Archive

Posts Tagged ‘Pedang Roh’

Gereja Yang Tidak Jelas Posisinya

7 November 2013 3 komentar
Banyak tahun yang lalu, ketika saya diundang berkhotbah di hari ulang tahun Komisi Pemuda sebuah  gereja  besar  di  Jakarta,  saya  mendapatkan hal yang  sangat  mengagetkan. Sebelum  acara kebaktian, saya  diajak ke sebuah  ruangan untuk  berdoa  bersama  sejumlah  pemuda-pemudi  yang  bertugas  melayani.  Ketua pemudanya  memimpin, dan  memerintahkan untuk buka suara berdoa sehati. Padahal  tidak  mungkin  sepuluh  orang  buka suara  bersama-sama  bisa sehati. Setelah berdoa kami memasuki ruangan kebaktian. Si ketua pemuda memimpin nyanyi  dengan  sangat  bersemangat.Setelah  acara  berjalan sekitar  setengah  jam,  ia menyerahkan  acara  kepada  saya  untuk menyampaikan khotbah. Sebelum  berkhotbah,  saya  bertanya, “seandainya  terjadi  gempa  bumi  dahsyat sepuluh  skala richter,  kita  semua  mati, berapa  banyak  orang  di  ruangan  ini  yang yakin pasti akan masuk Sorga?” Dari dua ratusan  orang  yang  hadir,  ternyata  hanya tujuh-delapan  orang  yang  berani  dengan mantap mengangkat  tangannya. Setelah saya  mendorong-dorong  akhirnya  tambah beberapa orang yang angkat tangan. Tetapi ketika  saya  berkata bahwa  mereka  harus memiliki  alasan  yang  tepat  jika  ditanya orang, beberapa orang segera menurunkan tangannya. Yang sangat mengherankan saya ialah pemimpin  pemuda  yang  tadi  memimpin nyanyi tidak mengangkat tangannya. Saya kaget  dan  bertanya  sambil  menunjuk kepadanya,  “mengapa  kamu  tidak  mengangkat tangan?”  Dengan  sedikit tersenyum  ia  menjawab, “kan besok-besok masih  melakukan  dosa.” Baca selanjutnya…

SEMBARANGAN MENUDUH ORANG LAIN SESAT

19 April 2013 3 komentar

Sembarangan menuduh orang lain sesat. Kita tidak bisa menerima perbuatan demikian. Ini adalah perbuatan yang sangat tidak terpuji. Bahkan ini adalah perbuatan seorang pengecut yang tidak intelek. Orang Kristen lahir baru seharusnya tidak melakukan perbuatan demikian. Bagaimanakah seseorang boleh menuduh orang lain sesat tanpa alasan yang jelas? Bukankah orang Kristen harus saling mengasihi, lalu mengapa ada orang yang menuduh orang lain sesama Kristen sesat? Dan bukankah ada firman Tuhan yang mengajar kita untuk tidak menghakimi orang lain?

Logika Dalam Memfitnah atau Mengajar
Orang yang berhikmat tidak akan sembarangan menuduh orang lain sesat. Bahkan menuduh orang lain sesat tanpa alasan adalah sebuah fitnah. Petugas kepolisian tidak boleh sembarangan menangkap orang, dan anggota kejaksaan tidak boleh sembarangan menuntut orang, apalagi seorang hakim, tentu ia tidak boleh sembarangan memutuskan perkara yang disidangnya. Semua itu harus dilakukan atas dasar yang kuat, berdasarkan pada bukti-bukti atau saksi-saksi. Baca selanjutnya…

GEREJA YANG EKSIS KARENA DIPICU WAHYU LIAR

Munculnya Gereja Mormon
Joseph Smith, Jr., pada tahun 1820-an, berkata bahwa dirinya mendapat penglihatan, dan dalam penglihatan itu seorang malaikat, namanya Maroni, memimpinnya kepada lempengan emas yang terkubur yang mengisahkan tentang orang Kristen Amerika di masa lampau sebelum Colombus menemukan benua Amerika. Kemudian pada tahun 1830 dia mempublikasikan yang disebutnya terjemahan dari lempengan emas ke dalam bahasa Inggris, yang kemudian disebut kitab Mormon. Anggota jemaatnya kemudian disebut Latter Day Saints (orang kudus akhir zaman), atau Mormon.

Tahun 1831, Smith dan pengikutnya pindah ke bagian Barat untuk membangun yang katanya communalistic American Zion. Mereka kemudian berkumpul di Kirtland, Ohio, dan membangun outpost di Independence, Missouri, dengan maksud menjadi pusat Zion. Sepanjang tahun 1830-an, Smith mengirim banyak missionari, mempublikasi wahyu-wahyu, dan mendirikan gedung yang megah. Kemudian seturut dengan bangkrutnya bank yang disponsori gereja Mormon dan pertempuran kecil dengan orang Missouri yang marah, mimpi Smith tentang Zion di Missouri dan Ohio gagal total. Baca selanjutnya…

INILAH KEBENARAN

16 Juli 2012 1 komentar

Terpujilah Allah Jehovah yang datang dalam nama Yesus. Saya bisa menulis dan Anda bisa membaca tulisan ini semuanya karena Ia menciptakan akal-budi bagi kita. Tanpa kemampuan berpikir, dan kesadaran diri kita tak berarti sama sekali. Kejahatan terbesar manusia ialah menghinakan penciptanya yang telah memberikan akal-budi padanya. Terlebih manusia yang memakai semua kemampuan yang diberikan kepadanya untuk menghujat penciptanya.

Allah sendiri adalah kebenaran, karena hanya Dia saja yang tahu segala-galanya dan Dia adalah standar kebenaran bagi seluruh ciptaanNya. Malaikat bukanlah kebenaran, apalagi manusia yang telah jatuh ke dalam dosa. Hanya Allah sendiri saja kebenaran, tidak ada yang lain lagi Jadi, apakah kesimpulannya jika Yesus berkata bahwa Dia adalah kebenaran?

Pernyataan itu sama dengan mengatakan bahwa Dirinya adalah Allah sendiri Charles Russel, pendiri Saksi Jehovah berpikir terlalu cetek. Sebelumnya ia adalah seorang Presbyterian, dan karena marah pada predestinasi Calvinism bahwa Allah telah menetapkan orang masuk Neraka tanpa sebab, ia menyatakan tidak ada Neraka. Kemudian berangkat dari situ muncullah segala macam penafsiran aneh-aneh lainnya. Baca selanjutnya…