Beranda > BERITA, ISU POPULER, TOKOH > Basuki Tjahaja Purnama Menuju Gubernur DKI: Sosok Idealis yang Patut Diperjuangkan

Basuki Tjahaja Purnama Menuju Gubernur DKI: Sosok Idealis yang Patut Diperjuangkan


Basuki Tjahaja Purnama menuju DKI 1

Banyak orang mengritik SBY badannya besar, jenderal, pintar berwacana tetapi SBY tidak berani mengambil tindakan tegas untuk kepentingan rakyat, SBY tidak punya nyali menghadapi koruptor kakap, SBY hanya cari aman diri sendiri, dan sebagainya. Namun, di antara para pengritik SBY itu, ternyata banyak yang bersikap seperti SBY juga. Memang kecenderungan manusia untuk menghindari kesulitan.

Hal itu saya sadari ketika saya menyampaikan bahwa saya akhirnya mengambil keputusan mendukung Ahok. Beberapa dari orang-orang ini, yang mengritik SBY seperti di atas, mengatakan bahwa Ahok memang sosok manusia langka, antikorupsi, namun terlalu idealis, maju dengan kemungkinan menang yang tipis, tantangannya terlalu berat, solilolui, dan sebagainya. Ada juga yang mencibir dengan sikap rasis. Yang dilihat terlebih dahulu adalah etnisnya, bukan programnya. Padahal orang-orang ini kerap meneriakkan pluralisme, Bhinneka Tunggal Ika.

Saya sendiri ketika pertama kali diajak teman menghadiri sebuah pertemuan kelompok kecil dengan Ahok, banyak pertanyaan yang saya siapkan untuk diberondongkan. Di antaranya, mengapa dia melepas kemungkinan besar menang jika mencalonkan diri untuk pemilihan gubernur Babel Belitung tahun ini. Malah bertarung dalam pilgub DKI Jakarta, dari jalur independen pula, yang untuk lolos menjadi kandidat saja sudah sulit. Nah, justru di sinilah kuncinya. Ahok memaparkan bahwa tujuannya bukan sekadar untuk menjadi gubernur. Namun, dia memiliki visi mendorong angin perubahan dalam skala nasional dengan idealismenya. Dia akan kehilangan momentum dan kehabisan waktu jika kembali ke Bangka Belitung dulu.

Setelah mencari berbagai informasi selengkapnya, termasuk meminta masukan via facebook jika ada cacat moralnya, sekarang saya mengambil keputusan mendukung Ahok karena saya melihat bayangan cermin aspirasi saya dalam dirinya. Dan, tentunya, siap gagal, siap sukses.

Saya melihat, kalaupun Ahok gagal, perjuangannya akan memberi beberapa keuntungan bagi Republik.
Pertama, dari prinsip kampanye idealis yang dipraktikkannya, baik dari segi cara maupun dana kampanye. Ini akan menjadi teladan, inspirasi, dan dorongan moral bagi kandidat-kandidat generasi berikutnya.
Kedua, dari program yang diperjuangkannya. Kalaupun Ahok sampai kalah, program-programnya telah didengar rakyat, dan ada kemungkinan terserap oleh kandidat lainnya. Atau, masyarakat menjadikan program-program Ahok yang idealis sebagi standar yang dituntut kepada kandidat lainnya.
Keuntungan ketiga, kalaupun Ahok gagal, media dan sejarah akan mencatat perjuangan ini untuk dilanjutkan oleh generasi berikutnya. Intinya, hal-hal idealis harus diperjuangkan, bukan hanya diimpikan dan diwacanakan, bukan?

Lalu, bagaimana jika ternyata akhirnya Ahok berhasil memenangkan Pilgub? Bagaimana agar dia tetap mengemban amanah sesuai janjinya? Sikap saya tetap dengan prinsip yang saya pegang selama ini: “Pilih pemimpinmu, awasi kepemimpinannya!” Itu prinsip saya sebagai midle class responbility.

Catatan: Saya bukan tim suksesnya secara resmi. Saya hanya mendukung dengan cara saya sendiri.

Oleh: Sansulung John Sum (email)

Web ahok alias BTP http://www.ahokdki1.org/buku dan http://ahok.org

  1. Alki Tombuku
    6 Januari 2012 pukul 9:00 AM

    Misi Ahok masih terlalu umum dibandingkan dengan para kandidat lain. malash DKI amat sangat kompleks, ruwet dan rumit. Para ahli dari belanda pernah didatangkan untuk mengatasi masalah krusial Jakarta, hasilnya masih nihil. Bang Foke bukan tdk berhasil tetapi belum maksimal. Belum ada org yg berani jamin kalau ia menjadi Gubenur, Jakarta akan bebas banjir dan tidak macet lagi. Diskusi2 yg menghadirkan para ahli tata kota, tidak menghasilkan terobosan berarti. Mengapa? Karena masalah Jakarta amat sangat rumit. Silahkan saja Joko susilo dari solo, Ahok, Faisal Basri, dan gebenur jatim mencalonkan diri. Tetapi, menurut saya Jakarta akan tetap begini. Kalau soal menjagokan, saya lebih memilih duet Foke-Nucrowi.

  2. Hardi Sinaga
    6 Januari 2012 pukul 11:47 AM

    Pada Prinsipnya dalam hal mengkaji hasil kerja adalah dengan realita, oleh karenanya yang dapat menjadi tolak ukur adalah Kemauan,Keberanian dan tekad yang tulus untuk perbaikan Negara ini dengan sekuat tenaga , tanpa kuatir dan takut akan dampak dan resiko serta yang terpenting tidak memiliki agenda yang terserubung. Hal inilah yang kami sangat harapkan dari Bapak Basuki / AHOK agar jangan pernah MUNAFIK sehingga mengecewakan kami. Oleh karenanya kami sangat mendukung bapak sekuat tenaga untuk melakukan perubahan bagi Anak cucu kita. Maju terus pak Ahok kami berada dibelakang anda.

  3. 6 Januari 2012 pukul 5:50 PM

    Thanks komentarnya pak Hardi dan Pak Alki, rasanya tidak pas kalo belum membaca buku AHOK dan webnya yang ini http://www.ahokdki1.org/buku

  4. 6 Januari 2012 pukul 5:58 PM

    Pak Alki thanks komentarnya, maybe Pak Alki perlu baca kedua web ahok yang saya cantumkan di akhir artikel di atas, dan mengikuti Dialog2 Ahok di TV Jakarta. Juga membaca Bukunya. Sebagai tambahan informasi tentunya.

  5. elisabeth
    7 Januari 2012 pukul 7:24 AM

    Itulah manusia, mudah sekali untuk berkat-kata termasuk mengkritik orang lain, termasuk pemimpinnya. tetapi siap yang berani mendahului tampil beda?
    Idealisme, rasionalisme, tetapi tidak menjadi legallisme yang membabi buta, siapa yang berani melakukannya untuk bangsa ini?
    Mungkin budaya timur yang sering merasa sungkan untuk berkata dan bertindak tegas perlu sedikit demi sedikit mencoba di buang, bahkan budaya pertemanan dan kekeluargaan harus mulai dikaji ulang, dalam ranah apa dapat diterapkan.

  6. 20 September 2012 pukul 3:10 PM

    bangga ku pada ahok,,,ga semua orang cina jadi pedagang,,,ini dy cina pengusaha sukses dan juga berpendidikan tinggi,,,luar biasa,,,jadi lah wakil gubernur yang luar biasa,,,tunjukkan pada mereka,,,keragaman agama itu luar biasa indah,,,
    aq percaya,,,jakarta akan lebih baik bersama kalian,,,

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: