Beranda > PESONA ALKITAB > Utusan bukan Malaikat

Utusan bukan Malaikat


1 Korintus 11:10 (TB) Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat.

1 Korintus 11:10 (ILT3) Karena itu, wanita harus memiliki otoritas pada kepalanya oleh karena para malaikat.

Lebih tepat: Utusan, bukan malaikat.

Sebuah buku baru-baru ini, Setelah Paulus Meninggalkan Korintus: Pengaruh Etika Sekuler dan Perubahan Sosial, oleh Bruce W. Winter, hlm 121-141, menawarkan beberapa wawasan yang sangat membantu dari literatur dan seni Romawi. Artikel ini dan yang lainnya (yaitu, E. Fantham, “Wanita Baru: Representasi dan Realitas,” dalam Perempuan di Dunia Klasik, bab 10, dan P. W. J. Gill, “Pentingnya potret Romawi untuk Penutup Kepala dalam 1Kor 11:2-16,” TynB 41,2 (1990): hal 245-260 dan “Pencarian Elite Sosial di Gereja Korintus,” TynB 44,2 (1993): hal 323-337), menunjukkan pada para penafsir modern bagaimana abad pertama Korintus adalah Romawi, bukan Yunani, dalam budaya.

Dengan wawasan dari abad pertama Romawi Korintus yang baru didokumentasikan ini, mungkinlah untuk mulai melihat masalah-masalah budaya yang dihadapi Paulus dalam buku ini.

  1. Paulus tidak menangani budaya Yahudi maupun kebudayaan Yunani sama sekali dalam konteks ini.
  2. Paulus menangani dua kelompok dengan status sosial elit.

a. Orang-orang percaya laki-laki yang kaya, elit sosial, yang memamerkan posisi mereka dengan menutup kepala mereka saat memimpin ibadah umum, sebagaimana adat untuk kelas social ini, saat memimpin ibadah masyarakat Yunani-Romawi. Mereka memamerkan diri mereka sendiri.

b. Para istri yang kaya, elit yang sedang membuka kerudung syarat adat istiadat mereka untuk memamerkan kesetaraan mereka, tidak hanya di dalam Kristus, tetapi juga sebagai pernyataan sosial, seperti juga perempuan Romawi lainnya di masa itu.

c. Warga Korintus Romawi, yang ingin tahu tentang iman Kristen dan praktek ibadahnya, akan mengirim “utusan” (yaitu, malaikat ay 1 Kor 11:10 mungkin menunjuk kepada hamba atau perwakilan yang dikirim atas nama tuan-tuan) untuk memeriksa pertemuan tersebut.

Informasi sejarah / budaya / sosial ini membuat naskah yang sangat sulit dan diperdebatkan menjadi masuk akal. Hal ini juga sesuai dengan naskah-naskah lain dalam I Korintus, yang jelas mencerminkan sebuah latar belakang Korintus abad pertama yang unik!

Oleh Dr. Bob Utley

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: