OSAS


OSAS (Once Saved Always Saved) atau Sekali Selamat Tetap Selamat (SSTS), ialah istilah yang dipakaikan kepada orang-orang Kristen yang meyakini bahwa sekali mereka sudah diselamatkan, maka apapun yang terjadi mereka pasti selamat. Cukup banyak orang Kristen yang berkeyakinan demikian, terutama kelompok Kristen Kalvinistik. Di sisi lain ada orang Kristen yang meyakini bahwa setiap kali jatuh dalam dosa maka dia kehilangan keselamatannya sehingga dia harus bertobat dan menerima Yesus lagi agar jika mati dia bisa masuk Sorga, dengan kata lain mereka percaya Selalu Tidak Pasti Selamat atau STPS. Sesungguhnya kekacauan konsep antara OSAS dan STPS, adalah pada aspek Doktrin Keselamatan (Soteriology).

Sekali Doktrin Keselamatan dipahami dengan tepat sesuai Alkitab, maka baik OSAS maupun STPS, akan dapat melihat dengan jelas titik kesalahan mereka.

Doktrin keselamatan Alkitabiah
Kejatuhan Adam (manusia) ke dalam dosa, karena lebih percaya pada iblis, menyebabkan Adam tidak bisa menghampiri Allah yang maha suci, atau masuk Sorga yang maha suci. Dan karena Adam tidak memakan buah kehidupan, maka energi tubuh Adam tidak bisa bertahan kekal melainkan akan habis terpakai dan rusak atau mati.

Roh dan jiwa Adam tidak bisa gentayangan di bumi, ia harus pergi ke suatu tempat. Karena tidak bisa pergi ke tempat Allah, yaitu Sorga, maka roh dan jiwa Adam akan pergi ke tempat yang disediakan untuk para malaikat pembangkang, yaitu iblis yang telah menipunya. Jika Adam tidak mau pergi ke tempat yang disediakan untuk iblis, dia harus mengaku salah dan menyesali perbuatannya atau bertobat. Sikap bertobat inilah yang diinginkan Allah dari manusia yang sudah jatuh dalam dosa.

Selanjutnya Allah janji akan mengirim Penyelamat untuk Adam dan Hawa. Karena sejak awal Allah sudah katakan bahwa jika mereka memakan buah pohon terlarang mereka akan mati, sesungguhnya yang dimaksud ialah hukuman mati bukan buah sianida.

Allah janji akan kirim Penyelamat yang akan dilahirkan dari benih Hawa untuk menggantikan mereka menerima hukuman mati. Jika Adam dan Hawa ingin setelah tubuh mereka binasa, roh dan jiwa mereka dibikinkan tubuh mulia yang tidak akan binasa, maka selain mereka bertobat mereka juga harus percaya pada janji Allah, yaitu percaya bahwa Penyelamat akan dikirim melalui dilahirkan, dan Dialah yang akan dihukumkan ganti mereka.

Sebagai tanda bahwa mereka sungguh percaya, mereka harus mengingatkan janji Allah kepada anak-anak mereka dan melakukan upacara simbolik yang sederhana, yaitu membuat sebuah tumpukan batu berbentuk meja (mezbah), dan menyembelih seekor domba (binatang korban) untuk melambangkan Penyelamat yang dijanjikan.

Adam dan Hawa harus bertobat dan percaya bahwa Juruselamat akan datang melalui dilahirkan sebagai manusia, dan akan menerima penghukuman menggantikan mereka. Kelihatannya Adam mengajarkan kepada anak-anaknya, terbukti Habel mengerti dan mempersembahkan domba di atas mezbah.

Dan Hawa sangat percaya pada janji Allah, karena ketika ia melahirkan Kain, Hawa menyangka ia melahirkan Penyelamat yang dimaksud. Lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: “Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN.” (Kej. 4:1).

Tulisan tebal dan miring itu tidak ada dalam bahasa aslinya. Sangat mungkin Hawa menyangka dia melahirkan Penyelamat yang adalah TUHAN yang menjadi manusia. Tetapi Kain adalah pembangkang pertama yang mencoba menyimpangkan jalan keselamatan dari Allah (Yudas 11).

Adam dan setiap orang yang ingin semua dosanya diselesaikan, harus berobat dan percaya pada Juruselamat yang akan datang. Semua orang zaman PL yang mau dosanya diselesaikan harus bertobat dan percaya pada Juruselamat yang akan datang. Setelah melalui ribuan tahun, dan digambarkan dengan berbagai cara, domba disembelih dan darahnya dipoleskan di kusen pintu, ular tembaga yang dinaikkan di atas tiang, akhirnya Yesus Kristus, Juruselamat yang diurapi datang. Dan Dia dengan setia menjalankan hukuman mati dengan disalibkan seperti seekor domba yang keluh. Ia dihukumkan menanggung dosa seisi dunia. Yesus Kristus adalah jalan satu-satunya menuju Sorga (Bapa).

Semua orang PL yang hidup sebelum kedatanganNya, selamat melalui bertobat dan percaya pada Juruselamat yang akan datang. Semua orang PB yang hidup sesudah kedatanganNya, selamat melalui bertobat dan percaya pada Juruselamat yang sudah datang. Keselamatan diperoleh seseorang melalui iman kepada Sang Juruselamat bahwa Sang Juruselamat akan (PL), dan sudah (PB), dihukumkan menggantikannya.

Bayi, Idiot, Down-syndroom, Masuk Sorga
Bahkan Alkitab mencatat dosa yang disebabkan oleh Adam telah diselesaikan oleh Yesus. Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. 19 Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar. (Rom.5:18-19)

Atas dasar inilah kita simpulkan bahwa bayi, mereka yang lahir cacat mental, idiot, down-syndrom dan yang tidak pernah sadar diri, mendapat anugerah masuk Sorga, tanpa perlu bertobat dan percaya karena belum bisa. Tetapi yang mencapai umur akil balik, melakukan dosa atas kesadaran diri, adalah orang berdosa bukan karena Adam. Manusia demikian harus dengan kesadaran diri bertobat dan percaya pada Sang Juruselamat, bahwa Juruselamat sudah menggantikannya dihukumkan.

Doktrin Keselamatan yang tidak alkitabiah mengajarkan bahwa bayi ikut iman orang tuanya, tanpa ada ayat Alkitab mendukungnya. Alkitab tidak pernah mengajarkan orang masuk Sorga dengan numpang iman orang tuanya, atau anaknya.

Berapa Banyak Dosa Ditanggung?
Ketika seorang yang telah akil balik bertobat dan mengimani bahwa Sang Juruselamat, Yesus Kristus, telah menggantikan dirinya dihukumkan, dan sekarang dia sadar bahwa dirinya sedang menggantikan Yesus hidup, maka kapan saja dia mati, dia pasti akan masuk Sorga. Seluruh dosanya telah selesai karena Kristus telah menggantikannya dihukumkan atas seluruh dosanya. Sistem penghapusan dosa yang Tuhan lakukan padanya bukan berdasarkan pengakuan dosa satu persatu melainkan sistem penggantian (substitution). Dia adalah manusia berdosa dan dosanya berapa banyak tentu dia tidak tahu, hal yang dia tahu ialah Yesus telah menggantikannya dihukumkan atas seluruh dosanya.

Dilahirkan kembali oleh air dan Roh ialah bertobat dan percaya dari pihak manusia, diekspresikan melalui memberi diri dibaptis ke dalam air, dan dari pihak Allah mengirim Roh Kudus masuk memeteraikan orang tersebut. Baptisan air tidak menyelamatkan melainkan sebuah tindakan bukti luar bahwa yang bersangkutan sungguh bertobat dari dosa dan percaya bahwa dirinya telah mati bersama Kristus, serta dikuburkan, dan akan bangkit serta hidup bersama Kristus. Sejak 0saat dibaptis dia masuk sebagai murid Yesus Kristus dan bergabung ke dalam tubuh Yesus Kristus, yaitu jemaat lokal.

Karena baptisan bukan faktor yang menyelamatkan, melainkan hanya pernyataan luar dari hati yang bertobat dan percaya, dan hanya sebagai tanda bagi semua orang yang mau jadi murid, maka yang tidak dapat melakukan karena sakit atau dalam kondisi tertentu belum bisa jadi murid, tidak perlu melakukannya.

Bagaimanakah jika orang yang telah lahir baru jatuh dalam dosa? Orang Kristen lahir baru selagi tinggal di dalam daging tentu masih bisa jatuh dalam dosa. Tetapi perlu diingat bahwa Kristus telah menggantikannya dihukumkan atas semua dosanya, bukan sebagian. Di hadapan Allah Bapa dia adalah orang kudus karena dia ada di dalam Kristus. Selama dia di dalam Kristus dia tetap kudus di hadapan Bapa. Orang yang di dalam Kristus jatuh dalam dosa bersalah kepada Kristus, tetapi di hadapan Bapa dia tetap orang kudus, karena bukan diri orang tersebut yang terlihat di hadapan Bapa, melainkan Yesus Kristus.

Apakah Kristen Lahir Baru Bebas Berdosa?
Pertama, orang Kristen lahir baru adalah orang yang telah bertobat, yaitu telah mengaku salah dan menyesal. Orang yang telah menyesali sesuatu sepatutnya bukan lagi orang yang suka akan hal yang disesalkannya. Kedua, di dalam gereja yang alkitabiah, anggota jemaat yang berbuat dosa akan ditegur sesuai Mat.18:15-20. Dan urutan terakhir jika tidak bertobat akan dikeluarkan dari keanggotaan jemaat. Poin ini bisa dijadikan salah satu faktor untuk menilai kondisi sebuah gereja, apakah alkitabiah atau sekedar perkumpulan suka-suka. Ketiga, jika melakukan dosa yang tidak diketahui orang, ingat nanti semua orang percaya akan menghadap tahta pengadilan Kristus (2 Kor 5:10). Pengadilan Kristus adalah pengadilan khusus terhadap orang-orang yang di dalam Kristus.

Tidak Boleh Keluar Dari Kristus
Orang Kristen lahir baru jika jatuh dalam dosa, namun masih tetap di dalam Kristus, di hadapan Bapa ia tetap orang kudus. Hal yang tidak boleh dilakukan oleh Kristen lahir baru ialah meninggalkan Kristus. Jika ia meninggalkan Kristus, maka ia tidak lagi di dalam Kristus. Siapapun yang tidak di dalam Kristus di hadapan Allah Bapa adalah orang berdosa. Dan orang berdosa tidak mungkin boleh menghampiri Allah yang maha suci. Pembela OSAS biasanya berseru, dia dipegang Tuhan, mana mungkin bisa lepas. Tetapi ayat Alkitab berkata bahwa setiap orang yang sudah selamat harus memegang teguh Injil. Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu–kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya (1 Kor 15:2)

Lihatlah, siapa yang disuruh pegang, dan apa yang dipegang? Setiap Kristen lahir baru harus memegang teguh Injil yang telah menyelamatkannya. Dan juga Rasul Yohanes sangat mengingatkan orang Kristen untuk tetap tinggal di dalam Kristus. Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak (2 Yohanes 9).

BANDUL OSAS
Sesungguhnya kasus OSAS adalah reaksi balik terhadap pengajaran kelompok yang percaya bahwa setiap kali jatuh dalam dosa yang bersangkutan hilang keselamatannya. Ada gereja (tidak perlu saya sebutkan), yang mengajarkan Doktrin Keselamatan (Soteriology) yang tidak alkitabiah, bahwa kalau jemaatnya jatuh dalam dosa maka ia harus bertobat ulang dan menerima Yesus kembali.

Karena pengajaran tentang Keselamatan yang tidak alkitabiah, menyebabkan anggota jemaatnya tidak yakin kalau dia mati pasti akan masuk Sorga. Biasanya karena si anggota tersebut merasa sehari-hari masih berdosa, dan masih dihantui rasa takut mati belum sempat bertobat ulang. Dalam acara tanya jawab hampir di setiap seminar, ada yang bertanya, apakah seorang lahir baru yang sedang berzinah mati akan tetap masuk Sorga? Atau apakah seorang lahir baru yang membunuh orang masih tetap akan masuk Sorga? Bahkan ada yang bertanya, apakah Kristen lahir baru yang bunuh diri akan tetap masuk Sorga? (Tentu lebih lengkap jika baca buku: Doktrin Keselamatan Alkitabiah: Terbitan GRAPHE).

Mereka sulit untuk memahami bahwa sistem penanggungan dosa oleh Yesus Kristus itu bukan menanggung dosa satu-persatu sesuai pengakuan dan permohonan ampun dari orang percaya, melainkan sistemnya adalah menggantikan. Yesus Kristus telah menggantikannya dihukumkan dan sekarang dia sedang hidup bagi Yesus.

Terlepas dari baik buruk orang tersebut hidup bagi Yesus, sejauh dia tidak menyangkali Yesus, dia tetap adalah orang yang Yesus telah gantikan untuk dihukumkan. Dia kelak akan diadili di pengadilan Kristus. Jika seseorang sudah lahir baru, dan tentu hanya dia dan Tuhan saja yang tahu, kondisi prestasi dia hidup bagi Yesus, tidak mempengaruhi keselamatan jiwanya, melainkan akan mempengaruhi hadiah dan kemuliaan yang akan diberikan kepadanya.

Orang Kristen yang percaya bahwa kalau seseorang yang telah lahir baru jatuh dalam dosa akan kehilangan keselamatan, itu jelas sangat salah. Orang tersebut tidak mengerti lingkup penebusan Yesus Kristus dan tidak mengerti bahwa Yesus sudah menggantikan orang yang percaya dihukumkan bukan atas sebagian dosa mereka melainkan atas seluruh dosa mereka.

Sesungguhnya karena melawan kesalahan yang percaya bahwa akan hilang keselamatan setiap kali jatuh ke dalam dosa maka muncul penekanan pada kepastian keselamatan yang berlebihan, sehingga menjadi OSAS.

KESALAHAN OSAS
Karena mereka gigih melawan kelompok yang percaya akan hilang keselamatan setiap kali jatuh ke dalam dosa, menyebabkan mereka percaya Sekali Selamat Tetap Selamat atau Once Saved Always Saved (OSAS).

Mereka lupa bahkan mengabaikan ayat-ayat Alkitab yang memperingatkan orang-orang percaya terhadap penyesatan, atau murtad. Kasus murtad bukan kasus jatuh ke dalam dosa berzinah atau membunuh, melainkan MENYANGKALI IMAN, atau MELEPASKAN IMAN.

Setiap orang yang menentang OSAS biasanya langsung disebut kelompok ARMINIANS, tanpa mereka tahu pengajaran Arminians. Padahal kami bukan orang yang percaya bahwa jatuh ke dalam dosa akan hilang keselamatan. Dalam hal ini terlihat pendukung OSAS gampang panik dan sembarangan menuduh, pokoknya penentang OSAS pasti Arminians.

Pendukung OSAS tanpa dukungan ayat mengklaim bahwa orang Kristen lahir baru tidak mungkin bisa menyangkali iman atau murtad. Mereka mengabaikan ayat yang memperingatkan orang percaya terhadap bahaya penyesatan. Jika penyesatan tidak berbahaya, bahkan orang Kristen telah lahir baru tidak mungkin bisa murtad, lalu untuk apa diperingatkan? Kiranya Tuhan memberi hikmat.***

Sumber: Jurnal Teologi Edisi XCIV Tahun XXIII Januari-Februari-Maret 2018

  1. Elizabeth Christine
    27 Januari 2018 pukul 1:30 AM

    Puji Tuhan, saya sangat terberkati sekali dengan artikel ini.
    Dari artikel ini saya seperti menemukan sebuah “mutiara” yang terpendam dalam Firman Tuhan dan saya menemukan titik temu keseimbangan (balance) antara doktrin Sekali Selamat Tetap Selamat (SSTS) dengan doktrin Selalu Tidak Pasti Selamat (STPS).

    Titik balance terletak pada Karya Penebusan KRISTUS YESUS, yang SEKALI untuk SELAMA-LAMANYA, dan Karya Penebusan-NYA tidak dapat digagalkan oleh apapun dan siapapun juga, karena YESUS KRISTUS menebus kita dari dosa dan kesalahan Adam dan Hawa (dosa turunan), dosa perbuatan di masa lalu maupun masa kini, dan bahkan dosa yang tidak kita sadari ataupun dosa yang belum akan kita lakukan.

    Walau demikian, kita tentu tidak diperkenankan untuk berbuat dosa secara disengaja setelah percaya dan menerima KRISTUS.
    Pertobatan yang sejati selalu membawa perubahan dalam hidup dan melahirkan buah-buah Roh.
    Kita memang telah dibebaskan dari dosa, namun bukan berarti hal itu adalah sebuah “lisensi” untuk berbuat dosa dan hidup sekehendak hati kita di hadapan ALLAH. Seperti ada tertulis, “Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkan kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?” (Roma 6:1-2)

    Kesimpulan : Titik temu balance antara doktrin SSTS dengan doktrin STPS ada pada “KEKUDUSAN”.
    Di dalam doktrin SSTS, karya penebusan KRISTUS bukan berarti sebuah “lisensi” untuk hidup merdeka sekehendak hati kita meskipun hidup kita telah dimerdekakan, kita tentunya tetap harus waspada terhadap penyesatan dan murtad.
    Di dalam doktrin STPS, orang percaya yang berdosa, bukan berarti kehilangan keselamatannya — tetapi hanya mempengaruhi upah/hadiah yang akan diterimanya di sorga –, sebab bagaimanapun juga, orang percaya tetap bisa jatuh ke dalam dosa karena ia masih hidup di dalam “daging”. Sepanjang ia tidak menyangkali imannya kepada KRISTUS,maka dosa yang diperbuatnya hanya mempengeraruhi hadiah yang akan diterimanya kelak.
    Kehidupan yang kudus di hadapan TUHAN adalah MUTLAK dan Alkitab menuliskan hal itu. Tanpa kekudusan, tak seorangpun akan melihat TUHAN.

  2. Elizabeth Christine
    18 April 2018 pukul 5:50 AM

    Puji TUHAN, saya menyukai penjelasan yang lengkap ini dan menemukan balance antara doktrin OSAS dan STPS. Saya sepakat dgn si penulis.

    Karena apa yang disampaikan di atas benar-benar Alkitabiah, dengan didukung ayat Alkitab berikut :

    Pertama, orang-orang pilihan bahkan “sangat mungkin” untuk disesatkan jika mereka lengah (Matius 24:24 “Sebab Mesias-Mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.”).
    Hal ini sangat kontras dengan doktrin OSAS yang menyangkal bahwa orang percaya tidak mungkin murtad. Di sini nampak bahwa yang memberi peringatan bukanlah murid-murid YESUS, melainkan YESUS sendiri, bahwa orang-orang percaya sekalipun, masih bisa disesatkan. Doktrin OSAS tidak dapat menyangkal ayat ini.

    Kedua, orang-orang berdosa sekalipun — baik yang sudah percaya maupun yang belum percaya –, seberapapun besar dan gelapnya dosa yang mereka perbuat, tetap bisa diselamatkan. Khususnya untuk orang-orang yang sudah percaya, yang berbuat dosa dengan disengaja maupun tidak disengaja, akan tetap masuk Surga, “hanya jika” mereka bertobat dari dosanya. Hal ini sesuai dengan Kitab 1 Yohanes 2:1-2 “Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara kepada BAPA, yaitu YESUS KRISTUS, yang adil. Dan IA adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia. Kata “anak-anakku” yang dituliskan Rasul Yohanes ditujukan kepada orang percaya, yaitu mereka yang telah mengenal Jalan Kebenaran, tetapi yang masih berbuat dosa, dan atau yang berdosa secara tidak disengaja lalu kemudian menyadari dosanya itu. Doktrin STPS juga tidak dapat menyangkal ayat di atas.Sebab selama masih hidup di dunia, manusia yaitu orang percaya masih hidup dalam daging, ia masih bisa berdosa dan mustahil ia bisa tidak pernah berdosa seumur hidupnya, karena itulah, YESUS adalah pengantara satu-satunya bagi dosa-dosa kita yaitu orang percaya, dan bukan hanya dosa-dosa kita saja, melainkan juga untuk dosa-dosa manusia di seluruh duna.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: