Beranda > BUKU, ISU POPULER > Revisi Buku PPKN Kelas 7 halaman 79-80

Revisi Buku PPKN Kelas 7 halaman 79-80


Berikut hasil revisi dari buku PPKN Kelas 7 yg sempat menghebohkan.

Beragama secara benar akan membuat setiap orang menjadi pribadi yang
baik dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Agama menenteramkan jiwa
dan membuat kehidupan masyarakat menjadi damai, apapun keyakinan agama
yang dianutnya. Hal tersebut merupakan keadaan yang patut disyukuri.

  1. Islam
    Agama Islam berkembang di wilayah Nusantara (Indonesia) sekitar abad ke-
    13, yang ajarannya diperkenalkan oleh para pedagang dari Gujarat India,
    Timur Tengah, Persia, dan Cina. Al-Qur’an merupakan kitab sucinya. Rumah
    ibadah umat Islam disebut masjid. Umat Islam merayakan beberapa hari besar,
    diantaranya adalah Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha, Maulid Nabi, dan
    Isra’ Mi’raj. Secara umum pemuka agama Islam disebut ulama.
    [Sumber: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama]
  2. Kristen
    Agama Kristen berkembang di wilayah Nusantara (Indonesia) sekitar abad ke-
    16, diperkenalkan oleh bangsa Eropa. Kitab suci Agama Kristen adalah Alkitab.
    Hari besar umat Kristen antara lain Hari Natal, Hari Kematian Yesus Kristus
    (lazim disebut Hari Jumat Agung), Hari Paskah, Hari Kenaikan Yesus Kristus,
    dan Hari Pentakosta. Rumah ibadah agama Kristen disebut gereja. Secara umum
    pemimpin umat Kristen disebut pendeta atau gembala.
    [Sumber: Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama dan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia]
  3. Katolik
    Agama Katolik berkembang di wilayah Nusantara (Indonesia) melalui
    misionaris berkebangsaan Portugis, Spanyol, dan Belanda sekitar abad ke-16.
    Ajarannya bersumber pada Alkitab (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru),
    Magisterium (ajaran para pemimpin gereja), serta Tradisi Gereja. Rumah
    ibadah umat Katolik disebut gereja. Hari besar umat Katolik antara lain Natal,
    Paskah, Kenaikan Yesus Kristus, dan Pentakosta. Gereja Katolik dipimpin oleh
    Paus, yang bekerjasama dengan para Kardinal, Uskup, dan dibantu oleh para
    Imam (Pastor).
    [Sumber: Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama dan Konferensi Waligereja Indonesia]
  4. Hindu
    Agama Hindu berkembang di wilayah
    Nusantara (Indonesia) sekitar abad
    ke-4. Kitab suci agama Hindu disebut
    Weda. Rumah ibadah umat Hindu ada
    yang disebut pura, candi, kuil, dan balai
    basarah. Di antara hari raya umat Hindu

adalah Nyepi, Galungan dan Kuningan, Saraswati, dan Siwaratri. Rohaniwan Hindu
disebut Pandita dan Pinandita.
[Sumber: Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu, Kementerian Agama]

  1. Buddha
    Agama Buddha berkembang pesat di wilayah Nusantara (Indonesia) dari
    India sekitar abad ke-8. Agama Buddha didasarkan pada kitab suci Tripitaka
    (Tipitaka). Tempat ibadah agama Buddha adalah Vihara, Kelenteng, Bio, Candi,
    Arama, Kuil, dan Cetiya. Hari besar agama Buddha antara lain adalah Magha
    Puja, Waisak, Asadha, dan Kathina. Rohaniwan Buddha disebut Bikkhu (Biksu).
    [Sumber: Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Kementerian Agama]
  2. Khonghucu
    Agama Khonghucu sudah tersebar berabad-abad lamanya di wilayah
    Nusantara (Indonesia) seiring masuknya orang Tionghoa dari daratan
    Tiongkok. Kitab suci agama Khonghucu adalah Sishu dan Wujing. Tempat
    ibadah umat Khonghucu disebut Kelenteng, Kongmiao, Miao, Litang, Bio, dan
    Xuetang. Tahun Baru Imlek, Cap Go Meh, Hari Lahir dan Wafat Nabi Kongzi,
    serta Qingming merupakan hari besar yang dirayakan umat Khonghucu.
    Rohaniwan agama Khonghucu disebut Jiaosheng (Js), Wenshi (Ws), Xueshi (Xs).
    [Sumber: Pusat Bimbingan dan Pendidikan Agama Khonghucu, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama]
  3. Sebagian masyarakat Indonesia menganut Kepercayaan terhadap Tuhan
    Yang Maha Esa. Ajarannya bersumber dari kearifan lokal bangsa Indonesia.
    Penganutnya disebut sebagai penghayat kepercayaan. Di Indonesia terdapat
    banyak kelompok Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
    [Sumber: Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Kemendikbudristek dan Majelis Luhur
    Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Indonesia]
Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: