Beranda > INDONESIA, ISU POPULER > Surat Petisi kepada Mendikbudristek perihal penulis buku PPKN Kelas 7

Surat Petisi kepada Mendikbudristek perihal penulis buku PPKN Kelas 7


Surat Petisi Kami kepada Mendikbudristek perihal buku dan penulis buku PPKN Kelas 7

Aliansi Anak Bangsa Pemerhati Pendidikan

10 Agustus 2022

Kepada Yth.
Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset Teknologi RI
Bapak NADIEM ANWAR MAKARIM, BA, MBA.
Kompleks Kemendikbud Jln. Jend. Sudirman, Senayan
Jakarta Selatan

Salam Rahayu!
Kami warga negara Indonesia dalam Aliansi Anak Bangsa Pemerhati Pendidikan (AABPP)
menyampaikan sikap dan petisi terhadap temuan kesalahan dalam buku PPKn kelas VII terbitan
Kemendikbudristek tahun 2021 sebagai berikut:

  1. Kami mengapresiasi respon pihak Kemendikbudristek untuk menarik buku PPKn dan merevisi buku. Namun sampai surat ini ditulis, kami masih menerima informasi dari sekolah-sekolah
    bahwa buku tersebut belum ditarik. Kami ingin mengetahui time line dan prosedur penarikan
    dan revisi buku (apakah buku tersebut akan dibakar/dibuang ke laut, dsb), dan kami bersama
    orang tua murid akan mengawalnya.
  2. Peristiwa penyelewengan isi buku PPKn telah menimbulkan keresahan, keberatan, dan
    keprihatinan mendalam, di berbagai kalangan masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia,
    terutama oleh penganut agama tertentu, sehingga kami mengajukan petisi ke pemerintah
    (Kemendikbudristek, Kemenag, Kemendagri dan Kejaksaan Agung), agar solusi tidak hanya
    pada penarikan dan revisi buku, melainkan juga pengusutan, penyelidikan dan penyidikan yang
    komprehensif serta pemberian sanksi tegas terhadap Tim Pengolah Buku (tidak sekadar
    permintaan maaf).
  3. Tim Pengolah Buku PPKn, sebagai representasi sosok guru/pendidik nasional dengan latar
    pendidikan dan pengalaman profesional yang sangat mumpuni di bidang PPKn, harus mendapat
    sanksi tegas atas kesalahan konten dan kode etik penulisan ilmiah, yang notabene terjadi di
    institusi penanggungjawab tertinggi pendidikan di Indonesia, di mana selama proses
    penyusunan sampai pencetakan dan pendistribusian buku, telah melalui mekanisme menurut standar penulisan yang ditentukan dan berbagai filter dan monitoring internal instansi. Sanksi tegas sebagai pemberian efek jera kepada tim pengolah buku PPKn berdasarkan peraturan
    perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia termasuk di
    lingkungan Kemendikbudristek, merupakan hal yang wajib dan pantas mengingat negara kita
    adalah negara hukum dan menjunjung penegakan hukum. Dengan demikian, jangan diberikan
    celah bagi mereka yang mau melakukan penistaan dalam pendidikan agama, penistaan
    pendidikan kewargenagaraan, dan penistaan terhadap negara. Terlampir dokumen
    kontrak/perjanjian pihak penulis/pengolah buku dengan pihak Pusat Kurikulum dan Perbukuan
    Kemendikbudristek, terkait tanggung jawab hukum penulis/pengolah buku yang menyatakan
    apabila tulisannya menimbulkan rasa tidak senang, tersinggung, dirugikan, dicemarkan,
    dikhianati, dan sebagainya, terhadap satu atau sekelompok orang.
  4. Berikut kesalahan fundamental dan analisisnya, dalam buku cetak PPKn kelas VII halaman 79
    & 80:
    a. Kesalahan ini terjadi pada buku PPKn yang capaian pembelajarannya seyogianya pada
    praktik pengamalan Pancasila (profil pelajar Pancasila), bukan pada memperbandingkan
    doktrin agama-agama;
    b. Potensi pada penistaan agama dengan menerjemahkan ajaran agama lain oleh dan
    dengan ajaran yang bukan pemeluk/ajaran agama itu sendiri (potensi terhadap
    pelanggaran UU/Pasal 156a KUHP);
    c. Kesalahan mengenai pemahaman Trinitas secara subjektif dari Tim Penulis Buku,
    bukan menurut keyakinan pemeluk agama yang bersangkutan berpotensi sebagai
    strategi membenturkan Trinitas dengan konsep Sila I Pacasila (Ketuhanan yang Maha Esa);
    d. Kurang seimbang/proporsional dalam mengungkap bahwa keberadaan Penghayat
    Kepercayaan memiliki kedudukan yang sama dengan umat beragama, bahwa negara ini
    menjamin kebebasan warga negara memeluk agama dan kepercayaan masing-masing
    (Pasal 29 UUD);
    e. Pengaburan sejarah (kesalahan informasi kapan agama seperti Kristen dan Budha masuk
    ke Nusantara);
    f. Potensi membelokkan dan merongrong konsensus bangsa.
  5. Kesalahan fatal konten buku-buku pelajaran terbitan Kemedikbudristek sudah terjadi beberapa
    kali yang pasti menghabiskan energi, waktu, dan anggaran yang besar untuk menarik dan
    merevisi buku tersebut, sehingga penyelesaian masalah ini tidak bisa dianggap sepele. Dampak
    kerugian lebih fatal adalah ancaman terkontaminasinya mentalitas dan moral peserta didik sebagai generasi penerus bangsa dengan ajaran/paham yang menyesatkan yang akan memecah belah dan menghancurkan kesatuan dan kerukunan beragama di lingkungan sekolah dan
    masyarakat, di masa sekarang dan akan datang.
  6. Kami Aliansi Anak Bangsa Pemerhati Pendidikan menunggu penjelasan resmi dari bapak
    Menteri atas surat Petisi ini, dan bersama elemen di dalam masyarakat kami akan mengawalnya
    dan berjuang demi merawat kebinnekaan di bumi pertiwi Indonesia yang sangat menjunjung
    tinggi nilai-nilai Pancasila. Namun apabila hal ini tidak juga ditanggapi, kami akan memikirkan
    langkah-langkah penyelesaian secara hukum berdasarkan peraturan perundang-undangan yang
    berlaku di Republik Indonesia.

Demikian kami sampaikan. Atas atensi dan tindak lanjutnya, kami sampaikan terima kasih yang
sebesar-besarnya. Kiranya Yang Mahakuasa melimpahi bapak Menteri dengan kesehatan dan hikmat.

Hormat kami,
Mary Monalisa Nainggolan,S.Psi.,M.Pd.,Psikolog
(Ketua AABPP)

Tembusan:

  1. Presiden Republik Indonesia
  2. Ketua Umum PGI (Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia)
  3. Ketua Presidium KWI (Konferensi Wali Gereja Indonesia)
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: