Arsip

Posts Tagged ‘Unconditional Election’

Tonton “Debat2 TULIP Unconditional Election MYM vs Steven Liauw”

Pentingnya Jemaat Alkitabiah di Akhir Zaman

AYAT-AYAT BUKTI CALVINIS DITELAAH (Bagian 3)

AYAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENDUKUNG CALVINIS:
AJARAN PEMILIHAN BERDAULAT TAK BERSYARAT DAN REPROBASI BERDAULAT

Menurut doktrin ini, Allah tanpa syarat dan “berdaulat” memilih siapa yang akan diselamatkan dan siapa yang tidak akan diselamatkan dan pemilihan ini tidak ada hubungannya dengan apa pun dari orang berdosa perbuat, termasuk menjalankan iman Injil. Pertimbangkan kata-kata dari Westminster Confession: “Dengan keputusan Allah, untuk manifestasi dari kemuliaan-Nya, beberapa orang dan malaikat yang ditakdirkan kepada kehidupan abadi dan lain-lain ditentukan sebelumnya untuk kematian abadi. Para malaikat dan manusia ini, dipredestinasi dan ditentukan sebelumnya, secara khusus dan dirancang tak dapat diubah; dan jumlah mereka begitu yakin dan pasti bahwa hal itu tidak dapat baik meningkat atau berkurang. … Sisa umat manusia, Allah senang, menurut nasihat terduga kehendak sendiri, dimana ia extendeth atau withholdeth belas kasihan karena ia kehendaki, untuk kemuliaan kekuasaan berdaulat di atas makhluk-Nya, lewat, dan untuk menentukan mereka untuk mencemarkan dan murka atas dosa mereka, untuk memuji keadilan-Nya yang mulia.”

John Calvin menyatakan doktrin pemilihan tanpa syarat dalam kata-kata: “Takdir kita sebut keputusan Allah, dimana Dia telah ditentukan sendiri, apa yang akan Dia harus menjadi setiap individu manusia. Sebab mereka tidak semua diciptakan dengan takdir yang sama: tapi hidup kekal ditahbiskan sebelumnya untuk beberapa, dan hukuman kekal bagi orang lain “(Institutes of the Christian Religion, Buku III, bab 21.). Baca selengkapnya…

Pemilihan dan Predestinasi Alkitabiah

Predestination (1)Bacalah dulu Surat Efesus 1

Efesus 1:4-5, – “Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula melalui Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya” (LAI TB PB revisi 1997)

4 sebagaimana di dalam-Nya, Dia telah memilih kita sebelum permulaan dunia, untuk menjadikan kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya, dalam kasih; 5 dengan menentukan kita sebelumnya sebagai anak adopsi bagi-Nya melalui YESUS Kristus, sesuai dengan perkenan kehendak-Nya (KSILT Edisi 3, 2013) Baca selengkapnya…

Liputan Debat Terbuka: Calvinisme, Apakah Alkitabiah?

Liputan Debat Terbuka Calvinisme, Apakah Alkitabiah ?

Debat-Terbuka-UBJawaban.com – Debat terbuka dengan tema “Calvinisme Apakah Alkitabiah?” diselenggarakan Sekolah Tinggi Theologia Graphe (STT Fundamental) di Gedung STT Fundamental, Jalan Danau Agung 2 No. 7, Blok D1A, Sunter Agung, pada Jumat (24/8) lalu.

Acara yang memperdebatkan mengenai dua poin TULIP dari Calvinisme ini menghadirkan dua pihak yakni dari pihak Calvinis (selaku yang pro) diwakili oleh Pdt Budi Asali, M.Div dan Pdt. Esra Alfred Soru, S.Th., M.Pdk dan pihak Baptis Independen (selaku kontra) diwakili oleh Dr. dr. Steven E. Liauw, S.Ked., M.Div., D.R.E., Th.D, dan Ev. dr. Andrew M. Liauw, S.Ked., M.Div.

Adapun kedua poin Calvinisme yang dijadikan sebagai topik perdebatan adalah Unconditional Election (Pemilihan yang tidak bersyarat) dan Perseverence of The Saints (Ketekunan orang-orang kudus).

Seperti diketahui, para Calvinis memercayai bahwa dari sebelumnya Allah sudah menetapkan orang-orang tertentu untuk masuk ke surga dan orang yang lain untuk binasa/ masuk neraka dan mereka meyakini bahwa orang Kristen tidak mungkin kehilangan keselamatannya.   Baca selengkapnya…

Debat Terbuka: Apakah Calvinisme itu Alkitabiah?

15 November 2012 1 komentar

Debat tentang Kalvinisme (Calvinism Debate) 24 Agustus 2012 di STT Graphe, Sunter
antara:
Dr. Steven E. Liauw, Th.D & Andrew M. Liauw, M.Th berhadapan dengan
Budi Asali, M.Div & Esra Alfred Soru, M.Pdk

Sesi 1: Unconditional Election (Pemilihan Tanpa Kondisi)

Sesi 2: Perseverance of the Saints (Ketekunan Orang-Orang Kudus atau Sekali Selamat Tetap Selamat=OSAS=Once Saved Always Save)

Jawaban.com – Pada hari Jumat 24 Agustus 2012 Sekolah Tinggi Theologia Graphe (Graphe International Theological Seminary) yang ada di Sunter Agung, Jakarta, mengadakan debat terbuka yang membahas tentang pemahaman teologi John Calvin, terkusus tentang poin “Unconditional election/Pemilihan TUHAN Yang Tanpa Syarat” dan tentang “Perseverance of the saints (Ketekunan orang-orang kudus)” Baca selengkapnya…

Penebusan Yesus Kristus

oleh Dr. Steven E. Liauw

Salah satu hal yang menjadi perbedaan utama antara Kalvinis dan non-Kalvinis adalah masalah penebusan Yesus Kristus. Ketika Yesus tergantung di atas kayu salib, untuk siapakah Dia mati? Ketika darahNya tercurah, siapakah yang hendak Ia tebus?

Kalvinis memegang doktrin yang disebut Limited Atonement, atau Penebusan yang Terbatas. Mereka percaya bahwa Yesus Kristus menebus hanya sebagian manusia saja, yaitu orang-orang pilihan. Orang-orang pilihan menurut definisi Kalvinis, adalah orang-orang yang sejak kekekalan sudah ditentukan untuk masuk Surga, ditentukan tanpa syarat (Unconditional Election), tanpa melihat apapun dari diri orang tersebut. Tentu sebaliknya juga benar, yaitu orang-orang yang tersisa ditentukan untuk masuk neraka, juga tanpa melihat apapun dalam diri orang-orang tersebut (Unconditional Reprobation). Kebanyakan Kalvinis tidak suka untuk banyak berbicara mengenai Unconditional Reprobation, mereka lebih suka melupakan itu dan berfokus kepada Unconditional Election. Namun Unconditional Reprobation adalah konsekuensi logis dari Unconditional Reprobation,1 karena tidak ada pilihan ketiga bagi manusia: kalau bukan masuk Surga, pasti masuk neraka. Baca selengkapnya…

PENYESATAN TULIP: UNCONDITIONAL ELECTION (Bag. 5-Ending)

Ayat-ayat Kalvinis yang berhubungan dengan Unconditional Election:

1. “Umat Allah” Kis 18:9-10

Argumen Kalvinis mengatakan bahwa Paulus menginjil di situ karena ada orang-orang pilihan di kota itu, jadi tinggal dikotbahin saja. Apakah benar demikian? Dikatakan bahwa mereka sudah menjadi umat Allah sebelum Paulus memberitakan Injil. Selain itu, jikalau mereka sudah pasti masuk Surga, bagaimana kalau Paulus tidak datang ke sana untuk memberitakan Injil? Jika kita pelajari dengan saksama, kata “umatKu”di sini bukan menunjuk kepada orang-orang yang belum percaya tetapi mengacu kepada orang-orang yang sudah diselamatkan, sebab di sana ada Akwila, Titius, Yustus, Krispus dan keluarga dan yang lainnya. Baca selengkapnya…

PENYESATAN TULIP: UNCONDITIONAL ELECTION (Bag 4)

Ayat-ayat yang Berhubungan Dengan Election dan Reprobation

Roma 9:10-16
Argumen Kalvinis: Lihat dalam perikop ini Allah mengasihi Yakub dan membenci Esau sebelum mereka lahir. Allah sudah menetapkan Yakub untuk selamat dan Esau untuk kebinasaan sejak dalam kekekalan. Karena Allah menetapkan Yakub selamat, maka secara otomatis Esau ditolak atau tidak dipilih oleh Allah.

Argumen Alkitabiah: Ini (penafsiran Kalvinis) adalah penafsiran yang sangat buruk. Kita harus melihat konteks Roma 9:1-10 agar jelas makna ayat 10-16. Dari konteks ini didapati beberapa hal:

1. Roma Pasal 9-11 merupakan suatu kesatuan yang berbicara mengenai Israel sebagai bangsa pilihan.

Baca selengkapnya…

PENYESATAN TULIP: UNCONDITIONAL ELECTION (Bag. 3)

Sembilan hal yang menyatakan bahwa Allah tidak menetapkan segala sesuatu, dimana hal ini sangat bertentangan dengan konsep Kalvinis yang menyatakan bahwa Allah dalam kedaulatanNya telah menetapkan segala sesuatu.

1. Allah tidak mungkin menetapkan hal yang buruk karena hal yang buruk tidak timbul dalam hatiNya (Yeremia 19:5)

2. Sifat Allah yang Kudus dan tidak mempermainkan manusia. Dalam Yesaya 45:19 “tidak pernah Aku berkata dengan sembunyi atau di tempat bumi yang gelap. Tidak pernah Aku menyuruh keturunan Yakub untuk mencari Aku dengan sia-sia! Aku, TUHAN, selalu berkata benar, selalu memberitakan apa yang lurus” Allah tidak pernah memerintahkan manusia untuk percaya kepadaNya, tetapi Ia sendiri telah menetapkan orang tersebut masuk neraka. Bila hal itu benar, maka Allah membohongi manusia dan telah menyangkal diriNya sendiri. Tentu hal ini tidak akan Allah lakukan.

3. Adanya perbedaan antara Allah ijinkan dengan Allah tetapkan. Seperti kasus Ayub yang Allah ijinkan bukan Allah tetapkan. Kasus Daud dalam II Samuel 24:1 “Tuhan menghasut Daud” bandingkan I Tawarikh 21:1 “Iblis bangkit melawan Israel dengan membujuk Daud” ayat ini sering dipakai oleh kalangan liberal untuk memojokkan orang kristen, bahwa Alkitab salah tulis. Tetapi perlu diketahui, bahwa Allah sering memakai tangan ketiga dengan mengijinkan Iblis menghasut Daud. Ada konsep Allah “mengijinkan”

Baca selengkapnya…

PENYESATAN TULIP: UNCONDITIONAL ELECTION (Bag. 2)

Kedaulatan Allah

Ini adalah konsep Alkitab, karena memang Allah itu berdaulat penuh atas apapun. Kedaulatan Allah juga harus dilihat dari sudut pandang Alkitab karena konsep kedaulatan Kalvinis berbeda dengan konsep Alkitab dan nalar logis manusia. Kalvinis terlalu menekankan kedaulatan tanpa melihat sifat Allah yang lain (Mahakasih, Mahaadil, Mahabenar dan Mahakudus). Bahkan di dalam Alkitab Kekudusan Allah dan Kasih Allah lebih ditekankan daripada Kedaulatan Allah. Kalvinis sering memakai analogi kedaulatan seorang raja yang berkuasa atas negaranya sendiri secara otoriter seperti Saddam Husein atau Hitler. Tetapi harus diingat, bahwa Saddam dan Hitler memakai kedaulatannya untuk hal-hal yang jahat.

Dari sisi kedaulatan Allah, bahwa Ia berdaulat melakukan dan memutuskan apa saja, tetapi selalu disertai Kasih dan KeadilanNya. Kalvinis tidak melihat sifat-sifat Allah yang lain, yang tidak mungkin saling bertentangan. Karena Allah tidak akan melakukan sesuatu hal yang bertentangan dengan diriNya sendiri. Allah tidak akan meminta pertanggunganjawab dari manusia atas dosa-dosanya jika Allah sendirilah yang menjadi sumber dosa atau yang membuat manusia itu berdosa. Bila Allah yang memasukkan dosa ke dalam dunia, maka hal ini akan bertentangan dengan sifat Kekudusan dan kasihNya. Sifat kasih, kekudusan dan keadilan Allah tidak akan memakai kedaulatanNya untuk membuat manusia jatuh dalam dosa. Jadi kedaulatan Allah yang terdapat dalam Alkitab tidak akan bertentangan dengan Kasih, keadilan dan kekudusan Allah. Allah mengijinkan manusia melakukan segala sesuatu, karena manusia diciptakan dengan kehendak bebas yang sejati.

Kaum Kalvinis akan berdalih dan mengatakan bahwa itu adalah hak Allah untuk berbuat ini dan itu menurut kedaulatanNya. Namun yang harus diperhatikan, pokok permasalahannya bukanlah pada Allah berhak atau tidak berhak, tetapi apakah Allah akan seperti itu? Apakah Natur Allah yang Mahakudus, Mahaadil, dan Mahakasih akan berbuat seperti itu? Dengan demikian Allah bukanlah Pribadi yang menyebakan dosa masuk ke dalam dunia. Hanya kelompok Kalvinislah yang berani mengatakan demikian.

Baca selengkapnya…

PENYESATAN TULIP: UNCONDITIONAL ELECTION (Point 2-Bag 1)

27 Februari 2009 Tinggalkan komentar
Hampir semua Kalvinis bergantung kepada point ini. Unconditional Election dibangun atas dasar Total Depravity. Ini merupakan konsekuensi dari kebobrokan total yang dipercayai oleh Kalvinis. Bila manusia tidak bisa merespon, tidak bisa percaya dan tidak bisa melakukan yang baik dan benar, maka tidak ada cara lain yang Allah pakai selain memilih siapa yang Ia suka tanpa melihat kondisinya. Inilah pengertian dari unconditional election. Allah memilih orang untuk masuk Surga tanpa melihat kondisi atau tanpa kondisi. Apakah orang itu jahat, salah dan tidak mengenal kebenaran tidak menjadi patokan bagi Allah asalkan Allah sudah pilih, maka ia pasti masuk Surga.

Benarkah manusia tidak bisa merespon, tidak bisa percaya dan tidak bisa berbuat yang baik?
Pertanyaan ini menentukan kebenaran poin kedua dari Kalvinisme. Bila Total Depravity yang Kalvinis jabarkan salah atau tidak Alkitabiah, maka point kedua ini perlu diragukan. Karena TULIP yang Kalvinis ajarkan adalah doktrin yang saling kait-mengkait satu dengan yang lain. Bila satu salah, maka yang lain juga salah.

Baca selengkapnya…