Arsip

Posts Tagged ‘Surabaya’

Tanggapan terhadap Artikel Budi Asali tentang Pembahasan Seminar Akhir Zaman Suhento Liauw

12 Juni 2012 56 komentar

Bacalah terlebih dahulu artikel Pdt. Budi Asali, M.Div berikut PEMBAHASAN SEMINAR SUHENTO LIAUW TENTANG ESKATOLOGI

                         Jakarta, 12 Juni 2012

Tanggapan seorang murid dari Dr. Suhento Liauw yang bernama Dji ji liong (belum wisuda /Mahasiswa Theologia) untuk Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div atas catatan dan tanggapan tgl 7 Juni 2012 yang berjudul:

ANUGERAH ALLAH  mengenai:

“PEMBAHASAN SEMINAR SUHENTO LIAUW TENTANG ESKATOLOGI.”

Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Suhento Liauw yg memberikan kesempatan dan izin kepada saya untuk memberikan tanggapan kepada Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div.

Sebelum menanggapi catatan dan tanggapan Bapak Pdt. Budi Asali (tgl 7 Juni 2012), saya ingin pembaca memperhatikan beberapa ayat Firman terlebih dahulu:

Amsal 10:13 “Di bibir orang berpengertian terdapat hikmat, tetapi pentung tersedia bagi punggung orang yang tidak berakal budi.

Amsal 10:14 “Orang bijak menyimpan pengetahuan, tetapi mulut orang bodoh adalah kebinasaan yang mengancam.”

Amsal 14:3 “Di dalam mulut orang bodoh ada rotan untuk punggungnya, tetapi orang bijak dipelihara oleh bibirnya.”

Amsal 15:2 “Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, tetapi mulut orang bebal mencurahkan kebodohan.”

Amsal 15:14 “ Hati orang berpengertian mencari pengetahuan, tetapi mulut orang bebal sibuk dengan kebodohan.”

Amsal 24:7 “Hikmat terlalu tinggi bagi orang bodoh; ia tidak membuka mulutnya di pintu gerbang.

Pkh. 10:12 “Perkataan mulut orang berhikmat menarik, tetapi bibir orang bodoh menelan orang itu sendiri.”

Keterangan: Point-point (dari no. 1 sampai no. 19) adalah catatan Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div atas pernyataan-pernyataan Dr. Suhento Liauw dalam acara seminar tgl: 1 Juni 2012 di Surabaya. Karena point-point yang telah ditulis oleh Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div ini dikutip dari penjelasan seminar oleh Dr. Suhento Liauw maka tidak tertutup kemungkinan adanya salah kutip/salah paham oleh Bapak Pdt. Budi Asali, M. Div sendiri terhadap penjelasan dari Dr. Suhento Liauw (sesuai warna tulisan aslinya: diblok warna hitam). Baca selengkapnya…

Iklan