Arsip

Archive for the ‘ISU POPULER’ Category

Hasil SNMPTN 2019


Sebelumnya Menristekdikti M Nasir mengumumkan sebanyak 92.331 dari 478.608 peserta SNMPTN 2019 dinyatakan lolos seleksi. Nama-nama peserta yang lolos seleksi sudah diumumkan sejak pukul 13.00 WIB.

hasil-snmptn-2019 hasil-snmptn-2019

Selamat ya.

Iklan

15 Tradisi Unik IMLEK

3 Februari 2019 1 komentar

Imlek, atau Tahun Baru Cina, merupakan salah satu perayaan terbesar yang dilakukan oleh masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia tiap tahunnya. Sejarah kata “Imlek” sendiri sebenarnya berasal dari dialek Hokkian, yaitu Im dan Lek. Im memiliki arti bulan, sedangkan Lekberarti penanggalan. Dengan kata lain, Imlek sendiri berarti kalender (penanggalan) bulan, atau dalam bahasa Inggris lebih dikenal dengan Lunar New Year.

Menurut asal usulnya, Imlek merupakan sebuah perayaan yang biasanya jatuh pada tanggal satu saat bulan pertama muncul di awal tahun musim semi. Inilah sebabnya Tahun Baru Imlek tidak sama dengan perayaan tahun baru yang diadakan setiap tanggal 1 Januari. Di tahun ini, Imlek sendiri jatuh pada 5 Februari 2019. Nah, baik kamu ikut perayaan ini atau tidak, ada 15 tradisi unik yang perlu kamu ketahui sehubungan dengan Imlek. Ingin tahu apa saja? Baca lengkapnya di sini: Baca selengkapnya…

100 Cuitan Said Didu tentang Masalah FREEPORT

28 Desember 2018 Tinggalkan komentar

Menurut SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) penjelasan dari Said Didu (Mantan Staf ESDM) soal Freeport sangat informatif. SBY menulis bahwa Said Didu memahami permasalahan dan dilema yang dihadapi pemerintah dalam menetapkan kebijakan.

Berikut ini tanggapan lengkap dari SBY :

“Saya baru membaca kultwit Pak Said Didu tentang isu divestasi saham Freeport. Penjelasan yang sangat informatif, utuh, mendidik, “fair & balanced” *SBY*”

“Pak Said Didu memahami kompleksitas permasalahan & dilema yang dihadapi setiap pemerintahan dlm menetapkan pilihan & kebijakan *SBY*”

“Pak Said Didu secara implisit juga mengatakan setiap pemerintah ingin tetapkan pilihan yang tepat & berbuat yang terbaik bagi bangsa & negaranya *SBY*”

“Karenanya, Bapak Said Didu tak mau & tak gegabah menyalahkan kebijakan pemerintah manapun, termasuk pemerintahan Pak Harto, SBY & Pak Jokowi *SBY*”

“Saya menaruh rasa hormat. Bapak Said Didu telah ambil risiko dengan “telling the truth”. Saya tahu iktikad Bapak baik. Tuhan, Allah SWT mencatatNya *SBY*”

“Pak Said Didu juga telah berikan pelajaran berharga: “Tidak selalu MEMBENARKAN yang KUAT, tetapi berani PERKUAT KEBENARAN” *SBY*”

Berikut ini 100 cuitan Said Didu yang ditulis dalam waktu 8 jam: Baca selengkapnya…

Bahaya Kecanduan Smartphone dan Media Sosial

Berikut ini adalah kutipan-kutipan dari dokumentari BBC Mind Control: The Dark Side of Your Phone – “’Orang-orang dalam memberitahu kita bahwa perusahaan-perusahaan media sosial, melacak begitu banyak data, setiap swipe dan klik anda, dan menganalisa semua itu secara langsung.’ Lalu Artificial Intelligence akan memakai semua itu untuk mengadaptasikan apa yang anda lihat di layar anda supaya anda akan kembali lagi terus dan terus. Asa Raskin, yang mendesain scroll tak berujung [endless scroll] dan fitur-fitur app populer lainnya, mengatakan ‘Kita sedang berada dalam eksperimen perilaku terbesar yang pernah dilihat di dunia. Anda sedang berada dalam eksperimen senantiasa. Hal-hal seperti mengubah warna tombol ‘like’ anda. Apakah biru yang seperti ini, ataukah seharusnya sedikit lebih merah? Baca selengkapnya…

Video Game dan Kecanduan

Video game online multiplayer memiliki potensi besar untuk menjadi suatu kecanduan. Telah diperkirakan bahwa sekitar 10% gamer di seluruh dunia, adalah orang-orang yang kecanduan. Sedikitnya 10 gamer telah meninggal karena gejala-gejala yang berkaitan dengan sistem jantung-paru, di berbagai kafe-kafe internet, setelah sesi-sesi gamingmarathon. Ada satu orang muda yang meracuni orang tuanya karena mereka memberikan batasan pada aktivitas gaming-nya (“Gaming Addiction a Serious Problem in Asia,” 7 Mar. 2014, http://www.thecabinchiangmai.com). Sepasang suami istri menelantarkan putri mereka yang berusia tiga bulan hingga meninggal, sambil mereka main game-game online. Baca selengkapnya…

Orang-Orang yang di Tengah-Tengah

James Henley Thornwell adalah seorang pengkhotbah Presbyterian zaman dulu yang dengan gigih berjuang melawan modernisme theologi di abad ke-19. Sebagai presiden keenam dari South Carolina College (hari ini namanya adalah University of South Carolina), Thornwell sangat capek dengan “orang-orang yang di tengah” pada zmaan dia, yang mengatakan bahwa mereka mencintai kebenaran tetapi mereka lemah dalam berposisi dan tidak mau dengan berani melawan kesalahan. “Menggunakan kata-kata yang gemulai dan dimanis-maniskan dalam membahas topik-topik yang memiliki nilai abadi; memperlakukan kesalahan-kesalahan yang menyerang fondasi segala pengharapan manusia, seolah-olah ini adalah kekhilafan yang wajar dan tidak berbahaya; memberkati hal-hal yang Allah tidak senangi, dan beramah tamah pada tempat-tempat Dia memanggil kita untuk berdiri seperti laki-laki dan tegas, walaupun adalah cara yang paling cocok untuk mendapatkan pujian populer di zaman yang canggih ini, sebenarnya adalah kekejaman terhadap sesama manusia dan pengkhianatan terhadap Sorga. Orang-orang yang pada topik-topik ini lebih mementingkan aturan-aturan kesopanan daripada poin-poin kebenaran, tidaklah membela benteng, tetapi menyerahkannya ke tangan para musuhnya. KASIH AKAN KRISTUS, DAN AKAN JIWA-JIWA YANG UNTUKNYA DIA MATI, AKAN MENJADI TAKARAN SEMANGAT KITA DALAM MEMBONGKAR BAHAYA-BAHAYA YANG MEMERANGKAP JIWA-JIWA MANUSIA” (dikutip dalam sebuah khotbah oleh George Sayles Bishop, penulis dari The Doctrines of Grace and Kindred Themes, 1910).

(Berita Mingguan GITS 22 September 2018 diterjemahkan oleh Dr. Steven Liauw, sumber: www.wayoflife.org)

Menjadi Kontemporer

“Menjadi Kontemporer” (Gone Contemporary) adalah judul dari sebuah artikel yang ditulis oleh Dave Mallinak, yang memaparkan kesalahan dan bahaya dari filosofi musik kontemporer yang sudah dianut oleh dunia kekristenan pada umumnya, dan sedang melanda gereja-gereja Baptis juga. Kami merekomendasi seluruh tulisan tersebut, yang juga memberikan tautan-tautan kepada contoh-contoh kebaktian-kebaktian Baptis Independen yang sudah menggunakan musik kontemporer, dan juga sebuah video dialog antara Josh Teis dan Robert Bakss, penulis dari buku Worship Wars. Berikut ini cuplikan dari laporan tersebut yang berkaitan dengan inti dari masalah ini, dan dengan tepat menyerukan separasi dari mereka yang sudah berkomitmen pada filosofi kontemporer: “Seruan untuk musik kontemporer adalah raungan kematian dari suatu gereja yang sekarat. Baca selengkapnya…