Beranda > CALVINISME, DOKTRIN ALLAH > 4 Pandangan Tentang Kemahatahuan Allah

4 Pandangan Tentang Kemahatahuan Allah


4 Pandangan Tentang Kemahatahuan Allah

Ada minimal 4 paham tentang kemahatuan Allah, terutama berkaitan dengan hubungannya dengan kehendak bebas manusia, dan tanggung jawab!

  1. Augustinianism (Divine Determinism) – Bahwa segala sesuatu ditentukan oleh Allah, oleh sebab itu Allah mengetahui segala sesuatu. Allah Menetapkan Segala Sesuatu Maka/Baru Allah Maha Tahu.

Pandangan ini menolak libertarian free will. Pandangan ini paling sederhana untuk dipahami, tetapi menimbulkan masalah moral terbesar. Para pendukungnya akan
memakai ayat-ayat seperti Amsal 16:1, 9; Kis. 4:27-28.

Amsal 16:1 (TB) Manusia dapat menimbang-nimbang dalam hati, tetapi jawaban lidah berasal dari pada TUHAN.
Mereka mempertahankan bahwa Allah tidak bertanggung jawab terhadap dosa dengan cara membedakan antara kausa primer dan kausa sekunder.

Kisah Para Rasul 4:27-28 (TB) Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi, untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Mu.

Pandangan ini jelas salah karena bertentangan dengan ayat-ayat yang menyatakan ada hal yang Tuhan tidak tentukan misal: Yer. 7:31; 19:5; 32:35.

Yeremia 7:31 (TB) Mereka telah mendirikan bukit pengorbanan yang bernama Tofet di Lembah Ben-Hinom untuk membakar anak-anaknya lelaki dan perempuan, suatu hal yang tidak pernah Kuperintahkan dan yang tidak pernah timbul dalam hati-Ku.

Yeremia 19:5 (TB) Mereka telah mendirikan bukit-bukit pengorbanan bagi Baal untuk membakar anak-anak mereka sebagai korban bakaran kepada Baal, suatu hal yang tidak pernah Kuperintahkan atau Kukatakan dan yang tidak pernah timbul dalam hati-Ku.

Yeremia 32:35 (TB) Mereka mendirikan bukit-bukit pengorbanan untuk Baal di Lembah Ben-Hinom, untuk mempersembahkan anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan mereka kepada Molokh sebagai korban dalam api, sekalipun Aku tidak pernah memerintahkannya kepada mereka dan sekalipun hal itu tidak pernah timbul dalam hati-Ku, yakni hal melakukan kejijikan ini, sehingga Yehuda tergelincir ke dalam dosa.

  1. Molinism (Middle Knowledge, diambil dari nama seorang biarawan abad 16, Luis de Molina) –
    Mencoba untuk menyelesaikan masalah bahwa Allah menentukan segala sesuatu dan digabungkan
    dengan libertarian free will, dengan mengetengahkan Middle Knowledge.

Pandangan ini membagi
pengetahuan Allah menjadi 3 jenis, yang urutan logisnya adalah sebagai berikut (ini urutan logis, bukan urutan
a. Natural Knowledge – pengetahuan tentang segala hukum, segala pengetahuan yang pasti/harus, semua pengetahuan moral dan logika. Pengetahuan ini terlepas dari kehendak Allah sendiri.

b. Middle Knowlege – Pengetahuan Allah tentang apa yang makhluk berkehendak bebas akan lakukan dalam segala macam kondisi dan situasi. Ini juga terlepas dari kehendak Allah.
Pengetahuan ini disebut counterfactual.

Di antara B dan C ada keputusan untuk menciptakan.

c. Free Knowledge – Allah dengan bebas (creative moment) menentukan yang mana dari berbagaialternatif itu yang akan Ia aktualisasikan. Jadi ini pengetahuan Allah tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Dengan demikian, Molinism dapat berkata bahwa Allah menentukan segala sesuatu, sekaligus manusia
bertindak dengan bebas.

Beberapa pendukung terkenal: William Lane Craig, Alvin Platinga.

Mereka akan memakai ayat-ayat yang mengindikasikan pengetahuan counterfactual Allah, seperti: Matius 11:21-24; 1 Sam. 23:8-14;

Beberapa hal:
• Pandangan ini mengasumsikan Libertarian Free Will, tetapi ada versi Kalvinis yang menghilangkannya. Molinism dipegang oleh Kalvinis sekaligus non-Kalvinis. Tetapi Kalvinis klasik akan lebih memegang Divine Determinism.

• Pandangan ini tetap dapat diserang dengan argumen Allah yang “menentukan dosa.”

  1. Simple Foreknowledge (Alkitabiah)

Penekanan berada pada fakta bahwa adalah tindakan makhluk yang mengisi “pengetahuan Allah.” Jadi, bahwa Allah mengetahui segala sesuatu tidak ada hubungan dengan penentuan. Mengakui bahwa bagaimana Allah bisa mengetahui adalah suatu misteri.

Serangan terhadap pandangan ini antara lain adalah bahwa Allah menjadi “tergantung” pada ciptaanNya, dan juga bahwa pengetahuan Allah berkembang.

Pandangan ini jelas memegang Libertarian Free Will, dan salah satu ayat pendukung adalah 1 Kor. 10:13.

1 Korintus 10:13 (TB) Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

  1. Open Theism – pendukung termasuk: Greg Boyd, William Hasker, Clark Pinnock.

Walaupun menyatakan percaya Allah mahatahu, mendefinisikan bahwa Allah tahu segala sesuatu yang dapat diketahui, dan bahwa keputusan makhluk berkehendak bebas adalah bagian dari hal yang tidak dapat diketahui.

Pandangan ini misal dianut Jesse Morrell penginjil jalanan, jelas salah, karena bertentangan dengan banyak ayat yang menyatakan Allah mengetahui masa depan secara sangat spesifik: Yes. 42:9 dst.

Yesaya 42:9 (ILT3) Lihatlah, hal-hal yang terdahulu telah datang, dan Aku menyatakan hal-hal yang baru; sebelum itu semua terjadi, Aku membuat engkau mendengarnya.”

Sumber: Diktat Mata Kuliah Kalvinisme oleh Dr. Steven Liauw

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: