Arsip

Archive for the ‘KELUARGA’ Category

Tonton Seminar: Keluarga Bahagia di Bumi sampai Di Sorga”

ADAT-ISTIADAT PERNIKAHAN

12 Juli 2017 1 komentar

Pernikahan-Adat-BaliPernikahan adalah sebuah peristiwa yang dimulai dari Adam dan Hawa. Tuhan yang menciptakan Hawa setelah melihat Adam seorang diri, membawanya kepada Adam, menikahkan mereka, sehingga mulai saat itu mereka menjadi suami-istri. Pernikahan berikut yang kita baca di Alkitab ialah pernikahan Ishak dengan Ribka yang didapatkan pembantu Abraham dari Mesopotamia.

Sebelum hukum Taurat melarang  pernikahan incest, kebanyakan pernikahan masih dilakukan di antara saudara dekat. Tentu keadaan rumah tangga yang dihasilkan lebih baik karena pasangan suami-istri sudah kenal baik, dan berlatar belakang yang sama. Tetapi ketika keturunan manusia bergenerasi-generasi, ternyata telah terjadi kerusakan genetika, sehingga pernikahan antar anggota keluarga dekat bisa menghasilkan bayi yang cacat. Sebelum manusia tahu akan hal ini, Allah yang maha tahu telah terlebih dulu tahu sehingga memberikan hukum yang melarang pernikahan incest.

Baca selengkapnya…

Mengapa Orang Menikah?

1 Juni 2016 1 komentar

image

Mengapa orang menikah ?
Karena mereka jatuh cinta.
Mengapa rumah tangganya kemudian bahagia ?
Apakah karena jatuh cinta ?
Bukan…
Tapi karena mereka terus bangun cinta. Jatuh cinta itu gampang, 10 menit juga bisa.
Tapi bangun cinta itu susah sekali, perlu waktu seumur hidup…
Mengapa jatuh cinta gampang ?
Karena saat itu kita buta, bisu dan tuli terhadap keburukan pasangan kita. Baca selengkapnya…

Mendidik Anak Hingga Kuliah dan Berhasil

Seminar Keluarga, 25 Maret 2016, Dr. Suhento Liauw
Mendidik Anak Hingga Kuliah dan Berhasil
Amsal 10:1, 17:6

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah, manusia terdiri dari Tubuh, Jiwa dan Roh

Mendidik Anak Hingga Kuliah dan Berhasil:
Berhasil lebih dimaknai sebagai terhormat.

Erik erikson (15 jun 1902-12 Mei 1994)
Ia mengamati Tumbuh Kembang Anak secara psikologi

Hasil pengamatan secara psikologi tentang tumbuh kembang anak sangat berguna untuk mengenal tingkah laku anak2 sehingga kita dapat memperlakukan mereka secara tepat. Baca selengkapnya…

Ringkasan Seminar Keluarga 24 september 2015

27 September 2015 Tinggalkan komentar

Seminar Membangun Keluarga Alkitabiah dan Mendidik Anak Untuk Tuhan, Kamis 24 september 2015, Auditorium Graphe, oleh Dr. Suhento Liauw

Prinsip Utama Mencari Pasangan Hidup

-DI DALAM Tuhan ada Kebenaran dan Kemerdekaan

-1 Kor 7:39 asal seorang yg Sudah Percaya

-Cinta

a. Background

b. Masalah Tampak Luar

c. Keindahan di dalam Karakter, Tujuan dan Prinsip Hidup

Catatan Penting

Kamu menilai Orang, Orang menilai kamu.

Yg cocok, bukan yg Sempurna

4 Ciri Pasangan Hidup Ideal:

Baca selengkapnya…

Mengapa Rumah Tangga Kristen Menghasilkan Pemberontak Rock and Roll?

3 September 2015 Tinggalkan komentar

Saya tumbuh besar di sebuah rumah tangga Kristen, tetapi menghabiskan banyak tahun hidup saya sebagai seorang “pemberontak rock and roll” sebelum Tuhan dengan penuh rahmat menyelamatkan saya (Kis. 11:18) pada tahun 1973, pada usia 23 tahun. Ketika kita memandang ke gereja-gereja sekeliling kita hari ini, bahkan gereja-gereja yang percaya Alkitab, kita melihat pola ini terulang banyak kali. Apa penyebabnya?

Tanggung Jawab Tiga Lapis
Alkitab mengajarkan bahwa ada tanggung jawab tiga lapis dalam membesarkan anak-anak Kristen.
Pertama, anak itu sendiri bertanggung jawab di hadapan Allah. “Anak-anakpun sudah dapat dikenal dari pada perbuatannya, apakah bersih dan jujur kelakuannya” (Amsal 20:11).

Walaupun orang tua dan gereja memiliki pengaruh yang dramatis dan besar terhadap orang-orang muda, tidak ada seorang pun yang akan dapat berdiri di hadapan Tuhan dan mengklaim bahwa dia tidak mengetahui kebenaran atau dapat menyalahkan orang lain untuk pemberontakannya. Yesus Kristus memberikan terang kepada setiap manusia (Yohanes 1:9). Kitab Roma menggambarkan tiga jenis terang: terang dari alam ciptaan (Roma 1:20), terang hati nurani (Roma 2:11-16), dan terang Kitab Suci (Roma 3:1-2). Baca selengkapnya…

Gereja dan Pornografi

10 November 2014 2 komentar
22 Oktober 2014 | Ruth Odia
Sebuah survei baru dari Proven Men Ministries (Pelayanan Pria Teruji) mengklaim bahwa 77 persen pria Kristen berusia antara 18-30 tahun melihat pornografi setidaknya bulanan.
Joel Hesch, pendiri Proven Men Ministries berdasar Alkitabiah baru-baru ini menugaskan suatu survei yang dilakukan oleh Barna Group dengan sampel 388 yang identifikasi-diri-nya pria dewasa Kristen. Temuan mengejutkan mengungkapkan bahwa sebagian besar pria Kristen melihat pornografi secara teratur dan bahwa ada tingkat tinggi penggunaan dan kecanduan. Kemudian ada juga dampak negatif yang tak terelakkan pada institusi pernikahan yaitu banyak orang terdorong untuk perselingkuhan, fenomena peningkatan yang juga mempengaruhi laki-laki dalam kepemimpinan Kristen di panggung global.
Sayangnya, pornografi adalah salah satu dari isu-isu yang jarang ditangani secara komprehensif dan sistematis dalam gereja, baik di mimbar atau melalui forum lain. “Sangat jelas bahwa pornografi adalah salah satu masalah terbesar yang belum terselesaikan di gereja,” kata Hesch.

Baca selengkapnya…

BAGAIMANA SEORANG JANDA KRISTEN HARUS BERSIKAP?

13 November 2013 1 komentar

1 Janganlah engkau keras terhadap  orang yang tua,  melainkan tegorlah  dia  sebagai  bapa.  Tegor-lah  orang-orang  muda  sebagai  saudaramu,  2 perempuan-perempuan  tua  sebagai  ibu  dan perempuan-perempuan  muda  sebagai  adikmu dengan penuh kemurnian. 3 Hormatilah janda-janda  yang  benar-benar  janda.  4 Tetapi  jikalau seorang janda mempunyai anak atau cucu, hendaknya  mereka  itu  pertama-tama  belajar berbakti kepada kaum keluarganya sendiri  dan membalas  budi  orang  tua  dan  nenek  mereka, karena  itulah  yang  berkenan  kepada  Allah. 5  Sedangkan seorang janda yang benar-benar janda, yang  ditinggalkan  seorang  diri,  menaruh harapannya  kepada  Allah  dan  bertekun  dalam permohonan  dan  doa  siang  malam.  6  Tetapi seorang janda yang hidup mewah dan berlebih-lebihan, ia sudah mati selagi hidup. 7 Peringat-kanlah  hal-hal  ini  juga  kepada  janda-janda  itu agar mereka hidup dengan tidak  bercela. 8  Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak  saudaranya,  apalagi  seisi  rumahnya, orang  itu  murtad  dan  lebih  buruk  dari  orang yang tidak beriman. 9  Yang didaftarkan sebagai janda, hanyalah mereka yang tidak kurang dari enam  puluh  tahun,  yang  hanya  satu  kali bersuami 10 dan yang terbukti telah melakukan pekerjaan  yang  baik,  seperti  mengasuh  anak, memberi tumpangan,  membasuh kaki saudara-saudara  seiman,  menolong  orang  yang  hidup dalam kesesakan pendeknya mereka yang telah menggunakan segala  kesempatan untuk berbuat baik. 11 Tolaklah pendaftaran janda-janda yang lebih  muda.  Karena  apabila  mereka  sekali digairahkan oleh keberahian yang menceraikan mereka dari Kristus, mereka itu ingin kawin 12 dan dengan memungkiri kesetiaan mereka yang semula kepada-Nya, mereka mendatangkan hukuman atas dirinya. 13 Lagipula dengan keluar masuk rumah orang, mereka membiasakan diri bermalas-malas  dan  bukan  hanya  bermalas-malas saja, tetapi juga meleter dan mencampuri soal  orang  lain  dan  mengatakan  hal-hal  yang tidak  pantas.  14  Karena  itu  aku  mau  supaya janda-janda  yang  muda  kawin  lagi,  beroleh anak,  memimpin rumah  tangganya  dan  jangan memberi  alasan  kepada  lawan  untuk  memburuk-burukkan  nama  kita.  15  Karena  beberapa janda  telah  tersesat  mengikut  Iblis.  16  Jika seorang laki-laki atau perempuan yang percaya mempunyai  anggota  keluarga  yang  janda, hendaklah  ia  membantu  mereka  sehingga mereka  jangan  menjadi  beban  bagi  jemaat. Dengan  demikian  jemaat  dapat  membantu mereka  yang  benar-benar  janda.  (1Ti  5:1-16  ). Perikop  terkutip  di  atas  adalah  surat Rasul Paulus untuk Timotius  yang sedang menjadi  Gembala  di  Efesus.  Isi  surat  ini adalah  nasehat  untuk  seorang  Gembala dalam tugas  menggembalakan jemaat  yang tentu  ada  wanita  bahkan  ada  janda. Baca selengkapnya…

Kategori:KELUARGA Tag:,

Mempersembahkan Kegadisannya

Belasan  tahun  lalu  saya  mengunjungi  Panti  Asuhan  Yatim-piatu yang  didirikan  oleh  ibu  Tien Soeharto. Di atas  sebuah  wilayah yang  luas didirikan rumah-rumah  dengan ukuran tiap rumah  akan  dapat  menampung  sepuluh anak  dan  akan  diasuh  oleh  seorang  ibu. Seorang  ibu  akan  membesarkan  maksimum  sepuluh  orang  anak. Syarat bagi yang melamar menjadi ibu asuh  ialah  wanita  minimum 35  tahun  dan tidak  bersuami  serta  berjanji  tidak  akan  bersuami. Kepada ibu yang demikian akan dipercayakan  untuk  mengasuh  bahkan  mengadopsi  sepuluh  anak  untuk  dibesarkan seperti  anaknya  sendiri. Pihak  yayasan  akan  mencukupi  seluruh  kebutuhan  baik  sang  ibu  maupun  semua  anak  yang  dipercayakan  kepadanya. Waktu itu kami diantar mengunjungi salah seorang  ibu  yang  sedang  mengasuh beberapa  anak,  dan  beberapa  anaknya  telah dewasa  bahkan  telah  menikah. Mereka menganggapnya  betul-betul  ibu  mereka sehingga  mereka  sering  membawa  anak-anak  mereka  datang  berkunjung  kepada nenek  mereka.

Saya  diberitahukan  bahwa  pelayanan tersebut  tidak  berpihak  kepada  agama apapun. Mereka menyerahkan sepenuhnya kepada  sang  ibu  agama  yang  ia  inginkan bagi  anak-anaknya. Hubungan  I  Tim 2:1 1 dengan  Ef  5:22 Wanita  yang  berhasil  membesarkan sepuluh  anak  untuk  melayani  Tuhan, sebagai  pengkhotbah  dan  pengajar  kebenaran,  tentu  lebih  indah  di  mata  Tuhan daripada  seorang  wanita  yang  melanggar firman  Tuhan  dengan  menjadi  pengkhot-bah,  pengajar  bahkan  sebagai  gembala.  Padahal  Tuhan  dalam  firmanNya  melalui Rasul Paulus telah dengan terang-terangan mengatakan  bahwa  wanita  tidak  boleh mengajar  dan  memerintah  laki-laki. Seharusnyalah  perempuan  berdiam  diri  dan menerima ajaran  dengan  patuh. Aku tidak mengizinkan  perempuan  mengajar  dan juga  tidak  mengizinkannya  memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri. (1Tim 2:11-12) Ternyata  bukan  Hawa  saja  yang terangsang  oleh  sentilan  iblis  bahwa setelah  memakan  buah  terlarang  ia  akan menjadi  Allah,  wanita  akhir  zaman  juga terangsang  oleh  hasutan  emansipasi sehingga  mereka tidak  memperhatikan lagi ketetapan  firman  Tuhan. Baca selengkapnya…

JONATHAN EDWARDS & MAX JUKES (WARISAN TERBESAR BAGI ANAK KITA)

Sadarkah kita bahwa apa yang kita lakukan dan kita ajarkan kepada anak-anak kita dapat berdampak besar bagi keturunan kita selanjutnya? Apabila kita memberikan keteladanan sesuai firman Tuhan dan mengajarkan prinsip-prinsip Alkitab pada mereka, buahnya adalah keturunan yang mengasihi Tuhan.  Apabila kita lalai, bahkan mengabaikan firman Tuhan dan tidak memberi keteladanan hidup yang baik, hasilnya adalah keturunan yang buruk dan merugikan baik diri sendiri maupun orang lain.

Pada tahun 1900 pernah diadakan suatu penelitian tentang kehidupan anak-anak dan keturunan dari dua orang sahabat yang sama sama tinggal di New York. Cerita tentang 2 keluarga di Amerika , dan cerita ini sungguh-sungguh terjadi yakni kisah nyata, karna kisah ini adalah hasil penelitian dari seorang sarjana bernama Benjamin B. Warfield dari Princeton, Amerika Serikat. Kisah ini mengisahkan tentang kisah dua keluarga yang hidup di abad 18, yaitu perbandingan antara keluarga Jonathan Edward dan Keluarga Max Jukes.

1. Jonathan Edwards
Jonathan Edwards lahir pada tahun 1703 di Windsor Timur, Connecticut. Dia hidup pada masa yang sama dengan Max Jukes Ia mengasihi Tuhan dengan segenap hatinya, ia hidup takut akan Tuhan. Pengkhotbah Kebangunan Rohani terkenal abad 18, pendeta Jonathan Edwards (1703-1758) Ia menjadi mahasiswa di Universitas Yale pada usia 13 tahun, dan pada akhirnya ia menjadi Rektor dari sebuah akademi di New Jersey (yang sekarang bernama Princeton) Jonathan Edwards, seorang teolog asal Amerika Serikat dan sekaligus seorang pengkhotbah yang banyak membela ajaran Calvinis. Seumur hidupnya Edwards, konsisten menyerahkan hidupnya untuk melayani Tuhan dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa melalui khotbahnya yang menggoncangkan dunia pada zamannya Ia menikah juga dengan seseorang yang takut akan Tuhan, bernama Sarah. Dan mereka dikaruniai 11 orang anak, Ia mendidik anak-anaknya di dalam takut akan Tuhan. Keluarga Jonathan Edwards yang juga tinggal di New York. Dia mengasihi Tuhan dan mengantar anak-anaknya ke gereja setiap minggu. Baca selengkapnya…

PELAYANAN WANITA YANG MENYENANGKAN ALLAH

Keputusan  Lucifer untuk memasukkan  kesesatannya  melalui  Hawa tidak pernah dia sesali.  Kepintaran Lucifer tentu di atas kita semua. Lucifer  tahu persis komposisi Hawa yang dibuat dengan lebih  banyak unsur perasaan daripada logika.  Lucifer  melihat  peluang  untuk  menyesatkan  manusia  lebih  besar  pada  Hawa daripada Adam  yang  tercipta  dengan  unsur logikanya  lebih  dari  perasaan.

Wanita  Makhluk  Hebat
Hawa  adalah  ibu  dari  semua  manusia yang  lahir  kemudian.  Ia  dan  semua  wanita diciptakan  untuk  melahirkan anak  dan  membesarkan  anak  untuk  memenuhi  bumi.  Ini adalah  tugas  yang  sangat  besar  dan  sangat agung.  Keadaan  manusia  berikut  akan sangat tergantung pada para wanita. Karena semua manusia akan dilahirkan oleh wanita dan dibesarkan oleh wanita. Wanitalah yang menentukan  kondisi  dunia  dengan anak-anak yang mereka lahirkan dan besarkan. Untuk mengandung, melahirkan dan membesarkan anak, diperlukan  pribadi  yang sangat  istimewa. Pribadi tersebut  harus dirancang sedemikian  rupa  karena  tugasnya yang sangat penting. Diperlukan  pribadi yang sempurna  dan sangat cocok  untuk tugas yang  sangat besar itu. Ketika  mengandung bayi, sang ibu harus memiliki kondisi tubuh  yang sangat  menunjang. Dan setelah melahirkan, ia  harus memiliki kondisi  tubuh serta  emosi  yang  cocok  untuk  pengasuhan anak. Baca selengkapnya…

Bagaimana Seorang Istri Tunduk Kepada Suaminya?

23 September 2013 Tinggalkan komentar

”Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala  jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana  jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu (Efesus 5: 22-24).

Ketundukkan Istri kepada Suaminya adalah perintah Tuhan yang mutlak dituruti oleh setiap istri-istri Kristen. Sebagaimana jemaat / gereja harus taat dan tunduk kepada kepalanya, yaitu Yesus Kristus, maka seorang Istri pun diperintahkan melakukan hal yang sama kepada kepalanya, yaitu suaminya(Efesus 5:22-24).

Demikianlah bagaimana cara seorang isteri tunduk kepada suami mereka :

  1. Seorang isteri harus membantu suaminya (Kej 2:18).

Untuk dapat memahami betapa pentingnya peranan kita sebagai penolong, kita perlu mengerti bahwa laki-laki diciptakan terlebih dahulu, oleh Allah, untuk menguasai segala yang hidup di bumi  ini. Hal Ini berarti pria memerlukan teman, penolong, seorang untuk melengkapi dirinya. Di samping itu, panggllan mulia Allah bagi Anda para isteri adalah untuk membantu suami Anda dengan tanggung jawabnya, tugas-tugasnya, peranannya, pekerjaannya, dan pelayanannya dalam jemaat lokal. Baca selengkapnya…