Arsip

Posts Tagged ‘Bait Suci Ketiga’

Berita Dwimingguan JULI 2013

 SATU LAGI MENTERI ISRAEL YANG MENYERUKAN PEMBANGUNAN BAIT KETIGA
(Berita Mingguan GITS 20 Juli 2013, sumber: http://www.wayoflife.org)
Uri Ariel menjadi menteri pemerintah Israel kedua dalam setahun ini yang menyerukan pembangunan Bait Ketiga. Berbicara dalam sebuah konferensi arkeologi dekat situs kuno Silo, di mana Kemah Pertemuan berdiri pada zaman Samuel, Ariel mengatakan, “Kita telah membangun banyak sekali bait-bait yang kecil-kecil [maksudnya sinagoge], tetapi kita perlu membangun sebuah Bait yang sejati di Bukit Bait” (“Minister Calls for Third Temple,”The Times of Israel, 5 Juli 2013). Ariel, Menteri Perumahan dan Pembangunan Israel, adalah anggota partai Jewish Home. Pada tahun 2012, Zevulun Orlev, menteri dari partai Jewish Home lainnya, juga menyerukan pembangunan Bait Yahudi, walaupun dia mengakui bahwa menghilangkan Dome of the Rock dan Mesjid al-Aqsa sudah pasti akan menyebabkan “dunia Muslim yang berjumlah satu milyar manusia melancarkan perang dunia.” Sepertinya akan menjadi bagiannya antikristus, yang akan muncul sebagai seorang pembawa damai dan pemberi solusi bagi masalah besar dunia, untuk memungkinkan pembangunan bait ketiga. Ketika ia menampakkan jati dirinya yang sebenarnya, ia akan duduk di bait tersebut dan menuntut dunia untuk menyembahnya. “Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, 4 yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah” (2 Tes. 2:3-4) Baca selengkapnya…

Kategori:BERITA Tag:

Berita Bulan April 2013

GEREJA-GEREJA INDONESIA MERENCANAKAN CELEBRATION OF UNITY
Dalam koran Suara Pembaruan, 11 April 2013, dipaparkan bahwa pada tanggal 17-18 Mei 2013, akan diadakan Celebration of Unity di Gelora Bung Karno dan Mall Mega Kemayoran, yang “akan diikuti semua komunitas Kristen dari semua denominasi gereja, baik Katolik maupun Protestan.” Acara ini adalah pre-event untuk persiapan bagi Sidang Raya Dewan Gereja Sedunia (WCC) yang akan digelar tanggal 31 Okt – 8 Nov 2013. Ketua panitia untuk acara Celebration of Unity ini adalah Pdt. Nus Reimas, yang menegaskan bahwa “diharapkan dari acara ini, akan lahir spirit mempersatukan dan mempererat hubungan orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus.” Seperti biasa bagi kaum ekumenis, ia mengutip Yohanes 17:21, yang berisikan doa Yesus, “supaya mereka menjadi satu,” tanpa memperhatikan konteks dari kata-kata tersebut.

Suara Pembaruan melaporkan bahwa dipastikan 323 sinode dari Kristen Protestan dan seluruh Keuskupan Gereja Katolik di Indonesia akan hadir. Termasuk di dalamnya adalah gereja-gereja dari PGI (Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia), KWI (Konferensi Wali-gereja Indonesia), PGLII (Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga Injili Indonesia), PGPI (Persekutuan Gereja Pentakosta Indonesia), Persekutuan Gereja Baptis Indonesia, Gereja Ortodoks, Gereja Bala Keselamatan, dan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Direncanakan bahwa dalam acara puncak semua peserta akan menyanyikan lagu “Song of Unity,” dan diharapkan akan tercipta “kebersamaan umat Kristiani dalam perannya menciptakan kerukunan antar umat beragama di Indonesia.”

Tentu saja semua ini tidak mengagetkan bagi orang-orang percaya yang Alkitabiah, karena Alkitab sudah menubuatkan bahwa akan ada kesatuan agama di akhir zaman. Wahyu 13 memberitahu kita bahwa nabi palsu akan mengarahkan semua orang untuk menyembah Antikristus. Untuk itu diperlukan kesatuan antar agama seluruh dunia. Untuk itu, Iblis akan menyatukan dulu “agama Kristen” menjadi satu, agar dapat ia kendalikan. Banyak orang Kristen yang menyamakan persatuan dengan hal yang baik. Baca selengkapnya…

Berita Bulan November 2012

25 November 2012 Tinggalkan komentar

Operasi Sayap Merpati Membawa Kembali Orang-Orang Yahudi Yang Tersisa dari Etiopia
(Berita Mingguan GITS 10 November 2012, sumber: http://www.wayoflife.org)
Operasi Saya Merpati, yang dimulai minggu lalu dan diperkirakan akan berakhir bulan Oktober 2013, memiliki tujuan untuk membawa pulang sisa-sisa orang Yahudi di Etiopia. Ini adalah kesimpulan dari kampanye “Aliyah” (naik) untuk memulangkan orang-orang Yahudi Afrika utara ke “tanah suci,” 2500 tahun setelah mereka lari dari pasukan Babilonia yang menghancurkan Yerusalem. (Kata “aliyah” berasal dari akar Ibrani yang sama dengan kata terakhir dalam 2 Tawarikh 36:23 yaitu “pulang”). Pada hari itu banyak orang Yahudi yang lari ke Mesir, sebagaimana digambarkan oleh nabi Yeremia, dan dari sana mereka akhirnya bermigrasi ke Etiopia dan bagian-bagian Afrika lainnya. Pada tahun 1977, pemerintah Israel memutuskan bahwa Undang-Undang Kembali beraplikasi bagi puluhan ribu orang Etiopia yang dikenal sebagai Beta Israel (Komunitas Israel), dan pemerintah AS membantu dengan penerbangan-penerbangan awal sejak tahun 1979. Sejak saat itu, penerbangan-penerbangan tersebut kadang ada dan kadang tidak. Pada bulan Mei 1991, 14.325 orang Yahudi Etiopia dipindahkan ke Israel dalam waktu 36 jam dengan menggunakan 30 pesawat Israel yang terbang tanpa henti. Satu pesawal Boeing milik El Al membawa 1.122 penumpang dalam satu kali terbang, dan dua bayi lahir di atas pesawat itu. Keturunan Bet Israel (disebut Falash Mura) yang telah masuk “kekristenan” diharuskan untuk masuk kembali ke “Yudaisme Ortodoks” untuk bisa memperoleh kewarganegaraan Israel. Selama dua ribu tahun orang-orang Yahudi ortodoks berdoa tiga kali sehari agar bisa kembali ke tanah mereka, dan mereka penuh harapan bahwa kembalinya mereka ke tanah berkaitan dengan datangnya Mesias, dengan sengaja mengabaikan bahwa sang Mesias sudah datang dan menderita, dan bangkit dari antara orang mati sesuai dengan Kitab Suci mereka sendiri. Mereka masih menantikan seorang mesias untuk membangun Bait Ketiga, tetapi dia akan ternyata sebagai mesias palsu, seorang penipu, yang akan membantu pembangunan Bait Ketiga hanya untuk menajiskannya. Baca selengkapnya…