Arsip

Posts Tagged ‘Unconditional Election’

Pentingnya Jemaat Alkitabiah di Akhir Zaman

AYAT-AYAT BUKTI CALVINIS DITELAAH (Bagian 3)

AYAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENDUKUNG CALVINIS:
AJARAN PEMILIHAN BERDAULAT TAK BERSYARAT DAN REPROBASI BERDAULAT

Menurut doktrin ini, Allah tanpa syarat dan “berdaulat” memilih siapa yang akan diselamatkan dan siapa yang tidak akan diselamatkan dan pemilihan ini tidak ada hubungannya dengan apa pun dari orang berdosa perbuat, termasuk menjalankan iman Injil. Pertimbangkan kata-kata dari Westminster Confession: “Dengan keputusan Allah, untuk manifestasi dari kemuliaan-Nya, beberapa orang dan malaikat yang ditakdirkan kepada kehidupan abadi dan lain-lain ditentukan sebelumnya untuk kematian abadi. Para malaikat dan manusia ini, dipredestinasi dan ditentukan sebelumnya, secara khusus dan dirancang tak dapat diubah; dan jumlah mereka begitu yakin dan pasti bahwa hal itu tidak dapat baik meningkat atau berkurang. … Sisa umat manusia, Allah senang, menurut nasihat terduga kehendak sendiri, dimana ia extendeth atau withholdeth belas kasihan karena ia kehendaki, untuk kemuliaan kekuasaan berdaulat di atas makhluk-Nya, lewat, dan untuk menentukan mereka untuk mencemarkan dan murka atas dosa mereka, untuk memuji keadilan-Nya yang mulia.”

John Calvin menyatakan doktrin pemilihan tanpa syarat dalam kata-kata: “Takdir kita sebut keputusan Allah, dimana Dia telah ditentukan sendiri, apa yang akan Dia harus menjadi setiap individu manusia. Sebab mereka tidak semua diciptakan dengan takdir yang sama: tapi hidup kekal ditahbiskan sebelumnya untuk beberapa, dan hukuman kekal bagi orang lain “(Institutes of the Christian Religion, Buku III, bab 21.). Baca selanjutnya…

Pemilihan dan Predestinasi Alkitabiah

Predestination (1)Bacalah dulu Surat Efesus 1

Efesus 1:4-5, – “Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula melalui Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya” (LAI TB PB revisi 1997)

4 sebagaimana di dalam-Nya, Dia telah memilih kita sebelum permulaan dunia, untuk menjadikan kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya, dalam kasih; 5 dengan menentukan kita sebelumnya sebagai anak adopsi bagi-Nya melalui YESUS Kristus, sesuai dengan perkenan kehendak-Nya (KSILT Edisi 3, 2013) Baca selanjutnya…

Liputan Debat Terbuka: Calvinisme, Apakah Alkitabiah?

Liputan Debat Terbuka Calvinisme, Apakah Alkitabiah ?

Debat-Terbuka-UBJawaban.com – Debat terbuka dengan tema “Calvinisme Apakah Alkitabiah?” diselenggarakan Sekolah Tinggi Theologia Graphe (STT Fundamental) di Gedung STT Fundamental, Jalan Danau Agung 2 No. 7, Blok D1A, Sunter Agung, pada Jumat (24/8) lalu.

Acara yang memperdebatkan mengenai dua poin TULIP dari Calvinisme ini menghadirkan dua pihak yakni dari pihak Calvinis (selaku yang pro) diwakili oleh Pdt Budi Asali, M.Div dan Pdt. Esra Alfred Soru, S.Th., M.Pdk dan pihak Baptis Independen (selaku kontra) diwakili oleh Dr. dr. Steven E. Liauw, S.Ked., M.Div., D.R.E., Th.D, dan Ev. dr. Andrew M. Liauw, S.Ked., M.Div.

Adapun kedua poin Calvinisme yang dijadikan sebagai topik perdebatan adalah Unconditional Election (Pemilihan yang tidak bersyarat) dan Perseverence of The Saints (Ketekunan orang-orang kudus).

Seperti diketahui, para Calvinis memercayai bahwa dari sebelumnya Allah sudah menetapkan orang-orang tertentu untuk masuk ke surga dan orang yang lain untuk binasa/ masuk neraka dan mereka meyakini bahwa orang Kristen tidak mungkin kehilangan keselamatannya.   Baca selanjutnya…

Debat Terbuka: Apakah Calvinisme itu Alkitabiah?

15 November 2012 1 komentar

Debat tentang Kalvinisme (Calvinism Debate) 24 Agustus 2012 di STT Graphe, Sunter
antara:
Dr. Steven E. Liauw, Th.D & Andrew M. Liauw, M.Th berhadapan dengan
Budi Asali, M.Div & Esra Alfred Soru, M.Pdk

Sesi 1: Unconditional Election (Pemilihan Tanpa Kondisi)

Sesi 2: Perseverance of the Saints (Ketekunan Orang-Orang Kudus atau Sekali Selamat Tetap Selamat=OSAS=Once Saved Always Save)

Jawaban.com – Pada hari Jumat 24 Agustus 2012 Sekolah Tinggi Theologia Graphe (Graphe International Theological Seminary) yang ada di Sunter Agung, Jakarta, mengadakan debat terbuka yang membahas tentang pemahaman teologi John Calvin, terkusus tentang poin “Unconditional election/Pemilihan TUHAN Yang Tanpa Syarat” dan tentang “Perseverance of the saints (Ketekunan orang-orang kudus)” Baca selanjutnya…

Penebusan Yesus Kristus

oleh Dr. Steven E. Liauw

Salah satu hal yang menjadi perbedaan utama antara Kalvinis dan non-Kalvinis adalah masalah penebusan Yesus Kristus. Ketika Yesus tergantung di atas kayu salib, untuk siapakah Dia mati? Ketika darahNya tercurah, siapakah yang hendak Ia tebus?

Kalvinis memegang doktrin yang disebut Limited Atonement, atau Penebusan yang Terbatas. Mereka percaya bahwa Yesus Kristus menebus hanya sebagian manusia saja, yaitu orang-orang pilihan. Orang-orang pilihan menurut definisi Kalvinis, adalah orang-orang yang sejak kekekalan sudah ditentukan untuk masuk Surga, ditentukan tanpa syarat (Unconditional Election), tanpa melihat apapun dari diri orang tersebut. Tentu sebaliknya juga benar, yaitu orang-orang yang tersisa ditentukan untuk masuk neraka, juga tanpa melihat apapun dalam diri orang-orang tersebut (Unconditional Reprobation). Kebanyakan Kalvinis tidak suka untuk banyak berbicara mengenai Unconditional Reprobation, mereka lebih suka melupakan itu dan berfokus kepada Unconditional Election. Namun Unconditional Reprobation adalah konsekuensi logis dari Unconditional Reprobation,1 karena tidak ada pilihan ketiga bagi manusia: kalau bukan masuk Surga, pasti masuk neraka. Baca selanjutnya…

PENYESATAN TULIP: UNCONDITIONAL ELECTION (Bag. 5-Ending)

Ayat-ayat Kalvinis yang berhubungan dengan Unconditional Election:

1. “Umat Allah” Kis 18:9-10

Argumen Kalvinis mengatakan bahwa Paulus menginjil di situ karena ada orang-orang pilihan di kota itu, jadi tinggal dikotbahin saja. Apakah benar demikian? Dikatakan bahwa mereka sudah menjadi umat Allah sebelum Paulus memberitakan Injil. Selain itu, jikalau mereka sudah pasti masuk Surga, bagaimana kalau Paulus tidak datang ke sana untuk memberitakan Injil? Jika kita pelajari dengan saksama, kata “umatKu”di sini bukan menunjuk kepada orang-orang yang belum percaya tetapi mengacu kepada orang-orang yang sudah diselamatkan, sebab di sana ada Akwila, Titius, Yustus, Krispus dan keluarga dan yang lainnya. Baca selanjutnya…