Beranda > AKHIR ZAMAN > BAHAYA ESCHATOLOGY YANG SALAH

BAHAYA ESCHATOLOGY YANG SALAH


Preterist70.gif

Eskatologi, atau doktrin tentang akhir zaman, biasanya adalah salah satu doktrin yang banyak digemari oleh orang-orang Kristen, karena mengandung unsur misteri tentang apa yang akan terjadi di masa depan. Seminar-seminar tentang “akhir zaman” biasanya banyak didatangi oleh orang-orang yang ingin memahami pengajaran Alkitab maupun yang sekedar penasaran.

Ada banyak jenis Eskatologi yang diajarkan oleh berbagai aliran dalam kekristenan, yang masing-masingnya berbeda jauh dari yang lain. Namun demikian, sebagian orang Kristen merasa bahwa perbedaan dalam Eskatologi, walaupun signifikan, tidaklah terlalu penting untuk diperdebatkan, karena tidak menyangkut hakiki iman, yaitu kepercayaan kepada Yesus Kristus. Artikel ini akan berargumen sebaliknya. Pertama, semua pengajaran dalam Alkitab adalah penting, sekalipun yang tidak berkaitan langsung dengan keselamatan. Sebab, apa yang Allah inspirasikan dalam Kitab Suci pastilah penting, dan orang Kristen tidak diberi mandat untuk memilah-milah mana yang penting dan mana yang tidak penting. Yang menjadi kewajiban orang Kristen adalah untuk menerima Firman Tuhan (Kis. 17:1 1; 1 Tes 1:6; 2:13) dan melakukannya. Kedua, ternyata apa yang diajarkan dalam Eskatologi dapat memiliki dampak yang besar pada keselamatan dan juga pengharapan seseorang.

preteristtBerikut kita akan melihat bagaimana penjelasannya. Pertama, kita harus memahami dulu apa yang Tuhan katakan melalui Alkitab mengenai masa depan. Apakah program atau peristiwa yang telah Tuhan persiapkan, yang sedang orang Kristen nantikan saat ini? Tentu tidak mungkin artikel yang singkat ini dapat membahas semua seluk beluk Eskatologi, tetapi secara sederhana, dapat diringkas bahwa orang Kristen lahir baru saat ini sedang menantikan kedatangan kembali Tuhan Yesus untuk menjemput orang percaya di angkasa (1 Tes. 4:13-18). Setelah itu akan ada masa Kesusahan Besar di bumi (Wahyu 4-19; Daniel 12:1-3), dan setelah itu Tuhan Yesus akan datang kembali untuk memerintah di bumi selama 1000 tahun (Wahyu 20:1-7), suatu masa yang disebut juga Kerajaan 1000 tahun atau Kerajaan Milenium. Pandangan ini disebut Pre-Millenialisme (“pre” artinya sebelum, yaitu bahwa Tuhan Yesus akan datang kembali ke bumi, “sebelum” Millenium, yaitu untuk mendirikan kerajaan 1000 tahun itu).

prophecy-interpretations
Pandangan Pre-Millenium ini adalah pandangan yang diteruskan dari pengajaran para Rasul dan adalah pandangan eskatologi yang dominan di abad dua dan tiga Masehi (waktu itu disebut pandangan chiliasm, yang dalam bahasa Yunani berarti “seribu”), sebelum penyesatan besar terjadi di gereja-gereja.

Selain Pre-Millenialisme, ada juga pandangan Post-Millenium dan AMillenium. Pandangan A-millenium mengajarkan bahwa tidak ada (“A” adalah prefix negatif) millenium dalam pengertian yang literal. Para penganut pandangan ini merasa bahwa “kerajaan 1000 tahun” yang disebut dalam Alkitab hanyalah kiasan rohani tentang kemenangan Kristus terhadap dosa dan memerintahnya Tuhan dalam hati tiap orang percaya hari ini. Jadi, menurut mereka, millenium sedang terjadi sekarang, dalam pengertian yang rohani dan figuratif, bukan literal dan fisik, digenapi dalam pemerintahan Tuhan dalam hati orang percaya. PostMillenium mirip dengan A-Millenium
dalam aspek utama, yaitu bahwa “millenium” tidaklah literal 1000 tahun.

Penganut post-millenium percaya bahwa kerajaan 1000 tahun dalam Alkitab mengacu kepada saat ketika seluruh dunia ini (atau sebagian besar) sudah dimenangkan kepada Kristus, dan suatu masa keemasan kekristenan muncul yang menyebabkan dunia menjadi indah dan cocok dengan deskripsi kerajaan 1000 tahun dalam Alkitab secara figuratif. Jadi bagi mereka, Millenium akan (atau sedang) terjadi, dan orang Kristenlah yang ikut mendatangkannya melalui penginjilan dan mempengaruhi dunia kepada nilai-nilai Kristiani. Setelah dunia mengalami masa keemasan ini, barulah Yesus akan datang kembali (oleh karena itu disebut “Post”-Millenium, yaitu Yesus datang “setelah” masa millenium).

Ada lagi posisi lain yang disebut Preterisme, yang mengajarkan sesuatu yang bahkan lebih radikal, yaitu bahwa Yesus Kristus sudah datang pada tahun 70 Masehi, dan bahwa orang Kristen hari ini tidak perlu menantikan kedatangan Tuhan kembali. Dalam pengajaran ini, nubuat-nubuat Alkitab sudah terjadi dan berada di masa lalu (kata “preteris” berasal dari bahasa Latin praeter yang berarti sesuatu yang sudah lewat atau terjadi), dan tidak ada lagi nubuat yang diantisipasi di masa depan (ini posisi full-preterist, posisi partial-preterist masih menyisakan beberapa nubuat untuk masa depan).

Kelompok Preteris menafsirkan bahwa kitab Wahyu ditulis sebelum tahun 70 Masehi, dan bahwa kitab Wahyu menubuatkan tentang berbagai peristiwa yang “akan” terjadi di abad pertama, tetapi sudah terjadi dari sudut pandang abad 21 sekarang ini. Tentu saja, kaum Preteris tidak mau melihat hal-hal yang tertulis dalam kitab Wahyu secara literal, melainkan figuratif. Mengenai kerajaan 1000 th, biasanya Preteris akan menganut paham A-Millenium juga.

Jadi, apakah semua variasi ini, AMillenium, Post-Millenium, ataupun Preterisme, hanyalah pengajaran-pengajaran varian yang lucu tetapi tidak berbahaya? Tidak demikian. Salah satu permasalahan utama yang muncul dalam pandangan-pandangan ini adalah mereka membuat Kerajaan 1000 tahun yang dinubuatkan dalam Alkitab menjadi sesuatu yang tidak riil dan tidak literal, melainkan suatu kiasan saja. Ini menimbulkan permasalahan besar karena Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa sebelum Kerajaan 1000 tahun, akan terjadi terlebih dahulu penghakiman bangsa-bangsa, pengikatan Iblis, dan terutama kebangkitan dari antara orang mati (resurrection).

Berikut perikop utama tentang Kerajaan 1000 tahun:
Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya; ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya, lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya. Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun. Tetapi orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu. Inilah kebangkitan pertama. Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya. Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya, (Wahyu 20:1-7).

Kelompok A-Millenium, Post Millenium, dan Preteris, tentu mengalami kesulitan yang besar untuk menjelaskan bagaimana dalam pemahaman theologis mereka Iblis sudah diikat saat ini, dan bahwa penghakiman bangsa-bangsa sudah terjadi. Padahal, Alkitab menggambarkan bahwa Iblis hari ini tidak terbelenggu, melainkan berjalan keliling seperti singa (1 Petrus 5:8), dan bahkan menjadi ilah dunia ini (2 Kor. 4:4). Demikian juga bangsa-bangsa masih menentang Tuhan dan dalam realitanya belum dihakimi oleh Tuhan. Ini semua adalah masalah yang tak terpecahkan bagi Preterisme, A-Millenialisme, dan PostMillenialisme. T etapi, masalah utama dan yang lebih besar lagi adalah bagaimana mereka menjelaskan tentang kebangkitan yang Tuhan nubuatkan akan terjadi sebelum (atau pada awal) kerajaan 1000 tahun mulai.

Menghadapi kesulitan ini, kaum AMillenium, Post-Millenium, dan Preteris, memakai teknik mereka yang teruji dan ampuh, yaitu mengfiguratifkan poin-poin Alkitab yang bertentangan dengan sistem mereka. Mereka biasanya akan berargumen bahwa kebangkitan yang dimaksud ini bukanlah kebangkitan yang literal, tetapi mengacu kepada “kebangkitan” rohani atau figuratif, yang terjadi ketika seseorang percaya kepada Yesus Kristus. Mereka berargumen bahwa orang berdosa tadinya memiliki status “mati dalam dosa” (Ef. 2:1), dan kemudian mendapat “hidup” ketika percaya Yesus, dan bahwa inilah kebangkitan yang dijanjikan Tuhan.

Jadi, dalam skema A-millenium, PostMillenium, dan Preterisme, kebangkitan bukan berbicara mengenai benar-benar memiliki tubuh fisik yang baru yang tidak fana (sebagaimana dalam 1 Kor. 15: 53-54), melainkan adalah sesuatu yang rohaniah saja, yang
sudah terjadi ketika seseorang percaya kepada Yesus. Dengan kata lain, mereka menyamakan janji akan resurrection (kebangkitan) dengan regeneration (kelahiran kembali).

Tetapi, pandangan demikian tentu sangatlah salah. Alkitab tidak pernah menyebut apa yang terjadi saat seseorang percaya Yesus dengan istilah resurrection (kebangkitan), melainkan kelahiran kembali. Jelas, ada perbedaan antara kelahiran kembali dan kebangkitan. Resurrection atau kebangkitan dalam Alkitab, selalu mengacu kepada tubuh.

Sebagai argumen utama, Yesus Kristus pun dibangkitkan secara badani, dan ini diajarkan secara jelas dalam Alkitab. Dalam 1 Korintus 15, Paulus mengecam orang-orang yang menolak kebangkitan Yesus, tetapi para bidat hari ini bukan dengan terang-terangan menolak bahwa Yesus bangkit, melainkan mereka menyerang “bagaimana” Yesus bangkit.

Para bidat mengajarkan bahwa Y esus bangkit hanya secara rohani, atau dalam roh, tetapi tidak bangkit secara badani. Tetapi Alkitab membantah keras ajaran palsu ini. Tuhan Yesus sendiri berkata, “Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku” (Luk 24:39). Ia juga menunjukkan dengan jelas kepada murid-muridNya “tangan-Nya dan lambung-Nya” (Y oh. 20:20).

Seiring dengan itu, kebangkitan orang percaya adalah kebangkitan yang serupa dengan kebangkitan Kristus, berarti kebangkitan tubuh juga. “Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu” (Rom. 8:1 1). “Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Y esus Kristus sebagai Juruselamat, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasaNya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya” (Fil. 3:20).

Jelas sekali bahwa ketika kita mengalami kelahiran kembali, tubuh kita belum berubah, tubuh kita masih tubuh yang sama, yang “hina” dan rentan terhadap nyeri dan sakit. Tetapi orang percaya mengharapkan suatu tubuh yang mulia yang serupa dengan tubuh Yesus. Preterisme menghilangkan pengharapan yang indah ini, dan mengatakan bahwa apa yang kita miliki di dunia sekarang ini sudah merupakan penggenapan janji Allah. Sungguh pengajaran yang mengecewakan!

Jika kebangkitan itu terjadi pada saat seseorang menerima Yesus Kristus, maka dapat dipastikan bahwa semua penulis Alkitab Perjanjian Baru (Paulus, Petrus, Lukas, dll.) adalah orang-orang yang sudah menerima Yesus, dan sudah lahir baru. Tetapi, faktanya mereka masih menulis tentang kebangkitan sebagai sesuatu yang futur, yang dinantikan, diharapkan. Ini berarti bahwa kebangkitan  tidaklah sama dengan kelahiran kembali.

Sebagai kesimpulan, Paulus secara khusus memperingatkan tentang bahaya doktrin kebangkitan yang “sudah terjadi” ini. Kepada Timotius, Paulus menyuarakan tanda bahaya, “Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker. Di antara mereka termasuk Himeneus dan Filetus, yang telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah berlangsung dan dengan demikian merusak iman sebagian orang” (2 Ti 2:16). Paulus dengan tegas menghukum doktrin yang mengajarkan bahwa kebangkitan “telah” berlangsung. Tetapi, yang dipersalahkan oleh Paulus bukan hanya masalah timing atau waktu kebangkitan tetapi natur kebangkitan. Himeneus dan Filetus mengajarkan bahwa kebangkitan telah berlangsung. Bagaimana mungkin mereka bisa mengajarkan hal ini? Bukankah realitanya adalah orang-orang Kristen waktu itu masih memiliki tubuh yang sama dengan semua orang lainnya? Pastilah Himeneus dan Filetus mengajarkan bahwa kebangkitan itu bersifat “rohani” dan tidak melibatkan perubahan pada tubuh fisik. Itu satu-satunya cara untuk bisa mengajarkan “kebangkitan telah berlangsung.” Jika kebangkitan tetap dipahami sebagai sesuatu yang terjadi pada tubuh (sebagaimana pengajaran Alkitab, lihat Rom. 8:11; 1 Kor. 15:35-44), maka tidak mungkin bisa diajarkan bahwa itu sudah terjadi.

Jadi, Himeneus dan Filetus mengajarkan bahwa kebangkitan bersifat “rohani” saja, tidak melibatkan tubuh, dan bahwa itu sudah berlangsung. Ini persis apa yang diajarkan oleh AMillenialisme, Post-Millenialisme, dan Preterisme. Paulus tidak ragu-ragu untuk mengecam pengajaran ini sebagai kanker yang menjalar, dan yang merusak iman. Orang percaya hari ini juga perlu waspada terhadap pengajaran-pengajaran Eskatologi yang menyimpang ini.

Jurnal Teologi STT Graphe, PEDANG ROH Edisi 87 April-Juni 2016, Dr. Steven E. Liauw

Iklan
  1. Hento
    28 April 2016 pukul 2:07 PM

    Salah semua gambar diatas, dan yg tulis tdk memahami sama sekali, kelihatan dari gambar yang diberikannya ngawur semua.

  2. 7 Mei 2016 pukul 12:55 PM

    @Hento, Gambar Yang ditampilkan adalah gambar dari pengajaran Preterisme yang SALAH alias Tak Sesuai dengan Kebenaran Alkitab.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: