Archive

Posts Tagged ‘Doa’

D O A

Apakah Doa Itu? Sebagian orang berasumsi bahwa doa adalah kewajiban setiap orang Kristen, di mana setiap orang Kristen diperintahkan atau diharuskan untuk berdoa. Ada pula yang beranggapan bahwa doa adalah sarana untuk meminta sesuatu dari Tuhan. Maksud mereka adalah ketika kita sedang membutuhkan sesuatu, maka itulah saat yang tepat untuk berdoa

Sejatinya doa adalah persekutuan dengan Tuhan, bercakap-cakap atau berkomunikasi dengan Tuhan. Ketika kita berdoa, kita masuk dalam hadirat Tuhan, di mana hati dan perhatian kita terfokus dan terhubung dengan Tuhan. Ini bukan sekedar kita berbicara dan memberi laporan kepada Tuhan, tetapi jauh-jauh lebih penting adalah: berdoa kita bertemu dengan Tuhan. Jika doa hanyalah sarana / alat untuk memohon sesuatu dari Tuhan, maka kita hanya akan berdoa ketika kita membutuhkan berkat Tuhan. Memang Alkitab mengatakan bahwa jika kita membutuhkan sesuatu, kita harus berdoa (Mat 7:7, Yak 4:2-3) , tetapi itu bukanlah inti dari doa.

Doa amat sangat penting karena merupakan berkat dan hak istimewa yang Tuhan anugerahkan kepada kita orang yang percaya. Saat kita berdoa, kita menundukkan hati kita, memusatkan pikiran kita, dan kita berserah penuh pada belas kasih Tuhan. Dalam doa kita memuji kebesaran dan keagungan Tuhan. Dalam doa kita mengaku semua kesalahan dan dosa kitadan dalam doa kita menaikan permohonan atau permintaan kepada TuhanDan dalam doa kita tidak boleh lupa mengucap syukur kepada Tuhan. Baca selanjutnya…

Demo Tuhan dengan Doa Puasa

21 November 2009 1 komentar

Ibadah Puasa

Pada zaman P.L., atau lebih spesifik lagi sejak Taurat diturunkan hingga Yohanes Pembaptis tampil (Luk16:16, Mat.11:14), Allah memerintahkan bangsa Israel mendirikan ibadah simbolik untuk mengingatkan segala bangsa tentang janji Allah untuk mengirim Juruselamat.

Pada zaman ibadah simbolik, manusia beribadah dengan simbol. Domba yang disembelih menyimbolkan Sang Juruselamat, dan penyembelihannya menyimbolkan penghukuman atas dosa. Rituil ibadah dalam Bait Allah seluruhnya bersifat simbolik, atau bersifat bayangan (Ibr.10;1, Kol.2:16-17).

Pada zaman tersebut ibadah dilakukan secara lahiriah. Manusia diperintahkan menyembah secara lahiriah, dan segala sesuatu yang bersifat lahiriah seperti berdoa sambil sujud, berpuasa, semua dihitung sebagai ibadah. Intinya, segala sesuatu yang terjadi di dalam hati harus diekspresikan ke dalam bentuk luar yang terlihat oleh mata manusia. Baca selanjutnya…

Kategori:Fundamental Tag:

Doa Bapa Kami

21 November 2009 Tinggalkan komentar

Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya.Amin.] (Mat.6:9-13)

“Doa Bapa Kami” adalah doa yang diucapkan oleh Tuhan Yesus untuk diajarkan kepada murid-muridNya. Di Indonesia, karena mengikuti tradisi Belanda dan Gereja Katolik, menyebutnya Doa Bapa Kami, sedangkan di Inggris dan Amerika menyebutnya Doa Tuhan (The Lord’s Prayer). Baca selanjutnya…

Kategori:Fundamental Tag:

Demo Tuhan Dengan Doa

21 November 2009 Tinggalkan komentar

Supaya tuntutan mereka didengarkan, para mahasiswa dari berbagai universitas mengumpulkan teman mereka sebanyak mungkin menuju gedung DPR. Mereka membawa berbagai spanduk, bahkan pengeras suara untuk memastikan keinginan hati mereka terdengar.

Rakyat Ukraina beramai-ramai turun ke jalan memprotes hasil pemilu yang mereka nilai curang. Hasilnya luar biasa yaitu pemilu ulang sehingga jago mereka keluar sebagai pemenang. Lawannya tidak berani berbuat banyak, mau tidak mau harus menyerahkan kekuasaan kepada yang paling banyak pendukungnya.

Setelah pembunuhan Hariri (mantan PM Libanon), rakyat Libanon turun ke jalan menuntut Perdana Menteri mundur dan pasukan Syria ditarik dari Libanon. Mereka berhasil karena jumlah rakyat yang turun ke jalan sangat signifikan. Baca selanjutnya…

Kategori:Fundamental Tag:

Ketika Tuhan Tidak Mendengar Seruan Kita

“Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” (Yesaya 59:1-2)

Kita sering komplain kepada Tuhan bahwa Ia tidak mendengarkan doa-doa kita, khususnya ketika Allah tidak merespon sesuai dengan keinginan kita. Tetapi ini tidak berarti bahwa Allah tuli, sebab “Dia yang menanamkan telinga, masakan tidak mendengar?” (Mazmur 94:9) Allah mendengar sesuatu yang ada dalam pikiran kita, bahkan sesuatu yang belum terucap oleh mulut kita, “Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.” (Mazmur 139:2)

Jadi, bukan karena Allah tidak dapat mendengar seruan hati kita, tetapi ada kemungkinan hidup kita tidak sejalan dengan kehendakNya, sehingga Ia tidak mendengarkan doa kita. Mungkin hal yang terpenting dalam situasi ini adalah ketaatan kita kepada firmanNya, “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” (Yohanes 15:7). Tetapi, “Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar” (Mazmur 66:18). “Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.” (Yakobus 4:3) Tentu saja ketika kita berdoa, “Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang” (Yakobus 1:6). “Dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.” (Yohanes 14:13).

“Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya.” (1 Yohanes 5:14-15)

(Terjemahan yang benar untuk 1 Yoh 5:15 adalah “Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mendengarkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memiliki permohonan yang telah kita minta kepadaNya.”)

Mungkin ada di antara kita yang berpikir, bahwa saya telah berdoa, sudah memeriksa hati, meminta sesuatu yang juga kembali untuk kemuliaan Tuhan, namun doa saya sampai sekarang belum juga dikabulkan, jangan pernah kita kecewa kepada Tuhan. Mungkin Tuhan sedang menunda jawabannya sampai waktu yang tepat. Ingatlah akan Hana ibunya Samuel, ingatlah Elizabeth ibunya Yohanes Pembaptis, ingatlah akan Yusuf, dan pahlawan iman lainnya. Doa mereka ada kalanya ditunda, sampai waktu yang tepat, dan biarlah iman kita dikuatkan olehnya. Atau mungkin saja doa kita tidak dikabulkan, jangan juga kita kecewa. Mari kita beriman sama seperti Paulus, yang sudah meminta agar duri dalam dagingnya untuk dicabut, tapi Tuhan bilang sudah cukup kasih karuniaKu.

Di atas segalanya, satu hal yang harus kita amini, Allah tahu yang terbaik untuk kita dan kita pasti akan menemukan bahwa “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8:28) Untuk itu, periksalah hati kita, bagaimana komunikasi kita dengan Tuhan selama ini? Apakah kita adalah seorang pendoa yang sungguh-sungguh berdoa dengan tidak jemu-jemu? Yang berdoa bukan hanya untuk kepentingan sendiri? Bukan pribadi yang berdoa waktu kepepet saja, setelah hidupnya senang lupa akan Tuhan. Jika kita sudah memeriksa hati dan hubungan kita dengan Tuhan, maka “Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah, dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.” (1 Yohanes 3:21-22)

Ev. Chandra Johan, M.B.S.

GBIA Semarang (http://gbiasemarang.blogspot.com)

Sumber: http://graphe-ministry.org/articles/?p=21

Kategori:RENUNGAN Tag:

Doa Hizkia yang Dikabulkan Allah


Hizkia, raja yang saleh, diberitahu Nabi Yesaya bin Amos bahwa ia akan meninggal karena sakitnya itu, namun belum sampai Yesaya keluar dari ruangan, Allah berfirman kepadanya untuk memberitahukan kepada Hizkia bahwa usianya diperpanjang 15 tahun dan sebagai tandanya bayang-bayang jam penunjuk matahari buatan raja Ahas mundur 10 tapak.

Namun sayang pada akhir hidupnya setelah usianya diperpanjang 15 tahun, kita mengetahui bahwa Hizkia melakukan perbuatan dosa yang tidak disukai Allah yaitu ia menyombongkan diri dengan memamerkan berbagai harta benda istananya kepada pejabat Merodakh-Baladan bin Baladan, yang akhirnya berakibat fatal bagi kerajaan Yehuda yang mengalami pembuangan ke Babel. Hal ini juga dinubuatkan oleh Mikha. Baca selanjutnya…