Arsip

Posts Tagged ‘Homoseksual’

Manny Pacquiao: Perilaku Homoseksual Lebih Buruk Daripada BINATANG

image

Jakarta – Manny Pacquiao diputus kontrak oleh perusahaan aparel raksasa asal Amerika Serikat, Nike. Penyebabnya adalah pernyataan Pacman soal kaum homoseksual.

“Menurut kami pernyataan Manny Pacquiao menjijilkkan. Nike berdiri kukuh menentang segala macam diskriminasi dan Nike punya sejarah panjang mendukung dan berjalan bersama terkait hak-hak komunitas LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender),” demikian pernyataan resmi Nike.

Baca selanjutnya…

Iklan

Paduan Suara Hillsong New York City Dipimpin oleh Seorang Homoseksual

20 September 2015 4 komentar

Menurut New York Times, 17 Oktober 2014, pasangan homoseksual Josh Canfield dan Reed Kelly, menyanyi dalam paduan suara di Hillsong New York City, dan Canfield adalah seorang pemimpin paduan suara sukarela. Canfield dan Kelly disebut-sebut sebagai “Broadway Boyfriends” dalam tayangan realita Survivor: San Juan del Sur.” Dalam sebuah wawancara dengan Playbill, 16 Desember 2014, Canfield menggambarkan bagaimana dia “keluar dari kloset” (Editor: suatu istilah yang digunakan kaum homoseksual untuk mengacu kepada tindakan mereka mengakui atau mengumumkan mereka adalah homo) di Hillsong. Dia juga berbicara mengenai “pertunangannya” dengan Kelly. Dia mengatakan, “Saya terus terang kepada gereja saya. Saya adalah bagian dari Hillsong NYC. Saya salah satu pemimpin paduan suara mereka. Saya juga bernyanyi di worship team. Mereka semua luar biasa. Tidak ada yang berubah setelah saya membuat pengakuan umum, juga dengan Reed. Dia juga menyanyi di paduan suara.” Baca selanjutnya…

Mahkamah Agung AS Secara Menyedihkan Menentang Allah

16 Juli 2015 1 komentar

Pada hari Jumat minggu lalu, mayoritas anggota Mahkamah Agung AS meninggikan diri mereka sendiri melawan Allah dan FirmanNya dan juga UUD AS, dengan membuat keputusan bahwa pasangan sesama jenis boleh “menikah” di semua negara bagian, yang meruntuhkan semua hukum yang menentang tindakan ini.

Hal ini tidak mengejutkan, tentunya, mengingat berbagai keputusan yang telah dibuat oleh institusi tersebut selama 50 tahun belakangan. Mereka telah membuat hukum (editor: yang mestinya adalah tugas legislatif), bukannya membuat keputusan berdasarkan hukum (editor: yang adalah tugas yudikatif) (misalnya, menghilangkan doa dan pembacaan Alkitab dari sekolah-sekolah pada tahun 1962 dan 1963, menciptakan hak untuk aborsi pada tahun 1973, mencabut hukum tentang sodomi tahun 2003, dan melegalkan kebanyakan bentuk pornografi).

Hal ini sama sekali bertentangan dengan pengajaran Yesus Kristus bahwa pernikahan adalah antara seorang laki-laki dan seorang perempuan.

Jawab Yesus: “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia” (Matius 19:4-6).

Keputusan ini bukan hanya melawan Firman Allah; tetapi juga melawan UUD AS. Tidak ada sedikitpun jejak dukungan untuk “pernikahan” sesama jenis dalam Undang-Undang Dasar (Konstitusi) Amerika Serikat.

Masih dapat kita hargai, Hakim Agung Clarence Thomas, Antonin Scalia, John Roberts, dan Samuel Alito, yang menolak keputusan ini, membuat pernyataan yang baik.

Hakim Agung Roberts mengatakan, “Keputusan mayoritas ini adalah tindakan kehendak, bukan suaut keputusan legal. Hak yang dinyatakan dalam keputusan ini tidak ada dasarnya dalam Konstitusi (UUD) atau preseden mahkamah ini. Kita ini berpikir kita siapa? …. Orang-orang yang mendirikan negara ini tidak akan mengakui konsep mayoritas tentang peran judisial ini … Mereka tidak akan pernah membayangkan membiarkan hak mereka dalam suatu topik kebijakan sosial ditentukan oleh hakim-hakim yang tidak dipilih langsung dan tidak harus bertanggung jawab kepada siapa-siapa” (“Chief Justice Roberts,” Business Insider, 26 Juni 2015).

Hakim Agung Scalia mengatakan bahwa Mahkamah Agung telah menjadi ancaman bagi demokrasi, dengan penjelasan: “Dekrit hari ini mengatakan bahwa Penguasa saya, dan Penguasa 320 juta orang Amerika dari pantai ke pantai, adalah mayoritas dari sembilan pengacara di Mahkamah Agung. Praktek revisi Konstitusi oleh komite sembilan yang tidak dipilih rakyat ini, yang selalu disertai (sebagaimana hari ini) oleh pujian heboh tentang kebebasan, merampoki Rakyat akan kebebasan yang paling penting yang mereka tekankan dan menangkan dalam Deklarasi Kemerdekaan: kebebasan untuk memerintah diri sendiri.”

Scalia memperingatkan bahwa “keputusan mayoritas ini mengancam kebebasan beragama yang telah sejak lama dilindungi oleh Bangsa kita.”

Ini adalah hari yang menyedihkan bagi Amerika dan keputusan ini akan mempercepat penganiayaan yang sudah mulai, tetapi Allah tetaplah Allah; Dia masih di atas takhtaNya, FirmanNya masih benar, dan Yesus masih akan datang kembali.

Hal seperti ini hanyalah mengingatkan anak-anak Allah yang sejati bahwa kita ini musafir di negeri asing. Kita mengklaim percaya janji-janji Allah. Mari kita bertindak sesuai klaim kita di hadapan kesulitan dan jangan menjadi umat yang kebingungan ketika bayangan kesusahan menimpa.

Firman Tuhan berbicara mengenai situasi seperti ini:

Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang; sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau. Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu” (Mazmur 37:1-4).

Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari” (Mat. 6:34).

Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. 11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. 12 Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu” (Mat. 5:10-12).

Apakah kita sungguh mempercayai Firman Allah?

Sepanjang sejarah, umat Allah telah harus membuat keputusan, mengenai siapa yang akan mereka taati ketika ada konflik otoritas, dan konflik otoritas selalu terjadi.

Allah memberitahu umatNya untuk menaati Kaisar (Roma 13:1-7), tetapi tidak ketika Kaisar meninggikan diri melawan Yang Maha Tinggi.

Mereka membawa keduanya dan menghadapkan mereka kepada Mahkamah Agama. Imam Besar mulai menanyai mereka, katanya: “Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu. Namun ternyata, kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami.” Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: “Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia” (Kis. 5:27-29). (Berita Mingguan Way of Life, diterjemahkan oleh Dr. Steven Liauw)

Baca selanjutnya…

Berita Bulan Agustus 2013

BILYUNER MENCOBA MEMBELI IMORTALITAS
(Berita Mingguan GITS 31 Agustus 2013, sumber: www.wayoflife.org)
Beberapa dari orang-orang terkaya di dunia mencoba untuk membeli imortalitas dengan cara mendanai riset ilmu pengetahuan anti-penuaan (“The Immortality Financiers: The Billionaires Who Want to Live Forever,” Book Beast, 20 Agus. 2013). Larry Ellison, Direktur Utama dari Oracle dan orang terkaya kelima di dunia, mengatakan, “Kematian membuat saya sangat marah,” jadi dia mendirikan Ellison Foundation yang menyediakan lebih dari $40 juta dana riset setiap tahunnya. Milyuner Rusia, Dmitry Itskov, mendirikan Inisiatif 2045, dengan tujuan “membantu manusia mencapai imortalitas fisik dalam tiga dekade berikutnya.” Dia percaya bahwa pikiran kita akan di-back-up di luar internet dan “kita hanya akan mendownload diri kita sendiri ke avatar-avatar bionic jika kita menginginkan pengalaman menakjubkan dari materialitas.”

Itskov “yakin 100 persen” bahwa ini akan terjadi paling lambat 2045. Kapitalis Paul Glenn berkontribusi ke Methuselah Foundation, yang mengklaim bahwa “orang pertama yang akan hidup 1000 tahun sudah hidup hari ini.” Pendiri Google, Sergey Brin, telah memimpin Google untuk menyumbang besar-besaran kepada Singularity University, yang direktur tekniknya, Ray Kurzwell, “mengklaim bahwa manusia akan bersatu dengan komputer dalam beberapa dekade berikut untuk menjadi makhluk-makhluk super yang imortal.”

Alkitab menjelaskan misteri kematian. Kematian adalah “upah dosa” melawan Allah. Manusia tidak akan pernah menemukan solusi bagi kematian, tetapi Allah telah menyediakan jawabannya. Anak Allah menderita menggantikan orang berdosa sehingga kita bisa dibenarkan dan memiliki hidup yang kekal. “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Roma 6:23). Baca selanjutnya…

Berita Bulan JULI 2012

PENGADILAN JERMAN MEMUTUSKAN UNTUK MELARANG PENYUNATAN

(Berita Mingguan GITS 7 Juli 2012, sumber: http://www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari “German Court Makes Circumcision for Religious Reasons a Crime,” CNSNews.com, 27 Juni 2012: “Sebuah pengadilan Jerman telah membuat penyunatan atas anak bayi lelaki untuk alasan agamawi, sebagaimana telah dilakukan khususnya oleh orang Yahudi selama riban tahun, suatu tindakan yang menyebabkan kerusakan tubuh yang parah dan suatu tindakan kriminal, tidak peduli orang tuanya setuju atau tidak. Seorang spesialis kesehatan masyarakat yang juga adalah seorang penyunat Yahudi menyebut keputusan itu ‘tolol,’ dan mengisyaratkan pada hari Rabu bahwa sementara ‘para pemikir modern yang harus selalu tunduk kepada tuntutan politik’ tidak akan terbuka untuk diyakinkan akan nilai-nilai Yahudi, mereka seharusnya mempertimbangkan penelitian-penelitian yang menemukan berbagai keuntungan medis dari prosedur ini. Dalam sebuah keputusan yang pasti akan memicu debat panjang mengenai penyunatan, sebuah pengadilan regional di Cologne mengatakan pada hari Selasa bahwa ‘hak mendasar anak akan integritas tubuh lebih besar daripada hak mendasar dari orang tua.’ … Namun, bagi orang-orang Yahudi, penyunatan bayi-bayi lelaki pada hari ke-delapan telah menjadi poin utama iman selama 4000 tahun. Hal ini diresepkan Allah dalam Kejadian 17.” Baca selanjutnya…

Mongol Bintang STAND UP COMEDY Pernah Jadi Pemimpin Gereja Setan

30 Desember 2011 37 komentar

Komentar saya: Pertama kali lihat di TV, wuih lucu, eh kayaknya orang ini pernah kulihat di VCD Kesaksian mantan pemimpin Gereja Setan yang Bertobat. Eh benaran ternyata. Asyik juga bisa menyaksikan STAND UP COMEDY beliau.
Detiknews-Jakarta – Dalam kisah sebelumnya, komedian Mongol mengungkapkan bahwa masa lalunya sangat kelam. Sebelum bertobat, ternyata ia pernah mengikuti sekte sesat, yaitu menjadi pemimpin gereja setan.

“Dulu aku ikut satu komunitas namanya Church of Satan di satu link yang namanya Lucifer Circle. Aku pimpinannya dan aku pimpinan untuk benua Asia,” ujarnya serius saat berbincang dengan Detikhot.

Mongol merasa terlahir dari keluarga yang tak punya dasar agama yang kuat. Sehingga, hal itu membuatnya salah jalan dan mengikuti bahkan menjadi pemimpin sekte sesat gereja setan di Manado.

Ketika itu Mongol dipilih sebagai pemimpin gereja setan untuk benua Asia karena dinilai cerdas. Makanya ia pun mendapat tugas untuk menyesatkan dengan cara membelokkan konsep kekristenan.

“Kita punya konsep yang namanya logically concept, konsep otak. Kerjaan kita membahas isi Alkitab mana yang bisa kita ubah secara konseptual dan kita munculkan dalam bentuk buku atau traktat lalu kita taruh di gereja atau di toko buku Kristen agar orang baca dan berubah pandangan,” paparnya. Baca selanjutnya…