Arsip

Posts Tagged ‘Doktrin’

KOMPAS ETIKA

Bagaimana caranya agar kita berhasil menjawab atau memberikan jalan keluar terhadap persoalan-persoalan etika secara objektif ? Bagaimana kita memecahkan suatu masalah etika dengan cara yang benar, tepat dan alkitabiah? Bagaimana kita mampu menilai benar tidaknya sutu permasalahan? Dibutuhkan suatu pedoman penuntun. Apa itu? Kompas Etika. Pakar teologia dan seorang apologetor ternama, Norman Geisler memberikan hasil kajiannya selama lebih dari setengah abad sebagai konselor dibidang etika sebagai berikut:

Pentingnya Kompas Etika

Pertama, tanpa kompas kita bisa tersesat, karena kita menyimpang dari jalan moralitas yang benar. Kedua, kompas mempunyai titik-titik yang pasti – utara selalu berarti utara dan selatan selalu berarti selatan. Hanya dengan mengikuti titik-titik yang pasti inilah kita akan menemukan jalan kita. Allah, melalui firman-Nya, memberi kita hal-hal yang mutlak atau titik-titik yang pasti. Ketiga, kompas adalah alat penunjuk arah yang akan menunjukkan arah yang benar kepada kita. Yang penting kita harus menemukan titik-titik pasti, atau hal-hal yang mutlak ini, supaya kita tetap berada di jalan yang benar. Baca selanjutnya…

Kategori:Fundamental Tag:

DOSA YANG TAK TERAMPUNI

Studi Biblika-Sistematika atas Matius 12:31-32

Hali Daniel Lie**

Pendahuluan

Di dalam doktrin keselamatan, kita mengetahui bahwa melalui iman kepada Yesus Kristus kita diselamatkan oleh anugerah Allah. Dengan perkataan lain, anugerah Allah di dalam Yesus Kristus akan memimpin kita untuk beriman kepada-Nya. Demikianlah caranya manusia diselamatkan.

Melalui Yoh. 14:6, Yesus menegaskan: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Tanpa melalui Yesus Kristus tidak ada seorang pun yang mempunyai akses kepada Bapa. Pada diri-Nya satu-satunya jalan, satu-satunya kebenaran dan satu-satunya hidup. Jelas sekali di sini, keselamatan hanya melalui Yesus Kristus. Baca selanjutnya…

Kategori:Doktrin Tag:

ANDA MENDEKAT KE UJUNG MANA?

25 Desember 2008 Tinggalkan komentar

Jika kita percaya pada ayat-ayat Alkitab, maka kita pasti percaya bahwa langit dan bumi beserta seluruh kehidupan di dalamnya akan menuju ke satu titik akhir, yaitu kesudahan segala sesuatu. Rasul Petrus berkata, “kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa” (1 PETRUS 4:7)

Penciptaan Dua Makhluk Berakal Budi
Sejak Allah menciptakan dua makhluk, yaitu malaikat dan manusia, yang diberi akal budi dan kehendak bebas, maka faktor pikiran      dan perbuatan kedua makhluk tersebut ikut menentukan akhir segala sesuatu. Karena Allah sendiri yang memberikan akal budi dan kehendak bebas, maka selagi mereka eksis sebagai malaikat dan manusia kehendak bebas itu tetap melekat pada mereka. Hasilnya, karena dalam diri mereka ada, maka makhluk tersebut bisa menentang pencipta mereka. Baca selanjutnya…

AYAT-AYAT TERSURAT ALLAH TRITUNGGAL (16 ayat)

  1. MATIUS 3:16-17

3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

3:17 lalu terdengarlah suara dari surga (ALLAH BAPA) yang mengatakan, “Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

  1. MATIUS 28:19

Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama (ONOMA=bentuk tunggal) Bapa dan Anak dan Roh Kudus, (Ketiga Pribadi itu setingkat namun SATU=nama dalam bentuk Tunggal) Baca selanjutnya…

TRITUNGGAL

28 Maret 2008 10 komentar

Doktrin Allah Tritunggal atau Trinitas merupakan doktrin yang sukar dan membingungkan kita. Kadang-kdang orang Kristen dituduh mengajarkan pemikiran yang tidak masuk akal (logika), yaitu 1+1+1=1. ini merupakan pernyataan yang salah. Mengapa tidak memakai formula 1x1x1=1 atau 1:1:1=1 atau ~ + ~ + ~ = ~ ? Istilah Trinitas bukan menjelaskan relasi dari Tiga Allah (ini yang sering dikatakan oleh sekte Unitarian kepada Orang Kristen). Tritunggal bukan berarti triteisme, yaitu di mana ada tiga keberadaan yang tiga-tiganya adalah Allah. Kata Trinitas dipergunakan sebagai usaha untuk menjelaskan kepenuhan dari Allah, baik dalam hal keesaan-Nya maupun dalam hal keragaman-Nya.

Formulasi Trinitas yang telah dikemukakan dalam sejarah adalah Allah itu satu esensi dan tiga Pribadi. Formula ini memang merupakan suatu hal yang misteri dan paradoks tetapi tidak kontradiksi. Keesaan dari Allah dinyatakan sebagai esensi-Nya atau keberadaan-Nya, sedangkan keragaman-Nya diekspresikan dalam Tiga Pribadi. Istilah Trinitas sendiri tidak terdapat dalam Alkitab, namun konsepnya dengan jelas diajarkan oleh Alkitab. Di satu sisi, Alkitab dengan tegas menyatakan keesaan Allah (Ulangan 6:4). Di sisi lain, Alkitab dengan tegas menyatakan keilahian tiga pribadi dari Allah: Bapa, Anak dan Roh Kudus. Gereja telah menolak ajaran-ajaran bidat modalisme dan triteisme. Modalisme adalah ajaran yang menyangkali perbedaan Pribadi-Pribadi yang ada di dalam keesaan Allah, dan menyatakan bahwa Bapa, Anak dan Roh Kudus hanyalah merupakan tiga cara Allah di dalam mengkspresikan diri-Nya. Di pihak lain, Triteisme mengungkapkan pernyataan yang salah, yaitu ada tiga keberadaan yang menjadi Allah. Baca selanjutnya…