Beranda > BERITA, TOKOH > Penyaliban AHOK

Penyaliban AHOK


Selasa, 9 Mei 2017 adalah hari ketika Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama mengklaim tempatnya di jajaran tokoh besar dalam sejarah.

Pada hari itu, para hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menyalibkan Ahok dengan menjatuhkan hukuman dua tahun penjara atas tuduhan penghujatan.

Hukuman tersebut merupakan hadiah perpisahan pahit bagi Ahok, yang berhasil menerapkan reformasi birokrasi yang signifikan di dalam pemerintahan Jakarta, memperbaiki fasilitas umum, mengurangi banjir, membangun apartemen terjangkau bagi masyarakat miskin, menciptakan fasilitas yang ramah bagi kaum disable dan melihat ratusan marbot masjid di-Ziarah suci-kan selama masa jabatan tiga tahun sebagai gubernur.

Di luar ruang sidang, ribuan pendukung Ahok meratapi hukuman, yang mereka anggap sebagai kematian keadilan dan kewarasan. Sebaliknya, kaum fundamentalis (lebih tepat: radikalis) bersorak sementara pada saat yang sama menuntut hukuman yang lebih berat bagi gubernur yang jatuh.

Apa yang terjadi dengan Ahok, yang akan mengakhiri jabatan gubernurnya pada bulan Oktober, mungkin tragis tapi banyak orang sebelumnya yang mengalami nasib yang sama atau bahkan lebih buruk dan sejarah menunjukkan bahwa suara mereka menjadi lebih kuat lagi, dengan warisan mereka semakin diabadikan dalam waktu, mengikuti contoh di mana Ketidakadilan dipaksakan pada mereka.

Para nabi dan pemimpin perubahan besar selalu ditolak oleh masyarakat mereka. Nama mereka selamanya terukir di hati jutaan orang dan sekarang, Ahok secara resmi membuka jalannya sendiri menuju keagungan dan keabadian.

oleh Hans David Tampubolon

The Jakarta Post

Jakarta |Rabu, 10 Mei 2017 |12:30 pagi

Siapkan yang terburuk: Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama bersiap untuk mendengarkan putusan tersebut di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada hari Selasa. (JP / Sigid Kurniawan / Kolam)

Kata akhir: Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara Dwiarso Budi Santiarto membacakan vonis bersalah terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama dan menjatuhkan hukuman dua tahun penjara atas penghujatan. (JP / Kurniawan Mas’ud / Pool)

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: