Archive

Posts Tagged ‘GBIA Graphe’

Ciptaan Mengagumi Sang Pencipta

2 Agustus 2015 1 komentar

IMG_20150802_112208

Roma 1:18-32

Khotbah Kebaktian Umum GBIA Graphe, Sunter, Jakarta Utara, 2 Agustus 2015 oleh Gembala Dr. Suhento Liauw

Banyak orang sengaja mengabaikan Allah, ketika Planet baru Keppler 452 ditemukan, Sesungguhnya Orang-orang bisa mengetahui dari alam semesta ciptaan bahwa sungguh Ada Sang Pencipta.

Sebagian orang menyembah yang salah (patung2, hewan tertentu, pohon angker, gunung, dll), Sebagian manusia tidak mau menyembah apa-apa dan berkata, “Tidak ada Allah”. Seolah-olah mereka penuh Hikmat/Pintar, namun Alkitab berkata Mereka Bodoh. Baca selanjutnya…

20 TAHUN BERSINAR DAN SEMAKIN CEMERLANG

GBIA graphe 2015

Pada tanggal 28 Juni 2015 GBIA GRAPHE merayakan HUT ke-20 dengan penuh ucapan syukur kepada Tuhan. Waktu berjalan dengan sangat cepat, terutama jika kita dalam keadaan sibuk. Berkat Tuhan yang dialami GRAPHE tak cukup diceritakan dengan lembaran kertas dan tinta. Sangat banyak dan sangat mengherankan.

Tepatnya GRAPHE dimulai pada tanggal 25 Juni 1995, atau minggu ke-4 bulan Juni. Seterusnya GRAPHE merayakan aniversari-nya setiap minggu ke-4 bulan Juni terlepas dari tanggal berapa pada minggu ke-4 itu. Semua itu didahului oleh kepulangan Dr. Suhento Liauw dari USA ke Indonesia setelah menyelesaikan program Doktornya, yang tiba di Jakarta pada Minggu malam, tanggal 18 Juni 1995. Dr. Liauw bertekad untuk memulai sebuah gereja baru yang sungguh-sungguh
dengan tulus menaati ketetapan Alkitab tentang sebuah jemaat yang akan berfungsi sebagai tiang penopang dan dasar kebenaran (I Tim.3:15). Baca selanjutnya…

Seminar Doktrin Gereja Alkitabiah 26 November 2011 Jakarta

10 November 2011 Tinggalkan komentar

Tahukah anda, bahwa “Gereja yang Salah Membawa Jiwa ke Neraka?” Sudahkah anda menghadiri gereja yang benar? Bagaimanakah mendeteksi gereja yang benar atau yang salah? Temukan kepastiannya dalam Seminar Ecclesiology (Gereja) yang akan dibawakan oleh Dr. Suhento Liauw (pakar seminar doktrin) di Gedung Graphe, tanggal 26 November 2011, mulai pukul 09:00. Daftarkan diri anda segera dan lihat informasi lebih lanjut di sini.

Garis Besar Pembahasan: Apakah semua gereja sama? Apakah ada gereja yang menyimpang dari kebenaran? Apakah iblis diam-diam saja terhadap gereja? Apakah iblis tidak berusaha mendirikan gereja palsu sebagai wadah penyesatan? Apakah sistem sinode itu alkitabiah? Bagaiamanakah tata ibadah Jemaat Perjanjian Baru yang alkitabiah? Apakah istilah pendeta itu boleh dipakai sebagai jabatan gereja? Apakah peranan wanita di dalam gereja alkitabiah? Sistem penggajian yang bagaimanakah yang alkitabiah? Apakah itu ‘pengakuan iman rasuli’? Baptisan yang bagaimanakah yang alkitabiah? Apakah anggota jemaat gereja lain boleh ikut Perjamuan Tuhan di gereja yang lain? Lagu-lagu yang bagaimanakah yang menyenangkan hati Tuhan? Tentu masih banyak hal lain lagi yang akan dibahas yang anda sebagai orang Kristen harus tahu.

GITS (Graphe International Theological Seminary) telah berulang kali melakukan seminar tentang berbagai topik theologis dan praktis. Seminar-seminar ini ditujukan kepada orang Kristen awam maupun hamba-hamba Tuhan yang ingin mendapatkan kebenaran Alkitab yang lebih dalam lagi. Banyak sekali jiwa-jiwa yang telah mendapatkan Injil yang benar maupun mutiara-mutiara kebenaran lainnya. Seminar GITS secara rutin dilakukan di kampus GITS (GBIA Graphe) di Sunter. Seminar-seminar ini tidak memungut biaya peserta, karena GITS tidak bertujuan untuk mencari uang dari seminar-seminar ini, melainkan untuk membagikan kebenaran Alkitab yang murni. Baca selanjutnya…

GRAPHE MENYEMBAH DALAM ROH & KEBENARAN

16 Mei 2011 1 komentar

Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. (Yoh. 4:23)

ASAL MULA IBADAH SIMBOLIK

Ibadah zaman Perjanjian Lama (PL) adalah ibadah simbolik, ritual, jasmaniah. Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, Allah berjanji  mengirim  Juruselamat.  Sang Juruselamat  akan  datang  dan  akan dihukumkan menggantikan manusia yang telah jatuh ke dalam dosa. Untuk menyimbolkan Sang Juruselamat dan proses penyelamatannya, maka diperintahakn ibadah simbolik. Pertama adalah ibadah simbolik sederhana, yaitu menyembelih  domba  di  atas  mezbah. Domba melambangkan Sang Juruselamat yang akan dihukumkan, sedangkan penyembelihannya  melambangkan  penghukuman mati yang harus dijatuhkan. Baca selanjutnya…

Seminar: Masih Adakah Nubuatan, Bahasa Lidah, dan Karunia Melakukan Mujizat?

HUT GRAPHE XII dan NATAL 2007: SETELAH DUABELAS TAHUN

17 Februari 2010 Tinggalkan komentar

Tidak terasa waktu berjalan sedemikian cepat. Pada minggu ke-empat bulan Juni, GRAPHE berumur 12 tahun. Bagai mercusuar GRAPHE telah melaksanakan tugas bersinar selama 12 tahun. Kebenaran yang dikumandangkan oleh GRAPHE telah menyelamatkan banyak orang dan telah menuntun banyak gereja kembali ke jalan yang benar.

Berdiri teguh mempertahankan kebenaran yang alkitabiah tentu bukan tugas yang gampang. Tidak ada penjahat yang sedang bersembunyi di dalam kegelapan yang berterima kasih ketika disinari oleh orang yang mau menolongnya keluar dari kegelapan. Sekalipun yang menyinarinya sungguh mengasihinya dan berusaha menolongnya keluar dari kegelapan, namun pencuri yang berusaha menyembunyikan diri, tidak akan berterima kasih, kecuali ia sudah benar-benar menyadari kesalahannya serta menyesalinya dan ingin memperbaiki hidupnya. Baca selanjutnya…

Bagaimana dan Dengan Apa Perempuan itu MENGADUK?

“Perempuan itu”, yang dalam Wahyu 17 dipersonifikasikan juga dengan sebutan Pelacur Besar, dan dalam Yesaya 14:12 dalam bahasa Latin disebut Lucifer, adalah aktor utama seluruh proses pengadukan. Tujuan ia mengaduk pengajaran gereja-gereja adalah agar bisa menularkan pengajaran gereja yang salah kepada gereja yang benar dan hasil akhirnya tidak ada lagi gereja yang benar.

Pertama, ia berusaha memimpin para pemimpin gereja dan para theolog hingga pada konsep “Kebenaran Alkitab Adalah Kebenaran Yang Relatif, Bukan Kebenaran Absolut.” Ketika seseorang menerima kebenaran Alkitab hanya sebagai kebenaran relatif, maka ia tidak berani meyakini bahwa hanya di dalam Alkitab saja ada kebenaran yang menyelamatkan. Ia akan mulai berpikir bahwa kekristenan bisa jadi hanyalah salah satu kebenaran yang relatif. Bisa jadi juga terdapat kebenaran dalam kitab lain. Orang Kristen dengan pandangan demikian pasti akan kehilangan kegairahan untuk bersaksi dan menginjil. Tentu ia lebih tidak bergairah lagi untuk mempertahankan kebenaran Alkitab, karena kalau itu kebenaran relatif maka sebenarnya sama dengan ‘belum tentu benar’, jadi untuk apa dipertahankan? Baca selanjutnya…

Kategori:AKHIR ZAMAN Tag: