ujung jari berbentuk bulat kecil yang digunakan untuk menempel di pohon.

Kodok: jari mirip cakar, digunakan untuk menggali.

5. Tungkai

Katak: memiliki tungkai yang kuat dan terlihat lebih panjang. Tungkai katak juga berselaput.

Kodok: tungkai bagian belakang pendek.

6. Cara Bergerak

Katak: melompat dan jarang merangkak. Lompatan katak bisa lebih panjang dari tubuhnya.

Kodok: Biasanya kodok bergerak dengan merangkak. Jika melompat, lompatannya lebih pendek dari panjang tubuhnya.

7. Racun

Katak: Tidak beracun

Kodok: Ada yang beracun. Kelenjar yang menonjol di bagian leher dan pundak memancarkan racun ringan.

8. Habitat

Katak: hidup di pohon, sungai, danau, rawa, sawah dan lain-lain.

Kodok: tepi sungai, sekitar rumah dan kayu lapuk.

9. Digunakan Sebagai Makanan

Katak: dapat dimakan

Kodok: tidak bisa sebab ada sebagian jenis kodok yang beracun.

(nkn/fjp)

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: