Beranda > CALVINISME > Eksegesis Ayat Tuhan Mengeraskan Hati Firaun dan YESAYA 45:7 Tuhan menciptakan kejahatan

Eksegesis Ayat Tuhan Mengeraskan Hati Firaun dan YESAYA 45:7 Tuhan menciptakan kejahatan


Jawaban untuk Ayat-ayat Alkitab yang berhubungan dengan Tuhan mengeraskan Hati Fir’aun

Dalam Kel 4:21, Kel 7:3, Kel 9:12
dimana dinyatakan Allah akan mengeraskan hati Firaun, kita perlu lihat konteks ayat sebelumnya dalam

Keluaran 3:19-20 (TB)

Tetapi “Aku tahu,” bahwa raja Mesir tidak akan membiarkan kamu pergi, kecuali dipaksa oleh tangan yang kuat.
Tetapi Aku akan mengacungkan tangan-Ku dan memukul Mesir dengan segala perbuatan yang ajaib, yang akan Kulakukan di tengah-tengahnya; sesudah itu ia akan membiarkan kamu pergi.

Tuhan dalam kemahatahuannya SUDAH TAHU bahwa Firaun Akan Keras Hati/Bebal dan tdk mau membiarkan Israel keluar dari Mesir. Jadi ayat2 sesudah Kel 3:19-20 bisa kita pahami bahwa Firaun mengeraskan hatinya dan Tuhan makin bikin Firaun tambah keras hati.

Keluaran 4:21 (TB) Firman TUHAN kepada Musa: “Pada waktu engkau hendak kembali ini ke Mesir, ingatlah, supaya segala mujizat yang telah Kuserahkan ke dalam tanganmu, kauperbuat di depan Firaun. Tetapi Aku akan mengeraskan hatinya, sehingga ia tidak membiarkan bangsa itu pergi.

Keluaran 7:3 (TB) Tetapi Aku akan mengeraskan hati Firaun, dan Aku akan memperbanyak tanda-tanda dan mujizat-mujizat yang Kubuat di tanah Mesir.

Keluaran 9:12 (TB) Tetapi TUHAN mengeraskan hati Firaun, sehingga ia tidak mendengarkan mereka — seperti yang telah difirmankan TUHAN kepada Musa.

Beralih ke masalah mengeraskan hati, harusnya timbul pertanyaan, “Mengapa Allah mengeraskan hati Firaun?” Jika kita membaca dalam Keluaran 3:19 “Allah tahu Firaun tidak akan membiarkan Israel pergi begitu saja” Kel 5:2 “tetapi Firaun berkata; Siapakah Tuhan itu sehingga harus kudengarkan firman-Nya untuk membiarkan Israel pergi? Tidak kenal aku Tuhan itu dan tidak juga akan aku membiarkan bangsa Israel pergi” dan dalam Keluaran 4:21b “tetapi Aku akan mengeraskan hatinya, sehingga ia tidak akan membiarkan bangsa itu pergi.”

Sangat jelas di dalam hati Firaun memang sudah ada keinginan untuk melawan kehendak Tuhan.

Benar bahwa Allah mengeraskan hati Firaun karena Allah SUDAH TAHU lebih dahulu, bahwa Firaun menolak Allah. Intinya adalah Firaun mengeraskan hatinya hal ini terbukti dalam Kel 7:13; 8:15,19,32 sampai tulah yang ketujuh ia masih mengeraskan hatinya.

Roma 9:15 (TB) Sebab Ia berfirman kepada Musa: “Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati.”

Ayat 15 ini adalah sebuah kutipan dari Kel 33:19.
Keluaran 33:19 (TB) Tetapi firman-Nya: “Aku akan melewatkan segenap kegemilangan-Ku dari depanmu dan menyerukan nama TUHAN di depanmu: Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani.”

Allah bebas bertindak menurut rencana-rencana penebusan-Nya sendiri. Bahkan Musa tidak layak untuk berkat Allah (lihat Kel 33:20). Ia adalah seorang pembunuh (lihat Kel 2:11-15). Kuncinya ialah bahwa pilihanNya adalah di dalam kemurahan (lihat ay 16,18-23; 11:30,31,32).

Ayat 9:15-16 “kemurahan hati”
Kata Yunani ini (eleos, lihat ay 15,16,18,23; 11:30,31,32) digunakan dalam Septuaginta (LXX) untuk menterjemahkan istilah Ibrani yang khusus hesed, yang artinya “setia, loyal pada perjanjian.”

Kasih kemurahan dan pilihan Allah adalah jamak, berkelompok, (Yahudi [Ishak], bukan Arab [Ismael]; Israel [Yakub], bukan Edom [Esau], namun orang Yahudi yang percaya dan orang bukan Yahudi yang percaya) sebagaimana juga semua orang.

Kebenaran ini adalah salah satu kunci untuk membuka misteri dari doktrin predestinasi Alkitabiah (Tuhan memilih satu orang, satu keluarga, satu bangsa untuk menurunkan Mesias yang akan menebus mereka semua – penebusan universal). Kunci lain dalam konteks pasal 9-11 adalah sifat Allah yang tak pernah berubah—kemurahan (lihat Roma 9:15,16,18,23; 11:30,31,32), dan bukan prestasi manusia.

Kemurahan melalui seleksi pada waktunya akan mencapai semua yang percaya kepada Kristus. Satu orang membuka pintu iman kepada semua (lihat 5:18-19).

Tidak cukup sampai di situ saja, Kalvinis akan mengutip Roma 9:15 dan mengatakan bahwa Allah bebas menaruh belas kasihan kepada siapa saja.

Memang benar Allah bebas menaruh belas kasihan kepada siapa Ia menaruh belas kasihan. Ayat ini tidak salah, tetapi Allah cukup jelas kepada siapa Ia bermurah hati. Allah membuat syarat “Aku bermurah hati kepada siapa yang percaya dan beriman kepada Kristus” Allah menentukan syarat untuk memperoleh anugerah dari-Nya.

Tidak tergantung kepada kehendak orang. Ya! Kita tidak bisa berkehendak “sesuka hati menentukan bagaimana supaya kita selamat” Bila Allah menghendaki cara A untuk menyelamatkan manusia, maka manusia tidak berhak menentukan atau memilih di luar cara Allah dan bila itu dilakukan manusia, maka ia menyalahi aturan Tuhan. Allah dalam kehendakNya menyatakan bahwa keselamatan hanya diperoleh ketika kita percaya dan menerima Tuhan sebagai juruselamat kita.

Roma 9:18 (TB) Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya.

ayat ini sering Kalvinis pakai bahwa Firaun salah satu contoh yang Allah tentukan untuk binasa. Tetapi jika perhatikan, sama sekali tidak ada perkataan yang mengindikasikan reprobasi/pembinasaan.

Kesimpulan mengenai ayat2 tersebut:

  1. Firaun Lebih Dulu mengeraskan hatinya! Kita tidak bisa mengatakan bahwa Allah mengeraskan hatinya lebih dahulu, kalau Firaun tidak mengeraskan hatinya dari awal, maka ia pasti melepaskan bangsa Israel.
  2. Allah bisa mengeraskan hati Firaun karena Firaun memang akan mengeraskan hatinya. Setiap tulah selesai ia merasa lega dan ia terus mengeraskan hatinya. Bisa saja ia berfikir, bahwa tulah itu sudah berhenti dan tidak datang lagi.
  3. Bila Firaun sudah ditetapkan untuk binasa, maka untuk apa Allah mengeraskan hatinya?
  4. Analogi “keraskan.” Kita harus ingat bahwa zaman dahulu yang bisa keras itu adalah batu bata yang dibuat dari tanah lalu dibakar, maka terjadilah “pengerasan.” Artinya sesuatu yang sudah memiliki bentuknya, bukan berarti belum berbentuk sebelumnya. Allah tidak mengubah bentuk, Firaun sudah memiliki bentuk hati yang keras dan ketika ia mendengar firman Allah, ia mengeraskan hatinya.

YESAYA 45:7 tentang Tuhan menciptakan EVIL/KEJAHATAN


Mengenai ayat favorit Kalvinis ini:
Yesaya 45:7 (TB) yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang; Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini.

Kata-kata itu tidak ada hubungannya dengan masalah yang tidak terpecahkan dari apa yang kita sebut sebagai asal mula kejahatan.

“Jahat,” sebagai lawan dari “Damai” atau kemakmuran, adalah penderitaan, tetapi bukan dosa; biasanya, dalam Pertimbangan Ilahi, sekaligus konsekuensi dan koreksi atas kejahatan moral (Bandingkan dengan ayat terdekatnya Yesaya 47:11 ; Yesaya 57:1)

Yesaya 47:11 (TB) Tetapi malapetaka akan menimpa engkau, engkau tidak tahu mempergunakan jampimu terhadapnya; bencana akan jatuh atasmu, engkau tidak sanggup menampiknya dengan mempersembahkan korban; kebinasaan akan menimpa engkau dengan sekonyong-konyong, yang tidak terduga olehmu.

Yesaya 57:1 (TB) Orang benar binasa, dan tidak ada seorang pun yang memperhatikannya; orang-orang saleh tercabut nyawanya, dan tidak ada seorang pun yang mengindahkannya; sungguh, karena merajalelanya kejahatan, tercabutlah nyawa orang benar

Kalvinis sering memakai ayat ini untuk membuktikan, bahwa Allah telah menentukan segala sesuatu termasuk yang baik dan yang jahat terhadap seseorang. “Malang” “Evil” (KJV), artinya “jahat” bila diperhatikan sekilas tanpa melihat atau bertanya, maka kita akan mengambil kesimpulan bahwa Allahlah yang merancangkan hal yang jahat. Yang harus kita pertanyakanlah adalah, mengapa Allah mendatangkan kemalangan/kejahatan kepada seseorang?

Karena Allah tidak pernah menciptakan atau menjadikan hati manusia jahat. Maka ketika manusia kena musibah/kemalangan itu karena dosa yang telah masuk ke dalam dunia. Ini adalah konsekuensi dari dosa yang telah masuk ke dunia.

Dr. Gleason L. Archer mengatakan, “Jelas yg dimaksud di sini ialah nasib malang atau malapetaka akibat dari perbuatan dosa. Alkitab tidak pernah menyatakan bahwa Tuhan menciptakan atau menjadikan dosa; dosa benar-benar berasal dari makhluk ciptaan yg secara moral memiliki kehendak bebas.”

Tentang ayat itu Bishop Lowth menyatakan bahwa tidak ada kekuatan, baik terang atau gelap, kebaikan atau kejahatan, kebahagiaan atau kesengsaraan, terlepas dari satu-satunya Allah yang tertinggi, tak terbatas dalam kekuasaan dan dalam kebaikan.

Matthew Henry secara telak dan sederhana dalam komentarinya menyatakan:
Tidak ada Tuhan selain YHWH. Tidak ada yang dapat dilakukan tanpa Tuhan. Tuhan membuat kedamaian, menempatkannya di sini untuk semua kebaikan; dan “menciptakan kejahatan, bukan kejahatan dosa, tetapi kejahatan hukuman.”

Jadi jelas bahwa Tuhan menciptakan Kejahatan dalam konteks untuk Hukuman alias menghukum, bukan dalam konteks Tuhan membuat Kejahatan Dosa.

Terang adalah gambaran keselamatan; kegelapan adalah gambaran penghakiman. Tuhan bertanggung jawab untuk kedua hal ini.

Life Application Study Bible mengatakan, “Tuhan adalah Penguasa atas Terang dan Gelap, atas masa Baik dan Masa Buruk. Kehidupan kita ditaburi kedua jenis pengalaman itu, dan dua-duanya dibutuhkan agar kita bertumbuh secara rohani.”

Tuhanlah yg membuat terang dan gelap, dan juga menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang (ayat 7b).

Ayat ini pada dasarnya mengatakan bahwa hanya ada satu kausalitas di alam semesta
(lih. Pengkh 7:14; Am 3:6b).

Pengkhotbah 7:14 (ILT3) Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari kesengsaraan perhatikanlah, bahwa Elohim juga telah menjadikan hari yang satu bersama hari yang lainnya, supaya dengan begitu manusia tidak dapat menemukan apa pun sesudahnya.

Amos 3:6 (ILT3) ……..
Jika terjadi bencana dalam sebuah kota, apakah bukan YAHWEH juga yang telah melakukannya?

Penekanan ayat itu bahwa Allah mengendalikan segala sesuatu.
Allah dapat menggunakan kejahatan untuk tujuan-Nya! Ini adalah cara lain untuk menegaskan monoteisme.

Berhati-hatilah untuk mengambil satu ayat keluar dari suatu konteks puitisnya dan menggunakannya sebagai suatu dasar pernyataan doktrin. Genre dan konteks sangatlah penting dalam penafsiran yang tepat!

  1. Elizabeth Christine Yuanita Maria
    27 Juni 2020 pukul 9:36 PM

    Roma 9:18 (TB) Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya.

    adalah ayat favorit Calvinis untuk mempertegas doktrin mereka mengenai predestinasi.

    Tetapi Alkitab sudah menjelaskan di awal ayatnya bahwa memang ALLAH berhak menaruh belas kasihan dan bermurah hati pada siapa yang IA kehendaki, namun dalam konteks yang benar, yaitu bahwa pemilihan ALLAH adalah atas dasar kehidupan yang berkenan kepada ALLAH.

    Ini jelas dalam ayat sebelumnya
    Roma 9:6-8 (TB) Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel,
    dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: “Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu.”
    Artinya: bukan anak-anak menurut daging adalah anak-anak Allah, tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang benar.

    Jelas bahwa rencana ALLAH atas pemilihan-NYA adalah atas dasar Kebenaran ALLAH sendiri, yaitu kekudusan-NYA.
    Karena ALLAH memiliki sifat yang Kudus, maka jelas bahwa ALLAH memilih orang-orang yang mau bertobat. Jelas pula, bukan anak-anak menurut daging (yang sifatnya jasmani), melainkan anak-anak menurut perjanjian yang disebut keturunan yang benar, artinya anak-anak yang dilahirkan bukan dari darah dan dari daging, melainkan dari ALLAH, sesuai konteks ayat dalam Yohanes pasal 1.
    Yohanes 1:12-13 (TB) Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
    orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

    Jadi, ALLAH memilih, mengangkat menjadi anak-anak ALLAH (secara rohani), menguduskan, dan menetapkan mereka selamat adalah mereka yang percaya kepada KRISTUS.
    ALLAH secara adil dalam kedaulatan-NYA menentukan bahwa mereka yang diselamatkan adalah mereka yang percaya kepada KRISTUS, dan ini memang atas dasar kemahatahuan ALLAH (ALLAH tahu siapa yang bertobat dan siapa yang akan berkeras hati).

    Jadi, jelaslah bahwa kita tidak mungkin menjadi para ahli waris Kerajaan Sorga dengan “tetap” menjadi orang berdosa, dan ALLAH menaruh kesabaran yang besar bagi mereka yang berkeras hati, agar mereka mau bertobat.
    Kasih Karunia bukanlah lisensi untuk berbuat dosa di dalam rencana pemilihan ALLAH.
    Galatia 5:7-9 (TB) Dahulu kamu berlomba dengan baik. Siapakah yang menghalang-halangi kamu, sehingga kamu tidak menuruti kebenaran lagi?
    Ajakan untuk tidak menurutinya lagi bukan datang dari Dia, yang memanggil kamu.
    Sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan.
    1 Petrus 2:16 (TB) Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.

    Jadi, konsep predestinasi mutlak, di mana ALLAH menentukan yang satu selamat dan yang satu binasa justru berlawanan dan mencederai sifat-sifat ALLAH sendiri yang kudus dan adil (karena tidak mungkin sesuatu yang tidak kudus masuk ke dalam Kerajaan Sorga – Wahyu 21:27 sebab ALLAH tidak tahan melihat dosa. Jadi, ALLAH adil dalam setiap keputusan-NYA, hanya mereka yang percaya kepada KRISTUS dan mau bertobat yang namanya akan tetap tertulis dalam Kitab Kehidupan Anak Domba.

    Kesimpulan, manusia bisa memilih apakah ia akan bertobat atau mengeraskan hatinya.
    Sepanjang kesabaran ALLAH masih berlaku, maka itulah kesempatan bagi seseorang, dan kita, untuk bertobat, sehingga pada akhirnya kita menerima kemuliaan ALLAH dan dimuliakan bersama-sama dengan KRISTUS
    Roma 8:29-30 (TB) Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
    Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

    TUHAN YESUS memberkati.
    IMMANUEL

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: