Beranda > TOKOH > Kisah Misionaris Yang Spektakuler

Kisah Misionaris Yang Spektakuler


😍😍😍😍😍

Membaca berita kecelakaan yg menimpa Joyce Lin (MAF) di Danau Sentani dan misteri maksud Allah di baliknya mengingatkan pengalaman saya beberapa puluh thn lalu di Amsterdam 2000.

Amsterdam 2000, Kongres Penginjilan se Dunia, yang diadakan
pada 29 Juli-6 Agustus 2000, memberikan kesan mendalam bagi saya. Lebih dari 10.000 peserta yang mewakili 209 negara hadir memenuhi undangan Billy Graham ini.

Saya tidak menduga ternyata di antara para peserta tersebut, saya
bertemu dengan seseorang yg pernah membuat dunia misi men
galami guncangan menyakitkan.

Tewasnya 5 pemuda misionaris

Setiap orang Kristen yang berumur di atas enam puluh tahun mungkin ingat akan perjalanan 5 misionaris Amerika di tahun 1956. Mereka adalah Peter, Ed, Roger, Nate dan Jim. Kisahnya sangat singkat.

Lima pemuda yang bersemangat tersebut berencana pergi ke hut
an rimba Ekuador Barat menuju orang-orang Indian Auca di sana.

Baru saja mereka menapakkan kaki setelah tiba di pantainya, sejumlah orang dari suku yg liar itu menyerbu mereka.

Dengan beringas, orang -orang ganas itu menghujamkan tomba
knya yang keras dan tajam, sehingga menancap di tubuh ke 5
pemuda lugu itu. Mereka meradang jatuh dengan bersimbah darah. Tewas seketika.

Kejadian ini terasa semakin tragis karena ulah wartawan photo
dan penulis Majalah Life. Peredaran majalah ini sangat luas, sehingga tragedi itu tersebar ke seluruh dunia.

Kisah ini menyayat hati banyak pembacanya adalah karena ke lima utusan Injil ini keluarga muda, bahkan beberapa dari mereka sudah mempunyai anak.

Di antara pembacanya ada seorang pemuda bernama James Hefley. Ia juga salah seorang di antara jutaan pembaca Kristen yang kaget dan bingung dengan peristiwa ini.

Apakah ini kegagalan dalam misi ke kristenan? Apakah 5 pemuda itu telah keliru? Apakah Allah
telah gagal dan dipermalukan?
Diam-diam ia bertekad bahwa 25 tahun lagi sejak saat itu, ia akan menyelidiki apa yang terjadi kelak.

Dua puluh lima tahun setelah pembunuhan itu, James Hefley sendiri dan isterinya mengunjungi
janda-janda para utusan Injil yg dibunuh oleh orang-orang Indian
Auca. Inilah hasilnya.

Respon para janda misionaris

Setelah kematian Peter, Olive menikah dengan Walter Liefeld, seorang profesor di Trinity Evangelical Divinity School di Deerfield, Illinois, dan mereka mempunyai tiga orang anak. Allah memeliharanya.

Olive Fleming, istri Peter, mengatakan kepadanya, “Beberapa kali Peter menulis bahwa ia bersedia memberikan nyawanya demi orang-orang Auca Cukuplah bagi saya untuk menge tahui bahwa
Allah bisa memakai pengalaman ini demi kemuliaan-Nya di dunia.”

Marilou McCully, istri Ed, berkata atas nama semua janda,”Kami ing
in mengerti apa yang Allah lakukan melalui peristiwa itu. Kematian
ke lima orang itu merupakan cara Allah.

Kami harus menyerahkan misteri ini kepada-Nya.” Marilou tidak menikah lagi. Ia kini tinggal dekat Seattle dan bekerja di sebuah rumah sakit daerah.

Mengenai hidupnya sendiri, ia berkata, “Tuhan selalu memelihara
kepunyaan-Nya. Ia telah menyediakan semuanya bagiku.”

Ia mengucap syukur karena dua saudara laki-laki iparnya mengasuh ketiga anaknya. Dengan demikian ada laki-laki tempat anak -anak itu bertukar pikiran. Allah
memeliharanya.

Barbara Yoderian, istri Roger dan ibu dari dua anak, selama ini ting
gal di Ekuador. Ia mengurus perumahan tamu bagi The Gospel Missionary Union di Quito.

Ia berkata, “Aku sungguh-sungguh tidak merasa menyesal tentang
kejadian yang disebut orang operasi Auca.

Allah ada di sana, sama seperti Dia ada bersama kami setelah mereka terbunuh, dan Ia menyele
saikan kehendak-Nya yang sempurna. Aku yakin kami akan mengerti hal itu sepenuhnya pada suatu hari nanti.”

Oleh karena pengalaman itu, Barbara mengatakan bahwa surga menjadi lebih nyata. Ia menanti
kan suatu pertemuan gembira kelak dengan semua keluarganya
tersayang yang telah menghadap Tuhan. Allah memeliharanya.

Marge Saint, istri Nate, seorang pilot misi, ditinggalkan brsama 3 anak. Ia mengatakan, “Peristiwa Auca mengubah arah hidup saya.

Peristiwa itu membuat saya bisa melihat perbedaan antara yang penting dengan yang tidak penting, yg sebelumnya tidak pernah saya ketahui.”

Marge sekarang menikah dengan Abe Van Der Puy, bekas direktur World Radio Missionary Fellowship. Kini ia menjadi pembicara misi untuk siaran radio Back to The Bible. Allah memeliharanya.

Janda yang kelima, mungkin yg paling terkenal di antara kelima janda itu, Elisabeth Elliot, istri Jim. Ia menulis Through Gates of Splendor And Shadow of the Almighty, sebuah buku tentang pembunuhan tsb.

Ia berkata, “Saya selalu percaya dan saya tetap percaya bahwa Allah mengetahui dengan tepat apa yang se dang Ia lakukan di Ekuador. Allah berkuasa sebagaimana dikatakan dalam kitab Roma 8:28 Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan.

Seandainya Allah tidak pernah menyelamatkan seorang Auca, dan tidak pernah memanggil seorang pun ke ladang misi karena kematian orang-orang ini,
saya tetap tidak mera gukan bahwa kematian mereka adalah bagian dari pekerjaan-Nya untuk
mendatangkan kebaikan. Itulah batu dasar kepercayaanku.” Allah memeliharanya .

Mrs Elliot ternyata bertekad bulat menyelesaikan misi suaminya. Ia mengikuti jejak suaminya untuk menerobos Ekuador dengan kekuatan seadanya sebagai seorang janda wanita.

Ia mau membuktikan bahwa kekuatan Kasih Kristus lebih dahsyat dari pada kekuatan tombak yang paling ganas milik siapapun. Siapa yang bisa tidak menahan nafas menghayati tekadnya yang semacam ini?

Betul-betul perjalanan misi dan
pergulatan hidup yang mendebarkan jantung siapapun .

Karena pelayanan Mrs Elliot tersebut, kini para pembunuh, yaitu
lima orang Indian Auca bengis pemakai tombak, semuanya ke
mudian menjadi Kristen & memimpin gereja suku Indian Auca !

Bertemu mantan pembunuh di Amsterdam

Pada hari saya bertemu dengan pria mantan pembunuh itu 6 Agustus 2000 – membuat saya sangat terharu. (Kami duduk berdekatan dan berfoto).

Ia memperkenalkan namanya,
Menna Minkai. Ia menyebutkannya sambil tersenyum ramah. Saya masih mengingat ucapannya melalui penerjemah) ketika dia bersaksi,

“Saya dulu dibesarkan dalam suasana kebencian dan kebiasaan membunuh. Saya tidak tahu bagaimana hidup yang lebih baik. Tapi kini saya telah dibasuh
oleh darah Kristus. Hidup saya telah menjadi baru, demikian pula Anda sekalian yang di sini.”

Sekali lagi saya kagum pada kuasa Injil yang mengubahkan hi
dupnya. Aku kagum pada kasih sayang Bapa yang telah menggerakkan isteri Jim, Mrs. Elliot – untuk menggarap pelayanan di
Equador.

Kini anaknya yang telah dewasa juga berada di sana bersamanya.
Saya disentuh dan dihangatkan
oleh kekaguman pada karya Allah dan Injil Kristus, pada kematian dan kebangkitan Kristus yg mengubahkan hidup manusia. Ini momentum baru dalam hidupku.

Akhirnya, maksud Tuhan terungkap

Mereka mengubah arah hidup & menyerahkan diri mereka bagi pelayanan di ladang misi. Siapakah yang menduga hal baik akan terjadi akibat tragedi di tahun 1956? Tuhan sungguh bijaksana, dan rencana Tuhan yang melampaui pikiran manusia patut dipuji selamanya.

Penelitian dan wawancara James Heffley akhirnya menyimpulkan pula, bahwa peristiwa Equador tersebut ternyata telah menyebabkan ratusan pemuda dan
pemudi di berbagai tempat di dunia tertantang untuk setia mengabdi pada Tuhan.

Kiranya Tuhan menguatkan org
tua Joyce Lin dan keluarganya.

Pdt. Pieters Pin, M.Th.

Gospel Academy. http://www.gospel.academy
Pusat Pelatihan Berbagai Metode
Penginjilan Pribadi. β€œMenjadikan
setiap orang Kristen lancar bersaksi.”
0812 9348 5000 & 0895 3
7000 3000

Kategori:TOKOH Tag:
  1. 9 Juni 2020 pukul 6:18 AM

    Mantap, maju terus

  2. 9 Juni 2020 pukul 6:18 AM

    Iya, betul, betul

  3. 9 Juni 2020 pukul 7:27 AM

    makin giat menulis dan menuliskan kebenaran

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: