Beranda > Doktrin > GEREJA YANG MENAMBAHI ALKITAB

GEREJA YANG MENAMBAHI ALKITAB


GEREJA YANG MENAMBAHI ALKITAB

Buletin Pedang Roh Edisi-107
Editor: DR. SUHENTO LIAUW

https://drive.google.com/file/d/1wGW24Lug_1VWo2SPHXyHohYSEBJFDIEN/view?usp=sharing

Pada artikel pertama dari Buletin Pedang Roh Edisi 107 ini telah kita bahas panjang lebar tentang Alkitab kita yang PL 39 kitab dan PB 27 kitab. Ini adalah kanon firman Tuhan yang tidak boleh ditambah atau dikurangi. Kanon artinya ukuran atau patokan atau meteran atau alat ukur. Jadi Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu adalah sebuah alat ukur kebenaran yang Tuhan berikan kepada kita agar melaluinya kita mendapatkan kebenaran dan terhindar dari tipu muslihat iblis.

Ketahuilah iblis berusaha keras untuk mengganggu alat ukur agar hasil pengukuran menjadi kacau. Bayangkan jika petugas BPN mengukur tanah untuk buat sertifikat dengan tali rafia, saya yakin belakangan akan muncul banyak masalah dari percekcokan mulut sampai perkelahian bahkan bisa terjadi pembunuhan. Iblis berani bayar berapapun harga yang diperlukan demi mengacaukan kepastian alat ukur firman Tuhan agar manusia tidak memiliki standar kebenaran dan tidak menemukan jalan keselamatan.

“Bapa” Gereja Tambahkan Tradisi

Setelah para Rasul penerima REVELATION dan INSPIRATION, pulang ke Sorga kemudian orang Kristen mulai mengumpulkan tulisan para Rasul karena mereka tahu bahwa tulisan Rasul diinspirasikan, dan itu firman Tuhan. Karena masalah transportasi dan telekomunikasi zaman itu maka tidak bisa segera semua jemaat langsung memiliki atau berhasil menyalin tulisan para Rasul. Iblis melihat ada lubang untuk masuk yaitu melalui tradisi.

Tentu tidak seluruh tradisi negatif, contoh kami mempunyai tradisi setiap orang yang mau menjadi anggota jemaat GBIA GRAPHE harus maju ke depan jemaat untuk membuat pengakuan iman. Melalui tradisi ini kami berusaha menghindari adanya anggota jemaat yang tidak lahir baru.

Tetapi, sudah pasti ada banyak tradisi yang negatif, bahkan melalui tradisi itu pengajaran agama atau iman bisa dipengaruhi. Dan jika tidak hati-hati, ada banyak tradisi yang tidak sanggup lagi dijelaskan oleh generasi berikut namun tetap dilaksanakan, dan akhirnya itu menjadi sebuah upacara kosong, bahkan bisa mengandung makna yang menyimpang dari kebenaran Alkitab hingga menyesatkan.

Tradisi yang paling dahsyat penyesatannya ialah pembaptisan bayi. Start awalnya dari salah menafsirkan tujuan pembaptisan. Dari tujuan yang menyimpang terbangunlah tradisi pembaptisan bayi. Tradisi ini kemudian diteruskan ratusan bahkan ribuan tahun dan telah menyebabkan penyimpangan makna baptisan, yang seharusnya hanya sebagai TANDA pertobatan dan iman, menjadi sebuah upacara untuk menyelamatkan. Dari sini gereja yang menambahkan tradisi ini di samping Alkitab menjadi semakin mementingkan upacara.

Kemudian melalui tradisi ditambahkan lagi jabatan imam yang aneh karena tidak seperti keimamatan Harun dengan Bait Allahnya. Mereka menetapkan imam tanpa dasar ayat Alkitab dan posisi imam mengacaukan posisi orang percaya di hadapan Allah. Jika setiap orang percaya yang lahir baru adalah anak Allah (Yoh.E 1:12) dan orang kudus (Ef 1:1), sepatutnya tidak lagi membutuhkan perantara atau imam untuk menghampiri Allah.

Ibr 4:14-16 ITB

14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. 15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. 16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

Coba baca ulang-ulang dan cermati, Yesus Kristus adalah imam besar Agung. Dan setiap orang yang DI DALAM YESUS sudah tidak memerlukan perantara untuk menghampiri tahta kasih karunia Allah.

Iblis memakai tradisi mengacaukan konsep keselamatan dan posisi orang percaya di hadapan Allah dengan memasukkan jabatan Imam. Ini bukan kesalahan ringan, ini pengacauan inti Kekristenan, yang seharusnya sudah tidak memerlukan perantara lagi di hadapan Allah karena Kristus adalah satu-satunyal perantara, tetapi terkacaukan iblis dengan jabatan Imam. Kemudian Katolik menambahkan lagi Maria sebagai pengantara.

Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, (1 Tim.2:5).

Pada zaman Kaisar Konstantin terbentuklah gereja Roma Raya, dan kemudian disebut Gereja Roma yang UMUM atau yang UNIVERSAL atau yang AM. Dan mereka memasukkan semakin banyak tradisi lagi ke dalam gereja, bahkan tradisi perayaan kelahiran Yesus yang tidak dilakukan para Rasul. Terbentuklah Gereja Roma Katolik (GRK) yang lebih banyak unsur tradisinya daripadal mengikuti perintah ayat Alkitab yang ditulis oleh para Rasul. L

Semua gereja, bahkan semua iman di dalam wilayah Kekaisaran Romawi ditaklukkan ke dalam GRK. Dan bukan hanya tradisil yang masuk bahkan faham penyembahan Dewa Matahari juga masuk. Anda bisa melihat jejaknya pada lukisan keluarga “Kudus” yang di kepala mereka terdapat lingkaran matahari yang memancarkan sinar. Begitu juga dengan konsep santo & santa GRK yang mengikuti mitologi dewa & dewi Yunani.

Bukan cuma tradisi (paradosis) dan filosofi agama lain, mereka juga mengakui Apokripa sebagai Deuterokanonika (kanon kedua). Jelas sekali tindakan berdoa untuk orang yang sudah mati tidak ada di dalam 66 kitab, dan mereka melakukan itu karena mengikuti Deuterokanonika.

Selain penambahan tradisi dan Deuterokanonika pemimpin mereka juga memiliki kuasa untuk membuat DEKRIT dan itu ditempatkan sederajat dengan ayat Alkitab. Dekrit pemimpin GRK itu di agama tetangga kita semacam fatwa.

Sejarah mencatat pada tahun 1054 Orthodox memisahkan diri dari GRK, namun pemisahan tersebut bukan karena persoalan doktrinal melainkan persoalan kepemimpinan. Artinya, tidak ada perbaikan pengajaran doktrin, hanya perbedaan kepemimpinan. Semua kesalahan GRK tetap dipertahankan oleh Orthodox. Belakangan muncul gereja Apostolik (Rasuli) yang berkampanye bahwa mereka punya akar dari para Rasul. Namun jika pembaca mengamati pengajaran mereka, itu sebenarnya adalah pecahan dari GRK seperti juga gereja Koptik di daerah Timur Tengah. Ciri utama mereka ialah pembaptisan bayi, jabatan IMAM, dan ada kepala gereja yang seperti dimiliki GRK yaitu Paus.

Akhirnya kita bisa tahu bahwa GRK itu induknya, dan anak-anaknya yaitu Orthodox, Apostolik dan Koptik, dan semua yang berciri khas membaptis bayi, punya jabatan Imam, dan sangat menjunjung tinggi tradisi, adalah gereja-gereja yang menyimpang karena ada penambahan otoritas fondasi iman selain Alkitab yang 66 kitab.

Gereja Yang Menerima Wahyu Tambahan

Selain Grup GRK dan anak-anaknya, ada gereja yang terang-terangan didirikan oleh pendirinya dengan mengumumkan bahwa ia menerima wahyu dan menuliskan wahyu tersebut ke dalam sebuah buku. Salah satunya ialah gereja Mormon, yang didirikan oleh Joseph Smith. Dan dia juga tidak segan-segan menyebut dirinya nabi.

Joseph Smith mengumumkan bahwa dirinya telah didatangi malaikat, dan diberikan wahyu dalam lempengan emas (tahun 1820). Ketika para wartawan meminta untuk melihat, jawabnya hanya dia sendiri yang boleh melihat, lempengan emas itu sebenarnya tidak ada. Dan kemudian dia menuliskan kitab Mormon yang otoritasnya setingkat bahkan lebih tinggi dari Alkitab.

Di kitab Mormon mengajarkan bahwa untuk menperbanyak umat mereka, maka mereka dianjurkan mengawini sebanyak-banyaknya istri. Dan mereka menamai gereja mereka Gereja Orang-orang Kudus Akhir Zaman. Super aneh, dan sangat sulit dicerna akal sehat ada orang kudus dengan dua puluhan istri. Pemimpin tertinggi Mormon, Warren Jeffs,  kini sedang di penjara karena mengawini anak di bawah umur setelah punya lebih dua puluh istri.

Gereja lain yang memiliki otoritas tulisan yang mereka tempatkan setingkat bahkan lebih tinggi dari Alkitab, ialah Seventh Day Adventist (SDA). Kelompok ini dimulai oleh William Miller, tahun 1831, tetapi di masa Miller belum menyimpang karena Miller hanya sangat terobsesi akan kedatangan Yesus Kristus. Dan dia mencoba menghitung saat kedatangan Kristus (Advent) berdasarkan nubuatan kitab Daniel, dan beberapa kali salah. Padahal banyak pengikutnya yang percaya sudah menunggu Kristus di atas gunung.

Ellen G. White adalah sesungguhnya oknum yang dipakai iblis menggiring SDA sampai keadaannya hari ini. Dia mengklaim mendapat sekitar dua ribuan mimpi dan penglihatan, sudah pasti itu dari iblis karena pewahyuan dari Tuhan hanya sampai kitab Wahyu. Buku-buku EGW yang memuat mimpinya dan penglihatannya diperlakukan setingkat bahkan lebih tinggi dari Alkitab. Dan akibatnya SDA dibelokkan dari keselamatan yang seharusnya hanya dengan iman menjadi ada penambahan (plus) perbuatan yaitu memelihara hari Sabat yang asal-asalan. Mengapa saya sebut asal-asalan? Karena jika ketetapan Sabat perlu dilaksanakan tepat sebagaimana yang ditulis di Taurat, maka membutuhkan bentuk pemerintahan theokrasi seperti zaman PL.

Christian Science yang didirikan oleh   Mary Baker Eddy (MBE), Tahun 1875, yang inti pengajarannya bahwa penyakit itu tidak ada, menurut dia itu hanya ilusi saja. Hampir segala hal diselesaikan melalui semedi model Hindu. Tulisan MBE menjadi utama, oleh pengikutnya disikapi setingkat Alkitab bahkan lebih tinggi.

Ketika ada pemimpin Kristen muncul menyatakan diri sebagai penerima wahyu dan menuliskannya sehingga tulisannya setingkat Alkitab, maka itu pasti sesat. Demikian juga dengan pemimpin Kristen yang menuliskan buku untuk menjelaskan mimpi-mimpinya, penglihatannya dan buku itu disikapi sebagai satu-satunya penjelasan Alkitab untuk kelompok mereka maka ini pun sesat. Pembaca pasti sudah tahu mengapa gereja-gereja tersebut di atas termasuk dalam kategori sesat.

Wahyu Tambahan Lisan

Tuhan sudah kasih tahu kita bahwa menjelang mendekatnya masa akhir, saat iblis yang akan dihukum, ia akan melancarkan penyerangan maksimal. Menurut The World Christian Encyclopedia, karangan David B. Barret, sampai tahun 2001 di dunia ada 33.000 denominasi Kristen. Dan sampai tahun 2007 menjadi 39.000, berarti dalam periode waktu tersebut satu tahun muncul seribu denominasi. Hanya orang yang sangat tak berhikmat, atau yang sangat tidak mengerti kebenaran yang bisa berpikir bahwa semua denominasi itu benar dan tidak ada yang sesat.

Banyak orang Kristen terlalu lugu karena mereka tetap mengaku bahwa Alkitab ADALAH SATU-SATUNYA FIRMAN TUHAN, sambil percaya bahwa proses pewahyuan tetap berjalan terus. Bagaimana mungkin sesuatu bisa dikatakan hanya satu-satunya sambil percaya masih ada lagi bahkan sedang berdatangan terus? Kadang saya kehabisan cara untuk menyadarkan mereka sampai berkata bahwa kalian bukan perlu belajar theologi melainkan perlu belajar bahasa dulu. Karena mereka bahkan tidak paham arti kata SATU-SATUNYA. Kita semua pasti dibuat bingung jika bertemu orang yang menunjuk seorang wanita sambil berkata, ini istri saya yang SATU-SATUNYA, dan kemudian dia tunjuk yang lebih muda, yang ini istri yang saya kawini belakangan. Atau, seseorang menunjuk seorang anak sambil berkata, ini anak saya yang satu-satunya, dan sambil menunjuk anak lain dan berkata, ini anak saya yang lahir kemudian. Kita dibuatnya bingung dan berpikir, orang ini tidak mengerti arti kata SATU-SATUNYA atau akal sehatnya terganggu?

Setelah lebih dua puluhan tahun berhadapan dengan kelompok mereka, saya dapatkan bahwa mereka ditipu iblis mengenai pewahyuan dengan berbagai istilah yang sengaja dikaburkan. Bayangkan mereka berkata, proses pewahyuan sudah berhenti, tetapi mereka percaya juga bahwa tadi malam malaikat mendatangi pendeta mereka dan menyampaikan sesuatu. Mereka tidak paham bahwa pewahyuan itu artinya penyingkapan atau penyampaian sesuatu, atau revelation atau apokalipsis, yang artinya ada informasi dari Tuhan, bisa dengan cara mengutus malaikat, dengan mengirim suara, memberikan mimpi, memberikan penglihatan, dll.

Ketika kita berkata bahwa Alkitab adalah SATU-SATUNYA FIRMAN TUHAN, itu tidak boleh ada penafsiran lain selain bahwa FIRMAN TUHAN hanya di Alkitab. Kalau firman Tuhan hanya di dalam Alkitab, maka itu artinya pewahyuan sudah berhenti sejak Alkitab selesai diwahyukan terlebih setelah ditulis. Ketika kita percaya bahwa Allah tidak menurunkan wahyu lagi sampai masa dispensasi ini selesai pada saat pengangkatan, maka tidak ada lagi suara dari Tuhan, mimpi dari Tuhan, penglihatan dari Tuhan, malaikat dari Tuhan, apalagi Tuhan sendiri yang menampakkan diri, terlebih lagi dibawa Tuhan ke Sorga dan diajak jalan ke neraka. Lalu ada yang menyelak, mengapa Anda membatasi Tuhan? Saya selalu menjawab, sesungguhnya bukan saya yang membatasi Tuhan, melainkan memahami cara Tuhan MEMBATASI SAYA, dan menjaga saya supaya tidak ditipu iblis yang menyebarkan Firmannya memakai nama Yesus.

Sudah bukan rahasia gereja-gereja hasil gerakan Azusa Street, yaitu The House of Bethel, the Assembly of God (Sidang Jemaat Allah), Pentakosta Movement, dan yang belakangan muncul banyak varian Kharismatik, adalah gereja yang tidak memiliki Extra Biblical Authority dalam bentuk buku, tetapi mereka tetap mengakui adanya wahyu lisan selain Alkitab. Iblis memberikan wahyu lisan terus menerus adalah wujud tipu muslihatnya yang lebih canggih dalam memodifikasi taktik penyesatannya dari menambahi Alkitab melalui wahyu tertulis seperti pada Mr. M., Joseph Smith, dan lain-lain yang gampang ditolak, ke wahyu lisan yang terus menerus di kelompok Kristen tersebut di atas.

Jika Agama Is sesat karena ada wahyu tambahan kepada Mr. M., dan Mormon sesat karena ada wahyu tambahan yang datang pada Joseph Smith, lalu apa bedanya dengan kelompok gereja-gereja Pentakosta, Bethel, SJA, Kharismatik, yang terus menerus menerima wahyu tambahan yang bersifat lisan?  Sesungguhnya itu sama saja.

KESIMPULAN

Dari begitu banyak denominasi Kristen yang muncul, jelas sekali bahwa ada yang sesat bahkan banyak yang sesat. Dan kesesatan di antara denominasi-denominasi Kristen sesungguhnya dapat dikategorikan dua, yaitu kategori yang keluar dari Alkitab, dan yang salah menafsirkan Alkitab.

Artikel ini khusus membahas kategori pertama yaitu yang keluar dari Alkitab. Cara keluarnya ialah dengan mengakui tradisi, aprokripa, dan dekrit pemimpin sederajat dengan Alkitab. Dan juga ada yang dengan penambahan wahyu tertulis dan wahyu lisan. Kiranya melalui artikel singkat ini pencari kebenaran bisa mendapatkan tuntunan dalam pencarian akan kebenaran. Ketahuilah, Kekristenan yang benar-benar alkitabiah ialah yang hanya percaya Alkitab yang terdiri dari 66 kitab, tanpa penambahan baik tertulis maupun lisan.***

  1. Teddy Megido Siburian
    3 Juni 2021 pukul 4:05 AM

    anda mengatakan advent melibatkan tulisan egw lebih tinggi dari alkitab ? ANDA PEMFINTAH BESAR.

    jelas dalam egw writings : Alkitab adalah peraturan iman dan doktrin kita. Tidak ada lagi yang lebih diperhitungkan untuk menguatkan pikiran dan mengukuhkan kecerdasan daripada mempelajari firman Allah. Tidak ada buku lain yang begitu kuat untuk mengangkat pikiran atau mengukuhkan kemampuan, seperti kebenaran Alkitab yang luas dan meninggikan derajat. Jikalau firman Allah dipelajari sebagaimana seharusnya, manusia akan memiliki pikiran yang luas, tabiat yang mulia, dan ketetapan maksud yang sudah jarang kelihatan pada zaman ini. ( Pelayan Injil, bab 53, egw writings )

    dan jelas egw mengatakan : sumber keselamatan berdasarkan kasih karunia ( Efesus 2:8,9) sola gratia . hukum taurat dan sabat pun tidak menyelamatkan, sekalipun tidak. Melakukan hukum Taurat tidak dapat menyelamatkan orang dari dosa. Keselamatan adalah anugerah Allah kepada orang yang percaya sesuai dengan janji Allah kepada Abraham. … Dengan demikian hukum Taurat mengurung orang dalam kesadaran akan belenggu dosa yang mengikat mereka

  2. Teddy Megido Siburian
    3 Juni 2021 pukul 4:07 AM

    Di dalam Alkitab kita memiliki nasihat Allah yang tidak bisa salah. Ajarannya, bilamana dilaksanakan dengan praktis, akan melayakkan manusia bagi jabatan apa saja pun. Suara Allah lah yang setiap hari berbicara kepada jiwa…. Pekerjaan Roh Kudus adalah menerangi pengertian yang digelapkan, melelehkan sifat mementingkan diri, hati batu, menaklukkan pendurhaka yang memberontak, dan menyelamatkan dia dari pengaruh dunia yang merusak. Doa Kristus bagi murid-murid-Nya adalah, “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; Firman-Mu adalah kebenaran.” Pedang Roh, yang adalah firman Allah, menembus hati orang berdosa, dan memotongnya menjadi berkeping-keping. Bilamana teori kebenaran diulangi tanpa pengaruhnya yang suci dirasakan pada jiwa si pembicara, maka itu tidak ada kekuatan terhadap para pendengar, tetapi ditolak sebagai kesalahan, si pembicara menjadikan dirinya sendiri bertanggung jawab atas hilangnya jiwa-jiwa.– Testimonies for the Church, Jilid 4, hlm. 441.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: