Beranda > Doktrin, Fundamental > Dua Kategori Kesesatan

Dua Kategori Kesesatan


Buletin Pedang Roh Edisi-107
DR. SUHENTO LIAUW

https://drive.google.com/file/d/1wGW24Lug_1VWo2SPHXyHohYSEBJFDIEN/view?usp=sharing

DUA KATEGORI KESESATAN

Dalam kekristenan sesungguhnya lebih banyak kesesatan dan lebih berbahaya dari agama lain. Mengapa? Karena semua pemalsuan terhadap barang apapun, yang paling canggih dan paling berbahaya adalah yang paling mirip dengan yang aslinya. Agama non-Kristen kesesatannya sudah sangat jelas, mencolok. Ada yang menyembah batu, kayu, binatang, atau batu dan kayu yang dipahat, semua itu cukup menilainya dengan akal sehat maka kita segera tahu bahwa itu salah. Banyak agama tidak bisa berdiri bertahan terhadap sikap kritis akal sehat manusia. Cukup berpikir kritis maka seseorang pasti akan keluar dari agama tersebut.

Sedangkan kesesatan dalam kekristenan sangat sulit dideteksi terutama bagi orang yang tidak serius berusaha mendapatkan kebenaran. Karena dengan akal sehat saja belum cukup bagi seseorang untuk menilai agama yang fokusnya menyembah Allah Sang Pencipta, karena oleh kelicikan iblis ia menipu dengan menyimpangkan detail-detail kecilnya namun yang cukup untuk menjerumuskan manusia ke neraka.

Ketika hati orang menyimpang sedikit saja dari tujuannya dalam mencari kebenaran, ia tidak akan dapat lagi menemukan kebenaran. Gambarannya seperti seseorang yang berjalan di sebuah jalan dengan sebuah tujuan namun karena kurang fokus dia tertarik pada godaan dari hal-hal yang menarik di jalan-jalan kecil dan tanpa sadar dia mengikuti jalan kecil itu, dan kemudian dia tersesat dari jalan utama dan tujuan utamanya, ia tersesat.

Jalan kekristenan yang utama dan lurus ialah Yesus Kristus, dan peta petunjuk jalan satu-satunya yang valid ialah Alkitab, yang terdiri dari 39 kitab Perjanjian Lama (PL), dan 27 kitab Perjanjian Baru (PB). Kemantapan iman ini harus kokoh tak tergoyahkan oleh apapun. Pengakuan iman ini harus dipegang teguh oleh setiap anak Tuhan walau menghadapi ancaman apapun, bahkan sekalipun diancam mau disiksa atau dibunuh.

Orang Kristen adalah orang yang  memiliki fondasi iman paling kokoh, yaitu firman yang bersifat tertulis yang diinspirasikan oleh Tuhan yang tidak ada kesalahan satu kata pun pada bahasa aslinya pada saat penulisan. Tidak ada iman yang seperti kekristenan, karena semua agama yang lain cukup dihadapi dengan logika dan sikap kritis maka kepalsuan mereka langsung timbul terlihat jelas.

Apakah fondasi iman mereka yang menyembah berhala? Jelas tidak ada! Ketika kita menjelaskan dengan lembut kepada mereka bahwa penyembahan berhala itu salah dengan argumentasi logika dan sekali lagi dengan sikap lemah lembut, ketika logika mereka berjalan maka mereka akan langsung sadar akan kesalahan mereka.

Sedangkan orang Kristen yang percaya Tuhan Yesus, terlebih yang sungguh lahir baru, sangat mudah untuk memahami bahwa iman kita harus berdiri di atas fondasi yang kokoh. Fondasi iman yang seperti pasir tepi pantai itu akan mencelakakan siapa pun yang berdiri di atasnya. Saya belum pernah bertemu orang Kristen cerdas yang bisa menolak bahwa fondasi iman Kekristenan harus solid dan teguh. Saya belum pernah bertemu orang Kristen cerdas yang tidak setuju bahwa iman Kekristenan harus berdiri di atas satu-satunya firman Tuhan. Saya belum pernah bertemu orang Kristen cerdas yang mau beriman kepada Alkitab yang hanya SALAH SATU firman Tuhan, bukan pada Alkitab yang SATU-SATUNYA FIRMAN TUHAN.

Seseorang yang beriman pada Alkitab yang hanya SALAH SATU firman Tuhan, jika otaknya bekerja ia pasti sadar bahwa imannya bukanlah iman yang benar melainkan hanya SALAH SATU IMAN dari begitu banyak iman. Jika FONDASI imannya bertumpu pada Alkitab yang hanya salah satu firman Tuhan, berarti ada firman Tuhan lain selain fondasi imannya. Malahan bisa jadi imannya adalah fondasi yang salah, maka imannya adalah iman yang salah dan bisa jadi iman lain yang lebih benar.

Tuhan yang maha bijak dan maha berhikmat tak mungkin membuat dua jalan ke Sorga, apalagi tiga, empat, lima dan seterusnya. Akal sehat akan mengatakan bahwa jalan ke Sorga masuk akalnya pasti satu. Bersamaan dengan itu juga maka FirmanNya, atau peta jalan ke Sorga itu tentu juga hanya satu. Ketika seseorang percaya bahwa Alkitab adalah satu-satunya firman Tuhan maka tanpa bermaksud menyinggung pihak manapun berarti ia tidak percaya ada firman Tuhan di luar Alkitab. Maka baginya semua kitab lain yang menyebut dirinya firman Tuhan itu bukan firman Tuhan.

Jika ada banyak kitab yang sesungguhnya bukan firman Tuhan namun mengaku dirinya firman Tuhan maka itu akan sangat berbahaya bagi manusia. Orang yang tidak cermat, yaitu mereka yang percaya kepada kitab yang mengaku dirinya firman Tuhan namun sesungguhnya bukan, akan tertipu dan pergi ke Neraka.

Siapakah atau pihak manakah yang melakukan penipuan yang akan menjerumuskan orang ke Neraka? Menurut Alkitab ada sejumlah malaikat yang berusaha menghancurkan Allah yang telah diputuskan Allah akan dihukumkan ke Neraka, namun mereka tidak rela mereka saja yang pergi ke Neraka melainkan menginginkan agar manusia juga ikut bersama mereka ke Neraka. Malaikat dan manusia adalah makhluk yang Allah ciptakan dengan dilengkapi akal budi dan diberi kebebasan untuk memilih. Malaikat yang melawan Allah yang kemudian disebut setan (musuh), menantang Allah seperti kasus Ayub bahwa jika Allah mengijinkan mereka mencobai manusia maka manusia akan menghujat Allah bersama mereka.

Musuh Allah ini sangat gigih berusaha mempengaruhi manusia untuk mengikuti jejaknya melawan Allah. Salah satu langkahnya yang paling licik ialah menciptakan kitab tandingin yang dia sebut firman Allah, namun sesungguhnya adalah firmannya. Setan mendatangi orang tertentu melalui penampakan berupa malaikat dan kadang sengaja membuat orang itu menafsirkan sendiri bahwa yang dilihatnya adalah Yesus, dan menginspirasikan orang tersebut atau pengikutnya menuliskan kitab sehingga muncul banyak kitab yang mengklaim dirinya firman Tuhan.

Akhirnya muncul banyak kesesatan dalam Kekristenan. Denominasi Kristen sampai ribuan, sehingga bagaikan hutan lebat sehingga siapapun yang masuk sangat mungkin tersesat. Banyak umat agama lain yang patut dikasihani karena mereka akhirnya menyadari agama mereka bukan agama kebenaran, namun ketika mereka melangkah masuk ke dalam Kekristenan mereka kebingungan. Celaka sekali karena bidat dan yang sesat lebih rajin sehingga para murtadin biasanya masuk jaringan mereka.

Ada murtadin yang sungguh mencari kebenaran rohani, tetapi banyak yang sesungguhnya sekedar pindah agama. Ada yang disebabkan karena melihat sanak famili yang kehidupan mereka lebih harmonis dan nyaman, ada yang tersentak oleh fakta pengajaran agamanya yang jelas salah serta melawan akal sehat. Ada juga yang didatangi iblis namun yang bersangkutan mengira itu Yesus. Biasanya pencari kebenaran yang murni akan Tuhan tuntun menemukan kebenaran seperti Sida-sida dari Etiopia. Orang demikian tentu dibuktikan dari sikapnya yang mengejar kebenaran, yang sangat haus akan kebenaran.

Jika seorang non-Kristen, misalnya umat agama lain, menyadari bahwa agama yang diimaninya salah, dan dia kemudian memandang kepada Kekristenan, petunjuk apakah yang perlu diperhatikan oleh dia untuk menghindar dari kesesatan hutan lebat Kekristenan?

Tujuan artikel ini ditulis ialah untuk menuntun pencari kebenaran yang memakai akal sehat untuk menghindari kesesatan dan mendapatkan kebenaran. Adakah patokan jitu dan simple yang gampang untuk menghindari kesesatan dan mendapatkan kebenaran? Seharusnya ada.

Setelah saya mengamati denominasi-denominasi Kekristenan yang begitu banyak, memang betul bahwa ada banyak denominasi yang sesat. Bahkan ada banyak sekali yang kesesatannya sangat mencolok. Hanya orang yang sangat abai (ignorance) yang gagal melihat kesesatan yang sangat mencolok dari denominasi itu.

Denominasi Kristen yang banyak bagaikan hutan lebat sesungguhnya dapat kita kelompokkan ke dalam DUA KATEGORI KESESATAN, yaitu berdasarkan sikap dan tindakan mereka terhadap fondasi iman kekristenan yakni Alkitab.

I. Kelompok Kristen Yang Keluar Dari Alkitab

Kelompok Kristen yang keluar dari Alkitab, maksud saya ialah yang tidak setia pada pengakuan iman bahwa Alkitab adalah satu-satunya firman Tuhan yang tidak ada salah. Kelompok Kristen ini tidak menjadikan Alkitab SATU-SATUNYA otoritas tertinggi.

Seharusnya mereka tahu bahwa pengakuan iman yang paling basic ialah bahwa Alkitab adalah satu-satunya FONDASI iman Kekristenan, dan Alkitab adalah satu-satunya firman Tuhan yang tidak ada salah. Ini adalah pengakuan iman di atas semua pengakuan iman yang lain. Jika pengakuan iman ini runtuh maka Kekristenan pasti bukan Kekristenan yang berdiri teguh dan tegap karena jika fondasi goyah mustahil bangunan di atasnya bisa berdiri tegap. Denominasi yang tidak konsisten berdiri di atas pengakuan iman bahwa Alkitab adalah satu-satunya firman Tuhan yang tidak ada salah, dapat dipastikan itu denominasi Kristen yang sesat.

Kategori Kesesatan pertama ini, yaitu keluar dari Alkitab artinya ada penambahan firman Tuhan di luar Alkitab. Denominasi sesat yang masuk dalam kategori ini adalah yang menganggap firman tambahan ini sebagai firman Tuhan. Itulah sebabnya di bagian awal saya tegaskan bahwa firman Tuhan hanya terdiri dari 39 kitab PL dan 27 kitab PB. Kitab PL yang 39 kitab ini adalah yang tradisi Yahudi akui firman Tuhan sampai hari ini, dan yang menjadi sumber kutipan penulis PB yang menerima inspirasi dari Tuhan, dan faktor paling utama ialah bahwa Yesus sendiri mengesahkan dengan berkata hanya dalam 39 kitab inilah ada tertulis tentang Dia.

Luk 24:44 ITB Ia berkata kepada mereka: “Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab TAURAT MUSA dan KITAB NABI-NABI dan KITAB MAZMUR.”

Tiga kelompok kitab; Taurat, Nabium, dan Ketubim, inilah yang diinspirasikan oleh Tuhan. Semua tulisan lain zaman PL, kitab Talmud, Henokh, kitab orang Jujur dll., semua itu adalah bacaan rohani, yang tidak Tuhan katakan ada menulis tentang Dia. Maka itu denominasi Kristen yang memasukkan Apokripa, atau Deuterokanonika, ke dalam kanon firman Tuhan, adalah kesalahan fatal.

Sedangkan otoritas firman Tuhan Perjanjian Baru (PB) sudah sangat jelas hanya 27 kitab. Karena hanya 27 kitab ini yang memenuhi syarat; Ditulis oleh Rasul, Di-backup oleh Rasul, dan Di-proofread oleh Rasul Kristus. Setelah Rasul Kristus terakhir yaitu Rasul Yohanes, yang menuliskan kitab Wahyu, tidak ada lagi Rasul Kristus yang memiliki otoritas untuk mengesahkan sebuah tulisan sebagai firman Tuhan.

Sangat mudah untuk memahami bahwa denominasi gereja yang memiliki kitab tambahan melebihi 39 kitab PL dan 27 kitab PB, itu sudah pasti memyimpang dari kebenaran, keluar dari fondasi iman Kekristenan.

Katolik menambah banyak sekali; antara lain Apokripha, Tradisi (paradosis), Dekrit Paus. Kelompok Orthodox sama seperti Katolik dalam hal ini.

Mormon, Christian Science, Advent, memiliki Kitab di luar Alkitab yang mereka yakni sebagai firman Tuhan. Advent meyakini tulisan EGW itu diinspirasikan.

Kelompok yang lebih parah ialah yang penambahan firmannya SECARA LISAN, yaitu kelompok Kharismatik. Mereka percaya MASIH ADA firman Tuhan di dalam mimpi, dan masih ada bisikan roh, masih ada penglihatan dll. Mereka sering bernubuat, dan kalau nubuatan mereka tidak terjadi, mereka tenang-tenang saja karena pengikut mereka buta rohani. Padahal di PL Tuhan sudah berpesan bahwa jika ada orang yang berlagak jadi nabi dan bernubuat, kemudian nubuatannya tidak terjadi, maka rajam dia.

Ada pengkhotbah yang berkata bahwa Tuhan Yesus langsung kasih instruksi kepadanya untuk menghardik Virus Covid, dan virus akan segera berhenti. Tetapi sampai saat saya menulis artikel ini pandemi sudah berlangsung satu tahun lebih dan belum ada tanda bahwa virus Covid kena hardik olehnya. Sesungguhnya dia pembohong dan penipu, dia bertindak untung-untungan jika pandemi Covid berhenti maka dia akan mengklaim karena hardikannya. Mustahil Yesus Kristus ada menyuruh dia menghardik Covid-19. Penipu demikian memang berani melakukan apa saja, dan mereka sangat tahu bahwa di dunia ini banyak orang bodoh yang bukan hanya bisa dibohongi bahkan suka dibohongi.

Ada juga pengkhotbah yang menceritakan mimpinya, bahwa dia bermimpi bercumbu dengan perempuan yang sangat cantik, dan dia bukan cuma percaya Tuhan masih memberikan mimpi setelah Alkitab selesai, bahkan ia menjelaskan bahwa wanita cantik dalam mimpinya yang mencumbuinya itu Roh Kudus. Padahal seharusnya setelah Alkitab selesai sampai kitab Wahyu maka tidak ada lagi mimpi yang dari Tuhan. Semua mimpi kita itu karena kebanyakan berpikir atau dari iblis.

Ada juga pengkhotbah yang bercerita bahwa dia dibawa ke Sorga dan ditahbiskan di Sorga. Juga ada yang bercerita dia diajak ke neraka untuk melihat kengerian Neraka. Pengikut mereka mendengar sambil melongo, karena tidak tahu bahwa itu sesungguhnya masuk kategori Kesesatan yang Pertama, yaitu menyimpang dari fondasi iman, yaitu Alkitab.

Jadi, yang masuk kategori Kesesatan Pertama ialah kelompok Kristen yang memiliki otoritas firman Tuhan di luar Alkitab, baik bersifat tertulis maupun bersifat lisan. Seseorang akan paham bahwa kelompok Kristen yang demikian adalah sesat jika dia bisa memahami bahwa Kekristenan harus punya fondasi yang kokoh kuat, dan sudah punya yaitu Alkitab yang terdiri dari 39 kitab PL dan 27 kitab PB. Kelompok manapun yang menambahi Alkitab dengan kitab lain, atau menempatkan tulisan pemimpin denominasi mereka setara Alkitab, maka itu penyimpangan bahkan kesesatan. Dan juga termasuk yang mempercayai proses pewahyuan masih berlangsung sehingga masih percaya ada mimpi dari Tuhan, ada penglihatan dari Tuhan, dibawa ke Sorga dan Neraka. Semua kelompok yang percaya masih ada proses pewahyuan sesudah kitab Wahyu akan termasuk ke dalam kesesatan kategori pertama ini.

II. Kelompok Kristen Yang Salah Menafsirkan Alkitab

Ada kelompok gereja yang salah menafsirkan Alkitab pada poin yang tidak langsung fatal, tetapi ada kelompok yang salah menafsirkan pada poin utama yang efeknya akan menjerumuskan jemaat mereka ke Neraka. Sebagaimana pada kesalahan kategori pertama yang keluar dari Alkitab ada peran iblis yang sangat besar, demikian juga dengan kategori kesalahan penafsiran. Iblis berusaha untuk menjadi penasihat
orang Kristen dan para theolog dalam menafsirkan Alkitab.

Ketulusan hati adalah kunci utama yang bisa menjaga seseorang dari kesalahan penafsiran. Karena Tuhan sudah melengkapi manusia dengan akal sehat dan Alkitab. Pagar utama ialah hati yang tulus dalam mencari kebenaran. Di Mat. 13:12 Tuhan katakan satu hal yang banyak orang tidak paham maksud Tuhan.

Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya (Mat 13:12).

Mempunyai apa?  Mempunyai hati yang tulus untuk mencari kebenaran rohani. Kalau ada sedikit saja, seperti Sida-sida Etiopia dan (Pangdam) Kornelius, maka Tuhan akan menuntunnya kepada kebenaran. Lebih sempurna lagi jika keinginan seseorang dilengkapi kemampuan bahasa asli Alkitab dan berbagai pengetahuan penunjang.

Tetapi jika tidak ada ketulusan, terlebih jika yang bersangkutan belum lahir baru, melainkan orang Kristen nama saja yang dibaptis saat bayi, hampir mustahil ia bisa menafsirkan Alkitab sesuai dengan yang dimaksudkan Tuhan. Seseorang yang belum lahir baru bukan anak Tuhan, dan ia hanya bisa memahami Alkitab untuk hal-hal yang bersifat umum. Dia sangat membutuhkan penjelasan sekitar keselamatan, dan sangat perlu diselamatkan untuk menjadi salah satu anak Allah, baru bisa memahami isi Alkitab.

Iblis sangat tahu bahwa orang yang belum dilahirkan kembali oleh air dan roh tidak bisa mengerti isi Alkitab, maka itu dia mengacaukan penafsiran ayat-ayat Alkitab yang berhubungan dengan keselamatan. Dia tahu ketika dia berhasil mengacaukan doktrin tentang keselamatan dan itu akan membawa akibat orang hanya menjadi Kristen nama maka selanjutnya penyimpangan lain pasti menyusul.

Kesalahan penafsiran tentang hubungan antara baptisan dan keselamatan adalah contoh klasik. Ketika baptisan ditafsirkan sebagai berkhasiat untuk menghilangkan penyakit, melindungi dari iblis, dan untuk memastikan keselamatan, maka iblis akan tersenyum untuk melihat hasil akhirnya, yaitu gereja yang akan dipenuhi orang Kristen nama saja, yang tidak lahir baru. Selanjutnya, karena mereka tidak lahir baru maka penafsiran mereka terhadap bagian lain Alkitab pasti akan menyimpang.

Banyak penafsiran pada topik yang kelihatannya tidak ada hubungannya dengan keselamatan, namun jika direnungkan dan dilihat efek akhirnya, maka kita akan dapatkan bahwa itu ternyata berhubungan dengan keselamatan. Jika baptisan dibutuhkan untuk keselamatan, maka orang yang tidak sempat dibaptis akan ke neraka, dan posisi Pembaptis atau gereja menjadi penentu orang ke Sorga.

Begitu juga dengan Perjamuan Tuhan yang mereka ubah namanya menjadi Perjamuan KUDUS. Jika Perjamuan itu berkhasiat menguduskan, berarti Perjamuan tersebut adalah salah satu faktor atau bahkan oleh sebagian gereja dijadikan faktor utama untuk menentukan keselamatan seseorang. Efek akhirnya anggota gereja berpikir tak perlu bertobat dan beriman secara alkitabiah asal dia setia ikut Perjamuan KUDUS itu sudah cukup. Jadi, kesalahan penafsiran tentang Perjamuan Malam (supper) yang Tuhan perintahkan bisa membawa efek kesesatan.

Ada kesalahan penafsiran yang sangat parah tentang kedaulatan Allah dan kehendak bebas manusia. Karena terfokus hanya pada ayat-ayat yang menekankan kedaulatan Allah dan mengabaikan ayat-ayat yang memperlihatkan kehendak bebas manusia menyebabkan kesimpulan yang amat salah. Hasil akhirnya ialah terpaksa harus menyimpulkan bahwa semua kejahatan yang terjadi sejak Adam, bahkan sejak kejatuhan Lucifer dan semua kejahatan di muka bumi, ADALAH ketetapan atas keinginan Allah.

KESIMPULAN

Jika seseorang menyimpulkan bahwa semua denominasi Kekristenan yang banyaknya seperti hutan belantara adalah benar semuanya, maka dia pasti seorang yang sangat bodoh atau kemampuan berpikirnya setingkat anak-anak. Namun jika seseorang tahu bahkan yakin bahwa banyak denominasi Kristen sesungguhnya menyimpang bahkan sesat, itu sama sekali belum cukup. Seseorang harus dapat melihat lebih jelas dan sanggup membedakan antara yang benar dari yang sesat, bahkan sanggup membedakan antara yang benar dari yang hampir-hampir benar.

Jika seseorang ingin mencari obat asli dari setumpuk obat palsu, atau mencari uang asli dari setumpuk uang palsu, apakah yang diperhatikannya? Persamaan atau perbedaan dari obat atau uang yang akan menjadi fokus perhatiannya? Saya yakin pembaca cukup berhikmat dan pasti sudah tahu jawabannya.

Akhirnya, kita simpulkan bahwa sesungguhnya ada banyak denominasi Kristen yang tersesat. Dan setelah diselidiki, dicermati, dipelajari, kita dapat mengelompokkan mereka ke dalam dua kategori kesesatan, yaitu kelompok yang keluar dari Alkitab melalui pengurangan dan penambahan wahyu yang telah sempurna yaitu Alkitab baik bersifat tertulis maupun bersifat lisan. Dan kategori kedua ialah yang salah menafsirkan ayat-ayat Alkitab.

Tujuan artikel ini ditulis bukan dengan maksud melecehkan pihak manapun, melainkan ditulis untuk pencari kebenaran yang serius. Kiranya Tuhan memberi tuntunan. Maranatha!***

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: