Arsip

Arsip Penulis

Hasil Pemilu Legislatif 2019

TEMPO.CO, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai partai yang memperoleh suara paling banyak dalam pemilihan anggota legislatif atau Pileg 2019. Menurut KPU, PDIP berhasil meraup suara sebanyak 27.053.961 atau sebesar 19,33 persen dari total jumlah suara sah nasional.

Pileg-2019-9-Partai-Lolos-ke-Parlemen

Baca selanjutnya…

Iklan

Hasil pemilu presiden 2019

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan hasil pilpres 2019.

Screenshot_2019-05-22-19-01-23_1

Hasil rapat pleno dari KPU, capres cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul dari pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Joko Widodo-Ma’ruf Amin mendapatkan suara sebesar 85.607.362 juta atau total 55,50 persen. Sedangkan pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapatkan suara 68.650.239 suara atau sebesar 44, 50 persen. Total suara sah yang telah dihitung KPU sebanyak 154.257.601.

Screenshot_2019-05-21-01-44-09_1

  • ini rincian data rekapitulasi hasil pilpres untuk 34 provinsi, dengan kemenangan pasangan joko widodo – maruf amin di 21 provinsi dg 85 juta suara, sedangkan pasangan prabowo subianto – sandiaga uno hanya di 13 provinsi dg 68 juta suara. Selisih suara 17 juta.

 

1. Bali
Pasangan 01: 2.351.057
Pasangan 02: 213.415

Jumlah suara sah: 2.564.472
Suara tidak sah: 52.338
Jumlah seluruh suara sah dan tidak: 2.616.810

2. Bangka Belitung
Pasangan 01: 495.729
Pasangan 02: 288.235

Jumlah suara sah: 783.964
Suara tidak sah: 22.927
Jumlah seluruh suara sah dan tidak: 806.891

Baca selanjutnya…

Daftar sementara 561 anggota DPR RI 2019-2024

Jakarta, Nusantaratv.com- Perhimpunan Sangga Nusantara merilis data semi final legislator nasional terpilih sementara periode 2019-2024.

Ketua Umum Perhimpunan Sangga Nusantara Indra J Piliang menjelaskan proses rekapitulasi berjenjang yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah mendekati final.

“Tersisa sekitar 20 persen provinsi lagi. Namun dari sisi jumlah kursi yang diperebutkan, kurang dari 10 persen. Provinsi yang masih menjalankan proses rekapitulasi antara lain Sumatera Utara, Riau, Maluku dan Papua,” ujar Indra dalam keterangan tertulis diterima Tagar Sabtu malam 18 Mei 2019.

Hanya saja, lanjut Indra, dari proses yang sudah berjalan di tingkat kabupaten dan/atau kota sebelumnya, bocoran partai-partai politik yang mendapatkan kursi di Senayan sudah muncul di sejumlah kanal. Bahkan, nama-nama legislator yang (bakal) terpilih juga sudah mencuat. Sehingga, kolom-kolom sudah terisi di dalam tabulasi yang ia siapkan.

Tentu, jelas Indra, pihaknya layak meminta maaf apabila terjadi perubahan nama-nama legislator terpilih, pun partai politik yang mewakili. Bagaimanapun, Perhimpunan Sangga Nusantara hanya sekadar melakukan pencatatan ulang berdasarkan informasi yang berserakan di media online.

“Bukan saja berlangsung perang tanding antarpartai politik, tetapi lebih-lebih di antara sesama politisi partai yang sama juga menyemburkan peluru terkait perbedaan jumlah suara. Kami tentu berusaha memilah dengan cermat variasi-variasi yang terjadi, lewat perbandingan dengan sumber lain. Namun, terkadang kami pun terseret arus data keliru yang menjerat, lalu langsung menyebarkan tanpa proses verifikasi yang cukup,” jelas Indra.

“Dan ketika kata ‘final’ tertulis dalam tabel, sebetulnya masih babak ‘semi final’. Sejak awal kami sadari bahwa final yang sudah final pun, dalam artian berisi jumlah suara pribadi berdasarkan rekapitulasi resmi, belum tentu juga final secara hukum. Sebab, sampai sekarang KPU belum melansir satu pun legislator terpilih di Senayan nanti,” lanjutnya.

Indra menambahkan, “Yang baru dilakukan adalah merekap jumlah suara masing-masing partai pada masing-masing provinsi. Itupun tanpa peringkat. Yang memberi peringkat dan menaruh nama-nama partai dan legislator terpilih adalah kanal-kanal media yang kami baca. Yang menyebut terpilih adalah kiriman data dari pelbagai sumber yang kami peroleh. Jadi, sekali lagi, nama-nama legislator terpilih ini bukan berasal dari KPU.”

Berikut ini data semi final legislator nasional terpilih sementara periode 2019-2024. Data diperbarui 18 Mei 2019.

(Nomor, Nama, Dapil, Partai, Suara, Informasi)

1) T Riefky Harsya Aceh 1 Demokrat 65.851 Final

2) Fadlullah Aceh 1 Gerindra 63.872 Final

3) Salim Fakhry Aceh 1 Golkar 63.267 Final

4) Bachtiar Aly Aceh 1 Nasdem 38.820 Final

Baca selanjutnya…

Kategori:Uncategorized

Jokowi Arahkan Ibukota pindah ke Kalimantan

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terpilih menjadi kandidat ibu kota baru. Pemerintah setempat menyediakan dua kandidat lokasi untuk calon ibu kota baru.

Pertama, pemprov Kalteng menyiapkan Kabupaten Katingan dengan lahan seluas 120.000 hektare. Kedua, Kabupaten Gunung Mas dengan ketersediaan lahan 121.000 hektare.
Butuh 466 triliun buat kota baru dg tampung 1,5 juta penduduk baru dg luas 40.000 hektar, tempat yg cocok kalbar atau kalteng.
Pulau kalimantan baru 6% penduduk indonesia, penduduk jawa 57%, sumatera 21%, papua, maluku 3%.

100rb pns akan dipindah ke sana nantinya. 5 thn pemerintah jokowi bakal beres nech.

Meikarta jadi kota bisnis baru saja, nggak kepake sama jokowi buat ibukota.

Kerugian macet dan banjir 100 triliun/tahun di jakarta, pindahin ibukota butuh 466 triliun. 5 tahun rugi = biaya pindah ibukota.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sinyal pemindahan ibu kota berada di luar Pulau Jawa, yakni di Kalimantan. Baca selanjutnya…

Saya Percaya Doktrin Separasi

Saya Percaya Doktrin Separasi
Posted on April 27, 2019 by Dr. Steven

oleh Dr. David Cloud

Saya, adalah seseorang yang percaya pada doktrin separasi (pemisahan). Saya teryakinkan bahwa “penolakan akan separasi” adalah penolakan kekristenan yang Alkitabiah. Separasi dari dunia adalah sesuatu yang Alkitabiah, bahkan merupakan suatu doktrin yang “esensial” dan “fundamental.” Separasi bukanlah Injil, tetapi doktrin ini adalah suatu tembok perlindungan rohani yang diberikan Tuhan terhadap penyesatan dan keduniawian. Menolak “separatisme” sama dengan membongkar tembok yang penting ini, sehingga umat Allah tidak lagi dilindungi dari “kata-kata manis” yang dipakai para penyesat untuk menipu hati orang-orang yang sederhana (Roma 16:17-18), dan tidak lagi dilindungi dari tarikan dunia. Baca selanjutnya…

Alkitab dan Demokrasi

28 April 2019 3 komentar

 

Pemerintahan pertama di muka bumi tercatat di Alkitab ialah pemerintah otoriter, yaitu di bawah Nimrod. Salah satu proyek mereka ialah berusaha membangun menara Babel untuk mencari nama dan mencapai Allah.

Kemudian silih berganti pemerintahan _monarchy_ yang dipimpin oleh raja. Firaun, Nebukadnezar, dan banyak lagi yang tercatat dalam sejarah. Di bagian timur ada banyak kaisar yang memerintah silih berganti.

Allah Jehovah kemudian mendirikan negara dengan sistem _Theocracy,_ yang dipimpinNya langsung. Tentu dalam sistem theocracy siapapun yang melawan Theos, dianggap musuh negara maka hasilnya ialah penganiayaan terhadap iman lain. Orang-orang yang gagal paham berkata bahwa Allah Perjanjian Lama kejam dan yang Perjanjian Baru penuh kasih, seolah-olah Allah yang berbeda.  Padahal jika dia berhasil memahami bahwa di bawah sistem pemerintahan theokrasi tidak mungkin boleh ada iman lain karena kepala negaranya adalah Allah sendiri. Munculnya iman lain adalah semacam kudeta terhadap kepala negara yang memakai sistem theokrasi, dan semua tindakan kudeta pasti dihukum. Baca selanjutnya…

Cara Bertahan Hidup Hanya dengan Rp 100 Ribu untuk Makan Selama Setahun

ID- Ditengah tingginya tuntutan kebutuhan akan pangan yang selalu meningkat, harga bahan pokok yang dibutuhkan pun turut melonjak.

Dalam satu bulan saja paling tidak seseorang membutuhkan lebih dari Rp 100 ribu untuk memenuhi kebutuhan pangan saja. Baca selanjutnya…