Beranda > PESONA ALKITAB > Persembahan Janda Miskin yang Diperas

Persembahan Janda Miskin yang Diperas


Persembahan Janda Miskin yang Diperas

KEBANYAKAN orang di gereja sangat akrab dengan kisah persembahan janda miskin. Hal itu SERING DIPAKAI sebagai alasan dan landasan bagaimana memberi persembahan. Kisah ini ditemukan di akhir pasal 12 dalam Injil Markus dan awal pasal 21 dalam Injil Lukas.

TERLEPAS dari apa yang dipikirkan banyak orang, hal ini TIDAK DIBERIKAN oleh Tuhan Yesus sebagai pengantar tentang hal persembahan di gereja. Sebenarnya pelajaran ilahi itu sama sekali BERTENTANGAN dengan bagaimana hal itu sering diterapkan dalam pelayanan.

Catatan tentang janda miskin ini terselip DI ANTARA KECAMAN Yesus terhadap para pemimpin agama yang merampas (memeras, menghabiskan) rumah janda-janda miskin dan mengelabui mata orang (berpura-pura) dengan doa yang panjang-panjang, (Lukas 20:47, Markus 12:40) dan dirobohkannya sistem bait Allah yang TELAH MEROSOT sehingga terjadi penyimpangan dari maksud Allah yang semula (Lukas 21:6, Markus 13:2).

Dengan kata lain Yesus TIDAK MENDORONG semua orang untuk melakukan seperti yang dilakukan janda miskin dan memberikan semua yang kita miliki untuk hidup pada sistem agama, (ya… walaupun ini sering dikhotbahkan dari atas mimbar gereja) tetapi dia (janda miskin) adalah objek pelajaran dari SISTEM KORUP yang MEMAKSA orang untuk melakukannya. Dan itu MENGGAMBARKAN PENGHUKUMAN Allah yang adil atas sistem Farisi ini (Lukas 20:47).

PELAJARANNYA SANGAT JELAS, bahwa para pemimpin agama korup, mereka hidup seperti orang yang sangat kaya dan sukses dengan MENGORBANKAN janda miskin akan berhadapan muka dengan kemarahan Raja pada suatu hari nanti, dan menginjak area yang berbahaya bahkan dalam kehidupan ini.

Sementara menjadi kaya itu sendiri bukanlah dosa, para ‘selebritas gerejawi’ yang telah mengumpulkan/ menimbun rumah-rumah mewah, mobil mewah dan barang mewah dari belakang orang-orang kudus (faktanya banyak dari mereka yang hampir tidak mampu membelinya) adalah PELANGGARAN terhadap Tuhan Semesta Alam.

“WASPADALAH terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan, YANG MENELAN RUMAH JANDA-JANDA DAN YANG MENGELABUI MATA ORANG DENGAN DOA YANG PANJANG-PANJANG. MEREKA ITU PASTI AKAN MENERIMA HUKUMAN YANG LEBIH BERAT” (Lukas 20:46-47, Markus 12:38-40).

Oleh Eliezer Samosir

Kunjungi toko kami di

www.tokopedia.com/sembakonda

www.shopee.co.id/alkitabanda

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: